NovelToon NovelToon
PANTASKAH AKU BAHAGIA

PANTASKAH AKU BAHAGIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Enemy to Lovers
Popularitas:255
Nilai: 5
Nama Author: yunie Afifa ayu anggareni

Deskripsi Novel: Pantaskah Aku Bahagia

"Dunia melihatku sebagai badai, tanpa pernah mau tahu betapa hancurnya aku di dalam."
Lahir sebagai saudara kembar seharusnya menjadi anugerah, namun bagi Alsya Ayunda Anantara, itu adalah kutukan yang tak kasat mata. Di mata orang tuanya, dunia hanya berputar pada Eliza Amanda Anantara—si anak emas yang sempurna, cantik, dan selalu bisa dibanggakan. Sementara Alsya? Ia hanyalah bayang-bayang yang dipandang sebelah mata, dicap sebagai gadis pemberontak, jahat, dan tukang bully.
Di balik tawa cerianya yang dianggap palsu, Alsya menyimpan luka yang menganga. Ia hanya ingin dicintai. Ia hanya ingin diperhatikan. Itulah alasan mengapa ia begitu terobsesi mengejar Revaldi Putra Raharja. Baginya, memiliki Revaldi adalah cara untuk membuktikan bahwa ia jadi berharga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunie Afifa ayu anggareni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PROLOG

Koridor SMA Merdeka terasa makin sempit buat Alsya, padahal gedung sekolah ini luasnya bukan main. Suara tawa anak-anak lain langsung senyap tiap kali Alsya lewat, diganti sama bisikan-bisikan sinis yang sudah jadi makanan dia setiap hari.

"Lihat tuh, si tukang bully datang lagi," bisik salah satu siswi yang sengaja dikerasin biar kedengaran sampai ke telinga Alsya.

Alsya cuma melebarkan senyumnya—senyum ceria yang selalu dia pakai buat menutupi segala luka. Dia terus jalan dengan gaya angkuh yang sengaja dibuat-buat, sampai langkahnya terhenti di depan mading sekolah. Di sana, Eliza, saudara kembarnya, lagi dikerumuni banyak orang karena baru saja menang olimpiade sains.

"Selamat ya, Eliza! Kamu memang kebanggaan sekolah, beda banget sama kembaran kamu," puji seorang guru yang lewat sambil melirik Alsya dengan tatapan miring.

Eliza senyum lembut, wajahnya kelihatan bersinar banget. "Makasih ya, Pak. Tapi Alsya juga hebat kok di bidang lain," kata Eliza ke guru itu, terus dia menoleh ke arah Alsya. "Loe jangan dengerin kata mereka ya, Sya."

Kalimat itu terdengar baik di telinga orang lain, tapi buat Alsya, itu rasanya pedih banget.

"El!" Suara berat itu bikin jantung Alsya berdegup kencang. Revaldi datang membawa sebotol minuman dingin, dikasih ke Eliza dengan tatapan penuh kagum. "Loe capek, kan? Nih, minuman buat loe."

Alsya mencoba mendekat, berusaha mencairkan suasana meskipun dia tahu bakal ditolak. "Reval! Gue juga haus kali, buat gue mana?"

Revaldi menoleh. Tatapan hangatnya langsung berubah jadi dingin dan tajam pas lihat Alsya. "Beli sendiri, Sya. Bisa nggak sih loe berhenti jadi pengganggu? Gue mau berdua sama Eliza. Kelakuan loe tuh memuakkan banget buat gue."

Dada Alsya terasa sesak. Memuakkan. Kata itu terus terngiang di kepalanya. Dia tertawa kecil buat menutupi matanya yang mulai panas. "Galak banget sih loe, Val. Padahal gue cuma bercanda, baperan banget jadi cowok."

Alsya segera balik badan, jalan cepat menjauhi kerumunan itu sebelum air matanya jatuh. Dia butuh tempat sepi, dan perpustakaan adalah tujuannya. Sesampainya di sana, Alsya langsung menggeser kursi dengan kasar hingga menimbulkan suara decitan nyaring yang memecah keheningan.

BRAKK!

Alsya menggebrak meja, meluapkan emosinya yang tertahan. Dia nggak peduli kalau ini perpustakaan.

"Woi, berisik."

Suara berat dan dingin itu bikin Alsya tersentak. Dia menoleh ke pojokan dan melihat seorang cowok yang asing—nggak pernah dia lihat sebelumnya. Cowok itu memakai seragam yang sama, tapi auranya beda banget. Murid baru?

"Apa loe lihat-lihat?" semprot Alsya galak, menutupi matanya yang sembap. "Suka-suka gue lah mau ngapain!"

Cowok itu, Samudera, menutup bukunya dengan pelan. Dia berdiri dan menatap Alsya dengan tatapan tajam yang bikin Alsya mendadak bungkam.

"Loe kalau mau ngamuk jangan di sini. Ganggu gue baca," kata Samudera datar, tanpa rasa takut sedikit pun meskipun Alsya dikenal sebagai tukang bully di sekolah itu.

"Loe anak baru ya? Berani banget loe nyuruh-nyuruh gue! Gue bisa bikin loe nggak betah di sekolah ini kalau gue mau!" tantang Alsya, berusaha menjaga harga dirinya.

Samudera cuma menatap Alsya sebentar, seolah bisa melihat lewat matanya kalau cewek di depannya ini cuma lagi pura-pura kuat. "Cih, berisik. Mending loe hapus tuh air mata, baru sok jagoan sama gue."

Setelah ngomong gitu, Samudera pergi lewat begitu saja, ninggalin Alsya yang melongo sendirian di tengah perpustakaan.

Bersambung.....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!