Luna di nikahi Keanu dua tahun yang lalu. Berharap mendapat keluarga baru yang baik dan penyayang. Siapa sangka mulut manis sang mertua berubah seratus delapan puluh derajat setelah beberapa bulan pernikahannya.
Begitu juga dengan suaminya begitu mendengarkan apa yang mamanya katakan. Rumah tangga Luna menjadi tak sehat karna ada campur tangan mertua. Luna di perlakukan tak lebih seperti babu gratisan mereka, hingga Luna mendapat kabar jika kedua orang tuanya menjual tanah. Tanpa memberi tahu suaminya tentang penjualan tanah orang tuanya, Luna berencana membuka usaha untuk masa depanya dan membahagiakan orang tuanya.
Perlahan Luna mulai membalas perlakuan suami, mertua dan iparnya satu persatu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
"Luna, kamu di mana?" hardik mama mertuanya memecahkan gendang telinga.
"Ya, ma. Ada apa?" bukanya menjawab pertanyaan, ia malah mengajukan pertanyaan balik.
"Kamu di mana? Cepat pulang sekarang! Pokoknya mama ga mau tau, kamu harus pulang sekarang! Cucian piring dan pakaian sudah menumpuk. " Desak wanita yang Luna panggil mama.
"Lah piring dan apapun menumpuk apa hubungannya dengan aku, ma? Di rumah bukanya mama punya anak gadis, suruhlah anak mama untuk mengerjakan. Ga baik seorang gadis pemalas, nanti tidak ada laki - laki yang mau sama dia." Ledek Luna sambil menahan tawa di ujung sana.
Luna memang sedang berada di kampung halamanya karna ayah dan ibunya menyuruhnya pulang untuk mengurus sesuatu. Ia hanya berpamitan sama suaminya saja karna jika ia ngomong sama mama mertuanya pasti ia tidak akan di ijinkan..
"Dasar menantu durhaka, ga tau balas budi. Sok ngajari saya, harusnya kamu yang ngerjain ini semua. Kamu itu sudah numpang belagu. Jika bukan di nikahi anak saya kamu ga bakal bisa hidup enak seperti sekarang." Hina mama mertua.
"Kata siapa, ma? Apa anak mama mampu memenuhi kebutuhan aku selama ini? Hidup enak dari mana, ma? Yang ada aku malah sengsara hidup jadi babu gratisan kalian." sindir Luna ketus.
"Jangan membantah kamu ya. Emang selama ini kamu makan dan beli baju, uang dari mana kalau bukan dari anak saya. Jadi sudah selayaknya kamu membalasnya dengan tenaga kamu." hardik mama.
"Mama boleh tanya anaknya mama berapa uang nafkah yang ia berikan ke aku tiap bulan. Apa cukup untuk memenuhi kebutuhan perut keluarga ini? Gaji mas Keanu bukanya mama yang kendalikan?" balas Luna mengungkapkan unek - uneknya. Entah keberanian dari mana kali ini ia bisa membantah perkataan dari mertuanya.
"Alah ga usah sok belaguk kamu, nyatanya sudah menghabiskan uang anak aku masih saja menyangkal. Betapa jagonya kamu kamu sekarang pergi aja ga pamit. Berapa uang anak saya kamu habiskan di kampung untuk menyenangkan orang tuamu yang miskin itu?" cerca mama mertuanya menumpahkan semua kekesalan di hatianya karna menantunya itu yak kunjung pulang.
"Mama mau aku jujur atau bohong, ayo mama pilih yang mana?" goda Luna saat terbersit di kepalnya sebuah ide untuk sedikit mengerjain mertuanya yang judes itu.
"Jawab aja." ujar mama ketus.
"Sebenarnya mas Keanu memang memberi aku sejumlah uang untuk ongkos pulang kampung dan sedikit untuk kedua orang tau aku, ma. Mas Keanu bilang kalu ia bulan ini gajinya jauh lebih besar dari bulan sebelumnya. Mungkin bulan depan semua gaji mas Keanu aku yang di suruh kelola." Luna menahan tawa membayangkan betapa shocknya mama mertuanya saat ini.
"Apa??? teriak mama mertua dari ujung kabel tak percaya dengan perkataan menantunya barusan.
"Mama ga marahkan sama aku?" tambah Luna membuat mama mertuanya makin meradang, ia tak rela gaji putranya di berikan pada istrinya. Harusnya uang itu ia sendiri yang menikmati karna Luna hanya orang luar yang kebetulan di nikahi oleh anaknya.
"Ga bisa, kamu pasti bohong. Ga mungkin Keanu memberikan gajinya sama kamu. Enak saja kamu yang pegang gaji anak saya. Saya yang sudah melahirkan dan membesarkan Keanu, harusnya saya yang berhak atas gaji Keanu bukan kamu yang hanya orang luar." hardik mama mertuanya penuh emosi.
Luna yang sudah bosan dan malas meladeni mertuanya memilih mematikan sambungan telpon sepihak. Luna tertawa terbahak - bahak membayangkan bagaimana mertuanya saat ini. Cukup sudah selama ini ia di hina dan di jadikan babu gratisan di rumah mertuanya sudah saat ia harus melawan ketidak adilan pada dirinya.
$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$$
Dengan mengucap bismillah, thor ucapkan selamat bertemu kembali di novel terbaru. Moga cerita kali ini berkenan di hati kk² semua. Jangan lupa kasih jempolnya kk, thor tunggu saran dan masukannya agar thor bisa lebih baik lagi kedepannya.😘👍🙏
lagian luna gak sopan deh bentak petugas pengadilan.
semangat menulis thor, gak ada salahnya baca novel2 penulis lain lho buat nambah ilmu, yg penting gak plagiat ...semangaaat
setelah berhasil cerai semoga luna dpt pasangan yg lebih baik dari keanu 🤭