NovelToon NovelToon
Obsesi Gila Tuan Kazarov

Obsesi Gila Tuan Kazarov

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:935
Nilai: 5
Nama Author: Kiandra_Reinn

Dominic Kazarov.
Seorang pria tampan, dingin, dan berbahaya. Pemimpin kelompok mafia paling ditakuti, sekaligus pemilik perusahaan raksasa DK Company. Semua orang mengenalnya sebagai monster yang tak memiliki belas kasihan.
Namun semuanya berubah setelah pertemuan keduanya dengan seorang gadis muda yang pernah menolongnya saat ia terluka.
Awalnya hanya rasa penasaran. Lalu berubah menjadi ketertarikan. Hingga perlahan menjelma menjadi obsesi yang memabukkan.
Dominic tidak hanya menginginkan gadis itu berada di sisinya.
Ia menginginkan senyumnya, waktunya, hidupnya... bahkan kebebasannya. Dominic memilih cara yang paling kejam untuk mendapatkannya. Sebuah ancaman berdarah ia berikan dengan melukai salah satu teman gadis itu, memaksa sang gadis untuk menyerahkan dirinya kepada pria yang tak ia kenal.
terjebak dalam dunia mafia yang gelap dan berbahaya, sang gadis harus memilih.
Melawan pria yang terobsesi padanya atau menyerah pada cinta seorang monster kejam itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kiandra_Reinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nayara Si Gadis Tangguh

Seorang gadis tengah duduk bersantai disalah satu permainan yang berada didalam taman kota, ia baru saja selesai berolahraga selama satu jam penuh. Saat sedang menikmati camilannya, terlihat dari kejauhan belasan pria mendekat kearah gadis bernama Nayara tersebut.

Saat lampu taman menyorot kearah wajah belasan pria tersebut,ia jelas mengenalinya. "Cih! Ternyata mereka lagi rupanya."

"Wa,Wah, Wah,Ternyata kau bersembunyi disini rupanya tikus kecil." Tatapan semua pria tersebut terlihat seperti anjing kelaparan.

"Bersembunyi kau bilang,pfftt hahaha.hei dengar ya para anjing jalanan" Ia melipat kedua tangannya menatap remeh kearah belasan pria tersebut.

"untuk apa aku bersembunyi dari orang-orang bodoh seperti kalian,kau pikir aku takut hanya karena kalian bergerombol seperti ini? aku bahkan bisa mematahkan tulang kalian satu persatu dengan mudah,lalu bagaimana kau bisa berpikir aku sedang bersembunyi,sangat lucu sekali."

Salah satu pria bertubuh tambun terlihat seperti ketua mereka tersebut maju dengan wajah memerah padam.

"Kau berani mengatai kami anjing jalanan,huh? Lihat saja nanti,aku akan memotong lidah busukmu itu wanita jalang."

Nayara melompat turun dari atas perosotan,tidak ada raut wajah ketakutan sama sekali yang terlihat darinya "memotong lidahku? wah sepertinya aku harus kembali memukul kepala kalian lagi, apa kalian lupa beberapa hari lalu aku menghajar kalian hingga babak belur, mau aku tambah lagi, iya?"

Salah satu pria yang berdiri disamping pria tambun tersebut maju dengan nafas memburu tak beraturan. "gadis sialan! Kau hanya beruntung saat itu.kali ini aku pastikan, kau akan memohon ampun pada kami semua."

"Benarkah? Bagaimana caranya aku memohon ampun pada kumpulan orang bodoh seperti kalian, apa seperti ini" Nayara mundur beberapa langkah, berekspresi seperti orang ketakutan dengan tangan mengatup didepan dada "tolong jangan pukul aku, aku mohon, jangan" Setelahnya dia tertawa keras.

Wajah Pria tambun tersebut merah padam. "Bajingan kecil! Hajar dia." memberi perintah pada anak buahnya.

Para preman tersebut maju, salah satu dari mereka bahkan bergerak dengan cepat ingin menangkap tangan nayara, tapi gadis itu lebih dulu menarik tangan pria tersebut lalu memutarnya kearah berlawanan.

KRAKK! 

"Arrghh tanganku" Pria itu mengerang, merasakan sakit yang amat luar biasa ditangannya.

"Lemah" Nayara melihat pria tadi dengan tatapan remeh.

"Kau berani melukai temanku,akan kubun*h kau jalang." pria lainnya berusaha menyerangnya tapi mereka kalah cepat karena nayara lebih dulu menendang tempurung lutut pria itu hingga menimbulkan bunyi retakan tulang yang mengerikan,ia lalu melakukan serangan combo serta uppercut secara bersamaan ke pria lainnya.

Lima pria tumbang secara bersamaan.

Nafasnya memburu karena kelelahan, ia tadi baru saja selesai berolahraga nonstop satu jam lamanya dan baru beristirahat lima menit sebelum para preman ini datang, dan itu sudah menguras sebagian energinya ditambah saat ini ia harus melawan mereka dengan kondisi tidak baik.

"Sial! Tubuhku sepertinya tidak akan sanggup melawan mereka semua.jika aku memaksakan diri,aku tidak yakin akan menang, aku harus memikirkan cara untuk kabur dari sini."

Saat ia sedang berpikir, salah satu pria berhasil menghantamkan tinjunya di pipi mulusnya, darah keluar dari sudut bibirnya dan membuatnya terhuyung. Pria lain muncul dari belakang menendang tubuh gadis itu hingga tersungkur,disusul dengan temannya yang lain ikut menendang dan menginjak tubuh nayara secara bersamaan dan brutal,seakan mereka sedang menginjak-injak sebuah kotoran.

Nayara menutupi kepalanya dengan tangan untuk menghindari tendangan di area kepala.

Melihat salah satu kaki pria itu berusaha menginjak tangannya, dia lebih dulu menariknya hingga pria itu terjatuh ke sampingnya. Saat melihat celah,ia langsung menggelinding ke samping, berdiri dengan nafas terengah-engah,dengan sisa tenaga yang ada,kyna menancapkan kaki kirinya ditanah lalu memutarkan tubuhnya bersamaan dengan kaki kanan nya dengan kecepatan tinggi.

SWUSHH! BRAKK! 

Nayara berhasil menghantam tiga kepala sekaligus hingga menyebabkan mereka tumbang ke tanah.

"Maju kalian semua anjing bodoh."

"Sialan kau wanita jalang" Mereka maju serentak,dan di saat itulah kyna melihat celah. Ia menghantamkan lututnya ke rahang salah satu pria.

KRAKK!!

"Arrghh!" Erangan kesakitan lagi-lagi berhasil memecah keheningan taman kota tersebut dan membuyarkan fokus preman yang lainnya.

tanpa pikir panjang, ia berlari sekuat tenaga untuk kabur dari mereka semua menuju arah utara.

Pria tambun yang sejak tadi hanya berdiri disudut,langsung marah melihat mangsanya kabur.

"Bodoh! Tangkap dia, jangan sampai gadis itu lolos."

Sisa dari anak buahnya yang tidak terluka mengejar langkah kaki kyna yang terus berlari.

Di sepanjang jalan, ia sesekali melihat ke belakang,memastikan bahwa mereka tidak bisa mengejarnya.saat terus berlari hingga beberapa lamanya,ia melihat di depan sana ada gerbang dermaga yang terbuka,nayara masuk lebih dalam mencari tempat persembunyian,saat ia kembali melihat ke belakang.

BRUKK!

ia menabrak sesuatu di depannya hingga membuat tubuhnya limbung dan terduduk di tanah.

"Akhh!" mengusap keningnya lalu mendongak, nayara dapat melihat dua pria dengan perawakan tinggi besar sedang berdiri di hadapannya.

Untuk sesaat ia terpesona dengan pemandangan di hadapannya ini, pria yang tadi ia tabrak memiliki paras yang sangat tampan.nayara bahkan sampai tidak berkedip saat menatap wajah itu.pakaian formal yang dikenakan pria itu terlihat sangat mewah,wajah yang begitu tampan, rahang tegas, memiliki tatapan setajam elang, alis tebal, bulu mata lentik serta ia terpukau pada rambut pria tersebut, berwarna hitam tapi memiliki sedikit warna putih di bagian depan menambah ciri khas ketampanan pria tersebut.

"Wah! Ini mah ciptaan Tuhan yang paling sempurna. ya Tuhan! aku bahkan baru pertama kali melihat secara langsung pria setampan ini" Senyum terukir di wajah nayara

Pria lain yang berada di hadapan nayara membantunya berdiri.

"Apa kau baik baik saja, nona?"

Lamunannya buyar setelah mendengar ucapan pria yang membantunya kini.

"Um...aku baik baik saja paman" Saat berdiri, ia dapat melihat dengan jelas wajah pria yang membantunya kini.

"Wah paman ini juga sama tampannya."

"Paman ma~" Nayara baru saja ingin meminta maaf dengan pria yang ia tabrak barusan,tapi saat melihat tatapan tajam, dingin dan mengerikan itu membuat nyalinya menciut lalu menunduk.

"Kenapa tatapannya seakan ingin memakanku hidup-hidup, mengerikan sekali"

Ia mendongak memberanikan diri menatap wajah itu.

"Maaf ya paman, aku tidak sengaja, aku tadi ha~." Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, para pria yang mengejarnya tadi sudah lebih dulu menemukannya.

"Itu dia, tangkap wanita jalang itu" Pria tambun itu berdiri dengan nafas terengah-engah setelah berlari cukup jauh.

Nayara bergerak cepat bersembunyi dibalik tubuh pria yang ia tabrak, sambil menarik kecil ujung jas pria tampan tersebut.

"Paman tolong aku,mereka ingin menangkapku" Nayara memasang ekspresi layaknya gadis polos yang ketakutan saat melihat orang jahat.

Pria yang berdiri disamping nayara tadi maju, aura yang dikeluarkan pria ini juga sama mengerikannya walau tidak semengerikan pria yang berada di depannya ini.

"Lancang sekali kalian masuk ke wilayah kekuasan Kazarov, apa kalian ingin mati?"

Pria tambun tadi baru menyadari siapa kedua pria yang berdiri di hadapannya kini, mereka adalah Dominic Kazarov pemilik perusahaan besar Dk company sekaligus Ketua mafia paling kejam dan berbahaya. Dan pria yang baru saja berbicara tentu saja asisten dominic,Victor Zverev.

Ia mengenalnya karena pernah melihat mereka membun*h seseorang di dalam wilayah ini saat ia sedang berjalan-jalan ketika kejadian itu terjadi, semua percakapan nya bahkan masih diingat pria tambun itu. Ia bersembunyi ketakutan setelah menyaksikan pembunuh*n tepat di hadapannya dua tahun lalu.

"Tuan maaf, saya tidak tahu. Kami masuk kesini karena ingin menangkap gadis itu tuan, maaf" Pria tambun itu bersimpuh ketakutan.

melihat bos mereka seperti itu, anak buahnya terlihat bingung.

Victor melangkah maju dengan tenang, tatapannya begitu dingin.

"Tidak ada yang bisa keluar hidup-hidup setelah masuk ke wilayah ini."

"Dasar pria kaya sombong! Jangan mentang mentang ini wilayah kalian, kalian bisa seenaknya mengusir kami. Dengar ya,kami ini semua adalah penduduk asli disini jadi kami juga berhak masuk kewilayah ini" Anak buah pria tambun itu berdiri dengan angkuhnya, menatap nyalang ke arah victor.

"Terlalu banyak bicara" Ujar victor, ia perlahan maju menghantamkan kepalan tinjunya ke wajah pria tersebut hingga membuatnya tumbang.Gerakannya begitu tenang namun mematikan.

mereka berdiri dengan amarah yang tak terkendali. Mulai menyerang victor,namun satu pukulan pun tidak berhasil mengenai tubuhnya.

Victor mulai menyerang lagi hingga membuat mereka semua terkapar seperti seonggok sampah.

"Gila! Itu keren sekali, bagaimana mungkin paman itu menyerang mereka semua dengan begitu santainya" Nayara menatap kagum pada sosok victor.

Suara erangan kesakitan terdengar dari mulut kelompok pria itu hingga memecah keheningan malam di dermaga tersebut. Victor menekan earpiece Di Telinganya,memberi perintah ke pengawal yang berjaga di ujung dermaga untuk membawa mereka.

Pengawal datang setelah beberapa saat,lalu menyeret mereka keluar.

"Tidak tuan, aku mohon maafkan aku tuan, tuan tolong~" Teriakan itu menghilang bersamaan dengan tubuh mereka yang diseret keluar dari dermaga.

Victor berbalik melihat ke arah Dominic yang saat ini memasang wajah suram.

"Tuan, semua barang sudah selesai dipindahkan kedalam kapal."

Dominic mengangguk kecil lalu berjalan menjauh, mengabaikan semua yang terjadi barusan, ia sama sekali tidak tertarik dengan apapun itu. Saat baru beberapa langkah,ia berhenti.

"apa kau ingin tetap berdiri disana, victor?" Ia berbicara tanpa menoleh.

"Maaf tuan" Ujar victor sedikit menunduk.

Victor berlalu pergi meninggalkan mereka berdua.

"Nona, sebaiknya anda segera pulang, ini bukan tempat yang bisa dimasuki sembarangan orang nona."

"Maaf paman aku tidak tahu."

Victor mengangguk kecil "saya permisi"

Sesampainya dirumah, nayara merebahkan tubuhnya di kasur, ia merasakan sakit disekujur tubuhnya.

"Aishh, tubuhku rasanya remuk sekali" Ia memukul pelan tubuhnya untuk mengurangi rasa sakit.

Saat berbaring nayara memikirkan kembali nasib yang ia alami selama ini, kehidupan yang begitu kejam memaksanya menjadi sosok wanita kuat dan tangguh, hidup sendiri tanpa keluarga membuatnya harus menjalani kehidupan yang begitu pahit.

"Ayah, ibu! Apa kalian masih hidup? atau kalian sudah berada di surga saat ini? jika kalian masih hidup kenapa kalian tidak mencariku selama ini? Apa kalian tidak menginginkanku?.

"Apa salahku?" Menghela nafas.

"Kenapa dunia ini begitu kejam padaku? Apa aku tidak berhak bahagia,hingga sampai saat ini aku bahkan belum merasakan kebahagiaan seutuhnya seperti yang dirasakan orang lain pada umumnya." air mata nayara jatuh membasahi pipinya yang terdapat luka.

Tapi itu hanya sebentar, ia menyeka kasar air mata di wajahnya.

"Tidak nayara,lo nggak boleh lemah nayara, lo harus kuat" Ia menepuk kuat dadanya menahan rasa sesak yang begitu kuat di dalam dadanya.

Menarik nafas lalu menghembuskannya secara perlahan. "Oke nay, lo bukan gadis cengeng nayara, lo gadis kuat, ingat selama ini perjuangan lo untuk sampai di titik ini itu tidak mudah, jadi jangan kalah hanya karena hal ini."

Nayara berdiri mengambil buku pelajaran dari sudut dinding kamarnya, ia mulai fokus belajar mengabaikan setiap rasa sakit di tubuhnya, setelah beberapa saat ia selesai.menutup buku lalu kembali ke ranjangnya dan tertidur.Dengkuran halus mulai terdengar dari mulutnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!