NovelToon NovelToon
Don't Leave Me

Don't Leave Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ucu Irna Marhamah

Tidak ada kisah Cinta di dunia ini yang seindah kisah novel..

Tidak ada yang tahu.. Seperti apa dan bagaimana proses masa depan kita terjadi..

Namun ada juga beberapa kisah yang serupa dengan kisah di novel..

Karena beberapa kisah novel memang pernah terjadi di dunia nyata..

"Kadang sesuatu yang kita lihat tidak sesuai dengan kenyataan.

Kebencian yang terlalu dalam ini membuatku terjatuh.

Tapi memang begitu kenyataannya laki-laki itu menyebalkan dan aku muak melihat tingkah gilanya itu, dasar laki-laki aneh dia!

Jika bisa saat itu juga aku mematahkan lehernya. Tapi, aku tidak bisa melakukannya. Karena aku...."


_Shica Mahali_


"Jangan dilihat dari luar. Maka kau akan semakin penasaran dengan apa yang ada didalamnya.

Aku menyesal telah menyakiti perasaannya.

Aku tidak mengira kalau ini buah dari kesalahanku.

Maafkan aku, boleh aku mengenalmu lebih jauh lagi?

Tapi aku......"


_Raihan Alfarizi_



PERINGATAN!!!
17+

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucu Irna Marhamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1

"... Matahari tidak pernah bertemu dengan bumi.. Matahari tidak pernah mendekati bumi.. Namun matahari senantiasa memancarkan sinarnya untuk kehangatan bumi.. Cinta bukan tentang jarak dan waktu saja, tapi Cinta juga adalah kepercayaan dan kenyamanan pada saat jarak membentang diantara kita.. "

Ucu Irna Marhamah

***

    •••Shica Mahali•••

    Aku merasa seberkas cahaya memasuki kamarku dan menyilaukan mataku yang masih tertutup. Perlahan kubuka kedua mataku. Terlihat pangeran tampan itu berdiri di jendela besar kamarku. Dia menyingkap tirai jendela kamarku sehingga memudahkan cahaya sang mentari menembus kaca jendela dan menyilaukan mataku.

    Aku mengerjap beberapa kali.

    "Bangun putri tidur, sampai kapan kau akan tertidur? Sekarang waktunya pergi kesekolah. Atau SMP lagi libur, ya?" tanya pangeran tampan itu.

    Ah tidak!

    Dia bukan pangeran tampan. Aku mengenali suara menyebalkan itu. Itu suara Regar, kakakku.

    Aku mendengus kesal kemudian kembali merebahkan tubuhku ke kasur dan menutupi sekujur tubuhku dengan selimut hangatku.

    Terasa ada beban disampingku. Mungkin kakaku duduk disana. Terasa tangan kakakku bergerak menarik selimutku dan selanjutnya kurasakan serangan yang menggelikan.

    Dia menggelitik area pinggangku. Oh, aku tidak tahan sekali.

    Aku menahan kedua tangannya.

    "Kakak! Aku sudah bangun!" teriakku. Kakakku menangkup wajahku.

    "Kenapa bangun terlambat? Biasanya kau yang membangunkanku!" katanya kemudian menyentil dahiku.

    "Kakak," aku menggerutu sambil menyentuh dahiku yang nyeri akibat ulahnya.

    "Kakak lupa? Ini hari apa?" tanyaku.

    "Ini hari dimana kau harus berangkat ke sekolah," jawab kakakku.

    "Ini hari minggu kak." kataku.

     Kakakku tampak berpikir.

    "Benarkah? Ehehehe.. Maaf, aku mengganggu tidurmu, ya." kata kakakku sambil membelai lembut kepalaku.

    Aku cemberut kesal.

    Dia pun berbaring di sampingku. "Kalau begitu, aku juga mau tidur lagi," kata Kakak.

    Aku tersenyum kemudian merebahkan tubuhku disampingnya.

    Terdengar pintu kamarku terbuka.

    "Shica! Regar! Ini jam 7! Saatnya ke sekolah!" teriak wanita cantik yang tidak lain adalah Mamaku, Ratna Mahali.

    "Apa! Tapi Ma, Shica bilang ini hari minggu." gerutu kakakku.

    Aku tertawa terbahak-bahak. Kakak menoleh kearahku dan mengernyit bingung.

    Mamaku menggeleng pelan.

    "Kamu dibodohi adik kamu," gerutu Mama.

    Kakak melirik kesal padaku. Aku terkekeh kecil. Setelah sedikit berdebat dengan kakakku, aku dan kakakku segera mandi kemudian sarapan pagi bersama orang tuaku.

     Setelah itu aku pergi kesekolah dengan berjalan kaki. Kenapa aku suka jalan kaki? Itu karena aku mau mengurangi berat badanku.

     Nama singkatku Shica Mahali, aku anak kedua dari ayahku Ridan Mahali dan ibuku Ratna Mahali.

     Aku sekarang kelas dua SMP. Ya, aku berbeda dua tahun dengan kakak laki-lakiku yang tampan itu. Nama kakakku adalah Regar Mahali sekarang dia kelas satu SMA.

    Aku bersekolah di tempat yang sama dengan kakakku dulu waktu dia kelas tiga SMP dan aku kelas satu SMP.

     Fisikku tidak terlalu cantik dan bisa dikatakan aku gemuk, berkacamata bulat dan besar, kulitku tidak terlalu putih.

     Bayangkan betapa culunnya aku, kan? Meski aku culun, aku orangnya temperamen. Ya, itu warisan dari ibuku yang galak, sama seperti Regar kakakku.

     Aku tidak terlalu cerdas, aku menyukai semua mata pelajaran kecuali matematika.

     Menurutku, matematika membuat otakku bekerja empat kali lipat dari pelajaran lain.

    Itu sangat menjengkelkan.

    Itulah sekilas diriku yang culun.

    Berbeda dengan Regar kakakku yang sangat tampan dan seorang captain volly. Dia sangat kuat, berani dan menjadi kebanggaan teman-temannya.

     Banyak gadis-gadis yang menginginkannya. Padahal aku sendiri tidak menyukainya karena galak dan pemaksa.

     Aku dan kakakku cukup akrab, meski terkadang ada pertengkaran kecil diantara kami.

     Tapi aku tahu kakakku sangat sayang kepadaku.. Begitupun aku sangat menyayangi dia.

     Tiiiiinnn!!!

     Suara klakson motor kakakku yang sengaja dia bunyikan didepanku.

     Aku yang baru berjalan beberapa langkah dari rumahku sangat kesal.

     "Apa-apaan kau kakak!" aku menggerutu.

     "Ayolah nona pemarah, ikut denganku. Memangnya siapa yang bisa menolak ketampananku?" rayu kakakku sambil menyeringai tampan.

     "Aku mau jalan kaki, Kak." aku menjawabnya sambil melanjutkan langkahku, namun dia kembali melajukan motornya dan menghalangi jalanku.

    "Shica, kalau kau berjalan berkilo-kilo meter dari sini ke sekolah, bisa-bisa kakimu patah." ledek Regar kakakku.

     "Baiklah," aku menurutinya karena aku tidak mau berdebat dengan kakakku yang galak itu.

     Aku menaiki motor sport hitamnya. "Bagus, ayo!" dia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.

     "Kakak! Kau gila! Mau mengirimku ke akhirat!" teriakku.

     Terlihat senyum nakalnya dari spion. Aku meremas jaket hitam yang dia kenakan.

     Sesampainya di sekolah, dia mengerem mendadak hingga kepalaku bebenturan dengan helm yang dia kenakan.

     "Aww, beraninya kau!" aku menggerutu sambil memukul pundaknya. Dia hanya menyeringai tampan. Aku menuruni motor besarnya. Kedua lututku rasanya masih gemetar karena dia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.

     Semua gadis yang melihat seringaian kakakku itu terpaku dengan ekspresi mengerikan. Mungkin mereka terpesona melihat kakakku.

     "Belajar yang serius ya, adikku sayang." goda orang gila itu sambil membelai lembut rambutku.

    Dia pun melajukan motornya menjauh dari sekolahku.

    Akupun memasuki SMP Negeri 1 Nusa Bangsa yaitu sekolahku.

    Aku punya beberapa teman. Aku memang kurang suka bergaul dengan teman-teman yang lain.

    Aku periang di rumah dan suka jahil juga. Tapi di sekolah aku pendiam dan jarang bicara.

   Aku melihat beberapa temanku lewat, mereka menyapaku saat kami berpapasan. Aku merespon mereka dengan senyuman kecil.

    Tiba-tiba aku bertabrakan dengan seseorang yang bertubuh lebih tinggi dariku.

    Aku mendongkak menatapnya, dia siswa bertubuh tinggi tegap dengan mata sekelam malam. Mata yang sangat tajam namun begitu Indah dan sayu.

    Aku merasa tenggelam melihat matanya.

    Tunggu!

    Aku rasa, aku kenal dia, tapi dimana? Aku juga pernah bicara dengan dia. Tapi kapan?

    Dia menatap tak suka terhadapku. "Kau tidak lihat! Padahal kau pakai kacamata sebesar itu!" ledeknya.

    Aku yang notabenenya temperamental sangat kesal mendengar itu, tapi kutahan. Mana mungkin aku marah-marah di sekolah, kan.

    "Maaf," kataku setengah menggertak. Dia menatapku dengan tajam.

    "Kau tidak terdengar tulus mengatakan itu," sindir laki-laki didepanku ini.

     Aku berlalu, tapi dia dengan gesit menarik lenganku.

    "Berani sekali kau mengabaikanku!" katanya terdengar seperti kesal.

    "Apa maumu? Lepaskan tanganmu dariku!" kataku mencoba memberanikan diri. Dia menyeringai menakutkan.

    "Minta maaf di kelasku!" katanya penuh penekanan dengan tatapan penuh kebencian juga.

    "Apa kau bilang? Aku tidak mau! Itu memalukan!" kataku dengan nada menggerutu.

    "Cepat!" tanpa perasaan dia menarikku ke kelasnya yang bertuliskan VII-B.

by

_Ucu Irna Marhamah_

1
Ummi Nza
😂😂😂😂😂😂
Ummi Nza
panjang bener nama nya 🤭
Imas Karmasih
masih belum tau konfliknya bingung
Azizach
Itu nama se kecamatan yaa thour d bawa🤣🤣
anti pebinor pelakor
Dalam novel yang paling menyedihkan adalah sosok reynaldi punya istri tapi masih sangat mencintai pria lain dan sangat jelas sicha perlihatkan, hak sebagai suami selalu di abaikan sicha dan ketika reynaldi mengambil hak (secara paksa), bukan sicha iklas tapi sicha menunjukkan dirinya begitu tersiksa hingga membuat reynaldi tidak percaya diri dan merasa bersalah hingga mengambil tindakan bodoh hanya untuk kebahagiaan sicha, reynaldi hidup menderita sendirian dan melihat istrinya menikah lagi dengan pria lain, sicha hidup bahagia dan reynaldy menderita di atas kebahagiaan sicha

Sicha sebenar tidak pernah mencintai reynaldi, dengan jelas dia menunjukkan dia masih mencintai pria lain didepan suaminya, hak reynaldi tidak dia berikan tapi saat reynaldi mengambil paksa sicha berkoar sebagai korban, tapi pada satu jadi istri raihan dia senang hati beri hak raihan selalu bermeraan dengan raihan

Sicha tidak layan untuk reynaldi seharusnya reynaldi bisa dapat wanita yang lebih menghargainya
Ismiyati Budiyono
auto mewek thor
Ismiyati Budiyono
sad ending..knp raihan hrs dibuat mati
Ismiyati Budiyono
poliandri y
Wati_esha
Bingung lho ini .. mau komentar apa. Author ... ceritamu ini 😇😇😇 Kasihan Shica duhhh.
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Apa boleh poliandri? 😇😇😇
Wati_esha
Reynala sudah menjelaskan status pernikahan Reynaldi dan Shica.
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Nadhira ... jadi mama bagi Shica.
Wati_esha
Raihan ... modus nih.
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Raihan ... apakah sudah menduga akan datangnya rintangan bagi mereka di masa depan hingga harus mempersenjatai isterinya?
Wati_esha
Baru mau tenang ... Sean Jansen muncul mengganggu.
Wati_esha
Tq update nya.
Wati_esha
Regar ... lebih suka Raihan dari pada Reynaldi? 🙈🙈🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!