NovelToon NovelToon
Di Ujung Peluru

Di Ujung Peluru

Status: tamat
Genre:Romantis / Fiksi Modern / Cinta pada Pandangan Pertama / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:7.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: NaraY

Beberapa bab akan mengandung konflik keras. Tidak diperkenankan berkomentar buruk dan sok tau sebelum membaca sampai bab terakhir. Yang tidak kuat harap SKIP.

Bukan aku tidak mencintai gadis impianku, Bukan tidak menyayangimu. Aku menjaga dirimu dan kehormatanmu. Memilihku adalah pilihan berat untukmu, Jika kamu sabar..tunggulah aku. Kulindungi wanita pilihanku, Karena aku mencintaimu selalu walau Nyawa ada di ujung peluru.

Aku Ardian Putranto, Lettu Ardi.. memilihmu dalam hatiku Adinda ku...

Bersama kisah Lettu Rama Satria.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaraY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Ikut Denganku

"Kamu harus ikut aku Dinda" Pria tersebut mabuk dan menodongkan pisau pada Adinda

"Aku nggak mau mas" Adinda memohon pada Rudi dengan takut

"Kamu harus menikah denganku. aku tidak perduli meskipun kamu janda dari adikku" Rudi terus berbicara hingga membuat Adinda takut. Pisau di tangannya sudah di mainkan hingga Adinda nyaris pingsan karena terlalu takut

Ardi menendang pisau itu hingga terpelanting jauh jatuh ke tanah.

"Tidak bisa, dia calon saya" jawab Ardi sambil menggandeng Adinda keluar. Adinda menarik tangannya tapi Ardi tetap menggenggam erat tangannya.

Rudi mengejar mereka, tangannya menggapai lengan Adinda dan menariknya lagi. Adinda sangat ketakutan. Tangan Rudi merobek badge yang tertempel pada jaket Ardi

"Aku nggak mau mas, lepaskan tanganku. Mas Ardi tolong mas" Reflek kaki Ardi menendang hingga Rudi pingsan di tempat.

"Sebenarnya ada apa Dinda??" tanya Ardi penuh selidik

"Dia kakak iparku, dia ingin menikahiku sejak suamiku meninggal. Aku di rumah ini sendirian mas. Aku mau lari dari desa ini. tapi aku tidak tau harus kemana" jawab Adinda dengan tangan gemetar

"Ikutlah denganku, cepat kemasi barangmu, juga segala surat penting yang mungkin kamu butuhkan" Nada dingin Ardi terasa menusuk tulang

"Tapi mas.." Adinda sangat bingung

"Cepat kemasi.. aku tidak akan mengulang lagi perkataanku" tegas Ardi

"Tapi mas belum mengenalku"

"Bicarakan itu nanti..yang penting kamu keluar dari desa ini bersamaku" Tatapan dingin Ardi membuat Adinda menurut seketika.

Ardi dan Adinda pergi dengan cepat dari rumah itu.

***

"Ini kontrakanku, kamu tinggal disini. tenang saja disini jauh lebih aman" Ardi meletakan barang Adinda dan di kontrakan tiga petak miliknya.

Adinda mengikuti langkah Ardi. Matanya tertuju pada pakaian seragam loreng yang tergantung di tembok kamar.

"Mas seorang tentara?" tanya Adinda lirih

"Iya.. kenapa? gajinya kecil??" Ardi menjawab dengan tangannya masih mengotak atik slot pintu yang sedikit rusak. Tidak masalah jika pria yang tidur disana tapi kali ini yang akan tinggal adalah seorang wanita.

"Tidak mas bukan itu. Kamu membawaku kemari itu akan merusak harga dirimu" ucap wanita berjilbab itu.

"Harga diri yang mana? aku yang akan menanggungnya, kamu tenang saja"

Adinda tidak bisa berkata apapun lagi. pria di hadapannya ini sangat tegas dalam berbicara.

"Sudah, kunci dengan baik kontrakan ini. hubungi aku bila ada sesuatu. aku harus kembali ke messku"

"Iya mas"

"Hmm..mas, terimakasih banyak" ucap Adinda sambil menunduk

"Sama sama" jawab Ardi

-----

tok..tok..tok

"Mbak..ini ada titipan untuk mbak Adinda" Kata seorang wanita bernama Ida mengantarkan nasi bungkus dan minuman untuk Adinda.

"Oohh..iya terima kasih banyak ya mbak" jawab Adinda

"Siapa wanita itu, jangan sampai itu calon istri mas Ardi" ucap Ida dalam hati sambil pergi kembali ke warung nasi miliknya

***

"Dan.. aku ketemu janda di jalan, sekarang aku bawa ke kontrakanku" Ardi meminum kopi lalu menghisap rokok di teras belakang barak bujangan

"Gila kamu Ar.. segitu patah hatinya kamu sama Ines sampe janda kamu bawa pulang" Danu tidak percaya dengan ulah sahabatnya

"Jangan bicarakan dia lagi" Ardi menghisap kuat rokoknya

"Ngomong ngomong, biasanya kamu pulang ke kontrakan. kenapa ini nggak pulang? apel juga sudah selesai. Nggak pengen kamu cek dulu itu jandamu? ledek Danu yang langsung mendapat candaan tinju dari Ardi

"Sialan.. aku sudah malas mikir perempuan" Jawab Ardi

"Enak cewek clubing ya??" Seruan Danu membuat gelak tawa mereka berdua.

***

Minggu pagi Ardi ke kontrakan membawakan makanan untuk Adinda.

"Kamu makan dulu Dinda" titah Ardi pada Adinda yang merapikan kamar Ardi. sebenarnya kamar Ardi sudah cukup rapi, tapi sentuhan tangan perempuan memang jauh lebih baik.

"Iya mas, terima kasih ya. maaf selalu merepotkanmu" Adinda merasa bersalah telah merepotkan pria di hadapannya

"Mas, bolehkah aku keluar untuk mencari pekerjaan? Akuu.. tidak pegang uang mas, di kampung aku biasa berkeliling mencari apa saja buat di jual" tanya Adinda pada Ardi

Ardi menatap tajam Adinda dari atas sampai bawah. dia berpikir akan kerja apa Adinda di daerahny yang seperti ini.

"Jangan keluar, aku akan cari info.. sementara kamu pakai uang ini" Ardi menyerahkan seluruh uang di dompetnya isinya satu juta rupiah.

"Tidak mas, mas bawa saja. aku sudah terlalu merepotkanmu" Tolak Adinda dengan sopan

"Kalau kamu tidak mau terima, kamu akan membeli kebutuhan pakai apa?"

"Aku akan keluar sebentar untuk mencari kerja" Adinda bersikeras untuk menolak uang dari Ardi.

"Apa terlalu sedikit?"

"Tidak mas, tolong jangan bicara seperti itu..aku tidak pantas menerima uangmu. atas dasar apa aku menerimanya?" tanya Adinda

"Begini saja, dengan mengajakmu kesini..secara tidak langsung, aku memutus pekerjaanmu. Anggap saja aku bertanggung jawab dalam hal ini" Ardi memegang tangan Adinda dan meletakkan uang itu di tangannya. Adinda menolak bersentuhan dengan Ardi. Ardi pun mengerti

"Maaf...... terima uang itu. aku tidak bermaksud apa apa"

Setelah cukup lama mereka berbincang di teras, Ardi pamit untuk kembali ke barak.

.

.

1
Lalu Awan
tapi pada akhirnya bercerai juga😭
NaraY_Kamanatha: Nara juga punya cerita di akun lain ya kak.

silakan mampir jika berkenan.

Bojone_Batman 🙏
total 1 replies
Rusma Yulida
kalo dgn ardi secara tidak langsing udah jatuh talak juga
Zulinatul Hidayah
Buruk
Wan Trado
terlalu banyak drama yg berulang, cerita perangnya pudar padahal judulnya di ujung peluru
Wan Trado: ke siipp... kita nikmati aja yah sambil rebahan dan ngopi-ngopi 👍
total 2 replies
Wan Trado
baru calon suami dah punya calon anak 👍
Wan Trado
rumah dinas di komplek itu dempetan lho yaa, teriak teriak masalah sensitif begituu...!!
Wan Trado
pengen tau, jika anak dinda dg Rama nikah dengan anak Ardi dg vania itu halal ga sih.. secara sebelumnya Ardi dan dinda juga punya anak.. 🤔
Wan Trado
😅😂🤣🤦‍♂️
Wan Trado
iya iyaa iyaaa 😁
Wan Trado
semangat terus Nara 💪 high support to you..
Wan Trado
alhamdulillah lanjutkan... 🤣
Wan Trado
iya juga kita yg tidak teliti baca suratnya Rama, jelas indikasinya dia masih hidup.. hehe author mmg paling.. 👍
Wan Trado
becandanya ga lucu yaa, tau istrinya hamil dan kondisinya lemah kok dikerjain sihh
Wan Trado
salah satu tokoh utama dihilangkan, hmmm cukup bikin kaget tapi okelah antimainstream dan jadi penasaran.. 👍
Wan Trado
pada ibu yg mana di kakinya terletak surga buat anaknya...??
kalau ibu yg seperti ini, hanya ada neraka bagi kehidupan anaknya... 😡
Wan Trado
sudah sangat hebat ya jadi anak lurah itu... 😂😂
Nuraisyah
yg d sebelah Rinto dan Mey anak Rama dg Dinda juga kn yaa
Nuraisyah
bang Ardi anake 3 pembarep Kabeh,/Grin/
Nur Hafizah
Luar biasa
siccasiccasic
Bu Ardi seharusnya thor, bukan "mbak". Kalo istri tentara emang dipanggil ibu+nama suaminya dikalangan mereka.
siccasiccasic: Ya sama emak aku juga istri TNI kak, akupun anak TNI. Ya maaf kalo salah, karna sebanyak yg saya tau tiap batalyon manggilnya emang gitu, ibu+nama suami.
total 10 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!