NovelToon NovelToon
Aku Hidup Kembali

Aku Hidup Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Karin mengira semuanya telah berakhir saat tubuhnya terjatuh ke dasar jurang. Namun ketika membuka mata, ia justru kembali menjadi gadis berusia dua puluh tahun dan mendapati kedua orang tuanya masih hidup.
Kesempatan kedua itu membuatnya bersumpah mengubah takdir. Ia harus menyelamatkan keluarganya dan menghindari pernikahan dengan Giorgino, pria yang kelak menghancurkan hidupnya.
Demi menggagalkan rencana perjodohan, Karin nekat mengaku telah memiliki kekasih. Masalahnya, pria itu tidak pernah ada.
Dalam kepanikannya, hanya satu nama yang terlintas di benaknya—Kai, mahasiswa berandal yang dingin, cuek, dan terkenal sebagai badboy kampus.
Namun semakin dekat dengannya, Karin menyadari bahwa kehidupan keduanya ternyata menyimpan rahasia yang jauh lebih besar daripada sekadar kesempatan hidup kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesempatan hidup Kembali

Bab 1

Karin meregangkan tubuhnya yang terasa kaku. Rasa nyeri saat tubuhnya menghantam bebatuan di dasar jurang masih begitu nyata, seolah peristiwa itu baru saja terjadi beberapa detik yang lalu.

Namun pemandangan di hadapannya membuat napasnya tercekat. Sebuah cermin besar memantulkan sosok wanita muda berusia sekitar dua puluh tahun dengan rambut hitam panjang tergerai. Wajah itu begitu dikenalnya.

Itu adalah dirinya. Dirinya... di masa muda.

Dengan tangan gemetar, Karin menyentuh pipinya. Kulit itu terasa hangat. Ia lalu mencubit pipinya sendiri.

"Aduh..."

Rasa sakit itu nyata.

Ini bukan mimpi.

Karin mundur selangkah hingga tubuhnya hampir kehilangan keseimbangan. Kepalanya dipenuhi berbagai pertanyaan. Bukankah ia telah mati? Ia masih mengingat dengan jelas saat tubuhnya terjatuh ke jurang dan kesadarannya perlahan menghilang.

"Apa... ini benar-benar nyata?" gumamnya lirih.

Ia memejamkan mata, mencoba mengingat. Potongan demi potongan kenangan bermunculan seperti gulungan film. Kehidupannya saat berusia dua puluh tahun kembali memenuhi ingatannya. Semua terasa begitu jelas.

Tanpa berpikir panjang, Karin berlari menuruni tangga. Begitu sampai di ruang tamu, langkahnya terhenti. Di sana, kedua orang tuanya sedang duduk bersama seorang tamu dari rumah sebelah. Air mata langsung menggenang di pelupuk matanya.

Papa...

Mama...

Mereka masih hidup.

Kerinduan yang selama bertahun-tahun ia pendam seketika menyeruak memenuhi dadanya.

Namun rasa haru itu berubah menjadi sesak ketika pandangannya jatuh pada sosok pria muda yang duduk di hadapan ayahnya.

Gio!

Pria yang telah menghancurkan hidupnya.

Pria yang menyeret keluarganya ke dalam penderitaan, membuatnya dihina, direndahkan, kehilangan segalanya, hingga akhirnya hidup terlunta-lunta seorang diri.

Kebencian yang selama ini terpendam kembali menyala.

"Karin, kenapa hanya berdiri di situ? Ayo, sini," panggil Hesti dengan senyum hangat.

Senyum yang begitu Karin rindukan. Namun begitu mata mereka bertemu, air mata Karin tak lagi bisa dibendung.

"Hiks..."

"Loh, kok malah nangis? Ada apa?" tanya Hesti panik.

"Ada apa dengan Karin, Ma?" Pak Wirawan ikut berdiri.

Karin menatap kedua orang tuanya bergantian.

Di kehidupan sebelumnya, ayahnya mengembuskan napas terakhir dalam keadaan sakit-sakitan, tubuhnya kurus tinggal tulang. Kini lelaki itu tampak sehat dan penuh semangat.

Dadanya terasa semakin sesak.

"Papa... Mama..."

Tangisnya pecah.

Bagaimana mungkin ia menjelaskan bahwa ia telah kehilangan mereka begitu lama? Bahwa setelah mereka meninggal, ia harus bertahan hidup sendirian menghadapi dunia yang begitu kejam.

"Mama urus Karin dulu," ujar Pak Wirawan kepada tamunya. "Maaf ya, Gio. Niatnya mau berkenalan, malah Karin tiba-tiba menangis."

"Tidak apa-apa, Om. Mungkin Karin sedang kurang sehat," jawab Gio sopan.

"Maaf ya, Nak Gio," kata Hesti.

"Silakan, Tante."

Hesti segera menghampiri putrinya yang masih berdiri di tangga. Ia memeluk Karin erat sebelum menuntunnya menuju kamar.

"Ayo, kita ke kamar dulu."

Begitu duduk di tepi ranjang, Hesti mengusap lembut rambut putrinya.

"Ada apa, Sayang? Kenapa tiba-tiba menangis?"

Karin langsung memeluk ibunya sekuat tenaga. Pelukan yang selama ini hanya bisa ia rindukan akhirnya kembali ia rasakan. Kenangan pahit saat kehilangan kedua orang tuanya terus berputar di kepalanya.

Bersamaan dengan itu, kebencian terhadap orang-orang yang telah menghancurkan keluarganya kembali membara.

Termasuk Gio.

Saat itulah Karin benar-benar sadar. Ia telah kembali ke masa lalu. Tuhan telah memberinya kesempatan kedua.

Dan kali ini...Ia tidak akan membiarkan takdir yang sama terulang.

Hesti membalas pelukan putrinya sambil mengusap punggungnya perlahan. Ia membiarkan Karin menangis hingga emosinya mereda.

"Kamu sudah lebih tenang?" tanyanya lembut.

Karin mengangguk sambil menghapus sisa air mata.

"Maaf, Ma. Tadi Karin cuma sakit perut, jadi nggak kuat menahannya."

"Itu saja?" Hesti bertanya penuh khawatir.

"Iya. Sekarang sudah mendingan."

Hesti mengembuskan napas lega.

"Syukurlah. Sebenarnya Mama dan Papa ingin mengenalkanmu pada anak teman Papa. Dia baru pindah ke rumah sebelah setelah ayahnya meninggal."

Karin tentu sudah mengetahui semuanya. Ia pernah menjalani hari ini. Ia juga tahu bahwa candaan tentang perjodohan yang sebentar lagi terlontar akan berubah menjadi kenyataan.

Beberapa bulan kemudian mereka menikah. Dan setahun setelahnya...Hidupnya berubah menjadi mimpi buruk.

Tidak.

Kali ini ia harus menghentikannya sejak awal.

Sebuah ide tiba-tiba muncul di kepalanya.

"Ma..."

"Iya?"

"Sebenarnya Karin juga ingin mengenalkan seseorang kepada Mama dan Papa."

Hesti tampak terkejut.

"Siapa?"

"Pacar Karin."

Hesti membelalakkan mata.

"Pacar?"

"Iya. Dia sedang liburan ke luar kota. Kalau sudah pulang, Karin akan mengajaknya ke rumah."

Itu bohong.

Namun Karin mengatakannya dengan begitu tenang hingga Hesti sama sekali tidak meragukannya.

Setidaknya, jika Mama percaya ia sudah memiliki kekasih, tidak akan ada lagi pembicaraan soal perjodohan dengan Gio.

Hesti tersenyum sambil mengusap pipi putrinya.

"Ternyata putri Mama diam-diam sudah punya pacar."

Karin tersenyum kecil.

"Karin sudah besar, Ma."

"Siapa namanya?"

Senyum Karin langsung membeku. Ia sama sekali tidak menyiapkan nama.

Otaknya bekerja keras mencari satu nama yang paling mudah diingat.

Lalu...

Sebuah wajah muncul dalam ingatannya.

Kai.

Pemuda berandal di masa kuliahnya. Badboy yang terkenal dingin, cuek, dan sering dicap playboy.

Aneh.

Padahal selama kuliah, Kai tidak pernah sekalipun mengganggunya.

"Iya... namanya Kai."

"Kai?"

"Iya. Nanti Karin kenalkan kalau dia sudah pulang."

Hesti mengangguk sambil tersenyum.

"Baiklah. Mama jadi penasaran dengan pemuda yang berhasil mencuri hati anak Mama."

Karin hanya ikut tersenyum. Di dalam hatinya, ia berharap kebohongan kecil itu cukup untuk mengubah masa depan. Karena kali ini...Ia tidak akan membiarkan Gio menghancurkan hidupnya lagi.

-

-

-

Bersambung...

1
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
kali ini jalanmu tak kan mulus gi
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
mungkin jalanmu akan berubah mulai sekarang gi..
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
weehh gercep juga si gio ya, udah sampai ke bengkel
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
kita liat
Author.N.
Untunglah ada saksi
Author.N.
pasti ini orang suruhan Gio
Author.N.
Dasar licik Gio 😏
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
semoga bisa merubah semua yg lalu
Author.N.
alhamdulillahnya tuh ayah ibunya menyambut baik
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
mau apa? bikin gentar kai?
Author.N.
lahhh dianya beneran 😅
Author.N.
pikirkan cara lagi buat menghancurkan Gio, Rin. Cari tau kehidupan dia
Author.N.
huwaaa misteri lagi. Gio dari awal licik sih ya,
Author.N.
cieee belum2 udah perhatian nih 😍
Author.N.
hati2 abang Kai ada yg lagi mengawasimu
Author.N.
Kasian 🤣
Author.N.
thoorr kasih visualnya cepetaaann 😍
Author.N.
mau es teh jumbo yang 4rebuan apa 5rebuan nih bang
Author.N.
ganteng tapi nyakitin 😌😌
Author.N.
eh mendadak ada teka teki
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!