NovelToon NovelToon
Dewa Alkemis Sembilan Benua

Dewa Alkemis Sembilan Benua

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Fantasi
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Dulu ia Kaisar Pil Jiwa Bintang. Penguasa Sembilan Benua.

Tetapi, satu tusukan dari murid kesayangannya, membuat ia mati. Sekarang, Murid itu naik tahta menjadi Dewa Alkemis yang disembah seluruh benua.

500 tahun kemudian, Lin Xuan terbangun.

Bukan di singgasana. Tapi di tubuh seorang sampah. Tubuh dari Tuan Muda Keluarga Lin yang meridiannya hancur, menjadi bahan tertawaan se-Kota Awan Merah. Tunangannya menghina, pamannya meracuni dan semua orang menunggu ia mati.

Mereka salah besar.

Karena di dalam jiwanya, Kuali Naga Hitam yang berkarat ikut bangkit. Di kepalanya, ingatan 500 tahun teknik alkimia bertarung yang bisa membakar langit tidak hilang.

Lin Xuan tidak mau sekadar bangkit. Ia mau berburu 18 Api Surgawi. Mengubah tubuh cacatnya menjadi kuali hidup.

Mengubah bahan sampah menjadi pil dewa. Dan naik lagi ke Benua Ke-9 untuk satu hal:

Menagih darah dengan darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: Tamparan Sang Kaisar

Udara di atas Ibukota Langit Angin mendadak terasa berat. Tekanan spiritual dari langit turun seperti gunung yang menghimpit seluruh kota.

Ribuan penduduk dan kultivator tingkat rendah langsung berlutut. Sebagian bahkan memuntahkan darah karena tak sanggup menahan tekanan tersebut.

Di Menara Kuali Raksasa, Pemimpin Utama Yun bersandar pada dinding dengan wajah pucat.

"Tekanan ini... Inti Emas? Tidak." Tubuhnya gemetar. "Jiwa Baru Lahir! Mengapa orang sekuat ini datang ke Benua Bawah?"

Di depan paviliun Lin Xuan, Paman Qin berdiri dengan pedang terhunus. Keringat dingin membasahi wajahnya.

Seratus meter di atas paviliun, sebuah kapal terbang merah menyala melayang di udara.

Dari geladaknya, Yan Tianze melangkah turun. Qi di bawah kakinya membentuk tangga menuju tanah. Di belakangnya, Tetua Gui mengikuti dengan aura Jiwa Baru Lahir yang membuat udara bergetar.

Begitu tiba di pelataran, Yan Tianze melirik Paman Qin dengan jijik.

"Di mana pemuda yang memicu Fenomena Langit Berdarah itu?" tanyanya dingin. "Dan di mana wanita dengan Tubuh Yin Kutub?"

Ia menyeringai.

"Suruh mereka keluar dan bersujud di hadapanku. Jika aku sedang senang, mungkin kubiarkan kalian hidup."

Paman Qin menggenggam pedangnya erat.

"Tuan, Nona Su adalah tamu terhormat Keluarga Su. Anda tidak bisa..."

"Aku tidak bertanya padamu."

Yan Tianze mendengus.

Boom!

Gelombang suara yang dipenuhi Qi Api meledak seperti guntur. Paman Qin terlempar dan menghantam dinding paviliun dengan keras.

Paman Qin terlempar dan menghancurkan pilar batu. Darah menyembur dari mulutnya. Ia langsung pingsan. Kultivator Pembentukan Fondasi itu bahkan tak mampu menahan satu dengusan dari seorang kultivator Inti Emas.

"Lemah." Yan Tianze mencibir. Ia melangkah hendak menghancurkan pintu paviliun.

Namun, sebelum kakinya menyentuh pintu, pintu itu meledak dari dalam.

BANG!

Serpihan kayu melesat. Yan Tianze terpaksa mundur selangkah.

Dari dalam ruangan, Lin Xuan berjalan keluar dengan tenang. Jubah hitamnya tetap bersih. Di belakangnya, Su Yue'er dan Xiao Ya mengikuti dengan wajah tegang.

Yan Tianze menatap Lin Xuan dari atas ke bawah lalu tertawa.

"Hahaha! Pembentukan Fondasi Awal?" Ia menggelengkan kepalanya. "Kupikir monster tua yang memicu Fenomena Langit Berdarah. Ternyata hanya katak dari desa."

Tatapannya berubah buas.

"Serahkan teknik rahasiamu dan wanita di belakangmu. Aku akan membiarkanmu mati tanpa cacat."

Lin Xuan melirik Paman Qin yang terkapar. Tatapannya lalu kembali pada Yan Tianze.

"Kau menghancurkan kediamanku dan melukai orangku. Sekarang kau masih ingin membawa pergi wanita di belakangku?"

Suaranya tetap tenang.

"Sepertinya orang-orang Benua Tengah memang terlalu sombong sampai lupa menggunakan akal."

"Kau mencari mati!"

Wajah Yan Tianze memerah.

Qi Inti Emas meledak dari tubuhnya. Ia menerjang sambil menghantamkan telapak tangannya.

Boom!

Api putih membentuk telapak raksasa yang melesat ke arah Lin Xuan.

Telapak Pembakar Jiwa!

Teknik andalan Sekte Api Suci itu cukup untuk mengubah kultivator Pembentukan Fondasi Akhir menjadi abu dalam sekejap.

Tetua Gui berdiri di belakang dengan tangan terlipat. Ia bahkan tidak berniat membantu.

Namun, Lin Xuan tetap berdiri di tempat.

Ia mengaktifkan Fondasi Singgasana Kaisar. Qi yang seratus kali lebih padat dari kultivator biasa mengalir ke lengan kanannya.

Tatapannya menjadi dingin.

"Domain Penekan Naga Sejati."

Riak tak kasatmata menyapu tubuh Yan Tianze. Aliran Qi dalam meridiannya seketika tersendat. Kekuatannya ditekan hampir sepertiga.

Pada saat yang sama, Lin Xuan menghantam telapak api raksasa itu dengan tinjunya.

Booom!

Telapak api yang seharusnya mampu membakar kultivator Pembentukan Fondasi Akhir justru hancur dalam satu pukulan. Api putih berhamburan lalu padam diterpa gelombang angin.

"A-apa?!"

Yan Tianze membelalak.

Sebelum sempat bereaksi, sosok Lin Xuan telah menghilang.

Dalam sekejap, Lin Xuan muncul di hadapannya. Tangannya mencengkeram leher Yan Tianze dan mengangkat tubuhnya dari tanah.

"Kau pikir hanya karena berada di Tahap Inti Emas, kau berhak berteriak di depanku?"

Suara Lin Xuan dingin.

Yan Tianze meronta. Ia mencoba mengerahkan Qi dari Dantian untuk melawan. Namun, Api Teratai Bumi Terdalam yang mengalir dari telapak Lin Xuan telah melumpuhkan meridiannya.

Jenius Sekte Api Suci itu kini tak berbeda dari seorang sampah.

"Lepaskan Tuan Muda!"

Raungan Tetua Gui mengguncang langit.

Wajahnya yang semula tenang kini dipenuhi kepanikan. Jika Yan Tianze mati, ia sendiri tak akan mampu mempertanggungjawabkannya.

Boom!

Aura Jiwa Baru Lahir meledak dari tubuhnya. Ruang di sekitarnya bergetar. Dalam sekejap, ia melesat menuju Lin Xuan sambil menghunuskan pedang hitam.

Tebasan itu mengandung kekuatan dahsyat.

"Tahap Jiwa Baru Lahir memang cukup merepotkan bagi tubuhku saat ini."

Tatapan Lin Xuan berubah tajam.

Ia tidak berniat menerima serangan itu secara langsung.

Dengan satu gerakan, Lin Xuan melempar tubuh Yan Tianze ke arah tebasan Tetua Gui.

Menjadikannya perisai hidup.

"Sialan!"

Tetua Gui terpaksa menarik pedangnya agar tidak mengenai Yan Tianze. Ia menangkap tubuh tuannya lalu mundur sejauh sepuluh meter.

Matanya memerah karena murka.

"Bocah iblis! Kau berani mempermalukan Sekte Api Suci. Hari ini akan kucabut jiwamu dan kusiksa selama seribu tahun!"

Lin Xuan mengibaskan tangannya.

"Sekte Api Suci? Belum pernah kudengar. Mungkin sekte kecil yang tidak terkenal."

"Kau!"

Kemarahan Tetua Gui meledak.

Ia merentangkan kedua tangannya. Dalam sekejap, langit berubah menjadi lautan api hitam.

Itulah Api Jiwa Hitam. Api yang ditempa dari kekuatan jiwa seorang kultivator Jiwa Baru Lahir.

Lin Xuan justru tersenyum.

"Berani bermain api di hadapanku?"

Ia menghentakkan kakinya.

Booom!

Kekuatan Jiwa tingkat Kaisar menembus jauh ke dalam bumi.

Di bawah tanah, Inti Api Bumi yang telah ditundukkannya bergetar hebat.

Seluruh Ibukota Langit Angin berguncang.

Tanah di bawah paviliun pecah. Dari dalamnya, pilar magma raksasa melesat ke langit seperti naga merah yang mengamuk.

Magma itu telah dipenuhi aura Api Teratai Bumi Terdalam.

Boom!

Pilar magma menghantam lautan Api Jiwa Hitam.

Dalam sekejap, api hitam yang memenuhi langit ditelan habis.

Tetua Gui membelalak.

"A-Apa?! Bagaimana mungkin kau mengendalikan Inti Api Bumi?!"

Sisa pilar magma menyambar Tetua Gui. Perisai ruangnya tak mampu menahan panas purba tersebut.

"Aaarghh!"

Lengan kirinya hangus menjadi abu. Darah hitam menyembur dari mulutnya. Kultivasinya terguncang hebat.

Tetua Gui tahu ia tak mungkin menang.

"Tuan Muda! Kita harus pergi!"

Ia mengeluarkan jimat merah dari cincin penyimpanannya lalu meneteskan darah esensi ke atasnya.

Wussh!

Cahaya merah menyelimuti dirinya dan Yan Tianze yang nyaris tak sadarkan diri. Dalam sekejap, keduanya lenyap dan kembali ke kapal terbang. Kapal itu segera melesat menembus awan.

Namun, sebuah benda terjatuh dari jubah Tetua Gui.

Kling!

Lin Xuan berjalan mendekat dan mengambilnya. Sebuah plakat kristal perak tergeletak di tanah. Di permukaannya terukir lambang Sekte Api Suci dan peta jalur menuju Benua Menengah.

"Jimat Pelarian Darah?"

Lin Xuan menyimpan plakat itu ke dalam cincin.

"Larilah selagi bisa."

Hujan pun berhenti. Uap panas masih mengepul dari kawah magma di tengah reruntuhan.

Su Yue'er dan Xiao Ya segera keluar. Mereka memeriksa Paman Qin lalu memberinya pil penyembuh. Untungnya, nyawanya masih bisa diselamatkan.

"Tuan Muda Lin..." Su Yue'er menatap Lin Xuan dengan kagum sekaligus bergetar. "Anda baru saja mengalahkan kultivator Jiwa Baru Lahir. Dia bahkan tetua Sekte Api Suci."

"Mereka sendiri yang mencari masalah."

Lin Xuan menatap langit yang kosong.

"Benua Bawah sudah tidak banyak menyisakan tantangan."

Ia lalu menoleh pada Su Yue'er.

"Jaga Paman Qin dan pulanglah ke keluargamu. Setelah Keluarga Ouyang runtuh, kedudukanmu di Ibukota sudah aman."

Tatapannya beralih pada Xiao Ya.

"Siapkan Batu Roh, pusaka dari perbendaharaan, dan semua perbekalan. Besok pagi kita berangkat ke Reruntuhan Lautan Pasir."

"Kita meninggalkan Ibukota, Tuan Muda?" Mata Xiao Ya berbinar.

Lin Xuan mengangguk. Tatapannya penuh tekad.

"Kita akan mengambil Api Pembakar Surga."

Ia mengepalkan tangannya.

"Setelah itu, kita naik ke Benua Tengah dan menagih utang pada Sekte Api Suci."

1
Arinto Ario Triharyanto
mantap Thor
Aman Wijaya
gaaas pooolll njeduk Thor lanjut terus 💪💪💪💪
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos pooolll Thor 💪💪💪
Aman Wijaya
ini baru mantab Lin Xuan lanjutkan aksimu terus bikin dunia berguncang
Aman Wijaya
top top markotop lanjut terus Thor
Aman Wijaya
jooooz pooolll Lin Xuan lanjutkan aksimu
Arinto Ario Triharyanto
mantap nih👍
Rinaldi Sigar
lnjut
Aman Wijaya
mantab pooolll Lin Xuan lanjutkan aksimu
Aman Wijaya
babat semuanya Lin Xuan biar keluarga Zhao lenyap semua
Aman Wijaya
mantab Lin Xuan habisi aja tuh Lin Hao biar ayahnya stres
Aman Wijaya
api teratai bumi udah ada di tangan Lin Xuan
Aman Wijaya
jooooz kotos kotos lanjut terus Thor
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor 💪💪💪 terus
Aman Wijaya
lanjut terus
Aman Wijaya
mantull Thor lanjut terus semangat semangat semangat
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Saifuloh Oting
Thor,,yg membuat cerita ini begitu epic,.... mantap Thor...
Celestial Quill: Terimakasih, gas terus💪💪
total 1 replies
Aman Wijaya
semangat Lin Xuan
Green Boy
Jos ceritanya
Celestial Quill: Terimakasih
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai keluarga ouyang sampai ke akar akarnya panjang tubuh mereka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!