Zalika Azzalea adalah gadis cantik yang berusia dua puluh dua tahun, dirinya memutuskan untuk menikah dengan sang kekasih Arga Pramana diusia muda dengan harapan sebuah kebahagiaan
Pil pahit harus ia telan, karena pernikahan tak berjalan seperti yang dirinya impikan. mimpi sederhana untuk biduk rumah tangga yang sempurna nyatanya harus ia kubur dalam-dalam
Pernikahan yang hanya berlangsung tiga hari itu berakhir dengan menyisakan trauma mendalam, mengubah gadis ceria menjadi seorang yang takut akan cinta
Akankah ada pria yang dikirim tuhan untuk menyembuhkan lukanya? lalu Cinta yang akan memberinya kebahagiaan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam Pernikahan
Seorang wanita cantik menunggu dengan cemas, jemarinya saling bertaut menandakan jika saat ini dirinya dalam keadaan gugup
Tubuh putih mulus tanpa noda itu telah berbalut lingerie berwarna hitam, serta kamar yang telah dihias layaknya kamar pengantin
Zalika menunggu hampir setengah jam, entah kenapa peri yang telah resmi menjadi suaminya siang tadi pergi kemana
Rasa gugup kembali menderanya kala pintu kamar dibuka, seorang pria tampan tengah tersenyum manis kearahnya, Zalika berdiri dengan jantung yang hampir lepas dari tempatnya, dirinya menghampiri suaminya
"Kamu dari mana, mas?" Tanyanya dengan wajah yang menunduk
"Maaf ya, kamu pasti nunggunya lama!" Pria tampan serta tinggi itu membelai puncak kepalanya dengan lembut
Zalika mendongak, menatap manik hitam suaminya, dirinya menampilkan senyuman terbaiknya hingga satu kecupan di kening ia dapatkan
Arga Pramana, pria tampan itu menuntun sang istri hingga keduanya duduk disisi tempat tidur. Tangan lebarnya membelai rambut, pipi dan kini berada di leher jenjang yang begitu menggoda, dapat Arga rasakan aroma frolar yang begitu memanjakan indera penciuman
"Kamu siap?"
Zalika memejamkan matanya, merasakan sentuhan hangat yang diberikan suaminya, sebuah anggukan kecil ia berikan sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan Arga padanya
Kini dapat Zalika rasakan jika tangan lembar itu berada dilehernya, gelenjar aneh terjadi pada tubuhnya, hingga sedetik kemudian terasa begitu sesak. Mata bulat nan indah itu melotot, tubuhnya terbaring di atas ranjang dengan taburan kelopak bunga mawar yang disusun berbentuk hati
Napasnya tercekat di tenggorokan, tangan lebar itu semakin kuat mencengkram lehernya, cairan bening tak dapat lagi ia tahan, dengan mata yang dipenuhi cairan gadis cantik itu menatap wajah merah padam suaminya, tampak jelas kemarahan dari wajah tampan yang kini mengungkung nya itu
"Ma-ash"
Gadis cantik dengan mata bulat itu memejamkan matanya, entah ini adalah akhir dari kehidupannya, nyawanya hilang ditangan pria yang dicintai tepat dimalam pernikahan
Zalika meraup sebanyak-banyaknya udara kala cengkraman pada lehernya dilepas, rasa sakit masih sangat terasa. Leher putih itu kini terlihat memerah
Baru saja merasa lebih baik, tubuh mungilnya terasa melayang saat Arga menarik paksa lengannya
"Apa kamu pikir aku menikahi kamu karena aku begitu mencintai kamu?" Sebuah senyum smirk ia tampilkan membuat sekujur tubuh Zalika bergetar
"Ada apa dengan kamu mas? Aku salah apa?" Dengan terbantah Zalika bertanya
" Kamu punya satu kesalahan, yaitu menjadi putrinya Zayyan Dhirgantara!" Kilat kemarahan terlihat terpancar saat pria itu menyebut nama sang ayah mertua
"Apa salah ayah sama kamu? Kalian bahkan baru bertemu beberapa kali, dan ayah nggak pernah mempersoalkan tentang hubungan kita selama ini!"
Plak
Tubuh mungilnya terduduk di lantai begitu satu tamparan keras mendarat di pipinya, menyisakan rasa perih yang teramat sangat, selama ini ia hidup dengan penuh kasih sayang. Ayahnya tak pernah sekalipun melakukan hal yang menyakitinya, bahkan Zayyan begitu menjaga putri kesayangannya itu hingga seujung rambutnya saja tidak pernah disentuh
Arga bersimpuh dihadapannya, sedetik kemudian gadis itu kembali meringis saat kedua pipinya ditekan dengan satu tangannya yang besar
"Jangan pernah sekalipun mempertanyakan tentang apa yang aku lakukan, mengerti?" Suaranya lembut, namun dibalik itu Zalika merasa jika suaminya adalah seorang iblis
"Kamu mau bawa aku kemana mas?" Tanya Zalika yang tiba-tiba saja diseret oleh pria itu
"Karena kamu berani bicara, maka kamu harus menerima hukumannya!" Ujar Arga lalu melangkah menuju kamar mandi
Tubuh mungilnya dengan mudah dihempas hingga masuk ke kamar mandi, Zalika menangis sembari menggedor pintu yang telah dikunci dari luar
Tubuhnya luruh, rasanya dunianya hancur dalam satu malam. Dirinya banyak mendengar cerita tentang indahnya malam pengantin, tapi apa yang ia dapatkan? Rasa sakit yang sepertinya tak akan berujung
Dirinya menjalin hubungan dengan pria bernama Arga sejak keduanya masih duduk di bangku sekolah menengah atas, Arga yang merupakan siswa yang pendiam serta pintar jatuh hati padanya yang memang memiliki sifat periang
Keduanya lalu menjalani hubungan jarak jauh selama empat tahun karena Arga memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya di Jogja
Tak ada yang berubah selama empat tahun, keduanya saling memberikan kabar, bertukar cerita tentang indahnya masa perkuliahan
Selama empat tahun juga, baik Arga dan Zalika tak menjalin hubungan dengan orang lain. Keduanya menjaga cinta itu dengan segenap hati, walaupun bukan satu atau dua saja pria di kampus berusaha mendekati gadis cantik itu
Setelah selesai dengan pendidikannya, baik Arga maupun Zalika disibukkan dengan pekerjaan masing-masing. Zalika yang menjadi sekretaris lalu Arga di sebuah perusahaan ekspor impor dengan posisi yang cukup baik
Dua tahun setelahnya Arga memberanikan diri untuk melamar sang kekasih, dan ini untuk pertama kalinya juga pria itu bertemu dengan kedua orang tua dari wanita yang ia cintai, hingga pernikahan dilaksanakan dua bulan setelah kedatangannya
Air mata Zalika semakin deras saat mengingat masa-masa indah itu, pria yang selama ini ia cintai ternyata menyimpan sesuatu yang entah apa itu
Berbagai pertanyaan melintas di kepalanya. Kenapa pria itu berubah? Lalu apa hubungannya dengan sang ayah? Bahkan Zayyan memberikan restunya tanpa meminta syarat apapun
"Ayah.." Dirinya hanya dapat berucap lirih memanggil sang ayah
"Tolong Zalika, ayah" tubuh mungil itu mulai menggigil. Bagaimana tidak, tubuhnya hanya berbalut lingerie tipis dan tengah berada dikamar mandi
Arga melajukan kendaraan roda empat miliknya dengan kecepatan sedang, membelah jalanan ibu kota hingga kendaraan itu berhenti di sebuah club malam yang cukup terkenal
Pria tampan itu mengedarkan pandangannya hingga terlihat kerumunan anak muda yang mungkin seusianya. Ya, dirinya dan Zalika memang memutuskan untuk menikah diusia muda. Walau diwarnai penolakan dari kedua orang tua Zalika, nyatanya cinta membawa keduanya hingga berada dititik ini
"Hey bro!" Arga lalu menyapa satu-persatu temannya yang telah datang lebih dulu
"Hay, Arga sayang!" Seorang wanita cantik dengan pakaian minim mulai bergelayut manja di lengan pria itu
"Ayolah Moza, Lo nggak lupa kan kalau Arga udah nikah?" Ujar salah seorang rekan namun wanita cantik itu enggan untuk membalas
"Lagian, Ga. Bisa-bisanya dimalam pengantin Lo ninggalin istri lo dirumah!" Ucap pria bernama Aksara
"Bukan urusan elo!" Arga meraih gelas yang telah berisi cairan memabukkan lalu meneguknya sekali hingga tandas
"Lagian Arga nggak mungkin bisa lupain gue, iya kan sayang?" Wanita cantik itu mendongak dan Arga menghadiahkannya satu kecupan dibibir
"Kalau Lo nggak cinta sama Zalika lagi, Lo bisa kasih dia ke gue!" Canda Dean yang merupakan teman Arga di kantor, semua yang berada ditempat itu adalah rekan kerja Arga kecuali Moza yang memang mengenal Arga saat keduanya di Jogja namun pria itu hanya menganggapnya sebagai teman biasa tidak lebih