NovelToon NovelToon
PEWARIS YANG MENGGUNCANGKAN ISTANA

PEWARIS YANG MENGGUNCANGKAN ISTANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Sistem
Popularitas:165.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Enam tahun lalu, Alisha Husnah melangkah keluar dari kediaman mewah keluarga Raffasyah dengan hati hancur. Sebuah skandal menjijikkan yang dirancang rapi memaksanya percaya bahwa suaminya, Fardan, telah berkhianat. Alisha pergi, membawa rahasia besar tentang janin yang dikandungnya.

Kini, takdir membawa mereka bertemu dalam sebuah proyek besar. Fardan, sang CEO dingin yang menyimpan dendam atas kepergian istrinya, memberikan ultimatum kejam: kembali padanya atau kehilangan hak asuh atas putra mereka, Ghifari.

Namun, baik Fardan maupun keluarga besar Raffasyah tidak menyadari satu hal. Ghifari bukan sekadar bocah biasa. Dibalik wajah imutnya, tersimpan kecerdasan genius yang ia warisi dari ayahnya. Sementara orang tuanya terjebak dalam perang dingin dan sisa-sisa cinta yang luka, Ghifari mulai bergerak dibalik layar.

Dia bukan hanya ingin menyatukan Ayah dan Ibunya saja. Tapi misinya ingin membongkar topeng busuk para penghuni "istana" yang memisahkan keluarganya. Si kecil siap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SINGA KECIL YANG TERJAGA.

Ketegangan di gedung Raffansyah Group meningkat drastis sejak deklarasi perang Fajar Iskandar. Fardan terjepit di antara dua medan laga: menjaga integritas bisnis dan mempertahankan benteng digitalnya. Ia terpaksa bekerja ekstra keras, menghabiskan malam-malam di depan monitor untuk menangkal serangan siber yang memiliki pola sangat mirip dengan gaya berpikirnya sendiri. Ia sadar, Fajar bukan hanya sekadar sepupu, melainkan bayangan cermin dari kemampuannya di masa lalu.

Namun, yang paling menguras energi adalah kenyataan bahwa Fajar mulai bergerak di dunia nyata. Proyek-proyek besar yang hampir ditandatangani tiba-tiba lepas ke tangan perusahaan Fajar. Ada kebocoran informasi yang sistematis. Fardan yang murka segera memerintahkan pembersihan internal. Ternyata, akar-akar pengikut Rendra masih tertanam di beberapa posisi strategis perusahaannya.

"Pecat mereka semua, Dewa! Jika ada yang tidak mengaku sekarang, aku tidak akan segan menyeret mereka ke jalur hukum setelah bukti terkumpul!" perintah Fardan dengan suara menggelegar di ruang kerjanya.

Malam semakin larut saat Fardan akhirnya memutuskan pulang. Wajahnya pucat dan pundaknya terasa berat. Sesampainya di mansion, Alisha menyambutnya dengan tatapan khawatir yang dalam.

"Kau terlihat sangat lelah, Fardan. Apakah masalah di kantor seserius itu?" tanya Alisha sembari melepaskan jas suaminya.

Fardan mencoba mengukir senyum, meski terasa kaku. "Hanya pekerjaan rutin yang menumpuk, Alisha. Banyak tender akhir tahun yang harus disiapkan. Jangan khawatir."

Alisha hanya mengangguk, meski hatinya ragu. Ia membawa Fardan ke kamar untuk beristirahat. Namun, ada sepasang mata kecil yang sejak tadi mengamati dari balik pilar lantai dua. Ghifari tidak percaya sedikit pun pada alasan "pekerjaan rutin" ayahnya. Ia melihat guratan duka dan kemarahan yang coba disembunyikan sang ayah.

Begitu Alisha dan Fardan masuk ke kamar, Ghifari segera mengadang Dewa yang hendak menuju area belakang mansion.

"Om Dewa, jangan bergerak," ucap Ghifari dingin, tangannya bersedekap di dada.

Dewa tersentak kaget. "Tuan Muda? Kenapa belum tidur?"

"Berhenti berbasa-basi. Jelaskan padaku kenapa wajah Ayah seperti orang yang baru saja dikhianati oleh sahabatnya?" tanya Ghifari langsung pada intinya.

Dewa mencoba tertawa canggung. "Itu hanya masalah bisnis biasa, Tuan Muda. Bos Fardan hanya lelah."

Ghifari melangkah maju, sorot matanya yang tajam menatap Dewa tanpa berkedip. "Om Dewa, jika kau tidak mau bicara, aku akan memastikan sistem di apartemenmu kacau malam ini. Pintu tidak akan bisa terbuka, pendingin ruangan akan mati total, dan semua saldo di kartu kreditmu akan terblokir otomatis karena kesalahan sistem. Pilihannya ada padamu."

Dewa menelan ludah dengan susah payah. Ia tahu bocah di depannya ini tidak sedang menggertak. Ghifari memiliki kemampuan untuk menghancurkan hidup seseorang hanya dengan beberapa ketukan di layar kecilnya.

"Baiklah, Tuan Muda. Tapi tolong, jangan bilang pada Bos Fardan," bisik Dewa menyerah. Ia pun menceritakan tentang kemunculan Fajar Iskandar, sepupu kesayangan Fardan yang kini menjadi musuh dalam selimut karena hasutan Rendra.

Mendengar cerita itu, rahang Ghifari mengeras. Wajah bocah lima tahun itu berubah menjadi sangat dingin, menciptakan aura intimidasi yang membuat Dewa bergidik ngeri.

"Jadi si Om Fajar itu merasa dirinya paling benar karena dibohongi oleh Kakek Rendra? Beraninya dia membuat Ayah menderita," gumam Ghifari pelan.

"Tuan Muda, Bos Fardan ingin Anda tetap menjadi anak kecil yang normal. Tolong jangan ikut campur," mohon Dewa.

Ghifari menatap Dewa dengan tatapan meremehkan. "Menjadi anak normal bukan berarti membiarkan ayahku dihancurkan oleh orang bodoh. Om Dewa boleh pergi sekarang. Urusan ini biar aku yang tangani."

Dewa hanya bisa terpaku melihat Ghifari berjalan menuju kamarnya dengan langkah yang mantap. "Tuan Muda Ghifari benar-benar lebih menyeramkan dari Bos Fardan," gumam Dewa sembari mengusap tengkuknya yang terasa dingin.

Di dalam kamar, Ghifari mengunci pintu dan mengeluarkan perangkat cadangan yang ia sembunyikan di balik tumpukan buku. Jari-jemarinya mulai menari lincah di atas layar. Dalam hitungan detik, ia sudah masuk ke dalam sistem utama perusahaan milik Fajar Iskandar yang baru saja didirikan.

"Oh, sistem keamanannya menggunakan algoritma lama buatan Ayah? Terlalu mudah," cibir Ghifari.

Ia mulai mengunduh semua data komunikasi antara Fajar dan Rendra. Ghifari tersenyum sinis saat menemukan rekaman suara dan pesan singkat di mana Rendra secara gamblang menertawakan kebodohan Fajar yang mau saja dijadikan alat untuk membalas dendam pada Fardan.

"Om Fajar, kau butuh sedikit kejutan di pagi hari agar otakmu kembali berfungsi dengan benar," bisik Ghifari.

Bocah itu tidak langsung menghancurkan sistem Fajar. Ia melakukan sesuatu yang lebih licik. Ia menyisipkan virus 'kebenaran' ke dalam server presentasi Fajar yang akan digunakan esok pagi di hadapan para klien besar. Virus itu akan memutar semua bukti kejahatan Rendra dan rekaman penghinaan Rendra terhadap Fajar tepat di tengah presentasi berlangsung.

Keesokan paginya, Fardan berangkat ke kantor dengan perasaan gelisah karena tahu hari ini ada tender besar yang kemungkinan akan direbut lagi oleh Fajar. Namun, saat ia sampai di kantor, Dewa datang dengan wajah penuh keheranan sambil membawa tablet.

"Bos! Lihat berita ini! Presentasi Fajar Iskandar di depan para investor pagi ini kacau total!" seru Dewa.

Fardan melihat video yang sedang viral itu. Di layar besar ruang rapat Fajar, bukannya menampilkan rencana bisnis, justru muncul rekaman Rendra yang sedang berbicara dengan pengacaranya di penjara.

"Si bodoh Fajar itu benar-benar mengira aku menyayanginya? Dia hanya alatku untuk menghancurkan Fardan. Setelah Fardan hancur, aku akan membuat Fajar hancur juga, karena dia dari dulu selalu membela sepupunya itu. Dia nggak pantas jadi pewarisku," suara Rendra menggema di video tersebut, disaksikan oleh seluruh investor dan Fajar yang mematung dengan wajah pucat di atas panggung.

Fardan terdiam. Ia tahu gaya serangan seperti ini. Ini bukan gayanya, tapi ini sangat familiar. Ia segera menelepon ke rumah dan meminta bicara dengan Ghifari.

"Ghifari, apakah kau melakukan sesuatu tadi malam?" tanya Fardan saat sambungan tersambung.

Di seberang sana, Ghifari sedang asyik memakan sereal sambil menonton kartun, seolah tidak terjadi apa-apa. "Aku hanya membantu Om Fajar melihat kenyataan, Ayah. Bukankah Ayah bilang menjadi anak kecil itu harus suka membantu sesama?"

Fardan memijat keningnya, tidak tahu harus marah atau bangga. "Tapi kau menggunakan tablet lagi, Ghifari."

"Hanya untuk sepuluh menit, Ayah. Selebihnya aku sedang sibuk mewarnai gambar pemandangan. Oh iya, Om Fajar sedang menuju kantormu sekarang. Sepertinya dia ingin menangis di pundakmu," ucap Ghifari datar sebelum mematikan telepon.

Benar saja, beberapa saat kemudian, Fajar datang ke kantor Fardan dengan wajah yang hancur karena rasa malu dan penyesalan. Ia jatuh bersimpuh di depan Fardan, menangis tersedu-sedu karena menyadari betapa jahatnya ayah kandungnya sendiri.

"Maafkan aku, Fardan! Aku benar-benar buta! Aku telah mengkhianatimu demi orang yang bahkan tidak menganggapku anak!" teriak Fajar dalam tangisnya.

Fardan menatap sepupunya dengan iba. Ia membantu Fajar berdiri. "Aku sudah memaafkanmu, Fajar. Tapi ingat, ini bukan aku yang melakukannya. Ada seseorang yang jauh lebih kecil dariku yang tidak suka melihat ayahnya diganggu."

Fajar bingung, namun ia berjanji akan membantu Fardan membersihkan semua kekacauan yang telah ia perbuat. Sementara itu, di mansion, Ghifari menutup buku mewarnainya dan tersenyum tipis.

"Satu pengganggu selesai. Sekarang, kembali menjadi anak normal yang membosankan," gumam Ghifari sembari mengambil krayon berwarna biru.

1
Eliermswati
lnjut lg y thor up nya😍😍😍smngt thor up nya
Aghitsna Agis
fajar peetanyaannya untuk gifari kurang tepat, kenapa pertanyaannya tudak dimulai dengan mengatakan apa menyayangi ayah dulu
Umi Maryam
thor gimana kabar kehamilan nya alisha udah berapa bulan ? sibuk ngurusin fahmi sampe lupa kalau alisha lagi uamil jadi ga hamil nya?? 🤣🤣🤣🤣
Umi Maryam
kalau bukan di novel nya ramanda mana ada anak kaya gifari ,apalagi di dunia nyata , kalau ada sih mau thor punya cucu kaya gifari 🤭🤭
Umi Maryam
Akhir nya bujang lapuk ketemu jodoh .
Umi Maryam
alhamdulillah tofcer kembar yah tar anak nya.
Umi Maryam
masya allah fardan dan alisha KK amu anak2 yg baik ,bagi fardan sejahat apapun ibu mu surgamu ada pada ibu mu ,semiga ibu ratna husnul khotimah ya thor .
Umi Maryam
selamat mendapat hukuman kaluan tidur di luar 😂😂😂😂
Umi Maryam
cihuy semoga kecebong nya tofcer langsung jadi dua 🤣🤣🤣💪
Umi Maryam
hih aku benci deh kalau udah ada jebakan laknat ,mampus luh bastian and guntur ,hajar tuh cowo cabul....
Umi Maryam
musuh konglomerat mah ga ada abiis nya yah , semoga alysa cepet hamil dan anak nya kembar ,sayang harta nya kalau punya anak satu aja....
Umi Maryam
Thor masa alysa manggil suami dan anak sama nama doang ,aturan panggilan nya beda dong ,baca nya ga enak ...
Umi Maryam
bagus ghifari emang harus di kasih pelajaran ayah mu yg sombong dan songong , sekalian tuh nene lampur si ratna biar mati berdiri jadi musik n.
Aghitsna Agis
aduh gifari kemana ya
Naufal hanifah
bagus ceritanya
yelmi
mampir di karya barumu tor... awal yg menarik
semangat nulis y tor👍🫰
Aghitsna Agis
lagi pula jackson nga ounya hak mau nguras harta henry kecuali kalau perusahaan itu lpunya margaretha baru ingin kuasai dan itu juga kalau yg dioegang perusahhanya punya keluarga besar baru nuntut hak kalau margretha mendirikanya uang sendiri jakcin nga punya hak juga
endang
makin seru ceritanya Thor
Julidarwati
kyknya mo end the ya Krn semua UD happy
Rita Susanti
apa sih thor anu anu😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!