Reneesha Yeshe kirina al basten, adalah gadis cantik bermata hitam dan memiliki sifat dingin sedikit kejam, namun setelah kembali dari kematian, ia memutuskan kalau di kehidupan kedua ini, dirinya akan melakukan yang lebih extrem dari sebelumnya.
mon maap kalo cringe,
tapi minimal baca 12 bab.
di awal awal emang boring, tapi tolong tetap baca sampai bab terbaru ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
"plak". suara tamparan mengelegar di seluruh penjuru mansion.
" Reneesha!! Daddy kan udah bilang buat jangan-
"apaan!! emang hari ini gue ngapain?.
" Kamu udah ninggalin-
"kamu udah ninggalin adek kamu di kampus' nye nye nye.. bacot!
" Lo marah karena gue ninggalin vanesha kan? tunjuk Renee pada Vanesha.
"Dad! Vanesha pulang pergi kampus pake mobil sedangkan aku? aku pulang jalan kaki dari kampus ke rumah!.
"dia juga udah besar! udah 23 tahun masa semua semua harus aku yang urus sih??!.
" dan lo tua bangka! lo marah karena gue ninggalin vanesha?! Vanesha udah sampai lebih dulu dari gue! gue jalan kaki mana mungkin bisa ninggalin vanesha!!.
"mikir dong bangka! lo itu udah tua! harusnya udah ngerti mana bacotan sama mana fakta!.
" lagian buat apa marah marah cuma gara gara curut.
di ruang tamu mansion itu terlihat jelas seorang ayah dan anak yang sedang bertengkar.
Reneesha yeshe kirina al basten, seorang gadis berparas cantik 23 tahun dengan tinggi 179cm dan rambut hitam legam se pinggang, dan dipadukan dengan bola mata hitam pekat benar benar terlihat sempurna.
Renee baru saja pulang dari kampus, namun ia langsung di hadiahi tamparan keras oleh ayahnya, sesaat setelah memasuki mansion.
di belakang ayahnya terlihat seorang gadis dengan tinggi 173cm rambut coklat alami dan bola mata hazel.
gadis itu adalah Vanesha Pricilla al basten, ia adalah anak angkat keluarga basten yang telah di angkat 5 tahun lalu.
vanesha mengadu pada Daddy Andreas kalau ia di tinggalkan oleh Renee saat pulang dari kampus.
ia juga melebih lebihkan ceritanya dengan bilang bahwa dirinya sedang demam dan sakit perut, namun malah tidak di temani oleh saudarinya atau Renee.
oh ayolah, usia mereka tahun ini 23 loh.
Renee tak berkata apa apa, ia yang sudah terlanjur kesal muak dan jengkel pun langsung menyeret adik kembarnya untuk naik ke lantai dua, kesabaran nya sudah habis.
sudah cukup dirinya membiarkan vanesha seenaknya, ia akan memberikan pelajaran yang akan membuat gadis itu jera.
"Reneesha kamu mau kemana?! Daddy belum selesai ya!!
Renee tak menggubris ia lanjut pergi ke lantai 2 untuk bersiap siap meninggalkan rumah.
dilantai dua Renee sedang mengemasi barang barang yang akan ia bawa, sederhana hanya sebuah laptop dan powerbank.
"kak" panggil adik kembar Renee.
ia adalah Reynold yeshe vincent al basten.
"udah? tanya Renee sambil memakai jaket.
" iya balasnya.
"kamu bawa apa aja?
" gaada cuma ponsel sama powerbank. balas Rey santai sambil membenarkan gelangnya.
Renee tertawa kecil, bagaimana bisa adiknya yang tidak terpaut usia terlalu jauh dengannya ini masih terlihat menggemaskan.
mereka kemudian menuruni tangga menuju lantai 1 untuk pergi meninggalkan rumah dengan mobil.
namun di tengah tengah tangga terlihat seorang pria berbadan tinggi tampan spek gojo yang sedang menghadang mereka.
ia adalah Kakak kedua Renee dan Rey, Vatares Galile al basten, seorang dokter utama ABSH al basten's hospitals.
"mau minggat kalian? ucapnya seraya menghisap sebatang rokok.
tak menggubris duo minggat melewati vatares begitu saja.
" ck"
"nih" ucap vatares melemparkan sebuah kartu kepada Renee.
"apaaan? Renee menaikan satu alisnya heran setelah menangkap kartu itu.
" buat makan kalian bertiga biar ga mati kelaparan. balasnya lalu naik meninggalkan mereka berdua.
Vatares kasihan melihat adiknya yang selalu jadi sasaran, ia juga heran kenapa Renee tidak mengikuti jejak Alucard yang memilih meninggalkan keluarga toxic gak berguna ini.
.......
Renee dan Rey telah sampai di depan sebuah gedung apartemen mewah yang saat ini di tinggali kakaknya.
mereka lalu menaiki lift menuju lantai 26.
"ting"
"tok tok tok"
"ceklek" suara pintu di buka memperlihatkan seorang pria tampan berbadan kekar dengan rambut acak acakan.
ia adalah Yeisthel Alucard al basten, kakak ketiga duo minggat.
seorang bawahan kantor..
"minggat kalian? tanya nya dengan suara serak habis bangun tidur.
" iya" balas Rey santai.
Alucard lalu menyuruh mereka masuk lalu menyajikan dua gelas minuman dan satu bungkus camilan.
Renee dengan santai nya melempar kartu pemberian vatares tadi kepada Alucard, ia lalu lanjut tidur di sebuah sofa di ruang tamu.
Alucard menangkap kartu yang di lempar oleh Reene, melihat sekilas saja ia langsung tahu kalau kartu itu dari vatares.
alucard lalu mengajak Rey untuk main game, meninggal kan Renee yang sudah tertidur pulas, ia ingin anak itu bisa beristirahat.
...
"ting" sebuah notifikasi membangun kan Renee dari tidurnya.
ia lalu membuka ponselnya dan membaca isi dari pesan itu.
"udah siap"
Renee kemudian bangkit dari tidurnya, ia pergi ke kamar, cuci muka mandi dan berganti pakaian.
setelah keluar dari kamar dalam keadaan segar.
ia melihat Rey yang sedang asik main game bersama alucard.
dari seluruh anggota keluarga hanya Rey yang paling ia sayangi.
Rey selalu ada untuk nya bahkan saat ia sedang berada dalam situasi paling terpuruk.
Renee lalu menghampiri mereka berdua dan mengecup pelan pipi kanan Rey, lalu bergantian mengecup pipi kiri Alucard, ia juga tak lupa mengelus surai rambut adik nya itu.
"hati hati" ucap alucard tanpa menatap kepergian adiknya.
sedang kan Rey hanya diam sambil terus fokus memainkan game nya, berusaha untuk tidak peduli dengan apa yang akan dilakukan oleh kakaknya setelah ini.
usia mereka sudah 23 tahun, jadi Rey yakin kakaknya pasti sudah memikirkan matang matang rencana apa yang akan ia lakukan.
Renee kemudian pergi meninggalkan mereka berdua untuk menuju ke suatu tempat.
"brumm brumm"
Renee memasuki area hutan, ia mengendarai mobil nya cukup lama melewati rute rute rumit hanya untuk pergi ke tujuan nya.
di hadapan Renee, terlihat sebuah gedung 30 lantai yang di jadikan tempat judi ilegal.
ia lalu masuk ke dalam dan melihat dua orang sedang duduk di sebuah sofa sambil memainkan permainan di dalam tempat judi itu.
di dalamnya hanya ada mereka berdua karena seluruh gedung sudah Renee sewa untuk semalam.
ia lalu berjalan menghampiri sofa itu.
"Nathaniel" panggil Renee manja sambil memeluk leher pria itu dari belakang.
mereka lalu berciuman mengabaikan seorang gadis yang juga ada di sana.
"lo siapa?!! teriak gadis itu berdiri, ia berjalan menghampiri sambil bersiap untuk menampar.
namun tanganya lebih dulu di tahan oleh nathaniel sebelum mengenai wajah Renee.
" haii" sapa Renee sambil berjalan pelan menuju Vanesha.
"lo ngapain disini?! tanya vanesha emosi, wajahnya sudah merah padam karena dipenuhi amarah.
" gue? ucap renee menunjuk dirinya sendiri dengan tersenyum.
"ya elo bangsat! emangnya siapa lagi yang ada disini selain gue ama nathan!!. teriak Vanesha sambil menunjukkan muka Renee, ia emosi melihat kekasih nya berciuman dengan wanita lain yang tak lain dan tak bukan adalah saudari tirinya.
Renee semakin ingin mengoda vanesha dengan kembali mencium nathan.
" cup"
"Reneesha bangsatt!! murka vanesha mencoba menggapai rambut Renee, ia ingin menjambak gadis itu.
namun lagi dan lagi vanesha tak bisa menyentuh Renee karena ada nathaniel yang melindunginya.
puas menggoda, Renee melemparkan sebuah kamera digital pada Nathaniel.
" rekam" ucap Renee.
Nathaniel lalu dengan senang hati mengambil kamera itu dan mulai merekam aksi Renee.
" plak" satu tamparan keras mendarat di pipi vanesha.
belum sempat breaksi dengan tamparan keras Renee, tiba tiba saja sebuah tendangan mendarat di perut nya.
"bugh" vanesha terduduk di lantai kesakitan sambil memegangi perutnya yang di tendang oleh Renee.
Renee lalu dengan senang hati menginjak nginjak Vanesha yang sedang terduduk hingga membuat nya perlahan-lahan terbaring lemas.
"bugh"
"bugh"
"bugh"
Renee lalu menarik kerah baju vanesha dan mulai menampar wajah nya.
"plak" ini buat lo yang udah berani masuk ke keluarga gue.
"plak" ini buat lo yang udah ngerebut semua milik gue.
"plak" ini buat lo yang suka fitnah gue.
"plak" ini buat lo yang suka ngadu ke bokap gue.
"plak plak plak" tamparan demi tamparan menghujani wajah vanesha hingga membuat nya memerah karena cap tangan Renee.
"bugh"
" sakit" rintihnya.
"bugh bugh bugh"
tendangan demi tendangan menghantam sekujur tubuh vanesha, wanita itu hanya bisa pasrah karena rasa sakit yang terus-menerus menghantam nya membuat nya tak bisa melawan.
ia terlihat sangat kesakitan sambil terus merintih memangil Daddynya dan berusaha meminta tolong pada Nathan.
Renee menatap jijik Vanesha, ia lalu menyeret dan mengikat wanita itu di sebuah tiang yang memang sudah Renee siap kan untuk nya.
ia lalu mengambil cambuk dan mulai mencambuk i tubuh vanesha hingga kulit gadis itu sedikit demi sedikit terkelupas.
ia juga menambahkan sedikit bumbu dengan menampar menendang dan memukuli nya, vanesha hampir kehilangan kesadaran, namun Renee menyiram air es tiap vanesha menutup mata, membuat kesadaran nya tetap terjaga.
Renee tak ingin ia kehilangan kesadaran karena bisa menghilangkan semua keseruannya
Renee lalu berbalik bertanya pada nathan apakah orang orang itu masih lama.
"bentar lagi kayak nya sampe" balas nathan sambil berusaha membenarkan tripod karena tangan nya sudah pegal memegang kamera.
"tok tok tok" suara pintu di ketuk, memperlihatkan 3 orang pria hidung belang yang di perkirakan berusia 50 sampai 60 tahunan.
mereka adalah mantan vanesha yang hanya di manfaatkan oleh wanita itu untuk di jadikan atm berjalan dan di buang setelah menurutnya tidak berguna.
3 pria itu lalu berjalan menghampiri Renee dan memberikan sejumlah uang gepokan pada Renee.
"ini kami beneran di suruh gb cewek sekarat? tanya salah satu pria berambut pirang.
" dia gak sekarat" ucap Renee sambil menerima uang itu, ia lalu pergi meninggalkan mereka bertiga bersama vanesha yang sedang menjerit ketakutan mengetahui apa yang akan terjadi padanya setelah ini.
....
Renee dan Nathan sedang berada di ruangan lain, mereka menyaksikan dengan tenang apa yang di lakukan 3 pria hidung belang itu pada vanesha.
Renee lalu mematikan layar monitor di hadapan nya karena rasa jijik yang tak tertahankan.
"Ren ayo nikah" ucap nathan mendadak dengan tatapan datar.
"plak"
"bangsat lo!" ucap Renee setelah menampar pipi nathan.
"haha" nathan hanya tertawa, tapi terlihat jelas hatinya sedang terluka.
~4 jam kemudian~
"udah selesai nih kita udah capek" ucap pria berambut coklat dari arah kamera.
Renee akhirnya bisa bernapas lega, durasi waktu yang mereka gunakan terlalu lama hingga membuat Renee tersiksa karena rasa bosan.
"pakein dia baju" ucap nathan menatap jijik mereka sambil membantu Renee berdiri.
mereka bertiga menurut lalu mulai memakaikan kembali pakaian milik vanesha dan pergi meninggalkan gedung.
setelah urusan dengan tiga pria itu selesai, Renee memanggil seseorang dari lantai 2 dan menyuruhnya kembali menggantung vanesha di tiang, ia terlalu jijik hanya untuk sekedar menyentuh ujung rambutnya.
Renee lalu menyiram vanesha menggunakan air es agar gadis itu tersadar.
setelah beberapa menit menunggu akhirnya Vanesha kembali sadar, ia lalu memohon ampun pada Renee sesaat setelah membuka mata.
"Ren gue mohon lepasin gue plis"
"gue masih pengen hidup, pengen bahagia, gue juga masih pengen ngerasain punya keluarga.
Vanesha merasa sangat tersakiti, kesuciannya memang sudah tidak ada, tapi di perlakukan seperti ini benar-benar membuat harga dirinya hancur, bahkan ia merasa kalau wajahnya sudah tak berbentuk lagi seperti sedia kala karena cambukan Renee.
" bukanya lo udah bahagia?
"lo udah ngancurin hidup gue dan bilang masih pengen bahagia? ucap Renee dingin sambil menodongkan pisau pada Vanesha.
" tenang aja adikku sayang,, bentar lagi kamu bakal bahagia kok, kamu bakal ketemu ibu kamu,ketemu kakak kamu,bahkan mungkin bakal ketemu kembaran kamu juga,,namanya babinesh.
Renee lalu menusuk kan pisau pada paha vanesha, yang membuat gadis itu menjerit kesakitan.
"jlebb"
"arghhhhhh!!"
" aduh berisik! ucap Renee menutup telinga nya.
"srekhh" Renee lalu membuat sayatan besar di pipi vanesha yang membuat gadis itu kembali berteriak kesakitan.
"arkkhhh!!
" srekhh"
"srekhh"
"jlebb"
sayatan demi sayatan tusukan demi tusukan, dilayangkan pada vanesha oleh Renee, hingga membuat suara gadis itu perlahan-lahan melemah bahkan hingga nyaris tak terdengar.
Renee lalu memot*ng satu persatu jemari vanesha dengan ekspresi datar tanpa menunjukkan emosi apa pun.
vanesha pasrah, ia kesakitan,putus asa ,dan ingin cepat cepat pergi meninggalkan dunia, agar penderitaan nya segera berhenti.
kondisinya terlihat mengerikan dengan kulit yang terkelupas, wajah yang bahkan sudah tak memiliki rupa, tangan dan kaki tanpa jemari, darah yang memenuhi seluruh tubuhnya,bahkan kepala nya sudah tak memiliki rambut.
benar benar keadaan yang mengerikan untuk ukuran seorang selebgram terkenal seperti vanesha.
Nathan lalu memberikan gelas berisi cairan unggu atau biasa di sebut Racun pada Renee.
Renee menerima gelas itu dengan tenang lalu meminum kan cairan itu pada vanesha yang udah sekarat.
"glekh" vanesha meminumnya tanpa perlawanan, ia sudah tak memiliki tenaga untuk melawan, ia pasrah menerima semuanya, apapun itu asalkan ia bisa dengan cepat pergi.
detik selanjutnya tubuh vanesha mulai kejang kejang dan mengeluarkan busa dari dalam mulut nya.
beberapa detik kemudian tubuh nya kaku menandakan kalau ia sudah meninggalkan dunia dengan tenang dan damai.
Renee menatap datar mayat vanesha di hadapan nya.
penyebab penderitaan nya selama ini sudah hilang,namun mengapa ia merasa masih kurang?.
Renee lalu menyuruh Nathan menyebar luas kan video vanesha dari awal hingga akhir ke seluruh penjuru dunia, ia juga menyuruh Nathan untuk mengirimkan video itu pada keluarga Renee, namun tentu saja wajahnya harus di sensor, ia tak ingin ada orang yang mencari tahu tentang dirinya di masa depan.
Renee juga mengirim kan alamat nya saat ini kepada seluruh anggota keluarga nya, dan menunggu kedatangan mereka dengan tenang sebelum lanjut ke rencana berikutnya.
..
"brakhh"
suara pintu di tendang paksa dari arah luar.
memperlihatkan banyak orang yang datang ber bondong bondong lengkap dengan senjata masing masing.
Renee menatap sekumpulan orang itu dengan senyuman yang terpantri di wajahnya, sepertinya waktu 1 jam nya tidak terbuang sia sia untuk menunggu kedatangan mereka.
"pintu nya gak di kunci lohh ngapain di tendangg" mereka mendongak terlihat Di atas Renee sedang tersenyum tenang dari arah tangga.
"RENEESHA!!!! murka Andreas lalu mengambil pisau di lantai, dan berjalan menghampiri Renee namun di tahan oleh Caesar.
" Andreas " dingin Caesar menahan pundak Andreas, jangan sampai putra nya itu membunuh anaknya sendiri.
Caesar lalu berjalan perlahan mendekat berusaha untuk berbicara dengan Renee, namun cucunya itu justru makin menjauh dengan perlahan mengikuti irama langkah kaki nya.
Renee senang di bawah sana, terlihat kakaknya hanya diam saja menyaksikan semuanya tanpa melakukan apapun.
ia lalu tersenyum melihat Andreas dan sepupu nya menghampiri mayat Vanesha yang terlihat memprihatinkan mengerikan dan menjijikkan itu.
ia lalu melihat di bawah, di sana ada Alucard dan Rey yang hanya menatapnya tanpa ekspresi.
Renee sedikit mengerutkan dahinya.
"mengapa mereka ada di sini?
jika ada mereka, rencana Renee meninggalkan dunia akan semakin terasa berat.
" lagi lagi dan lagi aku akan mengulangi hal ini lagi berapa kali pun hingga kalian mau tertawa bersama denganku" ucap Renee dengan senyuman tipis lalu berlari menaiki tangga menuju lantai paling atas bangunan ini yaitu lantai 30.
Alucard Rey vatares dan kasa berlari mengejar Renee di ikuti oleh Caesar Andreas dan beberapa pasukan elite al basten.
mereka bermain kejar kejaran sambil menghadapi berbagai rintangan di setiap lantai.
cukup lama bagi mereka untuk bisa mencapai lantai 30.
sesampainya di lantai 30, terlihat Renee sudah berada di atas pembatas gedung menunggu mereka sampai dengan tenang.
ia menatap datar pada semua orang di hadapan nya.
"mengapa mereka bisa mengikuti nya?
Renee lalu menatap Rey dan membuat gerakan tangan membentuk isyarat yang hanya bisa di mengerti oleh mereka berdua.
dengan senyuman manis Renee terjun dengan tenang dari lantai 30.
vatares dan alucard berusaha menangkapnya, namun usaha mereka gagal karena Renee lebih cepat menjatuhkan diri.
"Reneesha!!!
" Rennn!!!
teriak mereka semua panik, usaha mereka melewati seluruh lantai seolah-olah terbuang sia-sia karena kegagalan ini.
sedangkan Rey?
ia hanya diam saja sambil merenungi isyarat dari Renee.
26.02.20..
"Rest in peace Reneesha Yeshe Kirina Al Basten"