NovelToon NovelToon
Seluruh Hati Tertinggal

Seluruh Hati Tertinggal

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:97k
Nilai: 5
Nama Author: AAH♥️

ANDI ALDA MAROLAH merupakan putri tunggal mantan Anggota DPRD. Ia terlahir dari garis keturunan bangsawan suku bugis. Andi Alda berprofesi sebagai ASN PNS. Guru di salah satu SMA di Kota Makassar.

Suatu hari ia dipertemukan dengan seorang pria yang bernama IBNU RAJAB. Keduanya jatuh cinta. Namun, orang tua Alda tidak merestui. Mereka memilih menjodohkan putrinya dengan ANDI PANGERANG ADAM. Seorang pria berusia 45 tahun dan menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata.

Bagaimana akhirnya? Yuk mampir! Jangan lupa tinggalkan jejak like, vote dan komentar🥰

Salam

AAH❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AAH♥️, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PROLOG

Andi Alda Marolah.

Seorang wanita berdarah bugis. Sematan nama 'Andi' pada dirinya menggambarkan bahwa dia terlahir dari garis keturunan bangsawan. Cantik, berpendidikan tinggi, seorang wanita karir dan tentu dari keluarga terpandang.

Keempat hal tersebut menjadi nilai plus untuk seorang Alda. Bahkan orang disekelilingnya berpandangan bahwa wanita itu nyaris mendekati sempurna.

Namun ada hal yang masih menjadi pro dan kontra dalam kehidupannya. Kedua orang tua wanita tersebut sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsawanannya, hingga memilih pasangan pun haruslah jelas bibit, bebet, bobot untuk tetap mempertahankan eksistensinya di masyarakat.

Tidak ada yang salah dari hal tersebut jika berbicara dari sudut pandang ayah-ibunya. Karena sejatinya, orang tua hanya menginginkan yang terbaik untuk buah hati.

Keduanya selalu menekankan hal tersebut kepada Alda. Ucapannya seolah menjadi alarm pengingat jika hatinya mulai goyah. Alda menghormati keputusan ayah-ibunya. Berusaha untuk melangkah sesuai dengan arahan.

Apakah dia mampu konsisten?

*****

Pukul tujuh pagi hari. Seorang wanita berseragam dinas lengkap dengan pin KORPRI ASN PNS yang bertengger sempurna pada dada sebelah kirinya, seolah memberikan informasi bahwa dia bukanlah wanita biasa.

Berjalan dengan penuh percaya diri melewati gerbang sekolah menengah atas. Salah satu terbaik di kotanya.

Senyuman yang menampilkan lesung pipit yang terukir jelas di wajah ayunya menambah kesan manis. Rambut dibiarkan tergerai indah dengan sesekali menyelipkan di belakang telinga.

"Selamat pagi, Bu Andi!"

"Bu Cantik!"

Sapaan demi sapaan yang mengalun di udara. Dilemparkan dengan nada semangat yang tentu tidak dibuat-buat. Mengusik indera pendengaran wanita cantik itu hingga menimbulkan gerakan impulsif untuk menoleh melihatnya. Sekelompok orang yang juga berpakaian sama seperti dirinya yang sedang duduk dibawa pohon cemara.

"Selamat pagi, Pak, Bu."

Seluruh siswa pun tak akan sungkan melakukan hal yang sama. Mereka seakan tak ingin kehilangan momen untuk mendengar suara dari seorang guru terbaik menurut versi mereka, Andi Alda Marolah.

Yah, dia guru yang terkesan tidak ingin menyusahkan siswanya. Pantaslah jika orang-orang c**are.

******

Sepasang paruh bayah duduk bersantai berdua di teras rumah. Menikmati teh hangat yang telah tersedia di atas meja keramik. Membicarakan topik yang menjadi langganan di setiap pagi.

Jika dilihat dari wajah pria tersebut, tampak tidaklah asing. Rupanya pernah menghiasi setiap sudut di kotanya. Yah, dia adalah Andi Shadam Marolah. Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah periode 20xx - 20xx.

Begitu pun dengan wanita di samping. Duduk dengan wajah yang masih terlihat cantik meski telah berusia lebih setengah abad. Dia, Andi Erna Idrus.

Keduanya adalah orang yang telah melahirkan dan membesarkan Alda. Juga orang yang paling berpengaruh di dalam kehidupan guru tersebut.

"27 tahun ...." Andi Shadam menghela napas mengingat putri semata wayangnya. Betapa tidak, dia juga ingin segera menikahkan Alda dengan pria harapan.

Bukan karena tidak ada yang mau, akan tetapi karena standar mereka berdua terlalu tinggi sehingga penolakan halus menjadi tameng untuk Alda.

"3 tahun lagi memasuki kepala tiga," timpal Andi Erna seraya menyesap isi cangkir tersebut.

Pria paruh baya itu menoleh menatap Sang Istri. "Tetap dengan prinsip keluarga kita."

Andi Erna mengangguk. "Demi kebaikannya juga. Hanya ingin terbaik untuk anak tunggalku."

"Iya. Memang seperti itu!"

Kukuhnya mereka menambah rentang waktu untuk menunggu dengan dalih 'Demi kebaikan'. Tak ingin menggugurkan apa yang mendarah daging di dalam keluarga 'Marolah'.

"Masih ingat dengan Andi Pangerang Adam?" Tiba-tiba wanita paruh baya itu melempar pertanyaan yang spontan membuat Andi Shadam berpikir. Mengingat rupa yang dimaksud istrinya.

"Putra pertama Andi Baso?"

"Iya. Yang tinggal di Jakarta." tambah Andi Erna.

Andi Shadam dengan cepat mengangguk. Yah, dia adalah kerabat jauh Sang Istri yang memilih menetap di pulau jawa.

"Kemarin istrinya menelpon. Dia sempat bertanya tentang Alda."

Pria paruh baya itu mengerutkan kening.

"Pun dia juga sempat bercerita tentang putranya yang masih sendiri," tambahnya lagi.

Andi Shadam memperbaiki posisi duduknya. Mulai mengerti arah pembicaraan Sang Istri. "Bukankah dia sudah menikah?"

"2 tahun lalu mereka bercerai."

"Cerai?! Kenapa?" Seperti ada yang mendorong untuk mengetahui lebih jauh.

Andi Erna menggeleng dengan pelan. "Ibu tidak tahu dan tidak ingin mempertanyakan hal tersebut lebih jauh. Itu pribadinya."

Andi Shadam terdiam sejenak lalu melanjutkan ucapannya. "Kesibukannya apa sekarang?"

"Kepala Dinas Pariwisata diusianya yang ke-45 tahun."

"Bagus!" balasnya spontan. "Lagi pula ... status dan usianya bukanlah masalah besar."

Sesaat kemudian senyum kecil terbit dari bibir Andi Erna. Respon yang diberikan Sang Suami seakan menjadi peluang untuk kedua insan tersebut. Sungguh! Ini sejalan dengan apa yang dipikirkan.

Menurut wanita paruh baya itu, memang benar ucapan Andi Shadam, jika kegagalan rumah tangga dan usia pria tersebut bukanlah masalah besar.

Toh! Dua hal yang menjadi prioritas, telah terpenuhi. Yah, kemapanan dan strata keluarga mereka sama. Jadi apa yang perlu diragukan?

Sesuatu yang dimiliki Andi Adam mampu menutupi segalanya. Kategori cocok untuk disandingkan dengan Sang putri.

.

.

.

.

.

Salam

AAH♥️

1
Rina Suci
aku nungguin thorr.. bntar lg gnti taon loh🤭
Indah Wirdianingsih
kak kok gak lanjut2 ceritanya🙏
Rina Suci
lanjutanya kk
Yusuf Bebek
crt real ya ini..yg kaya dapat orang kaya...jrg bgt keluarga kaya nerima menantu miskin..
Ikaaa1605
Lanjuttttt mba
Indah Wirdianingsih
semoga ibnu dan nana juga bahagia seperti alda dan adam
Indah Wirdianingsih
lanjut thor
Yusuf Bebek
ternyata judulnya ini seluruh hati tertinggal yg mngucapkan ibnu ya...
Ikaaa1605
Lanjutttt mba
Indah Wirdianingsih
sedihnya cinta tp tak bisa bersama
Ikaaa1605
Semangt up mba
Ikaaa1605
Setelah sekian lama akhirnya up jugaa mba, double dong
Ibu'e Anam Azka
kok lama up nya kak. ditunggu selalu
Yusuf Bebek
udah gx mngkin bersatu ya ibnu sm alda nya..si alda udh cinta sm adam
smg ibnu jg bisa mncintai nana
Rina Suci
nungguin ini tor💪
zuwariyah c
author koq blm update
Rina Suci
ini alda udh beneran kecintaan sama adam kah?
Ikaaa1605
Semangat up mba othor
Ikaaa1605
Lanjuttt dong
Erni Kusumawati
Inisial kk kan AAH jgn2 kepanjangan dr Andi Alda Marolah, jd nama tokoh itu adalah nama kk sendiri nih😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!