namaku seira Aurora artis ibu kota dengan imange seksi dan penuh dengan skandal.
ceritaku dimulai saat aku tidak sengaja bertabrakan dengan seorang Gus Hanif dan berciuman dengan dia.
sejak saat itu gus Hanif terus muncul dihadapan ku,mengikutiku.dengan alasan ingin mempertanggungjawabkan kejadian yang tanpa sengaja itu.
bahkan secara terang terangan ia mengatakan ingin menikahi ku, alasannya? membimbingku.
aku tertawa sumbang bagaimana mungkin artis dengan imange buruk sepertiku bisa menikah dengan anak seorang kiay.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 1 ciuman pertama.
" Ia ummi aku akan kepesantren dalam waktu dekat."
" Kamu janji ya..ummi sudah kangen banget sama kamu."
" Ia ummi Hanif janji."
Hanif memencet tombol lantai satu,ketika ia memasuki sebuah liff.tapi begitu pintu liff akan tertutup, seorang wanita berusaha masuk diliff dengan terburu buru hingga tubuh Hanif tidak sengaja menubruk tubuh Gus Hanif hingga keseimbangan Gus Hanif goyah.handpone Gus Hanif terjatuh.
sialnya tubuh wanita itu menimpa tubuh hanif, bibir mereka tidak sengaja bertabrakan,Gus Hanif berusaha mendorong tapi tangannya justru berada diposisi yang salah,tanganya bearada didua bukit kembar milik wanita itu.
Bola mata wanita itu membulat, seperti mendapatkan sebuah pelecehan yang tidak disengaja dari seorang pria.dengan cepat ia berdiri.untung saja pintu liff tertutup setelah seira masuk sehingga tidak ada satupun yang melihat kejadian itu.
Seira sudah berdiri merapikan bajunya yang sedikit berantakan,tapi Gus Hanif masih terbaring dilantai liff dengan tubuh bergetar,wajahnya merah hingga ke telinga.
Dengan tangan bergetar ia melihat telapak tanganya yang baru saja menyentuh dada seorang wanita.
" Astagfirullah ampuni aku ya Allah.apa yang sudah aku lakukan."
Dengan sisa tenaganya Gus hanif berdiri.
" Dengar ya,anggap ini tidak pernah terjadi.kita lupakan semuanya." Ucap seira.
Begitu pintu liff terbuka seira meninggalkan Gus Hanif yang masih bergetar dengan kejadian yang baru saja terjadi.
Dibalik tubuhnya yang memberikan reaksi ketakutan,sesuatu dibawah sana ikut memberikan reaksi.
Membuat Gus Hanif mengeleng dan beristighfar.
Sementara dilantai tiga, kerumunan wartawan yang baru saja mengejar seira Aurora kehilangan jejak sang artis.
Seira tersenyum karna telah berhasil lolos dari wartawan,ia kembali memakai kacamata hitamnya dan naik ke mobil mewahnya.
" Jalan pak."
" Baik nyonya."
Gus Hanif berjalan dengan lesu sambil beristigfar, sentuhan wanita itu ditubuhnya membuat tubuhnya bereaksi aneh.
" Astagfirullah yaAllah, kenapa fikiran hamba jadi kemana mana."
" Mas."
" Hmm ada apa yah?"
" Mas lihat seira Aurora, yang baru saja keluar dari liff."
" Siapa itu seira Aurora?"
" Mas nggak punya tv atau tidak pernah lihat sosial media atau tidak punya hp mas.masak tidak kenal seira Aurora."
" Seira Aurora,apa gadis tadi itu seira Aurora."Gus Hanif dalam gumanman kecilnya.
Gus Hanif kembali teringat sentuhan bibir wanita itu dibibiirnya, dan sentuhan kedua tanganya didada wanita itu.sungguh kejadian itu entah kenapa tidak bisa hilang dari fikiran seorang Gus Hanif.
" Maaf mas tapi saya benaran tidak kenal siapa itu seira Aurora."
"Ya udah saya permisi dulu mas."
Pria itu pergi dengan kameranya dengan raut kekecewaan diwajahnya.
*****
Gus Hanif sampai diaperteman nya masih dengan tubuh yang menegang.
Dengan cepat ia mengambil handuk,lalu berjalan kekamar mandi untuk menguyur tubuhnya dengan air mengalir,mungkin air dingin bisa mendinginkan fikiranya yang tidak berhenti memikirkan wanita itu.
Tapi tetap saja,rekaman kejadian itu terus menerus berputar putar dikepalanya membuat tubuhnya selalu menentang saat mengingat kejadian itu.
Gus Haniif berbaring di ranjang king zizenya.
Gus Hanif mengambil handphonenya.
Jari jarinya teluntur mencari nama seira Aurora.diakun media sosial miliknya.
Akun seira Aurora muncul dilayar handphone Gus Hanif, dengan lebih lima juta pengikut diprofil seira dengan dress pendek yang terlihat sedang berada ditepi pantai.dengan senyuman terlihat begitu manis hingga bibirnya berbentuk love.
Ada desiran aneh didada Gus Hanif saat melihat senyum itu.
Dengan lincah jari tangannya. Kembali menusuri foto foto seira yang telah seira apload.
Hampir semua foto seira menampilkan lekuk tubuhnya yang indah.
" Astagfirullah,apa yang sedang aku lakukan, kenapa aku malah melihat foto wanita ini yang jelas jelas memperlihatkan auratnya."
Sementara Seira menatap keluar jendela sambil sesekali menghembuskan nafas kasar.
Dertt
Derttttt
Derttttt
Nama Hana sang menejer tertera disana, dengan cepat seira menekan tombol hijau.
" Halllo Ra,kamu tidak apa apakan?"
" Aku baik baik saja han.hanya saja aku hanya ingin sedikit istirahat."
" Ok baiklah.tapi besok kita masih ada pemotretan untuk endros sabun cuci."
" Ia han,aku mengerti."