Sebagai Putri Changle, seharusnya ia menikmati kemewahan dan cinta. Namun, gadis modern ini justru terperangkap dalam tubuh seorang putri kuno dengan masa lalu yang mengerikan: dikhianati oleh kekasihnya sendiri, disiksa tanpa ampun, dan meregang nyawa dalam kesengsaraan. Takdir memberinya kesempatan kedua. Dengan Sistem Poin dan Ruang Ajaib sebagai senjatanya, Putri Changle bangkit dari kematian untuk menuntut balas.
Setiap poin yang dikumpulkan adalah langkah menuju pembalasan. Setiap level yang diraih adalah tameng untuk melindungi diri dari musuh-musuh yang mengintai. Namun, semakin dekat ia dengan tujuannya, semakin dalam ia terjerat dalam labirin rahasia kelam yang mengubur masa lalunya dan asal-usul Sistem itu sendiri.
Mampukah Putri Changle mewujudkan dendamnya, ataukah ia hanya pion dalam permainan yang jauh lebih besar dan berbahaya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itsme AnH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terjebak di Ruangan Asing
Lulu menghela napas panjang, matanya terpaku pada layar TV. "Ck, karakter utama wanitanya terlalu lemah!" gerutunya sambil mencubit keripik kentang dari kemasan. Suara renyah keripik itu seolah menimpali gejolak emosi yang mengaduk-aduk hatinya.
Sebagai seorang penulis, Lulu selalu mencari inspirasi dalam segala hal, termasuk drama-drama yang ditontonnya. Dia berharap, kisah tragis Putri Changle ini bisa menjadi ide cemerlang untuk karya terbarunya.
Meskipun belum pernah mengalami pengkhianatan secara langsung, Lulu merasa familiar dengan emosi itu. Dia sering melihatnya di drama-drama lain, dan dia tahu betul betapa menyakitkannya dikhianati oleh orang yang dicintai.
Karena itulah, Lulu selalu berhati-hati dalam urusan cinta.
Dia lebih memilih untuk fokus pada karirnya sebagai penulis daripada terjebak dalam hubungan yang berpotensi menyakitkan.
Di dalam benaknya, Lulu ingin sekali menasihati Song Zhiwan, membisikkan kata-kata bijak tentang cinta dan harga diri. 'Makanya, cinta itu pakai otak, jangan cuma pakai perasaan!' omelnya.
Di layar TV, Song Zhiwan terbaring lesu di salju, berlumuran darah. Napasnya tersengal, dadanya naik turun tak beraturan. Matanya yang memancarkan keteguhan sekaligus keputusasaan menatap tajam ke arah Guan Shiqing, yang berdiri angkuh layaknya ratu di atas singgasana.
Guan Shiqing mengenakan hanfu mewah yang berkilauan, menampilkan sosok megah penuh kebencian. "Song Zhiwan, beraninya kau diam-diam menemui Xie Zhan!" Suara Guan Shiqing menggema, menambah ketegangan yang melingkupi adegan tersebut.
"Aku ... aku tidak melakukan itu." Suara Song Zhiwan bergetar, penuh rasa takut. Air mata tak tertahan mengalir di pipinya, membasahi kulit yang mulai memerah karena kedinginan dan siksaan.
Jelas terlihat bagaimana rasa sakit dan ketidakberdayaan menjalari wajahnya.
Lulu mengepalkan tinjunya. Dia tahu ini hanya drama, tapi hatinya tetap sakit melihat ketidakadilan yang dialami Song Zhiwan.
Dia membayangkan diri menjadi sahabat sejati bagi Song Zhiwan, menyemangatinya untuk mengambil keputusan yang bijak.
"Penjaga, bakar wajah wanita ini agar dia tidak berani menemui suamiku lagi!" teriak Guan Shiqing, suaranya penuh kebencian.
Dua pelayan segera maju, langkah mereka mantap dan tanpa ampun. Mereka mencengkeram tangan Song Zhiwan dan menarik rambutnya, membuat kepalanya mendongak. Jantung Song Zhiwan berdegup kencang, rasa sakit dan ketakutan menyelubunginya. "Ampuni aku, Nyonya," lirihnya di antara isak tangis.
Seorang pelayan mengangkat sepotong besi panas yang dipenuhi ukiran kata "pelayan". Dalam sekejap, bayangan menakutkan terlukis di wajah Song Zhiwan. Air mata dan darah bercampur menciptakan visual yang mencekam di atas salju putih.
Rasa sakit yang tak tertahankan menghantam Song Zhiwan, membuatnya kehilangan kesadaran. Dia pingsan, tak mampu lagi menanggung penderitaan yang menyayat hatinya.
“Shiqing, di hatiku cuma ada kamu. Kenapa kamu harus marah pada wanita ini?” Suara Xie Zhan memecah keheningan. Dia melangkah masuk dengan setelan pejabatnya yang rapi, berusaha menenangkan amarah Guan Shiqing.
Dengan nada tegas, dia memerintahkan, “Penjaga, seret wanita ini ke gerbang kota dan telanjangi dia agar tidak membuat istriku marah setiap berhadapan dengannya."
“Jangan, Suamiku!” Guan Shiqing menggeleng dan memeluk Xie Zhan. Sorot matanya berbinar, namun menyimpan seberkas kebencian. “Dia sudah membuat kita terlambat bersama lebih dari sepuluh tahun. Aku tidak mau melepaskannya dengan mudah.”
Lulu menatap layar dengan mata membara, napasnya memburu. "Konyol sekali!" serunya dengan suara bergetar. Jemarinya mencengkeram remote TV, seolah ingin mencakar ketidakadilan yang terpampang di depannya.
"Bagaimana bisa seorang pelayan menjadi istri Xie Zhan? Sedangkan Song Zhiwan, putri bangsawan, harus berlutut dan memanggil mereka Tuan? Tidak masuk akal!" Tangan Lulu gemetar hebat.
Tanpa sadar, dia menyenggol kaleng minuman di mejanya. Cairan dingin itu menggenang dan merembes ke sela-sela kabel yang berantakan di lantai.
"Arghhh!!!" jerit Lulu saat tangannya tak sengaja menyentuh kabel basah itu.
Sengatan listrik menjalar cepat ke seluruh tubuhnya, membuatnya bergetar hebat sebelum akhirnya terjatuh ke lantai dingin.
Matanya terbuka lebar, penuh ketakutan dan keterkejutan. Ia merasa seperti terperangkap dalam mimpi buruk yang tak bisa dihindari.
"Apa itu?" gumamnya ketika melihat layar televisi di depannya tiba-tiba menyala menyilaukan.
Seketika, tubuh Lulu tersedot, terjerembap ke dalam cahaya yang menusuk mata.
Gelap menyelimuti sekejap. Ketika cahaya kembali muncul, Lulu mendapati dirinya terjebak di sebuah ruangan asing ....
Thor aku stop baca critanya ya..
diawal crita seru, sekarang SDH seperti crita Indosiar yg terus bersambung..
udah bosan dgn drama guan shiqing..
kok ceritanya ne guan shiqing yg jadi pemeran utama...?
kmana nih momo....... gunakan sistem dong.....
sistem apa? greget bgt.. masalah nya cuma berputar2 di sini aja ga selesai- selesai. trs kelebihan putri cangle apa? masa lemah bgt. mudah di tindas, mau di skip tp penasaran. wkwkwk 🤣🤣🤣🤣
bagusan pemeran perempuan pas novel perempuan beracun kesayangan pangeran lebih cerdas & keren😄
semangat nulisnya😍😍😍