Genre: Action, Martial Art, Fantasy, Over Power, Xianxia, Comedy.
Setelah kehilangan orang tuanya saat berumur 8 tahun, Wu Ming tidak memiliki semangat hidup dan tidak tahu apa yang harus ia lakukan selanjutnya.
Bertemu dengan Hui Luo, seorang pria 20 tahun adalah sebuah keberuntungan bagi Wu Ming.
Hui Luo mengangkat Wu Ming menjadi murid dan mendidik Wu Ming untuk menjadi kultivator yang baik, di bekali 7 Dantian membuat Wu Ming tak terkalahkan dan memiliki kekuatan yang besar dalam waktu singkat.
Jadilah saksi petualangan Wu Ming yang nantinya akan di sebut sebagai Kaisar Void Ming!
"Jika aku dan keluargaku tidak memiliki tempat di dunia ini, aku akan membuat duniaku sendiri. Tidak ada yang dapat menentangku disana!"
#Terima kasih kepada Kak Ron (shujinkouron) yang telah menginspirasi saya untuk menulis cerita ini.
Basic : *Journey to Immortality by: shujinkouron
*Legenda Pendekar Naga by: Shujinkouron
*Against The God by: Mars Gravity
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vi', isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.1 Awal
Dunia persilatan atau sering juga di sebut dunia Kultivator adalah dunia yang kejam.
Yang kuatlah yang menang, hanya yang kuatlah yang dapat bicara, dimana tolak ukur derajat suatu kaum/individu di tentukan dari kemampuan bertarungnya dan tingkat praktik nya.
Kuil Rumput Hijau adalah kuil yang menganut agama Buddhisme, namun kuil ini bukanlah kuil biasa.
Di kuil ini mayoritas biksu serta murid muridnya mempelajari bela diri dan Ilmu yang bernama Tubuh Kebal, yang membuat tubuh menjadi sekeras baja dan kebal hampir semua racun.
Ilmu ini sangat terkenal karena kemampuannya yang kebal racun, hal inilah yang membuat Kuil Rumput Hijau menjadi incaran banyak sekte aliran hitam terutama sekte Tiga Lembah Kutukan dan Tujuh Jurang Racun.
Karena dinilai sangat berbahaya dan mengancam bagi sekte aliran hitam, para sekte aliran hitam membentuk sebuah aliansi yang bertujuan membumihanguskan Kuil Rumput Hijau.
Tidak tanggung-tanggung bahwa sekte aliran hitam menggunakan pusaka yang sangat berharga untuk menjalankan rencana kehancuran Kuil Rumput Hijau.
Pusaka tersebut adalah sebuah cermin yang menyimpan ruang dimensi yang sangat besar, rumor mengatakan bahwa cermin tersebut dapat menyimpan semua benda yang ada di bumi ini karena ruang dimensi di dalam cermin tersebut sangatlah luas!
Namun, cermin tersebut bukanlah tanpa kelemahan, kelemahan cermin tersebut adalah jika digunakan sekali, Cermin akan retak setelah perpindahan benda atau mahkluk keluar dari cermin tersebut, dan butuh 500 tahun untuk dapat menggunakannya sekali lagi.
Dalam hitungan menit semua pasukan penyerang yang berjumlah lebih dari 150ribu pasukan dengan berbagai pusaka pula dibawa mereka.
Hal ini menyebabkan Kuil Rumput Hijau pasti hancur di tangan aliansi Sekte Aliran Hitam, tentu saja ada harga yang harus di bayar kedua sekte aliran hitam tersebut.
Banyak petinggi serta Ketua sekte-sekte kecil aliran hitam yang mati saat penyerangan berlangsung, bahkan bisa dibilang kedua sekte besar pun terancam hancur bila setelah penyerangan ini mereka malah di serang oleh salah satu sekte besar aliran putih.
Namun sebelum itu terjadi ternyata mereka sudah bekerja sama dengan beberapa sekte aliran hitam lain untuk ikut membantu dalam melindungi dua sekte besar aliran hitam yang menyerang Kuil Rumput Hijau, hal ini menyebabkan pecahnya Medan pertempuran dimana-mana sampai menyebabkan banyaknya manusia biasa yang terbunuh dalam pertempuran.
----
Di suatu kota terpencil yang bernama Kota Debu Hijau terdapat seorang biksu tua yang berpenampilan sangat buruk, jubah penuh dengan robek bekas tebasan pedang dan dilumuri warna merah darah entah dari darah orang lain atau dirinya, biksu tua itu berjalan tidak beraturan sampai orang yang melihatnya pun menduga dia akan jatuh tidak lama lagi.
Namun tidak ada dari mereka yang berani mengulurkan tangan untuk membantu biksu tua itu karena takut bahwa ia akan berurusan dengan orang yang mengincar kepala biksu tua itu.
Cuaca saat itu sangat mendung dan mulai sedikit demi sedikit air turun dari awan, namun tidak ada satu pun yang memberanikan diri menolong biksu itu.
Mereka lebih mementingkan diri sendiri dan segera menutup pintu serta jendela agar air hujan tidak masuk ke dalam rumah.
Jalanan menjadi sepi menyisakan biksu tua itu yang terus berjalan di tengah hujan lebat tanpa memperdulikan lukanya yang mulai terbuka lagi akibat terus bergerak dan terguyur hujan.
Saat itulah terlihat seorang anak kecil yang berlarian mencari tempat berteduh, dia terkejut melihat seorang biksu tua yang terlihat sangat malang.
Anak kecil itu berhenti dan berusaha membantu sang biksu tua untuk mencari tempat berteduh.
Setelah sampai di sebuah gang kecil yang setidaknya cukup melindungi diri mereka dari derasnya air hujan, ia segera memeriksa kondisi biksu tersebut, dia sangat terkejut melihat kondisi sang biksu tua, karena luka luka yang di alami biksu tua itu bukanlah luka biasa.
Namun luka tebasan pedang yang mengandung unsur kutukan, hal ini menyebabkan kondisi biksu tua tersebut akan semakin memburuk bila tidak segera di obati dengan menghilangkan efek kutukan tersebut.
----
Novel ini sudah beberapa kali mengalami revisi, namun tidak menutup kemungkinan adanya kesalahan lain dari author, untuk itu mohon berikan kritik dan saran kalian mengenai penulisan novel ini. Dan saya hanya ingin memberitahukan kalian pembaca yang baru mengintip novel ini, bahwa semakin jauh kalian membaca novel ini, akan semakin seru ceritanya karena Author menulis sambil belajar, setiap tulisan semakin lama semakin baik.
Terima kasih.
Salam Literasi dari Vimattra.
jika benar tolong bhs Inggrisnya di hilangkan aj.
thanks