NovelToon NovelToon
Hello Panda

Hello Panda

Status: sedang berlangsung
Genre:SPYxFAMILY / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:485
Nilai: 5
Nama Author: Dena Tan

Di mata dunia, mereka hanya keluarga kecil yang bahagia: Chiko si karyawan kantor yang penakut, Mila si ibu rumah tangga yang lembut, dan Lala si kecil berusia empat tahun yang konyol dan menggemaskan.


Namun, di balik pintu rumah mereka, kebenaran tersembunyi dengan rapat:


Chiko Leonhart: CEO miliarder yang sedang menyamar untuk menghancurkan musuh bisnisnya.


Mila Leonhart: Viper, ketua mafia legendaris yang menguasai dunia bawah tanah.


Lala Leonhart: Subjek eksperimen rahasia ber-IQ 210 yang menyembunyikan kejeniusannya di balik kecintaannya pada biskuit panda.


Disatukan oleh ketidaksengajaan dan takdir yang rumit, ketiganya saling menyembunyikan identitas asli demi menjaga misi masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dena Tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tugas Sekolah tentang Pekerjaan Orang Tua

Suasana Selasa pagi di TK Panda Merah St. Starling Academy terasa penuh tawa. Ibu Guru Pertiwi berdiri di depan kelas dengan papan tulis yang dipenuhi stiker bintang warna-warni.

"Anak-anak," ujar Ibu Guru dengan suara manis, "besok adalah Hari Profesi! Ibu mau kalian maju satu per satu untuk bercerita tentang pekerjaan Papa dan Bunda kalian di rumah. Ada yang Papanya dokter, pilot, atau mungkin pengusaha!"

Arka langsung mengacungkan tangannya bangga. "Papa aku kapten kapal, Bu!"

Lala yang duduk di baris depan mengedipkan matanya polos. Bando telinga pandanya berayun halus saat ia memangku dagu mungilnya.

‘Pekerjaan Papa dan Bunda ya?’ batin Lala merenung. ‘Kalau Lala bilang Papa itu Mastermind Siber Pentagon & CEO Leonhart Enterprises yang suka meretas satelit luar angkasa... terus Bunda itu Ratu Viper pimpinan mafia Black Crimson yang jago lempar pisau titanium... kira-kira Ibu Guru percaya tidak ya?’

Lala menepuk jidat mungilnya pelan. Puk-puk-puk.

‘Bisa-bisa Ibu Guru panggil ambulans atau polisi ke sekolah!’

Sore harinya di rumah nomor 12B, suasana meja makan sedikit tegang saat Lala menyampaikan tugas sekolahnya saat makan malam.

"Papa, Bunda... Besok Lala ada tugas bercerita tentang pekerjaan Papa sama Bunda di depan kelas," kata Lala polos seraya mengunyah potongan daging rendang.

Chiko mendadak tersedak kuah sup. Ia buru-buru meminum air putihnya sambil membetulkan kacamata tebalnya yang hampir melorot.

"E-eh? Pekerjaan Papa?" tanya Chiko gagap, memasang wajah karyawan canggung. "P-papa kan cuma staf kearsipan biasa di kantor, Sayang. Tugas Papa cuma merapikan dokumen-dokumen tua..." ‘Dan meretas sistem pertahanan militer global kalau ada yang berani mengancam keluarga ini,’ tambah Chiko dalam hati.

Mila tersenyum manis, membelai lembut rambut Lala. "Kalau Bunda kan cuma ibu rumah tangga biasa, Sayang. Pekerjaan Bunda menyapu, memasak, dan belanja sayur di pasar." ‘Sambil memimpin puluhan eksekutor elit untuk meratakan sindikat kejahatan bawah tanah,’ lanjut Mila di dalam batinnya dengan anggun.

Lala menahan tawa gembiranya melihat akting kedua orang tuanya yang luar biasa konsisten.

"Siap, Papa! Siap, Bunda! Lala akan cerita kalau Papa itu 'Raja Dokumen' dan Bunda itu 'Ratu Sayur'!" seru Lala riang.

Keesokan harinya, ruang kelas TK Panda Merah dipenuhi oleh anak-anak yang mengenakan kostum lucu. Ada yang memakai baju dokter, seragam polisi, hingga topi koki. Lala tampil menggemaskan dengan kemeja kebesaran milik Chiko yang digulung (mewakili Papa) dan celemek masak gambar panda milik Mila (mewakili Bunda).

Ketika giliran Lala maju ke depan kelas, ia berdiri percaya diri di samping papan tulis.

"Teman-teman! Pekerjaan Papa Lala itu hebat sekali!" seru Lala riang dengan suara anak-anak yang nyaring. "Papa Lala suka merapikan kertas-kertas sampai rapi banget! Kalau ada kertas yang nakal, Papa tinggal tekan tombol di kacamatanya, terus kertasnya rapi sendiri!"

Para murid dan Ibu Guru tertawa gemas mengira itu hanya imajinasi anak kecil.

"Kalau Bunda Lala juga hebat!" lanjut Lala membusungkan dada. "Bunda jago potong bawang dan cabai cepat sekali! Pisau dapur Bunda bisa terbang seperti burung!"

Namun, saat Lala sedang asyik bercerita, bando pandanya berkedip halus memancarkan sinyal peringatan merah di lensa mikronya.

[Pindaian Otomatis: Terdeteksi Kamera Tersembunyi Berisi Lensa Perekam Mikro di Balik Jam Dinding Kelas.]

Mata bulat Lala menyipit tipis. ‘Lho... Ada wartawan penyusup atau mata-mata musuh yang pasang kamera di jam dinding kelas?’ batin Lala heran.

Lala melihat ke arah luar jendela kelas. Di seberang pagar sekolah, berdiri seorang pria berjaket hitam berpura-pura menjadi penjual balon, memegang penerima sinyal transmisi kamera.

Lala tersenyum cerdik. Tanpa menyadarkan siapa pun, ia menekan tombol kecil di ransel pandanya sambil tetap melanjutkan presentasinya di depan kelas.

BZZZZT!

Sebuah Gelombang Radiasi Audio Pembalik memancar dari bando Lala, meretas sinyal kamera di jam dinding dan mengirimkan frekuensi melengking berkekuatan tinggi langsung ke earpiece pria penjual balon di luar pagar!

BZZZZZZT—PIIIP!

"AAAGHH!" Pria penjual balon itu melompat kaget saat earphone-nya meledak kecil dan mengeluarkan asap. Seluruh balon gas di tangannya terlepas dan terbang ke langit, sementara ia lari terbirit-birit karena ketakutan!

Lala bertepuk tangan riang di depan kelas. "Dan itulah pekerjaan Papa dan Bunda Lala! Terima kasih teman-teman!"

Seluruh kelas bertepuk tangan meriah. Ibu Guru Pertiwi tersenyum bangga dan menempelkan stiker bintang emas terbesar di dahi Lala.

Sore harinya saat jam pulang sekolah, sedan hitam tua Chiko sudah terparkir rapi di depan gerbang. Chiko dan Mila berdiri bersisian menyambut Lala yang berlari keluar kelas dengan stiker bintang di dahinya.

"Papa! Bunda! Lihat! Lala dapat bintang emas!" seru Lala bangga sambil menunjukkan gambar panda hasil mewarnainya.

Chiko berlutut dan mengangkat Lala ke dalam pelukannya. "Wah, Pahlawan Panda hebat sekali! Tadi cerita tentang Papa sama Bunda bagaimana?"

"Lala cerita kalau Papa dan Bunda itu pahlawan paling hebat di dunia!" jawab Lala manis sambil mencium pipi Papa dan Bundanya bergantian.

Mila merangkul lengan Chiko dengan senyuman hangat penuh kasih sayang. "Ayo kita pulang. Bunda sudah siapkan es krim dan kue kering kesukaan Lala di rumah."

"Asyeeek! Pulang ke rumah nomor 12B!" seru Lala gembira.

Di bawah naungan langit sore yang cerah, mobil keluarga kecil itu melaju tenang menyusuri jalanan kota. Tidak peduli seberapa banyak rahasia besar yang mereka simpan, bagi Chiko, Mila, dan Lala, kehangatan dan kebersamaan di rumah nomor 12B adalah satu-satunya kenyataan manis yang akan selalu mereka jaga selamanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!