NovelToon NovelToon
Kehilangan Di Hari Pelantikan

Kehilangan Di Hari Pelantikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance / Balas Dendam
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Nathan Han yang mengejar ambisinya sehingga mengabaikan tunangannya. Pada hari ia terpilih sebagai pemimpin organisasi terbesar di kota itu, tunangannya, Calista Li, ditemukan terjun ke laut dan dinyatakan meninggal. Tanpa pesan. Tanpa alasan.

Lima tahun kemudian, Nathan Han menjadi pemimpin yang ditakuti. Dingin dan tanpa belas kasihan. Suatu malam, saat ia diburu musuh, ia bertemu dengan seorang gadis. Wajah gadis itu sangat mirip dengan Calista yang telah mati.

Siapakah gadis itu sebenarnya? Dan apakah Nathan akan mencintai gadis yang begitu mirip dengan tunangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Lampu kristal di aula utama markas organisasi memantulkan cahaya keemasan di atas meja panjang yang dikelilingi para petinggi.

Di ujung meja, James Fung berdiri perlahan. Usianya telah melewati enam puluh, namun wibawanya masih cukup untuk membuat seluruh ruangan hening tanpa perlu mengetuk meja.

Tatapannya menyapu satu per satu wajah anggota dewan.

“Hari ini,” suaranya berat namun stabil, “aku menyerahkan posisi ketua organisasi kepada penerus yang telah kupilih.”

Beberapa pasang mata saling bertukar pandang. Tidak semua setuju. Tidak semua rela.

Nama itu akhirnya disebut.

Nathan Han.

Pria muda itu berdiri dari kursinya. Jas hitamnya rapi, ekspresinya datar. Tidak ada senyum kemenangan. Tidak ada kegugupan. Hanya ketenangan yang sulit dibaca.

Langkahnya terdengar jelas di lantai marmer saat ia berjalan ke depan. Setiap tapak seolah menandai pergeseran kekuasaan yang tak bisa diulang.

James Fung menyerahkan cincin simbol kepemimpinan—lambang otoritas tertinggi dalam organisasi terbesar di kota itu.

“Mulai malam ini,” lanjut James, “semua keputusan ada di tangannya.”

Tepuk tangan terdengar. Formal. Terukur. Tidak semua tulus.

Nathan menerima cincin itu tanpa sepatah kata pun. Tatapannya dingin, nyaris tak menunjukkan emosi.

***

Di sebuah kamar yang hanya diterangi cahaya televisi, seorang gadis duduk di lantai, bersandar lemah pada sisi ranjang.

Rambutnya berantakan, kusut seperti tak pernah disisir sejak pagi. Beberapa helai menempel di pipinya yang basah oleh air mata.

Matanya sembab dan merah. Jelas ia telah menangis cukup lama.

Wajahnya pucat—terlalu pucat untuk seseorang yang baru saja menyaksikan momen paling membanggakan dalam hidup pria yang dicintainya.

Di layar televisi, siaran langsung penyerahan jabatan berlangsung megah. James Fung berdiri tegap, menyerahkan simbol kepemimpinan kepada pria yang kini menjadi pusat perhatian.

Nama itu disebut dengan penuh hormat.

Nathan Han.

Tepuk tangan menggema memenuhi aula. Kamera menyorot wajah Nathan yang tenang dan tak tersentuh emosi. Dingin. Tegas. Tak tergoyahkan.

Gadis itu menatap layar tanpa berkedip.

Perlahan, bibirnya terangkat membentuk senyum.

Senyum yang hangat. Bangga. Tulus.

Namun air mata kembali jatuh, satu demi satu, membasahi wajah pucatnya.

“Akhirnya kau berhasil…” bisiknya parau.

Tangannya yang gemetar menyentuh layar, tepat di wajah Nathan.

Seharusnya malam ini ia berdiri di sampingnya.

Seharusnya ia yang tersenyum di antara para tamu kehormatan.

Namun ia memilih duduk sendirian di ruangan gelap, dengan rambut berantakan dan hati yang telah retak tanpa suara.

“Nathan… lima tahun kau berjuang. Tidak peduli siang atau malam, kau terus berjalan tanpa menoleh ke belakang. Demi impianmu. Demi ambisimu. Sekarang kau berhasil. Selamat untukmu… Setelah malam ini, kau akan menjadi orang paling berkuasa di kota ini.”

Suaranya bergetar. Tangannya mengepal di atas lantai yang dingin.

“Dan aku… tidak bisa lagi berdiri di sampingmu.”

Di layar televisi, Nathan Han menerima tepuk tangan panjang. Wajahnya tetap tenang, tak menunjukkan satu pun emosi.

Gadis itu menatapnya lama.

“Nathan… apakah kau akan merindukanku? Walau hanya semenit saja?”

Sunyi.

Hanya suara pembawa acara yang terdengar samar dari televisi.

“Lima tahun bersama… tapi kita tidak pernah benar-benar seperti pasangan. Kau lebih memilih mengejar impianmu. Dan aku… hanya salah satu wanita yang mencintaimu."

Air matanya jatuh semakin deras.

“Kini hidupku sudah hancur. Aku tidak ingin menjadi bebanmu. Saat ini kau sudah berada di atas. Aku tidak bisa mengapaimu. Nathan, jaga dirimu baik-baik!"

Gadis itu berdiri perlahan.

Di balik gaunnya yang tipis, terlihat samar tato bunga mawar di pundaknya—merah gelap, kontras dengan kulitnya yang pucat. Tangannya menekan perutnya seolah menahan sakit yang tak terlihat. Napasnya tidak stabil.

Tak ada yang tahu apa yang telah ia alami.

Tak ada yang tahu luka seperti apa yang ia sembunyikan.

Ia berjalan ke meja kecil di sudut kamar.

Sepucuk surat ia letakkan dengan hati-hati. Di atasnya, sebuah cincin permata berkilau redup di bawah cahaya lampu.

Cincin pertunangan.

Tangannya bergetar saat meletakannya di atas meja. “Jangan pernah mencariku lagi,” bisiknya pelan.“Karena aku akan menghilang dari dunia ini.”

Senyumnya tipis. Hancur.

***

Sementara itu, di aula megah yang dipenuhi sorot lampu dan tepuk tangan, malam penobatan berlangsung meriah.

Nathan Han berdiri tegap di tengah para petinggi. Jas hitamnya rapi, wajahnya tenang dan sulit dibaca.

Di sampingnya, James Fung menepuk bahunya dengan bangga.

“Nathan,” ucap James dengan suara rendah namun tegas, “kau tahu mengapa posisiku kuserahkan padamu dan bukan pada anakku?”

Nathan menoleh hormat. “Saya tidak berani menebak, Tuan Fung.”

“Karena kau lebih tangguh. Lebih rasional. Dan bisa diandalkan.” Tatapan James mengeras. “Sedangkan Jims tidak pernah dewasa. Ia bertindak dengan emosi dan gegabah.”

Nathan tidak menjawab. Wajahnya tetap tenang.

“Aku percaya kau akan membuat organisasi ini semakin kuat dan dihormati,” lanjut James. “Jangan mengecewakanku.”

Nathan sedikit menundukkan kepala. “Terima kasih, Tuan Fung. Saya tidak akan mengecewakan Anda.”

Di sudut ruangan, seorang pria muda berdiri dalam bayangan.

Tatapannya tajam, penuh kebencian.

Tangannya mengepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

Jims Fung.

“Nathan Han…” gumamnya pelan, nyaris tak terdengar di tengah riuh tepuk tangan.

“Aku tidak akan membiarkanmu bertahan lama. Posisi itu seharusnya milikku.”

Matanya menyala oleh ambisi dan dendam.

“Malam ini kau naik ke puncak… tapi percayalah, aku yang akan menjatuhkanmu.”

***

Jembatan tinggi itu dipenuhi suara kendaraan yang berlalu lalang.

Di bawahnya, laut tampak gelap dan dalam.

Gadis itu berdiri diam di tepi pagar. Rambutnya berantakan diterpa angin malam. Wajahnya pucat, matanya sembab.

“Nathan… maaf aku pergi tanpa pernah memberitahumu alasannya,” gumamnya lirih.

“Aku sudah mencoba bertahan. Tapi aku benar-benar tidak sanggup lagi. Mungkin kepergianku tidak akan membuatmu terluka. Aku harap kau menemukan wanita yang benar-benar kau cintai.”

Bayangan pertemuan terakhir mereka seminggu lalu kembali terlintas.

Ia duduk berhadapan dengan Nathan Han.

“Nathan…” suaranya pelan, hampir ragu. “Apakah kau pernah mencintaiku?”

Nathan terdiam sejenak. Ia memperhatikan wajah gadis itu yang tampak berbeda malam itu. “Calista, ada apa denganmu?” tanyanya pelan. “Kenapa kau terlihat aneh? Apakah terjadi sesuatu?”

Ia tersenyum. Senyum yang terlalu dipaksakan.

“Tidak. Aku hanya bertanya saja. Tidak ada maksud lain.” Ia menunduk sebentar. “Pergilah. Tuan Fung sedang menunggumu.”

Nathan masih menatapnya beberapa detik, seolah ingin berkata sesuatu. Namun akhirnya ia berdiri.

“Aku akan menemuimu setelah acara selesai.”

Ia melangkah pergi.

Meninggalkannya duduk sendirian di kafe yang tiba-tiba terasa terlalu luas.

Calista menatap punggung pria itu hingga menghilang di balik pintu kaca.

“Asal kau tahu…” gumamnya lirih, “mungkin ini pertemuan terakhir kita.”

Air matanya jatuh tanpa bisa ditahan.

“Sebenarnya aku sudah tahu jawabanmu,” bisiknya pada dirinya sendiri. “Di hatimu… aku bukan siapa-siapa!"

“Setelah aku mati, kau tidak perlu menyelidikinya,” bisiknya pelan. “Kalau kau tahu apa yang terjadi padaku… kau tidak akan sanggup menghadapinya. Karena akan menguncang posisimu sebagai ketua organisasi."

Ia menarik napas panjang.

Lalu tanpa ragu.

Tanpa menunggu.

Ia melompat.

Tubuhnya jatuh menembus gelap malam, langsung menghantam permukaan laut yang dingin.

Dan dalam sekejap, ia menghilang.

1
Kinara Widya
jadi perawat Nathan selamanya..liora
Fortu
Tanda tanda ingatan mulai pulih ini
Fortu
semoga musuh Nathan tidak menyakiti Liora lagi
Fortu
syukurlah kalau tes DNA
dan semoga tidak menjadi korban lagi sebab musuh Nathan banyak
Fortu
ketemu ehh
Fortu
Ternyata hilang ingatan
Fortu
lalu ceritanya gimana identitas Calista bisa ada dimayat satunya, apakah ada orang yang memindahkan??
trus yang nolong Calista kerumah sakit itu siapa??
Fortu
bener kan si pak Tua ini
ckckck
Fortu
wahhhh tragedi berdarah
apakah Calista korban juga dari james
Fortu
licik juga Tuan James

btw apakah jims pelaku utama kekerasan terhadap Calista???

wah Nathan main halus ini
Fortu
Apakah james ayahnya jims yang melakukan itu🤔🤔
Fortu
Pasti diperkosa oleh Jims🤔🤔🤔
Fortu
Apa dia dapat kekerasan dari jim??
Fortu
Masalah Calista Li apa ya sampai buruh diri
Fortu
Yang ditemukan dilaut itu ada dua ya🤔
yang pertama ditemukan nelayan masih hidup
terus yang ditemukan polisi Calista Li
Apa identitas tertukar???
Fortu
mampir
Kinara Widya
iya...itu namamu Liora...
Kinara Widya
Nathan d lawan
Dini Anggraini
Marcus maaf salah tadi bunda🙏
Dini Anggraini
Nathan saat kamu menemui calista sebaiknya kamu dan Marco menyamar menjadi cewek atau apapun itu jadi saat kalian ke rumah sakit tidak ada yang mengenali kalian jangan sampai musuh2 mu menargetkan calista dan kamu kehilangan calista untuk kedua kalinya. 🙏🙏😍😍😍
Dini Anggraini: q kasihan calista bila jadi incaran musuhnya nathan kakak author dulu dia masih punya kesempatan kedua hidup lagi bila sekarang di incar kelemahan nathan q gak tahu lagi bagaimana jadi calista nanti kak. 👍👍👍😂😂😂
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!