NovelToon NovelToon
My Women

My Women

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Kisah Seorang wanita Angel Abraham yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya, laki - laki yang berjanji mencintai dia dengan tulus, ternyata di jodohkan dengan pilihan omanya karena luka lama omanya . Kenyataan pahitnya dia harus berpisah dengan suami karena nyawanya sebagai taruhan, disaat dia sedang mengandung anak dari buah cinta mereka. Bagaimanakah nasib cinta seorang Angel Abraham??? Apakah suaminya menyesal???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal Mula

Angel Abraham anak yatim piatu, semenjak mamanya meninggal, dia dititipkan ke sebuah panti asuhan karena papanya kesulitan membesarkannya. Pada saat itu usianya baru delapan tahun. Satu tahun kemudian Angel mendapat informasi kalau orangtua satu - satunya pun pergi menyusul mamanya. Pada saat pemakaman Angle di antar oleh pengurus panti untuk hadir dalam pemakaman itu.

Kakak beradik dari papanya ada, namun papa tidak mau menyusahkan mereka. Dia yang sakit parah, akhirnya menyerahkan anaknya ke panti asuhan. Oleh dokter yang sempat merawat papanya, Angel tahu bahwa papanya menderita penyakit akut. Kedua ginjalnya sudah tidak berfungsi lagi.

Angel Abraham, anak yang pintar dan sangat rajin. Waktu ada kunjungan ikatan dokter Indonesia, di panti asuhan tempat dia tinggal, dia bertemu dengan orang baik yang mau mengadopsinya menjadi anak mereka. Pasangan suami istri dokter ini jatuh cinta kepada anak perempuan yang manis. Akhirnya mereka bertemu dengan ketua panti dan menyampaikan keinginan mereka.

Ini terjadi saat dokter Mais berbicara dengan Angel, dan gadis yang pintar ini menjawab dengan sopan. Ini yang membuat dokter Meis istri dari dokter Paul Baruk. Pasangan suami istri dokter ini sudah mempunyai satu anak laki - laki yang hampir seusia dengan Angel. Aaron Baruk namanya. Dan setelah surat - surat selesai untuk proses adopsi, Angel dibawa ke rumah besar mereka.

"Aaron, mami mau kenalkan ini Angel Abraham."

"Angel akan tinggal bersama kita, papi mau Aaron bisa menjaga Angel sebagai seorang kakak."

"Baik papi."

Aaron sangat senang, karena dia mempunyai adik perempuan. Saat itu Angel resmi menjadi anak dari pasangan dokter Meis dan Paul. Juga adik dari Aaron Baruk. Oleh orang tua mereka Angel juga disekolahkan pada sekolah yang sama dengan Aaron. Disekolah Aaron sangat menjaga adiknya. Sampai tidak ada satupun laki - laki yang bisa dekati Angel.

Meskipun ada banyak pembantu dirumah mewah ini, namun Angel yang sudah terbiasa kerja, selalu membantu bibi - bibi di rumah ini.

"Angel, papi tidak marah Angel mau membantu bibi di dapur. Namun papi mau Angel tidak usah lakukan itu. Angel fokus belajar dan jadi anak yang baik."

"Iya papi, Angel akan fokus belajar."

"Emang cita - cita Angel apa, kalau mami boleh tahu??"

"Angel mau jadi dokter seperti mami dan papi."

Sepuluh Tahun Berlalu.

Sikap posesif Aaron dari kecil sampai usia delapan belas tahun sangat Angel rasakan. Aaron akan memukul laki - laki yang coba - coba mendekati Angel. Angel lulus kuliah di universitas Indonesia fakultas kedokteran, sedangkan Aaron di fakultas teknik.

Sama seperti Aaron dibeli mobil oleh papi dan mami, Angel juga mendapat fasilitas yang sama. Namun hari ini, ketika dia pulang sekolah mendengar pembicaraan kedua orangtuanya dengan oma mereka yang protes mami dan papi memberikan fasilitas mewah buat Angel. Karena dia hanya anak yang di adopsi. Air mata Angel jatuh waktu mendengar percakapan itu. Namun dia tahu siapa dia sebenarnya.

Sakit hati Angel bukan hanya itu. Saat ini pada saat sedang makan malam, dengan lugas oma memerintahkan Angel untuk makan di dapur, karena dia bukan keluarga inti.

"Mami, stop. Mami tidak punya hak mengusir anak perempuan kami dari meja makan yang sudah sepuluh tahun lebih kami makan bersama."

"Kamu harus tahu Paul, anak kamu hanya Aaron, dia itu pewaris sah turunan kami. Bukan Angel."

"Mami tidak usah kuatir, Angel tidak akan perna merampas warisan buat Aaron."

Aaron yang baru pulang nongkrong melihat kesenjangan di meja makan.

"Mana Angel mi, pi??"

"Dia bukan keluarga kita, tidak pantas di duduk di meja makan ini."

Aaron kedapur melihat Angel sedang makan sambil menunduk. Dia tahu bahwa Angel sedang menangis. Dia langsung mengelap air mata Angel. Mengandeng tangan Angel dan mereka langsung keluar, setelah Aaron meminta bibi mengambil jaketnya Angel. Ya Aaron membawa Angel makan disebuah cafe kesukaannya.

"Kemana kita kak?"

"Tenang saja, kamu ikut saja."

"Jangan ketempat - tempat remang - remang ya."

"Kalau pun kesana ada aku yang menjaga."

"Terima kasih kak."

"Jadi kamu mau aku bawakan kesana??"

"Tidak. Jangan kak."

Akhirnya mereka makan di pedagang kaki lima. Sementara makan Aaron menatap Angel. Dia mengusap pipi Angel. Sangat lembut.

"Kak, jangan."

"Kenapa?? Karena kita berdua adik kakak."

"Darah yang mengalir di tubuhku berbeda dengan tubuhmu. Jangan pura - pura lupa."

Aaron sejak SMA sudah mempunyai perasaan lebih kepada Angel, bukan sebagai adik namun perasaan yang hanya menginginkan Angel adik angkatnya ini menjadi miliknya sendiri. Sampai Kevin yang mau mendekati Angel di pukul olehnya. Sampai sekarang Angel belum meminta maaf, karena Kavin sudah disekolahkan orang tuanya ke Amerika.

Lima tahun berlalu, Angel Abraham sudah menjadi dokter umum, dan berdinas di sebuah rumah sakit swasta, sedangkan Aaron Baruk adalah seorang CEO pada perusahan besar milik keluarganya Benaya Company yang bergerak di berbagai bidang. Benaya Company mempunyai Hotel diberbagai kota, Unit Apartemen, Restoran yang cabangnya ada di berbagai kota besar di Indonesia. Bahkan pemungkiman elit. Semua usaha ini di kelola dengan baik oleh Aaron Baruk yang memiliki jiwa bisnis. Berbeda dengan papinya Paul Baruk yang memilih menjadi dokter.

Sampai usia dua puluh tiga tahun, ini Aaron masih menyimpan perasaan cintanya kepada Angel. Padahal Angel tahu, bahwa di luar sana, Aaron mempunyai banyak cewek. Hal ini membuat Angel sangat susah memiliki pacar, karena meskipun mereka berbeda tempat kerja, Aaron menempatkan mata - mata untuk menjaga Angel.

Kevin sudah kembali dari Amerika, sekarang dia juga menjalankan usaha keluarganya, Dave Company yang bergerak dibidang property. Sebagai CEO Kavin Damian masuk dalam jajaran pengusaha sukses nomor dua setelah CEO Benaya Company Aaron Baruk.

Dirumah sakit tempat Angel bekerja dia tidak sengaja bertemu dengan Kavin ketika berpapasan. Kevin yang baru datang melihat kondisi maminya yang sedang di rawat di rumah sakit ini.

"Angel???"

"Kevin. Kapan balik dari Amerika??"

"Sudah lama Angel. Sudah mau dua tahun."

"Ngapain disini??"

"Mamiku dirawat di rumah sakit ini."

Ternyata pertemuan Angel dan Kevin sampai di telinga Aaron, yang selalu merahasiakan tentang keberadaan Kevin. Karena dia tidak mau Angel tahu apa pun tentang Kevin.

"Hallo. Dimana??"

"Dirumah sakit kak."

"Lima menit aku tiba di rumah sakit, kita makan siang bersama??"

"Kak aku bawa mobil sendiri."

Aaron sudah memutuskan hubungan telepon. Lima menit kemudian Aaron Baruk sudah tiba di parkiran rumah sakit. Dia menelepon Angel dan dia langsung berada di area parkir.

"Kunci mobilnya serahkan kepada Max."

"Kak, nanti pulangnya??"

"Aku yang jemput."

Angel sudah tidak bisa membantah. Keinginan dari Aaron Baruk. Kakak angkatnya ini.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!