NovelToon NovelToon
Istri Bodoh Pangeran Arya

Istri Bodoh Pangeran Arya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cinta setelah menikah / Cinta Murni
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Najmu Laila

Di hari pernikahannya. Aluna menggantikan sang adik untuk menikahi pangeran Arya. Adik dari raja yang rumornya menderita penyakit aneh. Setiap penyakit itu kambuh, Dia akan membunuh siapapun yang mendekatinya. Tetapi, Setelah bertemu Aluna. Penyakit Arya melunak, Bahkan begitu lembut menghadapi sifat kekanakan Aluna meskipun penyakitnya kambuh.

Lalu, Bagaimanakah Aluna hidup bersama Arya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERTUKARAN CALON

Aluna, Gadis yang terkenal bodoh dan penakut itu. Kini duduk bersimpuh di depan sebuah paviliun. Di hadapannya, Seorang wanita tua berhanfu coklat menatapnya dengan tajam dan mengintimidasi.

"Kau hanya seorang gadis bodoh dan penakut. Tidak pantas menjadi seorang putri mahkota. 3 Hari lagi, Zephira akan menggantikan-mu menjadi putri mahkota."

Wanita itu tersenyum sinis, Dengan tubuh tegap yang Sombong.

"Dan kau, Kau akan menikah dengan pangeran Arya. Adik dari raja, Menggantikan Zephira."

Nyonya Fira menatap Aluna dengan wajah meremehkan, Wanita itu mendekat dan mencengkram kasar wajah mungil Aluna. Gadis bodoh itu terlihat meringis, Saat kuku-kuku tajam wanita tua itu menembus sedikit kulit lehernya.

"Kau tidak punya hak untuk menolak."

Nyonya Fira menghempaskan wajah Aluna dengan kasar hingga gadis itu sedikit terhuyung ke samping.

"Apa di sana ada makanan?" Pertanyaan polos Aluna membuat nyonya Fira tersenyum miring.

"Tentu saja, Pangeran Arya itu adalah adik satu-satunya raja. Dia jelas sangat kaya."

Wajah Aluna berbinar.

"Apa aku bisa makan ayam dan paha babi setiap hari, Apa aku boleh tidur siang?" Tanya Aluna menatap ibu tirinya itu dengan binar, Ia tak tahu bahwa nyonya Fira punya rencana licik di belakangnya. Gadis itu begitu polos dan naif selama ini.

"Tentu saja, Banyak hal yang akan kau dapatkan dari pangeran Arya."

Nyonya Fira tersenyum licik. Pangeran Arya memang satu-satunya adik raja, Tetapi dia mengidam penyakit aneh yang tidak bisa di sembuhkan. Dia mengalami kegilaan yang tanpa sadar bisa membunuh siapapun yang ada di dekatnya jika sedang kambuh, Itu sebabnya Fira tak ingin satu-satunya putrinya menikahi pangeran Arya.

"Kalau begitu, Aku...aku bersedia menikahi pangeran Arya." Ucap Aluna,

"Baguslah jika kau setuju, 3 hari lagi mereka akan datang menjemputmu. Sekarang, Bersimpuh di sini selama 1 jam. Sebelum kau kembali membersihkan gudang belakang." Ucap nyonya Fira, Aluna mengangguk patuh.

"Baik ibu!"

***

Kediaman pangeran Arya.

"Pangeran, Apa kita sebaiknya membatalkan pernikahan anda dengan putri keluarga wangsa saja, Keluarga wangsa memihak pada putra mahkota." Khawatir Juna, Pengawal setia pangeran Arya.

"Hamba khawatir, Putri keluarga wangsa di kirim untuk memata-matai anda." Lanjut Juna.

Pangeran Arya menggeleng pelan, Ia tersenyum smirk dan menatap kosong langit.

"Biarkan saja, Aku sendiri yang akan membuat mata-mata itu jera. Jika wanita itu berniat buruk, Maka kita akan menghukumnya lebih buruk dari neraka."

Menatap kilatan tajam pangerannya, Juna tak bisa berkata apa-apa. Ia hanya berdoa bahwa gadis itu sungguh benar-benar bukan seorang mata-mata.

"Bawakan kursi rodaku."

Juna mengangguk, Pangeran Arya masih bisa berjalan, Hanya saja tubuhnya lumayan lemah akibat penyakit. Itu sebabnya ia tak pernah mengunjungi istana, Dengan alasan penyakitnya.

Tak lama, Juna datang membawa kursi roda miliknya yang terbuat dari kayu, Arya menaiki kursi roda itu dengan senyuman tipis.

"Aku harus memakai ini, Agar kakak tidak selalu mewaspadai-ku sewaktu-waktu akan mengambil tahta." Gumamnya.

"Anda begitu cerdas pangeran." Puji Juna tersenyum kagum.

Juna membawa pangeran Arya ke sebuah penangkaran hewan. Pangeran Arya memang membuat sebuah penangkaran hewan seperti ayam, Babi dan domba. Karna dulu, Pangeran pernah mengalami keracunan makanan.

Bukan hanya hewan, Arya juga menanam beberapa tanaman obat, Dan sayuran yang bisa di makan.

"Pangeran, Anda ke sini?" Tanya kepala pelayan, Bibi Wang.

"Siapkan seekor ayam jantan bibi Wang, Rawatlah dengan baik, 3 hari lagi...Itu akan berguna." Perintahnya, Bibi Wang merasa bingung, Tetapi terlalu segan untuk bertanya.

"Baik tuanku."

***

Langit telah berubah menjadi keemasan, Burung-burung beterbangan mencari tempat tinggalnya. Para pelayan buruh pulang, Dan beberapa menetap di kediaman wangsa sebagai pelayan tetap.

Aluna menatap gubuk reyot miliknya yang berada di belakang kediaman wangsa, Dengan wajah gembira gadis itu masuk ke dalam kamarnya.

"Akhirnya, Semuanya selesai." Ucapnya tersenyum senang.

Setelah 1 jam berlutut, Ia langsung pergi menuju gudang untuk membersihkan beberapa sisa kayu bakar dan beberapa makanan yang akan di buang. Sebelum di buang, Aluna sudah memakannya terlebih dahulu.

Aluna merebahkan tubuhnya dengan sedikit meringis. Seluruh bagian tubuhnya tak pernah merasa baik-baik saja. Setiap hari, Nyonya Fira selalu mencari kesalahan untuk menghukumnya. Tubuh gadis polos itu bahkan di penuhi luka.

Luka yang sebelumnya tidak pernah sembuh. Luka cambuk yang tak pernah di obati, Luka sehabis berlutut yang hampir setiap hari membuat kakinya lemas.

"Jika sudah pindah, Aku akan berkerja giat di rumah pangeran Arya, Supaya nanti aku bisa makan ayam dan paha babi." Gumamnya dengan ceria.

Lalu, Aluna merebahkan tubuhnya pada ranjang reyot miliknya, Menatap langit-langit genteng yang bocor itu.

"Ibu, Aku merindukan ibu." Gumam gadis itu dengan lirih sambil menatap sebuah liontin giok berwarna putih peninggalan sang ibu.

Liontin giok yang 5 tahun lalu membuatnya mengalami cedera pada otak. Zephira pernah mengambilnya dan menghilangkannya saat hujan sedang lebat, Aluna yang begitu panik langsung mencarinya di bawah guyuran hujan yang dingin. Saat itu, Aluna tak sengaja terpeleset dan mengalami gagal otak.

Aluna menjadi gadis yang sulit mengingat dan berbicara lancar layaknya gadis seumurannya. Itulah sebabnya, Seluruh kota selalu mengejeknya, Di tambah lagi dengan ulah zephira yang memprovokasi publik tentang penyakit Aluna.

Tuan Wangsa yang mengetahui penyakit Aluna, Merasa keluarga wangsa telah di permalukan. Itu sebabnya, Ia selalu menghindari Aluna, Seolah putrinya sudah tiada. Dan menyerahkan segala urusan tentang kediaman pada Fira. Ia tak tahu bahwa selama ini, Hidup Aluna justru menjadi lebih buruk dari pada seorang pelayan.

"Tidak apa, Aluna sudah jadi kuat ibu." Gumam Aluna memeluk tubuhnya sendiri. Ia menepuk ujung kepalanya sendiri dengan tangannya. Lalu mulai menyanyikan lagu tidur buatan sang ibu.

'Tidur...tidurlah wahai mentariku'

'Besok...bunga akan memelukmu.'

'Tidur...tidurlah wahai mentariku'

'Besok...bunga akan memelukmu.'

'Aku masih di sini, Memeluk-mu wahai mentariku'

'Hangat-hangat-lah mentariku'

Aluna tertidur dengan tubuh yang tertelungkup, Ia tak punya selimut untuk menghangatkan tubuhnya, Hanya punya beberapa kayu bakar yang membantunya hangat jika musim dingin melanda.

TBC

like dan komen.

1
jenny
semoga Seno bisa menyelamatkan Arya dan Aluna.
jenny
Terima kasih kak, sudah update kembali.
ditunggu kelanjutannya 🙏
Nycthophile
yok arti buat anak 🤭🤭
Nycthophile
tiba tiba banget
Nycthophile
dih dasar pangeran busuk mending ama Arya ke mana-mana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!