NovelToon NovelToon
Dia Mamiku!

Dia Mamiku!

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Contest / Tamat
Popularitas:9.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: slwarulla

Siapa sangka Sania yang datang dari kampung untuk mencari kerja, tiba-tiba ditawari seseorang untuk menjadi seorang pengasuh seorang bayi yang menjadi korban keegoisan orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon slwarulla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 01

Kebanyakan orang bilang, lebih baik merantau kedaerah kota untuk menjamin kehidupan kedepannya. Nyatanya tidak, tidak semudah untuk mencari pekerjaan dilingkungan padat penduduk ditambah hanya dengan membawa beberapa sertifikat dan ijazah Sma.

Fikir Sania kali itu,

Tapi, Sania patut bersyukur mendapat pekerjaan begitu tiba dikota metropolitan ini. Begitu turun dari bus dan mencari tempat untuk tinggal sementara, ada seorang ibu-ibu yang menawarinya menjadi seorang pengasuh.

Sania yang sedang membutuhkan pekerjaan dan menyukai seorang anak kecil segera menyetujuinya. Walaupun sedikit ragu, tapi karena terus didesak Sania mengikuti ibu itu.

"nyonya, kenapa anda tahu Sania sedang mencari pekerjaan" Sania merapatkan tubuh, tidak ingin membuat kendaraan kotor karena ulah tubuhnya

"Sania? Jadi namamu Sania. Baiklah perkenalkan nama saya Ajeng. Jangan panggil saya nyonya, nyatanya saya hanya bekerja ditempat yang akan kamu asuh anaknya. Oh iya, kamu terlihat sedang memiliki banyak fikiran. Jadi, saya simpulkan kamu tidak memiliki uang atau kamu sedang mencari pekerjaan. Benar kan! Setelah saya tanya, kamu sedang membutuhkan pekerjaan"

"oh seperti itu. Apa Sania boleh memanggil dengan sebutan ibu?" tanyanya hati-hati

"boleh, sangat boleh. Ibu jadi senang kalau kamu memanggil dengan sebutan itu"

"baiklah bu, sebelumnya Sania berterima kasih banyak sama ibu karena telah mempercayakan saya untuk bekerja ditempat ibu"

"iya sama-sama nak, ibu liat kamu sangat baik. Semoga kamu juga memperlakukan anak itu dengan baik. Kasihan dia menjadi korban karena keegoisan orang tuanya"

Sania menoleh heran. Semua pertanyaan dibenaknya harus ditelan mentah-mentah, saat melihat keacuhan Ajeng.

"bu, setelah selesai bekerja apa Sania boleh ijin untuk mencari tempat tinggal?"

"tidak usah, rumah majikan ibu masih cukup kalu hanya menampung dirimu"

"maksud ibu, Sania tinggal dirumah majikan Sania?"

Ajeng mengangguk, "sudah, nanti ibu jelaskan kalau sudah sampai dirumah tuan Seno"

...~§~...

Ruangan yang biasanya kosong, kini mulai terisi dengan barang-barang Sania. Terlalu berlebihan jika dikatakan barang-barang, pasalnya Sania hanya membawa beberapa potong pakaian, ijazah, dan ponsel.

"Sania!" Sania segera keluar menghampiri sumber suara

"iya ada apa bu" mata Sania menangkap sesosok bayi digendongan Ajeng

Apa ini bayi yang akan aku urus?

Sania membawa bayi kegendongan, menimang-nimang sembari menepuk pelan bokongnya. Seperti keajaiban, bayi yang biasanya tidak mudah untuk ditenangkan kini terdiam digendongan Sania seraya menatap dengan mata berkaca-kaca.

"namanya siapa bu? Umurnya berapa?" tanya Sania tidak sabar

"Sean, den Sean. Sepertinya dia suka sama kamu. Den Sean baru berumur lima bulan. Ibu harap kamu bisa menggantikan sosok kedua orang tua yang baik untuknya"

"memangnya orang tua Den Sean kemana bu?"

"sudahlah untuk yang itu kamu tidak perlu tahu. Intinya kedua orang tua Den Sean, sibuk dengan urusan masing-masing. Tugas kamu hanya mengurus den Sean dengan baik"

"baik bu" Sania terus menimang-nimang Sean dan membawanya kehalaman rumah

Kau masih kecil tapi sudah menjadi korban keegoisan orang tuamu, Sania mengusap rambut Sean

"tahh... tahhh..." tangan kecilnya menunjuk bunga-bunga

Sania melangkah menuju bunga yang ditunjuk Sean, "bunga! Ini namanya bunga. Bunga yang indah, seindah den Sean" Ucap Sania lalu menjawil pipi Sean membuatnya tertawa kecil

"kamu masih kecil udah ganteng banget. Apalagi sudah gedenya, semoga kamu tidak menjadi playboy seperti orang-orang kebanyakan ya" monolog Sania

Sean tertawa kecil melihat tingkah orang yang menggendong nya yang tidak pernah berhenti bicara. Lengan mungilnya menggapai wajah Sania.

"duh, sitampan kalau ketawa makin lucu banget. Sayang banget, masih kecil sudah tidak merasakan kasih sayang orang tua" ucapnya, "tapi den Sean tenang saja, Sania akan terus menjaga den Sean seperti anak sendiri" Sean menatap bingung kepada Sania lalu kembali tertawa

Anak sendiri? Sania jadi ingin tertawa. Walaupun dikampung sudah biasa terjadi pernikahan dibawah umur, Sania mengukuhkan diri untuk tidak terjerumus kedalamnya. Bukan karena pernikahan dibawah umur menjadi perbuatan yang buruk, tapi Sania hanya ingin merasakan dunia luar tanpa terkekang oleh tali pernikahan.

Maka dari itu, Sania memilih untuk meninggalkan kampung dan mengiming-imingi uang kepada orang tuanya. Walaupun harus meninggalkan kekasihnya dikampung.

Suara decitan kendaraan terdengar, Sania menoleh dan segera mendatangi pintu utama. Sania menunduk sopan melihat dua orang dewasa datang, ia mengira mereka merupakan kedua orang tua Sean. AKA majikannya.

"sore, Nyonya... Tuan...."

"sore. Jadi kamu pengasuh baru anak saya Sean. Jaga baik-baik anak saya" ucapnya seraya bergelayut manja dilengan laki-laki itu, "anak bunda sini"

Sean melengos, ia menelungkup wajah didada Sania. Respon Sean membuat Sania menjadi tidak enak. Ia tersenyum canggung.

"sudah tidak apa-apa. Perkenalkan saya, Karin ibu Sean dan Alex, pacar saya. Saya harap kamu tidak macam-macam dengan pacar dengan saya"

"iya Nyonya"

Pacar? Nyonya dan Tuan terlihat sangat mesra, bahkan saat sudah menikah saja mereka masih berasa seperti orang pacaran. Bahkan nyonya masih menyebut suaminya sebagai pacarnya. Sania terkikik.

Sean menguap dipelukan Sania. Tangannya terkepal dan dimasuki kedalam mulut kecil Sean. Sesekali Sania mengeluarkan lengan Sean. Ia ingin membawa Sean kekamar dan menidurkan anak majikannya itu. Sebelum berbalik ia dikagetkan dengan kedatangan dua orang yang menatapnya aneh.

"kamu siapa?"

"Saya pengasuh den Sean, tuan" ucapnya sopan

"Saya ayah kandung Sean, Seno. Ini pacar saya, Ranty. Tolong jaga anak saya dengan baik" Seno dan Ranty berlalu meninggalkan Sania yang terkejut

Tadi, ibu kandungnya sama pacar. Sekarang, ayah kandungnya sama pacar juga. Loh-loh, ini maksudnya bagaimana?

Kebingungan Sania terhenti saat Sean menangis kencang.

1
mawar hitam
cocok alek goblok dan sania bodoh 🤣🤣
mawar hitam
karya sampah dan mesti belajar lagi bikin cerita.
De_ars: Pedas banget komen nya. mengkritik sekaligus kasih saran, jangan hanya memghina karya orang
total 1 replies
Diah Susanti
wong tuone podo gendenge
Neney chica
kenapa aku jadi kesel yah.mewek lagi
Ernita Anwar
Luar biasa
Sherleey Stevenny
org cakap kerbau dicucuk hidung
Sherleey Stevenny
perempuan bodoh
Yuli Wijaya
aku baru mulai mau baca, cba cek endingnya kok peran utama meninggal. jdi ragu buat lanjutin bacanya, tkut ikut mewek 🥺🥺
Oktavia
egois ini. harusnya alex justru ikut andil dlm penyemenuhan karin… ini ceritanya buk egoisnya
Oktavia
kok bunda, bukannya mami ya ? plon plan nih 🤭🤭
Oktavia
bodoh klo dipendam… yg ada makan hati, mendinh diluapkan. mendidik yg benar ga harus didiemkan.
Oktavia
kok panggil mba sih… asuh gmn nih cerita, oon banget ya
Oktavia
swno kok ikutan bodoh ya ? lupa aih ya ceritanya agak rada2
Oktavia
ha masuk akal veritanya ini, bodoh bgt… baik ga harus di injak2
Delvia Delvia
Biasa
SOO🍒
udah sania sama seno aja wong jelas2 Kamal pacarnya sania selingkuh sama adiknya sania, biar nyaho tuh Kamal
Aisyah Ica Alzan Izaan
menarik
M. Namikaze
ada plot hole disini,,,, klo g salah selisih umur Daffa & Sania 7 thunan, kok anak Daffa seumuran Sania??
Alby Raziq
Thor Sania mingat ke
Lis Seta Wati
Bikin hancur aja bisnis alex sm karin biar kere sekalian ada ya manusia seperti itu ga punya hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!