NovelToon NovelToon
Akbar Muhammad Alfattah

Akbar Muhammad Alfattah

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama / Tamat
Popularitas:918
Nilai: 5
Nama Author: camamutts_Sall29

Bayangin kalo kamu jadi Aku?

Aku punya sepupu di pesantren namanya Fattah!? dia itu populer banget di pondok guys! tapi anehnya Aku dan Fattah begitu terikat sampai banyak mata melihat ngiranya kita adalah pasangan Sah?

penasaran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon camamutts_Sall29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Acara Maulid Nabi {1}

Visual Fattah Syach, Arya Mohan dan Harry Vaughan sekian terimakasih🥁

Visual karakter AKU nya bayangin aja itu kalian ya guys🥰🙏

...

Namaku Riana, ga punya panggilan khusus, tapi Fattah memanggilku kadang Ri doang, entah ada apa kata dia cukup simple.

Disini aku mau membahas kalo sepupuku anak kiai !!

dan lebih lucunya lagi?

ayahnya adalah pamanku😭

mau lanjut??

...

Riana Amirani adalah nama yang di berikan Oleh Pamanku, Ya. Ayah dari Fattah yang memberikanku nama itu.

lalu Akbar Muhammad Al Fattah adalah nama lengkap Fattah.

Sedikit cerita, kata Abi Rehadi--- Aku putri semata wayang dari keluarga, Aku tinggal bersama keluarga Fattah dan Abi Rehadi di rumahnya, Kiai Rehadi sering aku memanggilnya Abi mengikuti panggilan Fattah ke ayahnya.

ibuku menitipkan Aku pada Abi Rehadi sejak usiaku 15 tahun, aku juga terkejut --- ternyata Fattah seumuran denganku, hanya saja lebih tua Aku 2 bulan.

dulu Fattah cenderung pendiam sejak pertama kali bertemu dia, sampai hari ini, lalu setelah lambat laun lamanya kita sudah seperti Saudara, Fattah menerimaku di rumah, tinggal bersama dengannya dan dia sangat menyayangiku.

Abi bilang, Fattah harus menjagaku lebih ketat karna aku perempuan yang benar benar harus di lindungi.

jadi, sampai sekarang berjalan 2 tahun ini, Aku dan Fattah sering jalan bersama jika ada perlu, lalu sering melakukan kontak fisik dan Abi membolehkan itu, sempat aku bertanya kenapa di perbolehkan?

Abi bilang, Aku orangnya bar bar pasti seharusnya ini menjadi kebiasaan Aku dan Fattah jika sedang bersama.

Aku yang sering memukul bahu Fattah kalo dia meledekku, atau membuatku kesal dia pasti aku hajar habis habisan dan karena itu Abi Rehadi mewajarkannya.

Fattah juga pernah bilang katanya, jangan melanggar atau menjauh dari Aku cuma karena kita sepupu.

bagaimanapun juga kamu sepupu aku Ri---?

begitulah katanya.

Hari ini pada waktu malam, Masjid ada acara peringatan lahirnya baginda Rasulullah SAW.

tampak sangat ramai sekali dan banyak juga pendatang yang rombongan membawa anak, dan beberapa pendatang yang membawa beberapa botol air.

Gedung pesantren tidak jauh jaraknya dari posisi Masjid kami.

Karna Masjid itu tempat umum sekali.

Masjid ada berlantai 2 jamaah wanita bisa ibadah dibawah bisa juga diatas, dibawah pasti di kasih pembatasan tirai yang di gabung dengan jamaah muslim laki laki.

Saat ini posisiku sholat di bawah, karena pada hari ini Aku sibuk menjadi Panitia maulid.

Acara Maulid di mulai 1 jam lagi, hari ini pukul 19:25 wib.

"Ri? jeruk Ana di simpen dimana?"

kata teman perempuanku namanya Marisa, tempat tinggalnya di Bekasi.

"Ada, tunggu ya Sa mau nunggu sarung amal dari santriwan lama banget!" pekikku berbisik.

"Si Hamdan mana ya? kangen banget ga liat wajah dia tadi subuh."

Marisa menoleh mendengar Putri Arumi sedang menggatal di samping Marissa.

Aku, Marissa dan Putri bersahabat bertiga di satu kamar dan 1 asrama.

"Hey put, ini masjid loh? zina matamu nanti?" kataku menasehatinya.

"Tauk ih, aturan jaga pandangan matanya..." sambar Marissa ikutan menceramahi.

Padahal diam diam Marissa memperhatikan Fattah jadi Vokalis Marawis di depan sana.

Karena putri sedang di ceramahi Putri menyerah dan terdiam.

"Kaya kamu ga ngeliatin Fattah aja?"

sinisnya.

Satu kata tertuju pada Marissa namun akulah yang mendengarnya.

"Hey! Fattah sepupuku," kataku tidak terima.

Putri menggeleng geleng dan yang dia maksud itu-- Marissa sambil menyuruhku menatap wajah Marissa yang semakin dalam tatapannya untuk Fattah.

"Ekhem!! liat liat siapa si?"

Marissa tersentak dan gelagapan, Akulah yang membuatnya kikuk yang tiba tiba mengejutkannya di sebelah wajahnya.

"Apaan sih Riana, orang Aku ga liat siapa siapa. kan katamu Zina mata?"

Aku hanya menggeleng merespon Marissa, ketika reflek cepat menoleh karna bahuku di colek sedikit oleh---seseorang.

Itu Fattah. Fattah menyolek pinggangku karena sekarang posisiku diantara tirai gorden yang hanya sampai batas perut bagian pojok pintu keluar.

Marissa mengeluarkan senyumannya karena Fattah begitu dekat padaku sekarang.

"Micnya ga mau nyala. bisa bantu ga?" kata Fattah mengeluh.

menunjuk Mic yang di pegang oleh Nathan yang disampingnya ada Hamdan.

Style Fattah cukup keren dan soft penampilannya sebagai Vokalis marawis, baju koko putih sedikit gradasi biru muda di atas bagian dada.

"Ga tau nih."

"Bantuin elah Ri, bisa kok ya? Ayolah? ga butuh waktu lama kayanya?"

sambil berpikir dulu sejenak.

"Aku atur deh."

Fattah mengedipkan satu matanya kearahku, tampaknya dia senang aku membantunya, "aku jalan duluan."

Saat ini aku berjalan di belakangnya, lalu Hamdan diam diam memerhatikanku."mata lu ga usah begitu!" bisik Fattah dan menunjuk mata Hamdan.

"Mubazir secantik Riana di anggurin."

Fattah yang tiba tiba badmood karna Hamdan memujiku.

lalu Nathan mewakilkan Fattah menyuruh santriwan memberikan jalan dan membagi posisi jadi 2.

Hamdan merebut Mic dari Nathan lalu menyodorkannya padaku namun, Mic itu akhirnya di ambil Fattah.

"Ambil Ri," Fattah mengangguk.

Aku mengambilnya dan melihat raut wajah Hamdan penuh sesal.

Aku mengambil Mic itu dari Fattah dan memeriksanya sambil mengetes suaraku, dengan sebutan 1 2 3.

Ya suaraku tidak keluar dari Mic.

"Dimana ada Riana di situ ada Fattah Hahaha!" Nathan sibuk meledek Hamdan.

"Diem Nat," balasnya malas.

Kemudian tiba tiba, pas Aku tekan tombol Mic dan mengetahui bagian bawah Mic ada batterainya. ku buka dan ku lihat lebih detail.

"Fat, coba ganti batrenya?"

Fattah mendekatiku dan mengambil battrenya dari tanganku.

"Oke, Aku ambil Mic cadangan terus aku ambil batre baru dari rumah. Nat -- bilang Abi sampaikan ke Abi. Fattah butuh batre baru buat Mic."

Nathan mengangguk dan bersiap untuk pergi.

di sisi lain...

"Astaga deh, gimana ya rasanya punya sepupu ganteng? udah gitu Kak Riana dan Kak Fattah udah kaya udah Sah keliatannya."

"Padahal cuma sepupuan huwa!"

"Fattah suami idaman banget asli! kalian jaga suami masing masing ya Gua sama Fattah aja."

"Ih Ilma lo kan tadinya sama Hamdan?" kata Anisa.

"Oleng gue!" Ilma terlalu bersemangat untuk Fattah dan melupakan Hamdan.

Anisa yang tak terima Fattah tiba tiba di rebut Ilma, langsung memasang wajah datar.

Ilma, Annisa dan Dinda adalah 3 santriwati kelas 3 tsanawiyah. memang selalu pamer suaranya dan selalu mencari perhatian santriwan.

karena mereka memanggilku sebutan Kaka, soalnya Aku dan Fattah sama sama kelas 2 Aliyah.

Tak perlu lama lagi, Nathan membawa Batterainya dan memberikannya pada Fattah.

"Sini," kataku dengan duduk di antara 2 sujud. ( lebih sopan ).

Fattah memberikannya Batre itu dan membantuku memasangnya Ya, tanganku dan tangan Fattah bersentuhan namun Hamdan melihat itu ia terbakar cemburu.

"Bukan gitu Fat terbalik?"

"Bener ah?" ia menyela.

"Itu loh miring sekarang? kataku tertawa dan menutup mulutku reflek.

Fattah juga terkekeh mendengarku tertawa, tak tau datang dari mana?? ada Abi Rehadi telah datang lalu Fattah meresponku untuk bangun dan memegangi kedua sikutku dari sisi samping agar berdiri supaya aku berdiri seimbang dan tidak jatuh.

"Udah di periksa Riana?"

"Iya Abi..." jawabku lembut.

"Chek mic itu Fattah."

Fattah menuruti Ayahnya dan menekan tombol mic.

Fattah mulai bersuara mengambil napas dalam dan mengetes suaranya ,"Yaaa sayyidi ya Rasullullah..."

Kaum hawa semua langsung membelalakan matanya, suara Fattah lembut dan cengkoknya yang candu itu tiba tiba menjadi pusat perhatian mereka.

Aku tersenyum puas."udah ya Fat Aku ke sana dulu."

"Syukron Riana..."

katanya dengan hangat memberikan senyum manis.

"Sama sama Fat," aku melempar senyuman kecil lalu membungkuk di hadapan banyak santriwan dan begitu juga di depan Abi Rehadi.

...

TBC.

gimana? mau lanjut?

makasih dah mampir🥰🙏

Syukron dalan bahasa arab

artinya : makasih.

1
LEECHAGYN
sama2🤭
Dania
kayak dah nikah tapi yg tau cuma sebelah pihak aja ,cuma perasaan ku aja yak .
semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!