Aku terpaksa harus menikah dengan seorang pria yang ditingglkan kekasihnya menjelang pernikahan mereka, semua kulakukan karena aku butuh uang untuk pengobatan mamaku.
Mama angkatku yang telah mengasuh dan membesarkanku.
menyayangiku sepertj anaknya sendiri
wau aku bukan darah dagingnya.
Karma????? aku tak perduki jika itu karma sekalipun. karma akibat perbuatab kedua ornagtua kandungku.
yang akj tahu, akh hanya ingin berbakti sebagai anak, membalas budi orangtua angkatku.
Aku merasakan siksaan, hinaan dan cemoohan suamiku, semua kutelan.
hingga akhirnya Tuhan membuja hati suamiku dan kami memiliku anak.
Namun, kebahagiaan kamj harus di uji...
kekasih suamiku kembali, wanita yang meninggalkan suamiku menjelang pernikahan mereka.
bagaimana nasib pernikahanku??
Apakah suamiku akan kembalj pada kekasihnya itu???
inilah kisahku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desire pooh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Permulaan
Setelah acara resepsi, mama Mariska sengaja membooking beberapa kamar hotel di tempat acara kami berlangsung, agar kami tidak perlu langsung pulang dan bisa istirahat dengan nyaman, namun tidak dengan mama, mama dan papa serta semua keluarga memilih pulang karena kesehatan mama yang memburuk karena kelelahan, namun mereka semua menutupi dari diriku dan mengatakan jika mama lebih nyaman istirahat dirumah ketimbang hotel dan dengan berat hati aku hanya bisa membiarkan mereka pulang.
Disinilah aku kini, dia sebuah kamar suit presiden room, sebuah kamar yang mewah dan di hias layaknya kamar pengantin, bernuasa romantis dengan lilin dan bunga dimana-mana termasuk di atas tempat tidur kami dengan bentuk hati dan sepasang handuk berbentuk burung angsa berpasangan
Bagi orang lain malam pengantin adalah malam paling indah dan romantis, namun tidak denganku, malam ini dimana semua penderitaan ku berawal.
Aku dan mas Dimas sudah masuk kedalam kamar hotel, mas Dimas langsung membuka jas nya dan melemparkan sembarang, melemparkan sepatunya begitu saja lalu masuk ke dalam kamar mandi
Aku hanya bisa menggeleng melihat kelakuannya, aku memunguti semuanya dan meletakkan di tempat yang sudah tersedia.
Aku hanya diam duduk di tepi kasur, membelai kasur berukuran besar itu dan terasa hatiku masam.
Tak lama kemudian mas Dimas sudah keluar dengan memakai kimono dia berjalan ke arahku dengan pandangan tak suka
"Ngapain kamu disana , awas minggir" ucap mas Dimas langsung mendorong tubuhku hingga tersungkur di lantai.
beruntung pakaian resepsi ini bukan kebaya yang ku pakai pagi tadi, jika tidak, bisa dipastikan aku seperti karung beras terjatuh, susah untuk bangun.
Aku meringis kesakitan dan melihat mas Dimas namun begitu melihat kebencian dimata Dimas, Aku urung marah.
wajar jika mas Dimas marah padaku dan membenciku, harusnya ia menikah dengan wanita yang ia cintai, bukan diriku
"Mas bisa kan bicara gak usah dorong, aku juga akan pindah jika kamu minta baik-baik” ucap Kinar memegang tangannya yang terasa berdenyut
”Kamu minta aku bicara sama kamu baik-baik??? mimpi, jangan harap" ucap Dimas sinis
Kinar lelah, ia tak memiliki tenaga untuk berdebat, ia berjalan menuju kamar mandi dengan tertatih
”Mau apa kamu ke kamar mandi???" tanya Dimas menghentikan langkahnya
"Aku mau mandi mas, badanku lengket semua"ucap Kinar
”Jangan pakai kamar mandi ku, aku tidak sudi berbagi kamar mandi dengan wanita menjijikan sepertimu"
Kinar tak percaya Dimas memiliki mulut se pedas sambal level setan, jika saja posisinya tak tersudut seperti ini, ingin sekali ia menyumpal mulut sinis Dimas dengan sambal satu kilo
"Kalau aku gak mandi di kamar mandi ini, lalu aku harus mandi dimana???” tanya Kinar pelan
”Terserah, tapi jangan sampi kamu pakai kamar mandi ku” ucap Dimas langsung rebahan ia asik memainkan ponselnya
Kinar termangu di tempat, ia membalikkan badan dan berjalan menuju pintu keluar, Dimas yang melirik sekilas langsung menghentikan aktivitasnya
"Mau kemana kamu???” bentak Dimas
"Mau ketempat mama Mariska”
”Mau apa kamu kesana??? tutup pintu itu kembali" bentaknya
"Aku mau mandi mas, kan kamu gak perbolehkan aku mandi di kamar mandi ini,jadi aku mau numpang di kamar mandi mama” ucap Kinar polos
”Arrrrggghhh, menyebalkan.
kamu benar-benar wanita licik.
cepat sana mandi " ucap Dimas menjambak rambutnya sendiri
” Baik” ucap Kinar memegang gagang pintu”
”Aku bilang sana mandi, kenapa kamu masih mau keluar???” ucap Dimas emosi, ia langsung duduk
”Baik, tapi tolong perhatikan pakaianmu, kamu menodai mataku yang masih virgin" ucap Kinar buru-buru berjalan dan masuk ke kamar mandi dengan menutupi wajahnya yang memerah
Dimas segera sadar melihat kearah dimana Kinar melihatnya dan
"Shit, dasar wanita gila"umpat Dimas melempar bantal di sebelahnya kerah pintu kamar mandi
Di dalam kamar mandi, Kinar membasuh wajahnya yang memerah beberapa kali, sungguh matanya telah ternodai oleh Dimas.
Kinar juga bisa mendengar teriakan marah Dimas dari balik pintu, Ia ingin marah tapi juga tertawa karena berhasil membuat Dimas kesal.
Di dalam kamar mandi Kinar mengumpat kesal karena ia tidak bisa membuka pakaian pengantinnya, ia kembali keluar kamar, dilihatnya Dimas kembali asik dengan ponselnya
"kenapa??" bentak Dimas
"Anu, itu”
"Apa sih anu itu aja???"
"Aku gak bisa buka baju pengantin ini" ucap Kinar menundukkan wajahnya malu
"Terus, aku suruh bantu kamu gitu bukain??? jangan mimpi" cibir Dimas
”Hmmm, baiklah kalau kamu gak mau bantu" ucap Kinar menghela nafas lalu berjalan menuju pintu keluar, Dimas sontak bangkit dan menghalangi
”Kamuuuu” Dengus Dimas kesal
” Apa sih kamu, aku minta tolong gak mau, giliran aku mau minta tolong mama kamu gak kasih, kamu maunya apa sih????” teriak Kinar karena sudah tidak betah memakai baju yang menyiksa ini
”Sial, baik kamu menang, aku bantu" ucap Dimas lalu berjalan mencari sesuatu, tak lama kemudian ia kembali dengan membawa baju kaos
" Mau apa kamu???” tanya Kinar ketakutan karena Dimas mendekatinya
” Udah diem, hadap kesana.
kamu mau gak dibantu buka baju???? kalau gak terpaksa aku juga gak sudi" ucap Dimas membungkus tangannya seolah memegang sesuatu yang menjijikan.
Kinar menahan nafas karena kesal, kelakuan Dimas sungguh menyebalkan, namun Kinar harus menahan emosinya, yang terpenting adalah ia bisa lepas dari siksaan baju ini.
Kinar berbalik badan dan melihat Dimas menutup matanya, ia langsung masuk ke kamar mandi tanpa berkata apa-apa
”Woi cewe songong, kamu gak mau bilang makasih apa???
dasar gak tahu diri" cibir Dimas, namun Kinar tak perduli, ia membasuh tubuhnya yang letih dan memilih berendam di bathtube yang ada di kamar mandi itu
Satu jam kemudian ia keluar dari kamar mandi dengan pakaian tidurnya, dilihatnya Dimas sudah tertidur, Kinar ragu ingin naik ketempat tidur, ia terdiam cukup lama, namun karena lelah akhirnya ia perlahan naik ketempat tidur dan tertidur
Pukul dua dini hari Dimas terbangun karena haus, ia terkejut melihat Kinar yang tertidur di sampingnya, senyum licik langsung menghias wajahnya, tanpa perasaan Dimas mendorong tubuh Kinar hingga jatuh terjerembab ke lantai kamar hotel yang terbuat dari marmer
"Astaghfirullah, aduh sakit.
Gempaaa.....” teriak Kinar yang mengira ada gempa,
Namun ia segera sadar saat suara tawa Dimas pecah.
Mata Kinar melotot lebar melihat kearah Dimas yang terlihat tertawa puas melihat penderitaannya
”Kamu gila ya??? kamu mau aku mati terjatuh???” bentak Kinar marah
"Kamu gak akan mati hanya karena jatuh dari kasur hahaha, siapa yang suruh kamu tidur di kasur ku????"ucap Dimas santai
”Dasar psikopat, aku harus tidur dimana???”
Tanpa berkata apa-apa Dimas membawa bantal lalu melemparkannya di sofa
"Tempat wanita rendahan kaya kamu di sana
Aku sudah bilang sama kamu jika aku akan buat kamu menderita karena memilih menikah denganku, ini baru permulaan saja. Masih untung ku suruh kamu tidur di sofa, aku ingatkan jangan sampai kamu mengadu pada mama, atau aku akan buat mamamu yang sakit-sakitan itu tahu jika anaknya jual diri, paham kamu????” ancam Dimas kemudian ia membalikkan badannya kembali tidur
Kinar bangkit dengan perlahan menahan sakit di lengannya, ia lalu tidur meringkuk di sofa, air matanya menetes, belum genap satu hari ia menjadi nyonya Dimas namun sakit rasanya bagaimana hidupnya kedepan, hanya Allah yang tahu.
istri = pemeran utama wanita
suami = pemeran utama pria
perbedaan
novelis sejati buat novel dia tau membedakan mana salah mana benar, jika suami buat salah maka suami yang salah dan sebaliknya jika istri yang salah maka istri yang salah, jika melaknat pelakor dia juga melaknat pebinor, dia akan adil terhadap kesalahan suami maupun istri dan adil terhadap pelakor dan juga pebinor
novelis labil buat novel dia hanya tau novelnya disukai banyak reader tapi peduli novel egois dan munafik, jika suami salah dia akan laknat dan beri balasan setimpal tapi dia akan membenarkan semua kesalahan istri, dia akan melaknat dan membinasakan pelakor tapi dia begitu mengistimewakan pebinor
wanita murahan lebih murahan daripada pelacur, pelacur menjalankan diri karena kebutuhan tapi kinar seorang istri yang menyerahkan tubuhnya pada pria lain(menjijikan)
wanita munafik, dia berkoar2 melaknat perbuatan suaminya dengan wanita lain tapi dia juga lebih menjijikan menyerahkan tubuhnya pada pria lain, kinar kayak manusia menjijikan yang memandang jijik kotoran tapi dia sendiri yang memakan kotoran itu
pola pikir author yang labil sehingga membuat novel egois yang membenarkan semua kelakuan kinar
fakta sebuah karya novel adalah cerminan karakter novelis itu sendiri
suami = pemeran utama pria
yang membuat novel bermasalah dan munafik buka karena pelakor dan juga suami buat salah tapi dua sosok ini yang membuat novel jadi munafik yaitu pebinor dan istri buat salah
kita bongkar
*pelakor, novel hadirkan 1000 pelakorpun tidak jadi masalah karena pada akhir nya pelakor dilaknat dan dapat balasan setimpal, jadi adilkan
*suami buat salah, suami buat salah apapun juga bukan masalah karena pada akhirnya suami dibuat dapat balasan, menderita, mneyeaal, hancur dan posisi digantikan, jadi adilkan
tapi ini yang buat novel jd munafik
*pebinor begitu dispesialkan bisa merasakan tubuh istri orang, bisa bebas mengajar suami orang, semua kesalahannya dibenarkan, dan akhirnya dia bahagia, munafik
*istri buat salah, ini daftar kesalahan kinar
curhat dengan pria lain
bongkar aib keluarga dan suami pada pria lain
murahan daripada pelacur yang memberi tubuhnya pada pria lain
berduaan dengan pria lain
membiarkan pria lain merendahkan suaminya
munafik melatnat perbuatan suaminya tapi dia sendiri kayak pelacur murahan
dan masih banyak lg
tapi yang munafiknya novel ini adalah author membenarkan semua kelakuannya kinar
pasti kalian akan bilang begini
ini kan hanya novel halu jadi jangan terlalu kebaperan lah?
ok lah kalau ini hanya novel halu jadi novel bukan masalah tapi sumber masalah pola pikir author yang membenarkan semua kelakuan menjijikan kinar jadi poin adalah pola pikir authornya yang munafik