NovelToon NovelToon
Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Bayu Dan Batu Kali Ajaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Bayu hanyalah siswa SMA miskin sebatang kara yang terpaksa memancing di sungai setiap sore agar perutnya bisa diisi makanan.

Nasib malangnya berubah total saat sebuah sambaran petir misterius menyatukan tubuhnya dengan sebuah batu kali yang mendadak berubah menjadi batu giok hijau yang bercahaya.

Batu ajaib itu langsung menjejalkan ribuan pengetahuan tabib dewa dan ilmu pengobatan kuno ke dalam kepalanya, sekaligus memancarkan aura pemikat yang membuat wanita mana pun tak berdaya di dekatnya.

Kini, berbekal ilmu medis di luar nalar dan pesona mematikan, Bayu siap membungkam para murid kaya yang sering menghinanya dan membangun jalan pintas menuju puncak dunia kedokteran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Ruang VIP dan Janji yang Tertunda

Suasana kelas tiga belas IPA terasa sangat berbeda hari ini.

Udara yang biasanya dipenuhi oleh candaan kasar Kevin dan tawa meremehkan teman-temannya kini tergantikan oleh keheningan yang mencekam.

Tidak ada satu pun murid yang berani menatap langsung ke arah pojok belakang kelas.

Di sana, Bayu duduk dengan tenang sambil membolak-balik halaman buku catatannya.

Kekuasaan dan uang yang diagung-agungkan di sekolah elit ini telah dihancurkan rata dengan tanah oleh pemuda miskin tersebut.

Kini, Bayu bukan lagi sekadar murid penerima beasiswa yang bisa diinjak-injak.

Dia adalah tamu kehormatan Ketua Yayasan, sosok yang bahkan bisa membuat seorang pengusaha tambang seperti Baskoro berlutut memohon ampun.

Di barisan tengah, Natasha terus mencuri pandang ke arah Bayu.

Gadis primadona itu menggigit ujung penanya, wajahnya terlihat gelisah dan bimbang.

"Apakah aku harus minta maaf soal sikapku selama ini padanya?" batin Natasha berdebat dengan dirinya sendiri.

Natasha menelan ludah, membayangkan kembali sentuhan hangat tangan Bayu di puncak kepalanya tadi pagi.

Hanya mengingat kejadian itu saja sudah cukup membuat jantung Natasha berdebar kencang dan pipinya merona merah muda.

Namun, gengsinya sebagai gadis paling populer di sekolah masih menahan kakinya untuk melangkah mendekati Bayu.

Teng! Tong! Teng!

Bel tanda berakhirnya jam sekolah akhirnya berbunyi, menyelamatkan Natasha dari kebingungannya.

Murid-murid berhamburan keluar kelas, namun mereka tetap menjaga jarak aman saat melewati meja Bayu.

Bayu merapikan buku-bukunya dengan santai, memasukkannya ke dalam tas punggung yang ritsletingnya sudah setengah rusak.

Drrrtt... drrrtt...

Ponsel Android retak di saku celananya bergetar pelan.

Bayu mengambil ponsel itu dan melihat nomor tak dikenal di layar, namun dia sudah bisa menebak siapa pemiliknya.

"Halo," sapa Bayu datar saat mengangkat panggilan tersebut.

"Bayu? Ini aku, Siska," terdengar suara lembut dan sedikit manja dari seberang telepon.

Hanya dari nada suaranya saja, Bayu bisa membayangkan betapa gugupnya janda cantik itu saat memutar nomor kontaknya.

Napas Siska terdengar sedikit berat, seolah hanya mendengar suara Bayu saja sudah cukup untuk memancing hasrat di dalam tubuhnya.

"Ada apa? Renovasinya ada masalah?" tanya Bayu sambil melangkah keluar gerbang sekolah.

"Tidak ada masalah sama sekali, justru sebaliknya."

"Timku bekerja lembur semalaman, dan lantai satu ruko milikmu sudah sepenuhnya selesai direnovasi menjadi ruang konsultasi VIP."

Suara Siska terdengar penuh semangat, ingin segera memamerkan hasil kerjanya kepada pemuda yang telah mengacaukan pikirannya itu.

"Cepat sekali, kau benar-benar tidak main-main dengan janjimu rupanya," puji Bayu dengan senyum miring.

"Tentu saja, aku selalu menepati janjiku."

"Bisakah kau datang malam ini jam tujuh untuk meninjaunya secara langsung?" tanya Siska penuh harap.

"Hanya ada kau dan aku, aku sudah menyuruh semua pekerja pulang lebih awal hari ini," tambah Siska, memberikan penekanan pada kalimat terakhirnya.

Undangan itu terdengar sangat jelas di telinga Bayu.

Itu bukan sekadar undangan untuk melihat hasil renovasi bangunan.

Itu adalah undangan dari seorang wanita dewasa yang sudah tidak tahan lagi menahan gejolak gairahnya sejak pertemuan panas mereka di pinggir jalan malam itu.

"Baiklah, aku akan ke sana jam tujuh tepat," jawab Bayu.

"Berpakaianlah yang rapi, CEO Siska. Aku tidak suka melihat rekan bisnisku terlihat berantakan."

Klik.

Bayu memutuskan panggilan telepon itu tanpa menunggu jawaban, sengaja meninggalkan Siska dalam rasa penasaran dan antisipasi yang menyiksa.

...

Malam hari di kawasan Jalan Sudirman selalu dipenuhi oleh cahaya lampu neon dari gedung-gedung komersial yang mewah.

Jalanan itu adalah pusat bisnis elit di kota ini, tempat di mana uang mengalir layaknya air sungai.

Tepat pukul tujuh malam, Bayu berdiri di depan sebuah ruko tiga lantai yang kini penampilannya sudah berubah total.

Bentuk bangunan tua itu telah diganti dengan kaca gelap elegan dan pilar-pilar beraksen marmer hitam.

Di atas pintu masuk, belum ada papan nama, namun aura kemewahan dari tempat itu sudah sangat terasa.

Bayu mendorong pintu kaca tebal itu dan melangkah masuk.

Kling.

Suara lonceng kecil di atas pintu berbunyi dengan pelan.

Aroma cat yang masih baru, kayu mahal, dan pendingin ruangan yang sejuk langsung menyambut indra penciumannya.

Lantai satu ruko itu kini disulap menjadi ruang tunggu yang sangat mewah, lengkap dengan sofa kulit asli dan meja marmer.

Di sudut ruangan, Siska berdiri menanti kedatangannya.

Janda cantik berusia dua puluh delapan tahun itu benar-benar menuruti perintah Bayu untuk berpakaian dengan rapi.

Siska mengenakan kemeja sutra berwarna putih tulang yang pas badan, dipadukan dengan rok pensil hitam ketat yang mencetak jelas lekuk pinggul dan pahanya.

Rambut bergelombangnya diikat rapi ke belakang, menyisakan beberapa helai anak rambut yang membingkai wajah cantiknya.

Riasan wajahnya sangat sempurna, menampilkan kesan seorang wanita karir yang elegan, cerdas, dan berkuasa.

Namun, semua wibawa itu hancur berantakan detik itu juga saat Bayu melangkah masuk.

Aroma maskulin yang keluar dari tubuh Bayu langsung mendominasi seluruh ruangan lantai satu tersebut.

Aura pemikat dari batu giok hijau bekerja sangat liar, menembus langsung ke pusat saraf Siska.

Deg!

Jantung Siska berdetak sangat kencang hingga rasanya ingin melompat keluar dari dadanya.

Kedua lutut wanita itu mendadak lemas, napasnya langsung tersengal dan dadanya yang penuh naik turun dengan cepat.

"Ba-bayu... kau sudah datang," sapa Siska dengan suara bergetar, berusaha sekuat tenaga mempertahankan postur berdirinya.

Bayu mengunci pintu kaca utama dari dalam, lalu berjalan santai menghampiri wanita itu.

Tatapan mata Bayu menyapu seluruh tubuh Siska dari ujung sepatu hak tingginya hingga ke bibir merahnya.

"Kerja yang sangat bagus, tempat ini terlihat jauh lebih berkelas dari dugaanku," ucap Bayu.

"Mari kita lihat ruangan utamanya."

Siska mengangguk kaku, membalikkan badannya dan berjalan memandu Bayu menuju sebuah ruangan tertutup di bagian belakang lantai satu.

Cara berjalan Siska terlihat sedikit canggung karena dia sedang berusaha menahan gesekan aneh di antara kedua pahanya.

Cairan hangat sudah mulai merembes membasahi pakaian dalamnya hanya karena membayangkan apa yang akan Bayu lakukan padanya di tempat sepi ini.

Cklek.

Siska membuka pintu kayu jati tebal yang menuju ke ruang konsultasi VIP.

Ruangan itu sangat luas dan kedap suara.

Di tengahnya terdapat sebuah meja kerja dari kayu solid yang sangat besar, dan di sudutnya ada sebuah sofa kulit panjang berwarna hitam.

Lampu gantung temaram memberikan nuansa yang sangat intim dan privat di dalam ruangan tersebut.

Begitu mereka berdua masuk, Bayu langsung menutup pintu dan memutar kuncinya.

Klik.

Suara kunci yang diputar itu terdengar seperti vonis mati bagi sisa-sisa akal sehat Siska.

Di dalam ruang kedap suara yang tertutup rapat ini, aura pemikat Bayu mengembang sepuluh kali lipat lebih kuat.

1
syarif ibrahim
👍👍👍💪
syarif ibrahim
tidak perlu jendral, karena cucumu sdh jadi milikku... 🤣🤣🤣🤣🤣
syarif ibrahim
terbalik bab nya
Yui: Terimakasih atas koreksinya kak😊😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!