NovelToon NovelToon
Trio Detektif : Kasus Dingin

Trio Detektif : Kasus Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Anak Genius / Komedi
Popularitas:39.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Tim gabut generasi delapan dan tim gabut generasi sembilan


Sambungan GD 2, GD 3 dan The Buwono Family.
Tiga sepupu yang satu sekolah dan satu kelas di SMP PRC, dikenal memiliki jiwa kepo tinggi. Seperti hal para ayah mereka, Sheva Sasono, Kenzie Buwono dan Zane Sihasale, sering tidak sengaja terlibat ( melibatkan diri ) dalam kasus kriminal. Bersama tim ayah mereka, ketiganya saling bahu membahu memecahkan misteri.

Generasi ke delapan klan Pratomo
Generasi ke sembilan klan Pratomo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sheva, Kenzie dan Zane

"Shevaaaa! Ayok!" seru seorang remaja laki-laki berusia empat belas tahun dengan wajah cool. Rambutnya hitam dengan mata coklat dan ada bintik-bintik di pipinya khas campuran.

Di sampingnya, juga ada remaja laki-laki yang usianya tidak jauh berbeda dengan wajah sama campuran tapi lebih ceria. Matanya hazelnya tampak jenaka dan jahil. Rambutnya bewarna coklat terang, memakai Hoodie dan membawa bola basket.

"Iyaaaa sebentar! Ish, lagi pakai sepatu juga!" teriak seorang anak perempuan sambil mengikat sepatu basketnya.

"Kalian berangkat sama siapa?" tanya seorang wanita di belakang anak perempuan yang sedang duduk di teras memakai sepatu. Wanita berambut pirang itu tidak sendirian, ada seorang anak laki-laki berusia sepuluh tahun di sebelahnya.

"Mama, aku pergi dulu!" Anak remaja perempuan itu mencium pipi wanita itu. "Diva, jaga rumah. Jangan lupa bikin peer!"

"Lha? Kan udah Mbak!" eyel anak laki-laki itu.

"Halo Tante Shea, Diva. Kita dianter Papa tapi lagi keluarin mobil tadi. Makanya aku kesini sama Kenzie duluan, tahu kalau Rapunzel satu ini sukanya molor!" jawab remaja cool itu sambil salim diikuti remaja satunya.

"Lho, Papamu masih tidur ya Zane?" kekeh Shea karena tahu ayah remaja bernama Zane itu baru pulang dari luar kota bersama dengan suaminya.

"Iya. Kan baru pulang jam dua pagi ... Kata Mama habis dinas dengan Oom Steven," jawab Zane. Mereka menoleh dan tampak mobil Destinator ayah Zane datang.

"Pagi Shea. Hai Sheva, Diva. Steven masih tidur?" tanya pria gagah yang berada di balik kemudi.

"Pagi bang Victor. Iya, bang Steven masih tidur. Maap ya merepotkan," senyum Shea.

"Tidak apa-apa. Aku kan sudah janji. Ayo anak-anak, katanya mau tanding basket!" ajak Brigjen Victor Sihasale.

Ketiga remaja itu langsung pamitan dengan Shea dan Sadiva, adik Sheva. Mereka pun masuk ke dalam mobil bewarna hitam itu.

"Sekarang kita nga ... Lho mana Mbak Lilis?" Shea celingukan tidak melihat khodam Sadiva.

"Mbak Lilis nebeng Brem-Brem, Mama," jawab Sadiva cuek. "Namanya juga Kunti gabut." Bocah berambut brunette dan punya gaya cool seperti ayahnya, langsung ngeloyor ke dalam rumah.

Shea menggelengkan kepalanya. "Ya ampun. Kunti comel itu ya."

***

Sekolah Menengah Pertama XX

"Papa ngopi di cafe sebelah sana ya sambil menunggu kalian selesai daripada bolak balik. Kan Papa bisa sekalian nonton siaran ulang bola semalam," ucap Brigjen Victor ke Zane yang sedang melepaskan sabuk pengamannya.

"MU menang tuh Pa. Oom JJ cetak hat-trick," jawab Zane cuek. "City dibantai 5-0."

"Makanya Papa mau nonton." Brigjen Victor menoleh ke belakang dimana Sheva dan Kenzie juga bersiap turun. "Oom tahu kalian bertiga panasan, tapi tolong jangan berkelahi ya? Sudah cukup kami bertiga dipanggil kepala sekolah. Oke?"

Sheva dan Kenzie saling berpandangan. "Nggak janji Oom," jawab mereka berdua.

"Haaaiiissshh!" Brigjen Victor tampak gemas dengan dua keponakannya.

Ketiganya pun turun dari mobil setelah berpamitan dengan Brigjen Victor. Mobil hitam itu pun pergi meninggalkan halaman sekolah SMP itu.

"Kok Mbak Lilis ikutan sih?" tanya Sheva ke Kunti comel di belakangnya.

"Kepo," jawab Mbak Lilis cuek.

"Brem-Brem kasih izin ikut?" tanya Zane.

"Nanti nangis, aku yang repot," jawab Abraham, pengawal Sheva yang tetap berwujud anak kecil bule.

Sontak ketiga bocah indigo itu cekikikan. Sheva dan Zane bisa melihat dan berkomunikasi, sementara Kenzie hanya bisa mendengar dan berkomunikasi, seperti Opa Raidennya.

"Aaahh Brem-Brem, kamu memang anak bule yang baik," ucap Mbak Lilis sambil memeluk Abraham.

Abraham hanya menatap datar ke arah Sheva dan Zane. "See?"

"Udah yuk. Kita sudah terlambat tuh!" Kenzie menunjuk ke arah pelatih mereka yang sudah berkacak pinggang.

***

Sheva, Kenzie dan Zane adalah tiga remaja sebaya. Sheva hanya lebih tua beberapa bulan dari kedua sepupunya itu ( Zane dianggap sepupu meskipun tidak ada hubungan darah ). Mereka bersekolah di sekolah menengah pertama bertaraf internasional milik yayasan keluarga Pratomo yang dikenal sangat disiplin soal moral, manner, adab dan etika. Benar-benar perpaduan sekolah Katolik dan Islam yang harus saling toleransi.

Sekarang mereka sedang melakukan latih tanding dengan SMP XX yang dikenal sekolah swasta saingan SMP PRC. Sheva, Zane dan Kenzie memang sekelas yang dikenal trio Sultan apalagi Sheva dan Kenzie keturunan Pratomo. Namun mereka juga dikenal anak-anak yang humble meskipun orang tua mereka punya jabatan dan pekerjaan yang mentereng.

"Aku duduk di pinggir ya!" seru Sheva sambil mengikat tinggi rambut pirangnya. Entah bagaimana, rambut Sheva memang tetap pirang seperti ibunya meskipun ayahnya orang Jawa.

"Oke," jawab Zane dan Kenzie. Kedua remaja itu pun berkumpul dengan para teman-teman satu timnya.

Sheva duduk sembari mengawasi sekelilingnya. Dia merasa ada yang tidak beres tapi tidak tahu apa. Insting kepo dan detektif nya merasakan ada yang aneh di sekolah ini.

"Sheva kenapa?" tanya Abraham yang duduk di sebelahnya.

"Ada yang tidak beres," gumam Sheva.

Abraham juga tahu hanya saja dia tidak bisa bilang ke Sheva. "Tetap waspada, Sheva."

Sheva mengangguk namun konsentrasinya terpecah saat melihat teman-temannya datang untuk mendukung tim basketnya. Mereka pun langsung heboh khas anak remaja.

***

Pertandingan pun selesai dengan kemenangan diraih tim SMP PRC. Para teman-teman Zane dan Kenzie bertepuk tangan dengan heboh. Apalagi banyak yang naksir Zane yang cool. Garis tampan Brigjen Victor terlihat di wajahnya ditambah dengan sikapnya yang dingin seperti ibunya, Jaksa Sandra, makin banyak cewek-cewek ABG tertarik padanya.

Zane memberikan kode pada Kenzie untuk ke toilet. Kenzie pun mengikuti sahabatnya itu sementara Sheva menunggui tas-tas mereka.

"Jangan lama-lama!" seru Sheva. "Aku sudah hubungi Oom Victor."

"Yaaaaa!" jawab kedua remaja pria itu.

Mereka pun menuju ke toilet yang ada di bagian belakang gedung sekolah. Setelah melepaskan hajat, mereka pun keluar. Sebuah suara mencurigakan, membuat Zane dan Kenzie saling berpandangan. Jiwa kepo mereka pun mengarahkan mereka untuk mencari sumber suara.

Keduanya mendengar kegiatan di balik tembok toilet dan mereka pun berusaha mencari tahu. Zane dan Kenzie melihat kegiatan yang janggal di sekolah tempat mereka tanding basket. Insting mereka mengatakan kagak beres ini.

"Ini masih sekolah kan Zane?" bisik Kenzie sambil mengawasi di balik tembok.

"Belum jadi museum sih Kenz. Itu ngapain bawa-bawa peti dari gudang?" balas Zane.

"Apa isinya mayat?" gumam Kenzie.

"Mentang-mentang emak lu dokter mayat! Semua yang dibawa dalam peti adalah mayat!" gerutu Zane.

Kedua remaja itu terbelalak saat melihat peti itu terbuka dan terlihat sebuah tangan keluar dari dalam.

"Itu mayat Kenz?"

"Mana aku tahu!"

"Kita ikuti!" Putus Zane.

"Pertandingan basketnya gimana?" tanya Kenzie.

"Urusan mayat lebih seru!" cengir Zane.

"Dasar anaknya pupici!" desis Kenzie.

"Popici, Kenz!"

Keduanya pun mengikuti kemana orang-orang itu membawa peti-peti itu. Mereka tidak tahu bahwa ini adalah awal petualangan mereka.

***

Yuhuuu up Pagi Yaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu

1
Andriani Rahmi
uang ❎ yang ✅
semangat berkarya mbak Hana...jangan lupa istirahat dan healing..
Hana Reeves: haaaiiissshh keyboard aku 😄😄😄
total 1 replies
Murti Puji Lestari
lha kok nekat tenan tho, kasih mental ala mafioso dok, biar tahu rasa
Murti Puji Lestari
belum tahu saja siapa yang kamu hadapi, dasar jelantah
Ibu² kang Halu🤩
bahh, makin terang benderang aja nih pebinor satu. bolehlah di bongkar aibnya lagi sama dok Lucky atau datangin aja Dylan, kak Hana 😀😀🤗 greget aku tuh sama pebinor satu ini😤😤😤
Murti Puji Lestari
mo makan orang mode on, jangan ganggu 🤣🤣🤣🤣🤣
mama_im
dia kalo nekat deketin daisy siap siap aja semua aib terbongkar 😏😏😏
awesome moment
jotos wae, dok luck. tim hore n utk penindasan dan penganiayaan utk pebinor. klo g ckp dgn dikasih mental yo hrs bin kudu dijotos. qt dukung utk urusan mengamankan pebinor
Hana Reeves: pebinor yg diterima cuma Aa Toro dan Winston 😄
total 1 replies
Teuing Saha🙃
Keknya minta dibanting deh si Jelaga🤣🤣 atau mending dikirimi mbak Lilis aja🤣🤣
Marsiyah Minardi
Haduhhh si Jelaga golek molo tenan iki
Hajar aja lah Dok Lucky 😄😄
Elsa Fanie
lah kok Yo masih golek molo tho Yo Yo ,,,harus d kasih apa lagi ni s jelaga 🤦🤦🤦🤦,Kenzie nti d hukum sama pak lucky LG lho 😁😁💪💪💪trio detektif semoga dapat petunjuk
beybi T.Halim
hadehhhh... enaknya diapain yah si jelaga ini makin lama., sok ganteng sok sibuk,sok dekat sok iyee,hadeuh...tak pites lama lama
Noey Aprilia
Pdhl dktr gabut udh ngsih pringtan,tp knp y tu orng msh ngeyel aja???
udh kthuan aibnya,msih usaha buat jd pebinor.....cckkk....ga tau malu....🙄🙄🙄
Bapau hijau Bapau hijau
hmm novel trio detektif ya...dulu aku ngebayangin bisa masuk ke markas mrk kyknya seru
diyah
pagi2 sudah disuguhi pebinor🤣🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Punya satelit sendiri 😁
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣pokoknya My istri gue dah.
Noey Aprilia
Ha...ha....
blm tau dia kl mslh aib mh urusn gmpang,tnggal mnta tlong sm kluarganya....wasalam dehhh.....😛😛😛
Ichy Fitri
lho ya jangan macam2 sama menantu mafia dan menantu Pratomo. apalah aib Yang segitu doang maahh
Faizah Muzdalifah
Kok aku pingin Dylan turun gunung buat suntik mati pakai racunnya Dewi Racun istrinya inspektur megure omnya si Yakuza jadi lupa namanya 😅😅😂😂
Hana Reeves: Dirandra dan Tora
total 1 replies
Ibu² kang Halu🤩
yaa ampunn, my istri gue gak tuhh dok Lucky 🤩🤩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!