Amora adalah seorang mahasiswi yang terpaksa menikahi pria pilihan orang tuanya
ini karya kedua aku, semoga suka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ella_imupp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjodohan secara tiba-tiba
ada wanita yang sedang membaca buku, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya
"Siapa?" tanya Amora
"ini mommy," suara di balik pintu
"masuk aja mom" balas Amora
seseorang wanita masuk ke kamar itu dan mengatakan "mommy boleh bicara sebentar dengan mu Mora?"
"Tentu saja boleh, mommy mau bicara apa?" sahut wanita itu lalu meletakan buku yang di bacanya
"sebenarnya mommy jodohkan kamu dengan seseorang" ucap mommy Amora
"Apa!! Di jodohkan? Amora tidak mau mom" ucap Amora sedikit membentak
"Keputusan mommy dan Daddy sudah bulat, lagian pria itu sudah dewasa dia pasti mengerti dirimu, Amora, ikuti saja kata Daddy mu" ucap mommy Amora tegas
"dua hari lagi kau akan bertemu dengan pria itu" ucap mommy Amora
"Amora tidak mau di jodohkan mom, Amora mau menikmati masa kuliah Amora" ucap Amora
"Mommy tidak mau tahu, tampil cantik dua hari lagi" ucap mommy Amora lalu kemudian meninggalkan kamar itu
"Apasih.. Perjodohan-perjodohan emang masih ada apa.. Ish nyebelin banget.." ucap Amora
Malam harinya Amora berjalan keluar kamarnya
"Hm.. Hari ini bibi masak apa ya?" ucap Amora sambil berjalan turun
"BIBI SERA, hari ini masak apa?" ucap Amora
"Hari ini bibi masak sup udang dan ikan nona" ucap bibi Sera
"Bibi.. Kok sup udang sih.. kan Mora alergi udang" ucap Amora sambil memakan wortel
"Kan ada ikan non" ucap bibi Sera
"Mora gak suka ikan.." ucap Amora
"yasudah nona mau makan apa? Bibi buatkan" ucap bibi Sera
"Amora mau cake strawberry sama susu pisang" ucap Amora semangat
"baik lah nona kecil, bibi buatkan dahulu" ucap bibi Sera
"Ih.. Bibi.. Amora bukan anak kecil.." ucap Amora sambil merengek
"Kalau bukan anak kecil mengapa meminta susu?" ucap bibi Sera
"udah ah.. Mora ngambek sama bibi" memalingkan mukanya
bibi Sera tertawa lalu mengatakan "baiklah Amora bukan anak kecil.. Udah ya jangan ngambek nanti bibi belikan coklat"
"Coklat? beneran bi?" ucap Amora semangat
bibi Sera ngangguk "tapi dua saja"
"yah.. Kok cuma dua sih bi.." ucap Amora
"Nanti gigi kamu sakit lagi Amora " ucap bibi Sera
"Oke deh, tapi beneran kan? Bibi gak bohong kan?" ucap amora
"Memangnya kapan bibi berbohong padamu Amora" ucap bibi sera
"gak tahu, udahlah mau Mora bantu?" ucap Amora
"Tidak usah nanti kalau kamu kenapa-napa bagaimana?" ucap bibi Sera
"Tidak akan.. Udah ya Mora bantu" ucap Amora sambil memotong sayuran
Akhirnya Amora dan bibi Sera memasak bersama..
Amora dan bibi Sera memang dekat karena bibi Sera menjadi pelayan di sana dari umur Amora baru 10 tahun dan sekarang umur Amora 17 tahun
Setelah beberapa jam akhirnya mereka berdua selesai memasak
"bibi Amora duduk di meja makan dulu ya" ucap Amora
"iya.. terima kasih telah membantu" ucap bibi Sera
"sama-sama bi.. yaudah Amora pergi dulu.. Babayy " ucap Amora sambil berjalan menuju meja makan
Di meja makan ternyata sudah ada Daddy, mommy, dan Abang-abang Amora
"dek sini duduk.." ucap Abang pertama Amora
Amora duduk di samping Abangnya, Amora mempunyai 3 Abang yaitu Anantara, Argan, dan terakhir Arkan
Argan dan Arkan adalah saudara kembar berbeda 5 menit dan Argan lebih tua dari Arkan
"btw soal perjodohan itu beneran ya?" tanya Anantara
"Gak tahu tanya aja sama mommy" ucap Amora sambil bermain ponsel
Anantara menatap mommy nya
"tentu saja itu benar, karena perjodohan mereka memang sudah di rencanakan dari dulu" ucap Daddy nya
"tapi dad, Amora masih 17 tahun sedangkan pria itu sudah 25 tahun jelas sangat jauh berbeda" ucap Arkan
"benar tuh, apa Daddy tidak kasihan dengan Amora? Harusnya ini adalah masa terakhir sebelum Amora harus merasakan yang namanya kerja" ucap Argan
"dia memang sudah sepantasnya berbalas Budi dengan Daddy" ucap Daddy Amora tegas
"Dad, tidak bisakah tunggu Amora lulus kuliah dahulu? dia bisa menjadi bahan bully jika temannya tahu dia menikah di usia 17 tahun" ucap Argan
"Diam Argan. yang disini lebih berkuasa adalah saya" ucap Daddy nya tegas
"Daddy jangan menjadikan Amora sebagai alat untuk bisnis Daddy" ucap Arkan
"Anantara tahu jika perjodohan itu sebenernya perjanjian antara Daddy dan om Ravendra kan?" ucap Anantara
"Sudah sudah jangan bertengkar bang, memang sudah sepantasnya aku berbalas Budi ke Daddy" ucap Amora
bibi Sera datang menyiapkan makanan
"silahkan dinikmati tuan"
mereka akhirnya makan
dan saat makan tidak ada suara selain suara sendok karena memang di sana ada aturan bahwa tidak boleh berbicara saat sedang makan
Setelah mereka selesai makan
"Anantara ke kamar dulu, selamat malam semua" ucap Anantara lalu berjalan menuju tangga
"Argan dan Arkan juga ke kamar, selamat malam" ucap Argan dan Arkan
"Amora juga ke kamar, selamat malam" ucap Amora dan langsung berjalan menuju tangga
setelah sampai di kamar Amora mengunci pintu kamarnya dan menyalakan kedap suara di kamarnya
Amora duduk di ranjangnya dan berbicara "Aku capek.. Mengapa harus aku yang di jodohkan? Aku ingin menikmati masa kuliah ku.. " ucap Amora sambil menangis
"tuhan.. mengapa harus aku?"
Setelah beberapa jam akhirnya Amora tertidur karena lelah menangis
Keesokan harinya Amora bangun
"Em.. sekarang jam berapa?" Melihat jam dan ternyata jam 5 pagi
"Hm.. Oke Amora.. Pokoknya sekarang mandi dulu soal perjodohan pikirkan saja di kampus nanti" ucap Amora
Amora berjalan ke km dan mandi
Setelah Amora mandi dia bersiap-siap untuk pergi ke kampus menatap dirinya di cermin "kenapa pake segala matanya sembab sih, perasaan aku cuma menangis 2 jam saja" gerutu Amora
"Yaudah deh pake makeup aja buat nutupin" ucap Amora lalu mengambil alat makeup nya
Mengaca kembali "nah gini kan gak terlalu kelihatan, udahlah mending ke bawah" ucap Amora lalu berjalan turun ke bawah
"pagi dek" ucap Anantara
"pagi juga Abang " jawab Amora
"Ayo makan dulu" ucap Argan
"Gak usah bang, Amora mau beli makan di jalan aja, btw mommy sama Daddy mana?" ucap Amora
"mereka sudah pergi bekerja" ucap Arkan
"yaudah ayo Abang antar" ucap Anantara
"Gak usah, bang. Amora naik bus aja Abang kan juga mau kerja kan?" ucap Amora
"Ya kan ada bang Argan sama Arkan" ucap Anantara
"Benar tuh" ucap Arkan
"Yaudah terserah kalian deh" ucap Amora
"Ya sudah sama Abang aja dek" ucap Arkan
"Yaudah deh ayo, babayy bang Tara, babayy bang Argan"
"semangat belajar ya dek" ucap Anantara
"Iya, bang" ucap Amora sambil di gandeng Arkan