NovelToon NovelToon
Di Jual Kepada Mafia Rusia

Di Jual Kepada Mafia Rusia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Action
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

"Sepuluh tahun lalu, ayahku menjualku. Dan malam ini, sang pembeli datang menjemputku."
Alana mengira hidupnya sempurna, sampai ia diseret ke Rusia oleh Alexei Dragunov seorang Tsar mafia yang dingin dan berbahaya. Alana bukan datang sebagai pengantin, melainkan sebagai aset yang telah dibayar lunas oleh Alexei untuk menutupi hutang ayahnya.
Di tengah badai salju Saint Petersburg, Alana terjebak di antara dua pria paling berkuasa, Ayah kandung yang menjadikannya barang dagangan, dan suami mafia yang menjadikannya tawanan obsesi.
Saat rahasia darahnya mulai terungkap, Alana menyadari, Di dunia Alexei, tidak ada jalan keluar. Ia harus memilih, hancur sebagai korban, atau bangkit menjadi Ratu di samping sang iblis.

"Kau adalah milikku, Alana. Hidup atau mati, kau tetap dalam genggamanku."
-Alexei Dragunov-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. MAHKOTA DARI BENANG SUTRA

Suara denting gelas kristal dan tawa artifisial dari para elite Jakarta memenuhi ballroom hotel bintang lima itu. Bagi dunia luar, malam ini adalah perayaan kelulusan Alana Adrielle Naratama, putri tunggal dari pengusaha filantropis terkemuka, Wira Darma Naratama. Namun bagi Alana, setiap detik di ruangan ini terasa seperti oksigen yang perlahan habis dihisap oleh kemunafikan.

Alana berdiri di sudut balkon, menjauh dari kerumunan. Gaun cocktail berwarna krem yang ia kenakan tampak kontras dengan kulitnya yang pucat. Matanya yang tajam, warisan dari ibunya yang berasal dari Rusia, menatap nanar ke arah kerlap-kerlip lampu kota Jakarta. Di dalam tas kecilnya, terselip sebuah amplop cokelat berisi paspor baru, tiket satu arah ke Sydney, dan surat kontrak kerja di sebuah galeri seni kecil yang ia dapatkan dengan identitas palsu.

"Hanya beberapa jam lagi," bisiknya pada angin malam. "Hanya beberapa jam, dan aku bukan lagi seorang Naratama."

Ia benci nama itu. Ia benci setiap sen yang dibelanjakan ayahnya, karena ia tahu uang itu seringkali berlumuran darah atau air mata orang lain. Selama empat tahun kuliah, Alana berpura-pura menjadi gadis normal. Ia makan di kantin kampus, naik transportasi umum jika ayahnya tidak mengawasi, dan berteman dengan orang-orang yang tidak tahu bahwa ayahnya adalah penguasa sindikat terbesar di Asia Tenggara.

"Alana, sayang. Mengapa menyendiri?"

Suara bariton yang berat dan tenang itu membuat bahu Alana menegang. Wira Naratama berdiri di ambang pintu balkon. Pria itu tampak gagah dalam setelan tuksedo pesanan khusus, namun matanya, mata yang selalu tampak seperti predator yang sedang beristirahat membuat Alana merasa kecil.

"Hanya mencari udara segar, Ayah," jawab Alana datar.

Wira mendekat, berdiri di samping putrinya. "Kau sudah lulus. Aku bangga padamu. Kau telah menyelesaikan tugasmu untuk belajar menjadi wanita yang terpelajar. Sekarang, saatnya kau melangkah ke fase berikutnya."

Alana merasakan firasat buruk. "Aku sudah mengatakannya, Yah. Aku ingin bekerja di luar. Mandiri. Aku tidak ingin masuk ke perusahaan Ayah."

Wira terkekeh, suara yang dingin dan tanpa humor. Ia mengusap rambut Alana dengan gerakan yang tampak penuh kasih, namun terasa seperti cengkeraman. "Dunia ini berbahaya bagi gadis sepertimu, Alana. Kau butuh perlindungan. Perlindungan yang lebih kuat dari apa yang bisa kuberikan di sini."

"Apa maksud Ayah?"

"Minumlah," Wira mengabaikan pertanyaannya dan menyodorkan sebuah gelas berisi sampanye mahal. "Untuk keberhasilanmu. Untuk masa depan yang tidak pernah kau bayangkan."

Tanpa curiga, Alana menyesap minuman itu. Ia ingin percakapan ini segera berakhir agar ia bisa segera menuju bandara. Namun, hanya dalam hitungan menit, dunia mulai berputar. Lantai di bawah kakinya terasa seperti ombak yang tidak stabil.

"Ayah... aku... pusing..."

Wira menangkap tubuh Alana sebelum gadis itu jatuh ke lantai. Ia menatap wajah putrinya dengan tatapan dingin yang tak terbaca. "Maafkan Ayah, Alana. Tapi di dunia ini, darah kita adalah kutukan sekaligus mata uang. Dan saat ini, nilai tukarmu sangat tinggi."

Kegelapan menelan Alana sepenuhnya.

Kesadaran Alana kembali secara perlahan. Hal pertama yang ia rasakan adalah suhu udara yang ekstrem. Sangat dingin. Jauh lebih dingin dari pendingin ruangan mana pun di Jakarta. Ia mencoba menggerakkan tangannya, namun ia merasakan kain yang sangat berat dan kaku membungkus tubuhnya.

Ia membuka matanya. Pandangannya kabur, namun ia segera menyadari bahwa ia tidak lagi berada di Jakarta. Ia berada di dalam sebuah ruangan luas dengan arsitektur kuno, langit-langit tinggi berhias lukisan religius yang megah, pilar-pilar marmer hitam, dan aroma dupa yang menyengat bercampur dengan bau lilin lebah.

Alana mencoba bangkit, dan saat itulah ia melihat pantulannya di sebuah cermin besar di sudut ruangan.

Ia tersentak. Jantungnya berpacu liar.

Ia tidak lagi mengenakan gaun cocktail kremnya. Ia mengenakan gaun pengantin Rusia klasik yang sangat mewah. Sutra putih berat, bordiran benang perak yang membentuk pola rumit, dan sebuah kerudung transparan yang dihiasi permata asli. Di kepalanya, melingkar sebuah kokoshnik, mahkota tradisional Rusia yang bertahtakan berlian.

"Tidak... tidak mungkin..." suaranya serak, nyaris hilang.

Pintu kayu ek raksasa di ujung ruangan terbuka dengan dentuman keras. Semburan angin musim dingin yang membawa serpihan salju masuk ke dalam, membuat lilin-lilin di ruangan itu menari liar.

Sekelompok pria berpakaian hitam, dengan wajah-wajah kasar dan senjata otomatis tersampir di bahu, masuk ke dalam ruangan. Di tengah-tengah mereka, berjalan seorang pria yang seolah-olah membawa badai bersamanya.

Pria itu tinggi, dengan bahu lebar yang dibungkus jubah bulu gelap di atas setelan formal hitam. Rambutnya pirang pucat, hampir putih, dan matanya... mata itu berwarna biru sedingin es Kutub Utara. Wajahnya seperti pahatan batu granit, tanpa ekspresi, keras, dan mematikan.

Pria itu berhenti tepat di depan Alana. Aroma tembakau mahal dan parfum maskulin yang tajam menusuk indra penciuman Alana.

"Siapa kau?" bisik Alana dengan bibir gemetar.

Pria itu tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya menatap Alana dari ujung mahkota hingga ujung sepatunya, seolah sedang memeriksa kualitas barang yang baru saja ia beli. Ia kemudian mengulurkan tangan kanannya yang besar ke arah Alana. Di jari manisnya, terdapat sebuah cincin emas dengan ukiran serigala.

"Namaku Alexei Mikhailovich Dragunov," suara pria itu rendah, bergetar di dada Alana. Bahasa Inggrisnya memiliki aksen Rusia yang kental dan berat. "Dan kau adalah milikku sekarang, Moya printsessa."

Alana mundur selangkah, namun pria bernama Alexei itu menangkap pergelangan tangannya dengan cengkeraman baja.

"Ayahmu sudah menandatangani kontraknya, Alana Adrielle. Di luar sana, salju sedang turun, dan pendeta sudah menunggu di altar. Kita punya waktu sepuluh menit untuk mengikat janji ini sebelum musuh-musuhku menemukan tempat ini dan mencoba membunuhmu."

"Aku tidak mau menikah denganmu! Aku ingin pulang!" teriak Alana, air mata mulai mengalir di pipinya.

Alexei menarik Alana mendekat hingga dada mereka bersentuhan. Ia menunduk, bibirnya berada tepat di samping telinga Alana. "Tidak ada jalan pulang dari sini. Di Rusia, kau tidak bisa meminta kebebasan. Kau hanya bisa memohon untuk tetap hidup. Dan satu-satunya cara kau tetap hidup adalah dengan menyandang namaku."

Detik itu, Alana menyadari bahwa mimpinya tentang Sydney, tentang kehidupan normal, dan tentang kebebasan telah mati di dasar gelas sampanye yang diberikan ayahnya. Ia tidak lagi berada di dunia yang ia kenal. Ia telah terjatuh ke dalam lubang kelinci yang paling gelap, dan pria di depannya ini adalah raja dari kegelapan tersebut.

Lonceng gereja mulai berdentang, suaranya menggema seperti vonis mati di telinga Alana.

1
Mia Camelia
haduh kok jadi rumit sih😔
My: Kalau terasa rumit, berarti kamu mulia melihat potongan puzzle- nya.. 👀
total 1 replies
Mia Camelia
lanjut thor🥰👍
Mia Camelia
cerita nya menarik
Mia Camelia
lanjut thor, cerita nya seru banget👍👍👍
putri
Alexei.. neraka yang indah itu macam mana?? 😄
My: wahh, terimakasih kehadirannya kak-
🥰
total 1 replies
putri
aku suka ceritanya.. tetap semangat kak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!