NovelToon NovelToon
Suami Dingin Tapi Perhatian

Suami Dingin Tapi Perhatian

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Dijodohkan Orang Tua / Duda / Tamat
Popularitas:125.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hasna_Ramarta

Menikah karena dijodohkan Yila (26) tidak bisa menolak terlebih dia memang tidak pandai bergaul dan jomblo selama enam tahun.
Sebetulnya Yila sudah naksir dengan tetangganya yang sudah menduda selama 10 tahun. Namun duda itu tidak pernah tahu kalau Yila ada hati. Dan duda itu sikapnya selalu dingin jika bertemu Yila.

Tidak diduga ternyata Yila dijodohkan dengan tetangganya itu. Hati Yila senang, tapi seklaigus miris , sebab sang duda selalu bersikap dingin padanya. Namun, disebalik sikap dinginnya ternyata dia sangat perhatian dan peduli.

Apakah kisah ini akan dibumbui pertengkaran? Yuk simak kisah harunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 Pindah Rumah

Setelah beberapa jam menikah di kediaman orang tua Yila, Yila dan Yara berpamitan pada kedua orang tuanya maupun pada kedua mertuanya. Mereka diantar oleh kedua orang tua masing-masing. Rupanya rumah baru yang akan ditempati Yila dan Yara masih satu komplek di sana. Hanya berbeda dua rumah. Meskipun demikian, jarak antara rumah ke rumah satunya lagi memang agak berjauhan, sebab rumah di kawasan perumahan ini lumayan luas-luas. Yang memisahkan mereka hanyalah pagar pembatas yang tingginya kurang lebih dua meter.

Kalau jalan kaki pun, bisa ditempuh cukup 10 menit saja, sebab jaraknya juga hanya kurang lebih 200 meter.

"Kami antarnya sampai pintu depan saja, ya, kalian kalau ada apa-apa, tinggal datang saja ke rumah kami," ujar Bu Yuli sembari mengarahkan telunjuknya pada diri dan suaminya serta pada kedua besannya. Bu Yuli tersenyum bahagia menatap kedua anak menantunya yang baru saja menikah dan akan menempati rumah baru. Di dalam hatinya terselip doa-doa supaya pernikahan anak menantunya diberkahi dan diberi jodoh yang panjang.

"Iya, Bu. Tidak apa-apa," sahut Yila membalas senyum.

"Kalian yang akur, jangan ada berantem," nasihat Bu Rosi sebelum meninggalkan rumah baru anak dan menantunya.

Baik, Ma. Makasih kalian sudah mengantar kami," ucap Yara sembari menyalami Mama Papanya serta kedua mertuanya. Mereka berdua menatap kepergian kedua orang tua masing-masing dari depan pintu pagar.

Yara membalikkan badan, sementara Yila masih di mulut gerbang. Yila melihat Yara beranjak tanpa menyapa dirinya atau mengajak. Yila menutup gerbang lalu mengikuti Yara masuk ke dalam rumah.

Yila menatap punggung Yara yang melangkah ke dalam rumah. Lelaki itu kini sudah menjadi suaminya. Namun, baru hari pertama saja Yara begitu dingin tanpa basa-basi. Bagaimana bisa Yila menjalani rumah tangga ini sementara sikap Yara cuek dan dingin?

Yila masuk dengan perasaan ragu, langkah kakinya tersendat di depan pintu. Kini kakinya seakan berat untuk melangkah.

"Kenapa di sana? Masuklah!" perintahnya, terdengar kaku tapi tegas dan tidak ada romantis-romantisnya. Yila dengan terpaksa masuk dengan ucapan salam yang sedikit terdengar bergetar.

"Assalamualaikum," ucapnya bergetar. Baru beberapa langkah masuk ke dalam, Yila sontak mengibas-ngibas tangannya karena asap rokok yang sudah memenuhi ruang tamu. Yara merokok di sana dengan posisi duduk di sofa dan kaki terbuka lebar, seolah sedang melepaskan segala lelah yang ada.

"Kalau tidak suka dengan asap rokok, masuklah. Jangan berdiam diri di sana," peringatnya kaku dan tegas. Yila patuh dan segera ke dalam. Di ruang tengah Yila bingung kembali, dia harus masuk ke mana, ke kamar atau ke mana. Daripada salah Yila memutuskan ke dapur saja untuk sekedar melepas canggung setelah beberapa detik berinteraksi dengan Yara suaminya.

Yila mengambil gelas di rak, lalu menyalakan dispenser untuk mengambil air jernih. Diteguknya air itu, seketika kerongkongannya yang kering basah kembali akibat suasana yang tegang yang dia rasakan tadi. Yila duduk di kursi meja makan sembari meraih HPnya dan mengetik sesuatu yang dikirimkan pada Ibunya.

"Assalamualaikum, Bu. Ini bagaimana? Yila rasanya canggung banget sama Mas Yara. Mas Yaranya juga sangat dingin mirip kutub utara. Lalu apa yang harus Yila lakukan, Bu? Tolong jawab cepat, ya, Bu!" pesan WA terkirim dan langsung centang biru dua. Yila senang bukan kepalang. Kini dia sedang menunggu balasan WA dari Ibunya.

"Waalaikumsalam, Neng. Kalau Mas Yara sikapnya dingin, Neng tinggal hangatkan saja dengan bikinkan teh hangat, jangan lupa tanya dulu suka manis atau tidak. Lalu sertakan juga camilan jika ada," saran Bu Yuli membalas pesan WA Yila.

"Lalu besok kalau pagi-pagi gimana, Bu?" pesan WA dari Yila terkirim lagi.

"Neng tanyakan mau sarapan apa, nasi goreng atau apa? Jika Mas Yara suka roti pakai selai, kamu siapkan saja roti selai. Lalu jika suka nasi goreng kamu bikinkan nasi goreng, kamu kan paling pandai bikin nasi goreng, Neng. Kamu sudah pandai masak, tinggal tanya kesukaan Mas Yara apa."

"Usahakan komunikasi ya, Neng. Mas Yara memang orangnya dingin, mungkin pengalaman dahulu menjadikannya seperti itu. Pokoknya apa-apa kamu tanyakan dulu ke Mas Yara, ya, biar nanti tidak salah," pesan Bu Yuli dari WA untuk yang terakhir.

"Masih bertanya sama Ibu, ya, bagaimana cara melayani aku?" Tiba-tiba Yara mengejutkan Yila yang baru saja mengakhiri pesan WAnya bersama Bu Yuli. Sontak Yila terkejut dan menaruh HPnya di atas meja.

"Mas Yara." Hanya itu yang mampu keluar dari mulut Yila saking gugupnya. Yila berdiri dan hendak menuju rak untuk mengambil gelas. Niat dia akan membuatkan teh hangat buat suaminya.

"Sudah, tidak perlu! Aku belum mau minum," cegahnya membuat Yila kembali terbengong.

"Duduklah. Aku mau bicara sedikit." Yila kembali duduk dengan sedikit tegang seakan dalam persidangan.

"Tidak perlu tegang seperti itu, bukankah aku sudah menjadi suami kamu?" tukasnya membuat suasana berubah semakin tegang. Yila menarik nafasnya perlahan, membuang rasa tegang di dadanya.

"Aku hanya ingin kamu lakukan tugas kamu seperti biasa saat di rumah kedua orang tua kamu, cuma bedanya di sini kamu hanya mengurus aku. Tentunya kamu siap menikah, siap juga dengan segala tugasnya, bukan?" Yara balik bertanya dengan menatap tajam mata Yila. Yila dengan cepat menunduk menyembunyikan ketegangan yang kian memuncak.

"Di rumah ini ada tiga kamar, dua kamar utama dan satu kamar tamu. Kamu memilih kamar yang mana untuk tidur malam ini?" tanyanya membuat Yila benar-benar bingung menjawab. Untuk beberapa saat Yila diam dan tidak tahu harus menjawab apa. Ini tentu pilihan yang sulit. Jika ia memilih kamar tamu, sekarang dia bukan tamu melainkan istri dari pemilik rumah. Lalu kalau memilih salah satu kamar yang menjadi kamar utama, Yila harus pilih yang mana? Mereka suami istri, masa harus tidur terpisah.

"Yila!" serunya menyadarkan kebingungan Yila.

"Ya, Mas?" sahut Yila sedikit gugup.

"Kamar yang mana yang akan kamu pilih?" ulangnya memberi pilihan.

"Saya tidak bisa memilih Mas. Bukankah kita sudah menikah. Dan jika sudah menikah tentunya kita satu kamar, kan?" tanya Yila ragu. Yara terlihat sedikit menyunggingkan senyum. Pria kutub itu tersenyum? Sungguh hal yang langka bagi Yila.

"Apakah malam ini kamu mau tidur bareng saya atau misah kamar?" Pertanyaan konyol apa yang diucapkan Yara, membuat Yila semakin bingung. Mungkinkah Yara menginginkan tidur misah kamar atau bagaimana? Yila bertanya-tanya dalam benaknya, bingung dengan pertanyaan Yara seperti itu.

"Sebagai perempuan yang sudah sah menjadi istri Mas Yara, saya tentu saja harus tidur bareng dengan Mas Yara. Sebab saya sudah milik Mas Yara," jawab Yila pelan dan hati-hati. Yara terlihat menyunggingkan senyum.

"Benarkah? Jadi, kamu sudah siap jika aku miliki?" Yila bingung kembali dengan pertanyaan Yara seperti itu. Untuk sejenak dia hanya bisa diam tapi dalam hatinya berkata.

"Saya sudah sah menjadi milikmu Mas. Maka saya harus siap lahir batin dimiliki olehmu."

1
FHR
Bedanya laki laki dengan perempuan ketika sakit, laki laki masih bisa santai tapi perempuan pikirannya hanya fokus pada suami yang sakit.
Nasir: Iya betul Kak... 💪💪
total 1 replies
Felycia Fernandez
ya ampun Y semua 😆😆😆
kreatif kk Thor nya cari nama pemain Y semua 👍👍👍👍
Felycia Fernandez: sama sama kk Thor 🤗
total 3 replies
n_utami
yila dudul, malah sebut inisial nya.. 🤣🤣😭
n_utami
ga mau komen apa².. tapi bikin senyum² sndiri.. 😭😭😭
Nasir: Kak, mampir lagi di karya terbaru saya dong.. 🙏🙏
total 1 replies
kezia desta
yila mah cengeng dikit2 nangis kuat apa jadi cewe bikin geregatan
Leo girl
Yara bodoh tanpa tindakan,ini kalau pihak Nita tidak ambil tindakan,maka selamanya Nita berbuat ulah,Yara hnya stress & yila hnya pendam sbb bodoh,hahaha,yang cerdik di sini hanya nita
Leo girl
bodoh dan pemalu itu beda tipis
Dewi Oktavia
dulu selingkuh sekarang nyesal,maka y jadi cewek jangan serakah
Dewi Oktavia
y ampun seperti suami ku jika minta tak bisa lama harus cepat dan lama🤣😂😅🫣😵‍💫😆🫨🙂‍↔️😁
Dewi Oktavia
maka y jika punya suami mencintaimu jagalah jangan sampai hilang.
Qaisaa Nazarudin
Aku heran aja di mana2 novel yg ku baca selalunya MASA LALU/MANTAN ISTERI kembali setelah saat Mantan SUAMInya Baru menggapai bahagia,ladahal udah bertahun2 juga pisah,Lha selama ini bertahun2 kemana aja?? Harus banget ya saat MANTAN SUAMI udah punya pengganti baru nongol..🤦🤦🤦
Nasir: Wkwkwkwk, ini mah akal-akalan Author sj biar rame..... 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Cerai 10 tahun lalu,Anak itu umur 8 tahun, Berarti BUKAN anaknya Yara..
Nasir: Bukan.
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Yara..Ku pikir Yara itu cewek..🙏🙏😄😄

Mampir thor🙋🙋
Nasir: Makasih byk Kak... smg betah...
total 1 replies
Endang Sulistia
Luar biasa
Nasir: Makasih byk Kak..
total 1 replies
Endang Sulistia
🤭🤭🤭
Endang Sulistia
sampe nelpon mamaknya si yila😅😅😅
Endang Sulistia
hadir...
Nasir: Mksh byk Kak..
total 1 replies
Endang Sulistia
nama tokohnya awalan "y" semua
Nasir: Iya Kak...
total 1 replies
D_Mayanti
Luar biasa
Nasir: Mksh byk Kak.
total 1 replies
Ai Oncom
suka..
Nasir: Mksh...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!