NovelToon NovelToon
PEDANG ABADI:NAM LING

PEDANG ABADI:NAM LING

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:583
Nilai: 5
Nama Author: Keiro_ganteng

Di dunia di mana energi gaib dan iblis berkeliaran, Nam Ling adalah pemburu iblis yang telah hidup lebih dari seratus tahun berkat kekuatan pedang abadi yang menyatu dengan dirinya. Dulu seorang prajurit kerajaan yang terhormat, dia kehilangan segalanya ketika iblis membanjiri daratan dan membunuh orang tersayangnya.

Setelah menghabiskan abad untuk memburu makhluk kegelapan, Nam Ling tiba di Desa Hua—tempat yang dikabarkan menjadi sarang energi jahat baru yang lebih kuat dari iblis biasa. Di sana, dia bertemu dengan Yue Xin, seorang gadis muda yang memiliki kemampuan melihat jalur energi gaib dan menyimpan rahasia besar tentang asal-usul kekuatan pedang Nam Ling.

Saat makhluk kegelapan yang lebih kuat mulai muncul dan mengancam keselamatan seluruh daratan, Nam Ling harus memilih antara melanjutkan dendam pribadi atau bekerja sama dengan Yue Xin dan penduduk desa untuk menghentikan bahaya yang akan menghancurkan dunia. Di balik pertempuran yang tak berkesudahan, tersembunyi rahasia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keiro_ganteng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1-PEMBUKAAN JALAN TENGAH MALAM

Langit malam di Desa Hua yang terletak di kaki Gunung Tianwu tertutup awan tebal, hanya secercah cahaya bulan purnama yang mampu menerobos celah antara awan, menyinari jalan tanah kumal yang menghubungkan desa dengan hutan belantara. Udara dingin yang menusuk kulit membawa aroma tanah basah, dedaunan layu, dan sedikit bau besi yang tidak biasa—sebuah tanda bahwa bahaya sedang mengintai.

Seorang pria berjalan dengan langkah mantap di atas jalan tersebut. Rambut hitamnya yang panjang terikat dalam sanggul tinggi, hanya beberapa helai yang terbentang tertiup angin dan menyentuh dahinya yang penuh dengan tetesan embun malam. Wajahnya tampan dengan tulang pipi yang jelas dan dagu runcing, namun ekspresinya sungguh tenang—bahkan terlihat acuh tak acuh, jika bukan karena mata merah menyala yang bersinar seperti bara api di tengah kegelapan. Bajunya berwarna hitam pekat dengan kerah bulu lebat yang melindungi lehernya, sementara sabit pedang besar dengan ujung bilah yang mengkilap tergantung di pinggangnya, menggeser kain dalam yang sedikit terangkat oleh angin.

Itu adalah Nam Ling—pemburu iblis yang telah hidup lebih dari seratus tahun, berkat hubungan misteriusnya dengan pedang abadi yang selalu mengiringinya. Ia bukan manusia biasa; setelah sebuah peristiwa tragis yang menghancurkan kerajaan tempat ia dulu tinggal, jiwanya telah menyatu dengan kekuatan pedang kuno tersebut, membuatnya mampu bertahan hidup melawan waktu dan segala bentuk kegelapan yang mengancam dunia manusia.

“Bau darah semakin kuat dari arah hutan,” gumamnya dengan suara dalam, berhenti sejenak dan mengangkat hidungnya untuk mencium udara lebih jelas. “Bukan hanya iblis biasa. Ada sesuatu yang berbeda pada energi yang ditinggalkannya—lebih pekat, seperti telah dicemari oleh kekuatan alam bawah yang tidak seharusnya muncul di dunia manusia.”

Baru seminggu yang lalu, seorang pedagang yang lewat desa ini menemukan dua petani yang terbunuh di lereng selatan hutan. Korban ditemukan dengan leher yang sobek, seluruh darah dalam tubuh mereka terkuras habis, dan sekitar luka terdapat bekas energi gelap yang menyala seperti lilin yang akan padam. Para pemimpin desa yang khawatir akhirnya mengutus utusan untuk mencari bantuan, dan kabar itu sampai ke telinga Nam Ling saat ia beristirahat di sebuah pondok kecil di kota terdekat.

Tanpa berlama-lama, ia segera bergerak menuju arah hutan belantara yang terletak di sebelah timur Desa Hua. Saat memasuki area pepohonan rimbun, langkahnya menjadi lebih ringan dan hati-hati—setiap inci tanah dan dedaunan yang terinjak memberikan informasi bagi dirinya tentang apa yang ada di depannya. Jejak kaki besar dengan cakar runcing yang menyisakan bekas dalam tanah lembap terlihat jelas di depannya, disertai jejak tinta hitam pekat yang mirip getah pohon namun memiliki energi yang membuat bulu kuduknya merinding.

“Ada lebih dari satu makhluk,” katanya pelan sambil menyentuh gagang pedangnya. “Jejaknya menyimpang ke dua arah setelah sekitar tiga ratus langkah ke dalam hutan.”

Seperti membaca buku terbuka, Nam Ling mengikuti salah satu jejak yang lebih dalam—yang mengarah ke arah lembah kecil di dalam hutan. Saat ia semakin mendekat, suara teriakan yang jelas berasal dari manusia terdengar, diikuti oleh suara geram yang mengguntur dan membuat pepohonan bergetar. Tanpa ragu, ia melompat ke atas dahan sebuah pohon tinggi untuk melihat lebih jauh, dan pandangannya langsung menemukan seorang gadis muda yang sedang mencoba berlari dari makhluk menyeramkan yang mengejarinya.

Gadis itu mengenakan baju kerja tanah berwarna coklat muda, rambut hitamnya terurai karena berlari tergesa-gesa. Kakinya terpeleset di atas akar pohon yang menonjol, membuatnya jatuh di atas rerumputan tinggi dan tidak bisa berdiri lagi. Di depannya berdiri makhluk dengan tubuh setinggi dua meter lebih, kulit hitam mengkilap seperti batu arang, mata kuning menyala dengan nafsu membara, dan cakarnya yang panjang siap menusuk ke dalam tubuh gadis itu.

Sebelum makhluk itu bisa menyerang, sehelai cahaya perak menyambar dengan kecepatan kilat—CLANG! Bunyi keras membentur telinga saat bilah pedang Nam Ling menghalangi serangan cakar makhluk itu.

“Jangan menyentuh siapa pun di desa ini lagi,” ujar Nam Ling dengan nada dingin namun penuh dengan kekuatan, matanya merah semakin bersinar saat ia menatap makhluk itu.

Makhluk itu mengeluarkan suara mendesis yang menusuk telinga, lalu melompat mundur dengan cepat, menghadapkan tubuhnya yang besar pada sang pemburu iblis. Udara sekitar menjadi berat karena energi gelap yang terpancar dari tubuhnya, membuat rerumputan di sekitar mereka melengkung ke bawah seperti ditekan oleh batu berat.

Nam Ling hanya menghela nafas perlahan, tangannya yang memegang pedang tidak sedikit pun gemetar. Ia tahu bahwa makhluk ini bukanlah iblis biasa yang sering ia hadapi—energinya lebih seperti campuran antara iblis dan roh kegelapan yang berasal dari alam bawah tanah, sesuatu yang belum pernah ia temui dalam perjalanannya selama seratus tahun lebih.

“Kamu tidak seharusnya berada di dunia manusia,” ujar Nam Ling dengan langkah melangkah maju perlahan. “Kembalilah ke tempat asalmu, atau aku akan memastikan kamu tidak bisa lagi mengganggu siapapun.”

Makhluk itu hanya menggeram lebih keras, tubuhnya mulai mengeluarkan asap hitam pekat yang menyemburkan percikan kecil ke segala arah. Nam Ling siap menghadapinya, mengatur napasnya agar tetap stabil dan fokus pada setiap gerakan yang akan dilakukan makhluk itu. Di balik kesungguhan dalam matanya, sedikit terlihat rasa penasaran—apa yang membuat makhluk seperti ini muncul di dekat desa yang dulunya damai? Apakah ada orang di balik kemunculannya, ataukah ini hanya awal dari bahaya yang lebih besar yang akan datang?

1
Kaisar Abadi
bagus bagus
Kaisar Abadi
mampir bree😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!