Rafael Adinata, adalah aktor terkenal yang terjerat skandal memalukan dengan aktris pendatang baru.
Rafael terpaksa menikah dengan wanita biasa demi menyelamatkan reputasinya. Gita Larasati, seorang editor buku yang hidupnya sederhana. Dengan terpaksa menerima tawaran Rafael pernikahan kontrak dengan sang aktor demi melunasi hutang keluarga.
Sebuah pernikahan dimulai, tanpa cinta hanya sebatas hitam diatas putih.
Mampukah Rafael dan Gita menjalani pernikahan kontrak mereka yang penuh liku-liku? berpisah setelah masa kontrak habis, atau justru saling jatuh cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARSYILA qirani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1 : Scandal
Siang itu, Rafael baru saja bangun tidur. Wajah kusut dan rambut berantakan tidak menghapus ketampanan alami yang ia miliki. Sebagai aktor terkenal wajah tampan dan tubuh atletis adalah salah satu kunci ia bisa setenar sekarang, namun kunci utama tentunya akting yang mumpuni. Rafael di juluki aktor seribu wajah entah film atau drama yang ia perankan selalu meledak dengan rating tertinggi.
Kepala Rafael masih pening, ia baru saja tidur pukul 8 pagi dan ini jam 11 siang sudah harus bangun. Ada janji makan siang dengan pihak sponsor. Telponnya tidak berhenti berdering, Rafael yakin itu managernya, Andra.
Rafael menyibakkan gorden kamarnya, matahari benar-benar terik menusuk mata Rafael. Dering telpon lagi, Rafael berdecak.
"nih orang emang gak mau gue tenang dikit aja." gumamnya seraya meraih telpon di atas meja.
"halo... lu kemana aja sih,di telponin dari pagi gak diangkat!" bentak orang di seberang telepon.
"santai kali, gue kan baru bisa istirahat jam 8 lagian makan siangnya masih jam 1." jawab Rafael enteng sambil menyeruput kopi panasnya.
"santai...santai, Lo gak liat berita, hah? nama Lo jadi breaking news dimana-mana!"
"maksutnya?" kening Rafael bertaut. ia segera memutuskan telepon secara sepihak.
Rafael segera membuka Instagram dan melihat akun "lambe nyinyir"
"MAYA ANGELIA MENGAKU HAMIL PADA LIVE INSTAGRAMNYA"
"FOTO MESRA RAFAEL DAN MAYA TERSEBAR"
"BENARKAH RAFAEL ADALAH AYAH BIOLOGIS DARI JANIN YANG DIKANDUNG MAYA?"
Wajah Rafael mengeras, melihat berita penuh kebohongan tentang dirinya. Ia segera mencari nomor telepon Maya.
NOMOR YANG ANDA TUJU SEDANG TIDAK AKTIF
" sial!!!" teriak Rafael. ia meneliti lagi gambar yang ada di akun LAMBE NYINYIR. Foto itu di ambil sekitar 2 bulan yang lalu saat acara perpisahan film ADA APA DENGAN KAMU, Maya memang partnernya di film itu.
Rafael membuang ponselnya sembarangan, sejurus kemudian bunyi kode kunci apartemen dibuka. Andra, managernya. Rafael yakin Andra sama kalutnya seperti dia.
"Lo Uda liat beritanya?" Rafael mengangguk.
"Lo yakin malam itu gak ngapa-ngapain sama Maya?" tanya Andra hati-hati.
"Lo curiga sama gue? gue gak se-tolol itu nge-hamilin anak orang." jawab Rafael penuh emosi.
"gue tanya, karena masalahnya waktu party 2 bulan lalu. gue gak sama elu."
"gue beneran gak ngelakuin apa-apa malam itu." Rafael mengacak rambutnya gusar.
"terus, menurut Lo kita harus gimana?" tanya Andra. Rafael menggeleng.
" banyak hate comment di akun pribadi Lo, mending gak usah liat sosmed dulu." Rafael mendengus
"Lo kira gue barusan jadi selebriti? terus menurut Lo apa solusinya?" tanya Rafael, memijat pelipisnya.
"ada dua solusi, solusi cepat atau solusi lambat." jawab Andra.
"please, gua lagi gak pengen main tebak-tebakan " jawab Rafael malas karna Andra terlalu bertele-tele.
"Lo mau menyangkal tapi yang ada netizen malah menjadi-jadi, atau dengan cara extrim berita ini bakal langsung hilang. dengan citra yang Lo buat nanti."
"extrim gimana?" tanya Rafael bingung.
"Lo harus menikah." jawab Andra.
"nikah? nikah sama siapa? Maya? nyentuh dia aja kagak pernah gue!" kata Rafael berapi-api.
"bukan sama Maya bego. Kita tutupi skandal dengan skandal. Gue ada calon yang tepat buat jadi istri Lo." jawab Andra meyakinkan Rafael.
"tapi gue belum mau nikah!"
"Lo mau skandal ini makin menjadi, publik mendesak Lo untuk tanggung jawab. Lo gak lupa kan 3 bulan lagi premiere film laga pertama Lo, kalo skandal ini gak mereda bisa-bisa film Lo gagal tayang."jelas Andra keki.
Rafael benar-benar memikirkan perkataan Andra, benar yang dikatakan Andra. tapi untuk menikah itu jauh dari tujuan Rafael saat ini, terlebih lagi dengan wanita yang tidak di cintainya.
"tapi.... gue nikah sama siapa? gue kan jomblo." Andra hanya menggeleng menanggapi nya.
"Lo gak nikah sungguhan, pernikahan kontrak. hanya 1 tahun. setelah itu Lo boleh cerai." jelas Andra, Rafael menaikkan alisnya. Ide Andra benar-benar tidak masuk akal pikirnya.
"gue sudah ada calon yang cocok buat Lo." lanjut Andra.
"siapa?" tanya Rafael.
"Gita Larasati, editor buku. Yang taun lalu jadi editor buku biografi tentang Lo." jawab Andra. Rafael mencoba mengingat tapi tetap tidak ingat, banyak sekali orang yang ia temui di industri ini.
"emang dia mau?" tanya Rafael tak yakin.
"hmmm...... gue belum yakin sih, tapi gue coba untuk meyakinkan dia." kata Andra mantap. Rafael pasrah saja dengan rencana Andra, pikirannya sudah buntu. di tambah lagi ia mendapat panggilan tanpa henti dari sang mama.
"gue rencana kerumah Gita malam ini."jelas Andra.
"Lo tau alamatnya, gue perlu ikut?"
"gak perlu, malah Ketahuan wartawan makin runyam. Lo di rumah aja berdoa semoga kita berhasil. Sponsor yang rencana makan siang hari ini batalin janji, syuting iklan juga diundur sampai skandal Lo mereda." jelas Andra. Rafael mengangguk pasrah, ia berharap rencana Andra benar-benar berhasil.
***
Rafael terus mengubah channel tv-nya, perutnya keroncongan ia ingin makan bubur ayam langganannya. Sayangnya tidak ada di aplikasi happy food yang biasa Rafael gunakan untuk pesan makanan.
Langit kota jakarta kelabu, rintik gerimis membasahi jendela apartemen Rafael. cuaca benar-benar tidak bisa di prediksi baru saja sejam yang lalu panas terik sekarang sudah gerimis. Seperti pikiran Rafael yang mendadak runyam karna kelakuan juniornya Maya Angelia.
Bahkan, hingga malam tiba Maya masih tidak bisa di hubungi. Begitu pula dengan Andra yang tak kunjung memberi kabar tentang Gita Larasati itu. Rafael tidak ingin citra yang ia bangun selama belasan tahun hancur karna fitnahan menjijikkan seperti ini.
***