NovelToon NovelToon
Terjebak Cinta Mbak-Mbak

Terjebak Cinta Mbak-Mbak

Status: tamat
Genre:Berondong / One Night Stand / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:69.4k
Nilai: 5
Nama Author: amih_amy

Abizar yang baru saja lulus wisuda, malah terjebak hubungan satu malam dengan seorang perempuan yang lebih dewasa darinya. Pertemuan pertama mereka harus berakhir di ranjang yang sama, tetapi perempuan itu malah menolak untuk dinikahinya.

"Lupakan saja!"

Begitulah tutur perempuan yang sudah ia renggut kehormatannya. Namun, apalah daya jika takdir ingin menyatukan mereka berdua. Sang perempuan hamil dan Abizar harus bertanggung jawab untuk menikahinya.

Akankah rumah tangga mereka berjalan dengan gampang? Saat perbedaan usia membentuk satu benteng yang sulit untuk diterjang. Pun dengan sifat mereka yang bertolak belakang, serta hadirnya orang ketiga yang menjadi penghalang. Apakah rumah tangga itu akan bertahan, atau malah hancur berantakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon amih_amy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Terjebak

...****************...

"Mbak, minumnya jangan banyak-banyak! Nanti kalau mabuk, ribet gue nganterinnya," cetus Abizar setelah Devan pergi dari kafe tersebut.

Kezia melirik ketus, "Terserah aku, lah. Aku akan bayar semua minuman yang aku beli di kafe ini," cetusnya, lalu menenggak satu gelas minuman beralkohol di tangannya. Lidahnya menjulur keluar, lantaran rasa aneh yang menyerang indera perasanya tersebut. Kerongkongannya terasa terbakar. Jujur, baru pertama kali perempuan itu meminum minuman seperti itu. Ia belum terbiasa dengan rasanya. Namun, hal tersebut tak membuat Kezia berhenti. Ia malah menambah minumannya lagi.

"Nggak biasa minum, pengin minum." Abizar tertawa melihat mimik wajah Kezia yang terlihat lucu.

"Bukan urusan kamu. Pergi sana!" ketus Kezia mengusir Abizar.

"Dih, yang harusnya pergi itu, Mbak. Ini kafe punya gue." Abizar melipat tangannya di depan dada.

Kezia mendengkus. Lalu kembali menenggak minuman yang rasanya begitu menyengat, dan kali ini perempuan itu sontak tersedak.

Abizar menarik salah satu sudut bibirnya. Ia tersenyum remeh melihat kerapuhan seorang Kezia. Ia yakin jika perempuan itu sedang ada masalah, tetapi lari pada minuman keras adalah cara penyelesaian yang salah.

"Gue ke kamar dulu, deh. Nanti kalau mau pulang, ketuk aja pintunya. Kamar gue sebelah sana." Abizar menunjukkan letak kamarnya di area privasi kafe tersebut. Tempat itu memang sengaja dibuat sebagai tempat istirahat ke empat pemilik kafe, dengan dilengkapi kamar pribadi masing-masing.

Kezia melayangkan pandang pada arah telunjuk Abizar, lalu berkata 'iya', sebagai jawaban.

Abizar pun pergi, tetapi belum sempat ia menyentuh pintu kamarnya, Kezia memanggilnya lagi. "Ada apa?" tanya Abizar tepat di depan pintu kamarnya.

"Namamu siapa tadi? Abi?" tanya Kezia. Ia sempat mendengar Devan mengatakan nama pemuda tersebut sebelum lelaki itu pergi.

"Iya, nama gue Abi, Abizar," jawab Abizar tanpa bertanya balik siapa nama perempuan itu, karena Abizar sudah tahu dari Devan.

Kezia terdiam sejenak, ia ingat nama Abizar adalah saudara sepupu dari orang yang dia cintai. "Kamu ... sepupunya Juno, kan?" tanyanya terdengar lebih lirih dari sebelumnya.

Abizar mengernyit heran dengan perubahan mimik wajah Kezia yang tiba-tiba muram. Padahal baru beberapa detik yang lalu wajah itu terlihat sangar.

"Iya, memangnya kenapa?" Abizar melayangkan tatapan penuh selidik. Kakinya melangkah mendekati Kezia lagi. Ia terlalu kepo dengan urusan pribadi kakak sepupunya yang bernama Juno itu. Lelaki yang menjadi penyumbang dana terbesar di kafe tersebut, merupakan mangsa empuk untuk Abizar mendapatkan uang tambahan. Mungkin saja ada rahasia di antara mereka, dan rahasia itu bisa dijadikan sebagai bahan ancaman. Kan, lumayan bisa nambah uang jajan. Mumpung perempuan itu sedang setengah sadar.

"Bilangin, ya, sama sepupu kamu itu! Jadi cowok jangan sok kegantengan. Dia itu brengsek!" Kezia sudah mulai berkata ngawur. Sudah beberapa gelas minum beralkohol masuk ke dalam tubuhnya. Hal itu membuat Kezia sedikit kehilangan kesadaran. Ia tidak sadar dengan apa yang ia ucapkan.

Abizar tersenyum kecut. Sepertinya dia suka arah pembicaraan Kezia. Lelaki itu malah membuat Kezia semakin hanyut dalam halusinasinya. Abizar ikut duduk di sofa dan menuangkan minuman beralkohol pada gelas Kezia yang sudah kosong.

"Ayo, Mbak, minum lagi! Ceritain sama gue, ada masalah apa di antara kalian berdua. Kali aja, kan, gue bisa bantu," seru Abizar dengan seringai tipis di bibirnya.

Kezia yang sudah tersesat dalam keterpurukan lantaran patah hati, hanya bisa meminum minuman haram itu lagi dan lagi. Membuat Abizar bersemangat untuk bertanya sesuatu yang bisa dijadikan kelemahan Juno. Ia pikir hal tersebut bisa menjadi ladang uangnya kelak.

Namun, perkiraan Abizar tidak sesuai ekspektasi. Kezia malah bersikap tidak tahu diri. Semakin perempuan itu mabuk, semakin kacau pula perkataan perempuan tersebut.

"Juno, kenapa kamu jahat banget sama aku?" racau Kezia. Tangannya dengan lancang meraba pipi Abizar. Menyangka jika lelaki itu adalah lelaki yang sudah menyakiti hatinya.

"Apa aku kurang cantik? Atau aku kurang sexy? Kenapa kamu lebih memilih perempuan itu daripada aku, Juno?" racau Kezia lagi.

"Mbak, lo mau ngapain?" Abizar merasa terjebak dengan rencananya sendiri. Dadanya kembang kempis saat tubuh Kezia kini berada di atas pangkuannya. Jantungnya berdebar begitu kencang. Darahnya tiba-tiba berdesir hebat ketika tubuh Kezia semakin merapat. Jakunnya turun naik menelan saliva, saat gesekan di bawah sana membuat yang tadinya tidur jadi terjaga.

"Kamu tahu, Juno. Aku sangat mencintai kamu. Dari dulu ... duluuuuu ... sekali. Tapi kenapa kamu nggak pernah bisa melihat itu? Kamu hanya menganggap aku sebagai sahabatmu. Aku nggak mau!" Kezia kembali duduk tegak, lalu memukul-mukul dada bidang Abizar tanpa tenaga.

Abizar hanya mengerjap. Menatap Kezia dengan tatapan sulit diartikan. Tubuhnya sudah dikuasai oleh sesuatu yang bergejolak. Ia ingin sekali berontak, tetapi sentuhan dari Kezia membuat dirinya sulit untuk menolak. Seolah hati dan akal sehatnya sedang bergulat. Abizar merasa terjebak.

"Aku rela memberikan apa pun buat kamu, Juno. Asalkan kamu mau menerima aku sebagai pacar kamu."

Abizar kembali tersentak saat Kezia meracau seperti itu. Bukan karena kata-katanya, melainkan dari caranya perempuan itu berbicara. Tubuhnya sengaja dirapatkan dengan dada Abizar, sehingga Abizar mampu merasakan embusan napas halus yang keluar dari hidung Kezia. Abizar seolah hanyut dalam buaian penuh rayu. Sebagai seorang lelaki normal, sangatlah wajar jika tubuh Abizar merasakan kenyamanan. Gemuruh rasa yang terbakar dalam aliran darahnya tidak bisa ditahan lagi. Denyut di bagian bawahnya semakin tak terkendali. Apalagi saat tangan Kezia mulai menjelajahi bagian dalam bajunya, membuat pandangan Abizar dipenuhi kabut asmara.

"Mbak, kalau sikap lo kayak gini terus. Jangan salahkan gue kalau terjadi—"

Kalimat Abizar sontak terhenti. Lantaran bibirnya dibekap oleh Kezia dengan bibirnya sendiri. Kedua mata Abizar sontak membulat sempurna, tetapi tak bisa dipungkiri rasa kenyal bibir itu membuatnya terlena.

"Oke, ini lo yang minta, Mbak. Jangan nyesel, ya!" ucap Abizar sambil menekan tengkuk leher Kezia. Membuat pertautan bibir mereka semakin dalam saja.

Kegilaan Kezia semakin mengganas. Akal sehatnya telah digadaikan pada minuman keras. Ia seperti serigala betina yang buas, yang akan menyerang mangsanya sampai dirinya puas.

Begitu pun dengan Abizar. Pikiran lelaki itu sudah diliputi rasa yang membuncah, yang menarik akal sehatnya. Keduanya sama-sama terbuai oleh bisikan sesat menuju kenikmatan sesaat.

Abizar mengikuti gerakan Kezia. Bibir mereka pun saling berbagi saliva. Kezia terus menyerukan nama Juno di setiap gerakannya. Abizar tidak peduli, yang penting hasratnya bisa terpenuhi.

Malam semakin larut ketika mereka melakukan penyatuan. Keduanya seperti terbuai dan tidak cukup sekali menebar kehangatan. Kezia yang masih dikuasai oleh minuman keras terus saja menggoda Abizar dengan berbagai cara.

Abizar tak kalah siap. Ia membopong tubuh Kezia ala brides style untuk memenuhi keinginan perempuan tersebut. "Kita pindah ke kamar!" ucap Abizar dengan semangat yang membara.

Beruntung teman-temannya tidak ada yang datang, sehingga tempat rahasia mereka bisa Abizar gunakan dengan leluasa. Terlebih di kamar pribadinya. Abizar dengan bebas menggeksplor tubuh Kezia. Kejadian itu berulang tanpa jeda, hingga keduanya kelelahan dan tertidur di ranjang yang sama.

...****************...

next👉

Jangan lupa like, gift, dan komentarnya 🙏

1
Ros Yusmiasih
karakter aby gak bagus .....kasihan kezia kl dapat laki2 pelit 😂😂
°ammy🌾👉ig: amih_amy: hehehe 😁😁😁
total 1 replies
bunda syifa
Luar biasa
°ammy🌾👉ig: amih_amy: Makasih bintangnya limanya, Kak. Aku kasih bintang tujuh untukmu juga ⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐ 😘😘
total 1 replies
bunda syifa
bukan sok perhatian Abi tapi emang selama kamu ngurusin pacarmu Devan yg ngurusin ngidam istri qm, bahkan Zee gc punya no qm itu menjelaskan klo qm gc pernah ingat untuk nelpon istrimu sekedar untuk nanya kabar anak qm yg d perut zee
Ran Aulia
terimakasih author 😍😍😍😍

ceritanya mengharukan 😫😫😫😫
°ammy🌾👉ig: amih_amy: Terima kasih, Kak. Jika berkenan mampir di ceritaku yang lainnya, ya 😘🤗🤗
total 1 replies
Alikha
suka
°ammy🌾👉ig: amih_amy: makasih, kak 🥰🥰
total 1 replies
Smiling 🙆
laki-laki kalo mabuk berat gak bisa bangun. tidur pasti.
°ammy🌾👉ig: amih_amy: makasih, kak, sudah membaca sampai tamat. Jika berkenan ikuti kisah Devan di novel yang baru, yuk 🤗
total 1 replies
Smiling 🙆
Devan bisa bilang apa lagi
Sulaiman Efendy
KURANG PUAS DGN CERITANYA..
°ammy🌾👉ig: amih_amy: Terima kasih, Kak. Maaf jika belum memuaskan. Semoga di novel berikutnya bisa lebih memuaskan 🙏🤗
total 1 replies
Sulaiman Efendy
JGN UDH MULAI BAIKAN HUBUNGN LO DGN ZIA, TAU2 LO LABIL LGI SAMA SELENA,, KLO AKU JDI ALUDRA, KU DEKATI TU SI SELENA.
Sulaiman Efendy
KNP LO TAKUT ORTU LO TAU..
Sulaiman Efendy
KNP LO CEMBURU,,MKANYA JGN BUAT ISTRI LO LBH NYAMAN KE PRIA LAIN, DRIPADA KE SUAMINYA SENDIRI..
Sulaiman Efendy
BENAR2 GOBLOK NI SI ABI, MKIN MNJENGKELKN
Sulaiman Efendy
JENGKEL BANGET DENGAN TOKOH ABIZAR, RASA INGIN AKU BENAMKN TU KPALANYA DIDALAM COMBERAN..
HERANNYA SI JIRO KNP GK AWASI SI ABI, DN ADIKNYA SI ALUDRA, KNP GK AWASI JUGA ABANGNYA
Sulaiman Efendy
KEZIA MNGKIN GK TAU, TPI TUHAN TAU..
Sulaiman Efendy
KAN MSH AZA LO PNY PEMIKIRAN BODOH KYK GITU...
Sulaiman Efendy
KLO LO TRIMA KEZIA SBAGAI ISTRI LO SPENUH HATI, DN BLAJAR MNCINTAI ZIA, DEVAN GK MINGKIN BRANI DEKAT2 ZIA, KRN KLAKUAN & SIKAP LO KE ZIA ITU YG BUAT DEVAN BRANI MASUK SBGAI ORG KTIGA DIRMH TANGGA LOO.. BTUL KATA KEZIA, LO MMG MSH BOCAH..
Sulaiman Efendy
LO MMG BRONDONG GOBLOK. TUNGGU AZA PENYESALAN LO SPRTI YG ALFATH BILANG..
Sulaiman Efendy
BARU X INI BACA CERITA BRONDONG GOBLOK SPRTI ABIZAR...
Sulaiman Efendy
NAHHHH BENARKN, ITU ULAH DEVAN..
Sulaiman Efendy
PASTI ULAH DEVAN TU YG BUAT ABI NOLAK MNIKAH DGN KEZIA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!