NovelToon NovelToon
Takdir Semalam, Cinta Selamanya

Takdir Semalam, Cinta Selamanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:79.8k
Nilai: 5
Nama Author: Jing_Jing22

Satu jebakan di pesta sang adik tiri merenggut kesucian Aline.

Satu fitnah kejam membuat ayahnya tega mengusirnya dalam keadaan hamil.

​Diusir, dikhianati, dan tidak punya arah, Aline berada di ambang keputusasaan. Namun, tepat sebelum dia menyerah pada takdir, pria asing yang tidur bersamanya malam itu kembali datang dan mengajaknya pergi.

​Demi bayinya, Aline nekat ikut dengan pria yang bahkan tidak ia kenali itu. Akankah pria tersebut menjadi pelindung barunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jing_Jing22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep. 1 KEHILANGAN HAL YANG PALING BERHARGA

Aline, malam itu ia pergi ke sebuah hotel untuk menghadiri pesta yang sedang diadakan adik tirinya.

Setibanya di sana Aline langsung di sambut hangat oleh Nana. Ia di bawa ke ballroom yang sudah di booking adik tirinya itu.

Nana menggandeng tangan Aline untuk masuk ke dalam. Saat tiba di sana Aline melihat suasana pesta itu terasa sangat ramai, sepasang kekasih saling melakukan berbagai hal yang menurut Aline tidak sepantasnya dipertontonkan di depan umum.

Walau pun itu hanya sebatas melakukan kissing. Seketika hal itu membuat Aline menjadi mual, ia menoleh ke arah adik tirinya sejenak.

"Nana apa benar pestamu sebebas ini?" tanya Aline dengan guratan wajah yang menampilkan ketidak percayaannya.

Nana mengikuti arah pandang kakak tirinya. Wajahnya tampak biasa saja seolah itu adalah hal yang wajar.

"Memangnya kenapa Kak! Plis deh Kak jangan norak? Lagian sudah biasa sepasang kekasih melakukan hal seperti itu."

Aline membuang wajahnya ke arah lain tanpa ingin melihat pemandangan itu lebih lama. Tiba-tiba Nana menarik tangannya membawa ia ke arah sekumpulan teman-temannya.

Di sana mereka tampak sedang mengobrol dengan pasangan mereka masing-masing, Aline melihat di atas meja itu beberapa botol minuman beralkohol yang sudah kosong. Ia merasa tidak nyaman saat berada di sana.

Salah satu pria di antara mereka melangkah maju menuju ke arah Aline. Dengan lancangnya pria itu menyentuh dagu Aline yang membuat wanita itu melangkah mundur.

"Jadi ini Kakak Tiri, Lo! Na." pria itu menatap Aline dengan pandangan yang tidak senonoh.

Di sisi lain, Nana tersenyum tipis sambil mengangguk dengan gerakan kepala yang seolah memberi kode ke arah pria itu.

"Na, sepertinya Kakak pulang saja." Aline hendak melangkah pergi dari sana saat merasakan suasana pesta itu yang tidak terasa nyaman baginya.

Namun, Nana menahan tangan Aline. Ia membawa wanita itu duduk dengannya di antara teman-temannya. "Eeets! Tunggu dulu, mau kemana sih, Kak Aline buru-buru banget?"

Aline bergerak gelisah, ia bangkit dari tempatnya. Namun, lagi-lagi Nana menahannya, membuatnya kembali duduk di posisinya semula.

"Tenang saja Kak, mereka nggak akan macam-macam sama Kakak." Suara Nana terdengar meyakinkan di tengah kegelisah Aline.

Nana menyodorkan segelas air mineral ke arah Aline. "Minum dulu Kak, biar lebih rileks."

Aline tanpa curiga sedikit pun menerimanya, sebelum meminumnya sejenak ia menatap adik tirinya yang sedang tersenyum padanya dan akhirnya meneguk air itu.

Untuk beberapa menit semuanya tampak normal, Aline tidak merasakan apa pun. Ia masih memperhatikan adik tirinya yang sedang menyapa teman-temannya. Hingga ia mulai merasakan pusing dan rasa panas pada tubuhnya.

Aline beranjak dari tempatnya pikirannya hanya satu yaitu menuju toilet. Ia ingin membasuh wajahnya guna mereda hawa panas yang tidak bisa ia jelaskan.

Di sisi lain, Nana yang melihat kakak tirinya pergi dari sana memberi anggukan kecil pada salah satu teman pria nya.

Aline menyusuri koridor hotel itu dengan langkah kaki yang sedikit gontai, sesekali ia mengusap lehernya dan rasanya ingin sekali membuka seluruh pakaian yang membungkus tubuhnya. Namun, pikirannya masih tersadar ia tidak bisa melakukan itu.

"Ada apa denganku?" Ia bergerak gelisah tidak karuan.

Saat tiba di depan pintu kamar mandi. Pria tadi yang sempat menggoda Aline menghampirinya dan tanpa permisi lagi dia membopong tubuh Aline menuju ke sebuah kamar yang sudah di persiapkan untuknya.

"Jangan sentuh aku." Aline masih setengah sadar dan berusaha melepaskan diri dari pria itu.

"Diamlah! Aku hanya menjalankan perintah." ucap pria itu sambil terus melangkah dan masuk ke dalam kamar.

Pria itu membaringkan Aline di atas kasur, menatap wanita itu penuh minat. "Setelah Bos puas denganmu, nanti tinggal giliranku."

Setelah mengatkan itu pria itu melangkah pergi ke luar dari kamar tersebut, menuju ke arah pesta kembali.

Di sisi lain, ada seseorang dengan tatapan tajam yang melihat semua kejadian itu dari kejauhan. Setelah kepergian pria itu dia melangkah mendekat ke arah kamar tersebut.

Tepat setelah seseorang itu berdiri di depan pintu kamar, pintu itu terbuka dengan menampilkan wajah Aline yang matanya sudah sayu dan tangan yang tidak hentinya ingin melepaskan pakaian yang ia kenakan.

"Too-long... aku, ini rasanya sangat tidak nyaman."

Aline langsung menerjang pria yang ada di depannya yang sedang menatapnya dengan wajah bingung, tangan Aline mulai menyusuri rahang tegas laki-laki itu.

Pria itu menggeram pelan saat merasakan sentuhan tangan Aline. Ia mengepalkan kedua tangannya bisa-bisanya ada seseorang yang melakukan hal kotor seperti ini. Pria itu melepaskan pelukan Aline, namun wanita itu memeluknya sangat erat.

"Hei! Nona, jangan seperti ini, bertahanlah saya akan membawakan obat pereda untukmu." Ia hendak melenggang pergi meninggalkan Aline untuk mengambil penawarnya.

"Ak-u sudah tidak kuat, tolong aku Tuan!" Aline mendorong pria itu hingga mereka terjatuh dan masuk ke kamar hotel lain yang kebetulan tidak terkunci.

Di malam itu, hal yang seharusnya tidak pernah terjadi. Justru menyatukan mereka berdua.

Pagi harinya Aline terbangun lebih dulu dari pada pria itu. Wajahnya pucat dengan rambut yang berantakan. Matanya berkaca-kaca memancarkan luka dan kekecewaan. Ia memandang punggung pria asing itu, sekelebat bayangan saat ia meminta tolong pada laki-laki itu muncul dalam benaknya.

Ia menarik selimut itu lebih dalam sambil terisak. Ingin sekali Aline menghujamkan pisau pada punggung laki-laki itu. Namun, percuma saja sebab semuanya telah terjadi dan itu bukan sepenuhnya salah laki-laki itu. Kini kehormatannya sudah hilang dan tidak akan pernah kembali lagi.

Satu-satunya yang ia inginkan saat ini adalah menjauh dari tempat itu dan berharap tidak akan pernah bertemu lagi dengan laki-laki itu.

Setelah membenahi pakaiannya, tanpan menunggu lebih lama lagi Aline segera keluar dari kamar itu dan ingin segera pulang ke rumah. Ia melangkah sedikit tertatih akibat nyeri pada area intimnya.

Setibanya di lobi hotel itu. Aline ingin memesan taksi, tapi apalah daya ia tidak memiliki uang sepeser pun dengan terpaksa ia pulang dengan berjalan kaki.

Sepanjang jalan ia terus menangis mengabaikan orang-orang yang menatapnya heran. Langkah kakinya ia paksakan untuk terus berjalan meski rasa nyeri itu semakin terasa.

Hingga saat tiba di depan pintu rumah, langkahnya terhenti seketika saat ia sayup-sayup mendengar suara adik tirinya dan ibu tirinya yang sedang bersenda gurau.

Aline melanjutkan langkahnya dengan jantung yang berdegub kencang. Ia mendorong pintu itu membuat Nana dan Sinta yang berada di ruang tamu mengalihkan pandangan mereka ke arahnya.

"Dari mana kamu Aline! Jam segini baru pulang?"

Pertayaan itu membuat tubuh Aline Membeku seketika.

1
Key
curiga aku Keyla bakal jadi dokter hewan pas gede🤍🤍🤍
Key
Miris sekali kehidupan Pak Dimas kini
Key
siapa tuh yang nabrak?
Key
Heh Key, aku ngeri sama ulat😬😬 tapi km kenapa malah excited 🥲
Key
ciee ... aku lihat loh kalian, hayo loh🤭 sweet bet sih pasutri ini.
Key
iya mas ... aku di sini

yaah kenapa di cut di thor🤣
Key
Aku berasa di panggilin... key🤣
Key
Ya Allah akhirnya, aku sempat khawatir kalo Erlangga bakal hilang ingatan pas sadar. Alhamdulillah enggak ...senangnya🤍
Key
Yaaa ampuun haru rasanya🥲
mawar merah
kebun binatang pindah ke rumahmu Erlangga
mawar merah
Gemeain



gemesin sekali kamu keyla...makanya kalau ada yang ngomong itu dengerin bukan ngeyel
aira_kayla
ini rumah rasa kebun binatang🤭🤭🤭🤭
Jing_Jing22: Bener banget Kak Aira🤭
total 1 replies
Erna Riyanto
tiiitttttt...dlm hatiku Alhamdulillah bpknya mati ..biar GK ada drama dr ayahnya🤭😄
Jing_Jing22: waduhh... bisa aja nih kak Erna🫶🤭
total 1 replies
Erna Riyanto
semoga Rara GK terpengaruh profokasi emaknya...hhiihhh
Jing_Jing22: Hehehe tenang aja kak Erna🫶
total 1 replies
Erna Riyanto
kok masih datar....kan udah 4blnan kurang lebih
Jing_Jing22: hehehe iya kah. Makasih banyak atas koreksinya kak Erna🫶
total 1 replies
mawar merah
Benar Aline sekejamnya Ayah tetap Ayah...tak ada yang namanya mantan Ayah
mawar merah
So sweet banget Alvian ..
Key
Serunya bocil² itu. Tapi kok bisa Keyla jadi setengil itu.🤣
Key
😭😭😭 terharuu
Key
eh ... tikus😬😬 seram dek😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!