Caramel Willem, cucu mafia terbesar di dunia mengalami transmigrasi ke dalam buku novel.
Ding!
"Selamat datang di dunia paralel, saya sistem 014 akan menemani perjalanan anda."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sialan
Dor
Dor
Dor
RATATATATATTAA
drap
drap
Seseorang berlari di dalam rumah mewah gelap sendirian, suara tembakan terdengar dan ledakan beruntun meledakan bangunan sedikit demi sedikit.
"Sialan." Umpatnya.
BRAKKKK
Orang itu mendobrak sebuah pintu besar yang berada di ruangan misterius. Dia masuk ke dalam dan menemukan ada banyak sekali buku-buku yang tersusun rapih di dalam rak, dia mengabaikan itu semua dan pergi membuka sebuah brangkas.
Whooshhh
Akibat jendela kaca yang sudah pecah, angin malam berhembus dan menyibak tudung Hoodie yang di pakai orang itu. Rambut pirang panjang terlihat, dia seorang wanita.
"Kenapa tiba-tiba ada serangan, apa Kakek benar-benar tewas?." Gumamnya.
Wanita itu dengan cepat membuka brangkas dan melihat apa isi dari brangkas itu. Dulu, sejak dia masih kecil sang Kakek selalu memberitahu jika suatu saat terjadi serangan di rumah, maka hal pertama yang harus di selamatkan adalah brangkas itu.
Caramel Willem adalah nama wanita itu. Cucu satu-satu nya dari seorang Mafia terkuat dan terbesar di dunia, sejak kecil Caramel selalu di latih menjadi pemburu yang bisa menggunakan barang apapun menjadi senjata.
Alasan sang Kakek mengajarkan hal itu supaya Caramel tidak bergantung pada satu senjata saja. Di pertarungan langsung kerap kali mereka terdesak hingga terpisah dari senjata mereka. Maka pada saat itu, semua hal termasuk pakaian pun bisa digunakan menjadi senjata.
Orangtua Caramel sudah tewas di buru rival dari sang Kakek, karena itu lah Caramel menjadi harapan satu-satu nya untuk menjadi penerus dunia bawah. Tapi saat ini sang Kakek sepertinya terdesak dan kalah, meninggalkan Caramel menanggung beban berat sendirian.
klak
Brangkas terbuka, namun isinya justru membuat wanita itu menggeram marah. Gurat kekecewaan dan kesedihan terlihat jelas dari pancaran matanya, mengapa demikian?.
Karena di dalam brangkas yang selama ini di simpan layaknya harta karun itu hanya ada sebuah buku usang, kalung jelek dan ketinggalan zaman, serta beberapa batang emas.
"Hanya untuk barang remeh seperti ini aku harus kehilangan masa muda, aku di kurung dan di latih seperti hewan. Aku di cetak seperti mesin pemburu, hanya untuk melindungi hal tidak berguna seperti ini?!!! Brengsek." Ujarnya marah.
Wanita itu tertawa menyedihkan sambil mengenang hidupnya yang seperti lelucon. Dia teringat dengan percakapan nya dulu dengan sang Kakek mengenai brangkas ini, waktu itu usianya masih 12 tahun.
Flashback on.
"Kakek, apa isi dari brangkas ini? kenapa kita semua harus melindungi nya dengan nyawa kita? apa di dalamnya ada tuhan?." Tanya Caramel kecil.
"Tidak nak. Di dalam sini berisi harta berharga peninggalan keluarga Willem, seluruh dunia mengincar ini. Karena itu kita harus menjaganya, jika brangkas ini jatuh di tangan orang tamak maka dunia akan hancur." Ucap Kakek.
"Kalau begitu, kenapa tidak Kakek gunakan saja untuk melindungi dunia?." Tanya Caramel kecil dengan polos.
"Tidak bisa. Dunia ini tidak bisa menanggung efek sampingnya, baik Kakek ataupun orang lain jika barang ini di gunakan maka dunia akan tetap hancur." Ujar sang Kakek menyimpan brangkas ke tempat semula.
"Lalu, Caramel juga tidak boleh tau apa isinya bahkan saat sudah besar nanti?." Murung Caramel kecil.
"Tidak bisa. Tapi jika suatu saat rumah kita di serang dan Kakek hilang atau tewas. Kau boleh membuka isi dari brangkas ini nak." Ucap Kakek dengan lembut.
Caramel kecil menatap mata Kakeknya dengan polos, dia sendiri tidak begitu mengerti dengan watak kakeknya. Terkadang sangat kejam saat sedang melatihnya, tapi ada kalanya bersikap lembut dan sangat penyayang.
"Jika saat itu tiba, Kakek sangat berharap kau menemukan kebahagiaan sesungguhnya." Ucap sang Kakek.
Hanya sampai di sana saja ingatan Caramel, karena setelah hari itu sang Kakek nyaris tidak pernah terlihat di rumah. Caramel tumbuh dengan dingin dan kosong seperti robot pemburu.
Flashback end.
Caramel menarik nafasnya dalam-dalam, dia berusaha menenangkan dirinya. Padahal selama ini dia hidup seperti tidak memiliki emosi, tapi ternyata sisi manusia miliknya masih ada. Dia bisa kecewa dan marah karena merasa hidup sebagai lelucon orang dewasa.
Caramel mengambil buku usang dan kalung jelek di dalam berangkas. Dia duduk di bawah jendela rusak, dengan penerangan cahaya bulan dia bisa melihat apa yang tertulis di buku usang itu. Padahal dia masih di buru orang asing di rumahnya, tapi entah kenapa dia merasa santai sekarang karena ambisinya untuk hidup sudah tidak ada.
Halaman pertama, kedua dan seterusnya di baca oleh Caramel dengan seksama. Itu hanya buku kisah romansa yang sangat klise, dengan ending yang sudah sering di jumpai di mana-mana. Tapi Caramel menyadari keanehan dari buku itu setelah membacanya sampai selesai.
Buku itu di terbitkan pada tahun sebelum masehi, namun sudah menggunakan bahasa terbaru dan di dalamnya menceritakan tentang kehidupan modern dimana sudah ada mobil, motor, sekolah, dan fasilitas yang seharusnya baru ada di zaman modern.
Keanehan kedua saat di sampul belakang buku di lukis seorang wanita berambut pirang, sedang memakai sebuah kalung yang sama persis dengan yang saat ini di pegang oleh Caramel.
"Apa ini semacam artifacts, atau petunjuk masa depan?." Gumam Caramel.
Dor
Dor
Dor
gedubrak
Caramel berguling dan bersembunyi di balik rak buku, namun lengannya terkena satu tembakan. Caramel meringis merasa sakit, dia memakai kalung kuno itu karena takut ketinggalan saat dia melarikan diri.
BRAKKKK
Dor
Ohokkkkk....ukh..
Seakan di nerf, dengan mudahnya Caramel di temukan musuh dan tertembak tepat di jantung tanpa bisa merespon sedikit pun. Caramel terbatuk darah, darah itu mengenai buku kuno yang dirinya peluk.
"Hahahahaha.. akhirnya aku menemukannya. Benda ajaib yang bisa mengabulkan semua keinginan ku, bisa-bisanya Willem menyerahkan benda penting seperti ini pada seorang bocah tidak berguna." Ucap musuh dengan bahagia.
"Tidak, kenapa aku tidak bisa bergerak. Aku tidak boleh membiarkan dia mengambilnya, tidak.. jangan.. kumohon." Batin Caramel berusaha bergerak.
...Ding!...
...Memproses verifikasi...........%...
...Ding!...
...Verifikasi berhasil√...
..."Selamat datang di dunia paralel, saya sistem 014 siap menemani perjalanan anda."...
"A-apa?." Syok Caramel karena tiba-tiba ada layar biru di depannya.
"Apa ini? apa ini penglihatan orang sekarat?." Batin Caramel.
"Apa kau sedang ketakutan sekarang, tikus kecil?. Kau memang pantas mati, karena benda ini akan menjadi milikku dan aku lah yang akan menguasai dunia ini." Ucap nya mendekat pada Caramel.
tap
tap
tap
"E...nyah." Ucap Caramel susah payah.
"Oho\~\~ apa kau tidak bisa bergerak? tentu saja, di dalam peluru milikku ada racun pelumpuh syaraf. Lagi pula kau memang akan mati karena peluru itu menembus jantungmu, sungguh mengerikan karena kau masih bisa bertahan." Ucapnya santai.
Orang asing itu berdiri tepat di samping Caramel yang sudah sekarat, dengan senyum penuh kemenangan dia mengulurkan tangan untuk merebut kalung di leher Caramel.
"Sialan..." Suara hati Caramel sebelum kegelapan menelannya.
...Ding!...
..."Terdeteksi bahaya. Bersiap untuk pemindahan."...
..."0%>>>35%>>>>>>100%"...
..."Persiapan selesai, dunia baru sudah di pilih."...
aneh ga sih 🤔🤔🤔