Tipuan Secarik Kertas
Hari yang cerah. Langit bagai laut tenang yang biru benderang. Angin menghembuskan butiran-butiran kesejukan hati dan pikiran. Matahari tersenyum ria menyambut dunia. Kisah itu bermula ketika aku masi
0
0
Menebus Mimpi
Nay, itulah nama panggilanku. Kini aku duduk di bangku kuliah semester enam. Aktivitasku di kampus penuh dengan kegiatan organisasi serta menjadi relawan kegiatan sosial. Memang awalnya terasa berat,
0
0
Guruku dan Bungaku
Namaku Putri Azizzah. Biasa dipanggil Putri. Akhirnya pengorbanan dan kerja keras ku terbayar sudah, kini aku telah menjadi seorang sarjana pendidikan. Kini aku sudah bisa melihat senyum indah mengemb
0
0
My Dream Comes True
Teeeeng!!! Bel berbunyi 3 kali, tanda istirahat kedua. Aku mulai menyiapkan buku peminjam, buku pengembalian dan bolpoin di mejaku. Ku hentikan sejenak koneksi internetku, agar pekerjaanku tidak terga
0
0
Mimpi Secarik Kertas
Jam menunjukkan pukul 2 siang ketika aku tiba dirumah. Terlihat adikku yang sedang belajar dan yang satu lagi sedang bermain robot-robotan, mereka bernama Farras dan Naddif. Keduanya perempuan. Namun,
0
0
Lingkaran
“Kenapa loe pengen jadi astronot?” tanya kira. “Karena, aku suka bulan. Itulah kenapa aku ingin menjadi astronot. Aku ingin berkunjung ke bulan. Hahaha…” jawab Kenta. “Trus, kenapa loe suka bulan?” ta
0
0
Kesombongan Cika
“Anak-anak sebelum pulang ibu guru akan mengumumkan, bahwa seminggu lagi kalian akan menghadapi ulangan kenaikan kelas. Jadi ibu guru harap kalian lebih giat belajar!.” seru ibu guru mengumumkan sebel
0
0
Rumah Buku Assyahla
Aku diam, duduk di kursi teras belakang. Hmm… Ademnya udara pagi ini. Sayangnya sih, Hari ini Abi nggak libur. Cuma Ummi libur praktek. Namaku Shafa Shabila Maulida Assyarah, panggil saja Shafa. Kakak
0
0
Lihat Semangat Kami
Cerita ini hanya fiksi. Terinspirasi dari film “LASKAR PELANGI” sapa tau bisa diangkat jadi film LASKAR PELANGI 2 ya, hahhahaha ( nghayal terus ). Cerita tentang sekelompok anak yang ingin mengenyam p
0
0
Nyanyian Jalanan Kota
Bising suara tak jua berhenti menemani hari kelamku. Aku seakan membisu dalam keramaian kota tersebut. 500 rupiah, 1000 rupiah.. ah, aku tidak bisa mengharap banyak hanya dengan memelas dan menyanyi t
0
0
Langit itu
Entah apa yang langit pikirkan sekarang. Langit itu redup, diselimuti oleh awan tebal yang membuat matahari mulai hilang. Aku hanya bisa terdiam saat air-air jernih itu mulai turun darinya. Mungkin ta
0
0
Gulali Chaca
“Eh… lihat!” terdengar di kanan telinga Chaca. “Apa…,” sahut Chaca menoleh yang di tunjuk Sinta. “Nyam… Gulali!” ucap Chaca dan Sinta serentak dan berlari ke arah yang ditunjuk Sinta. Wow… banyak bang
0
0
Perubahan
Hari itu adalah hari pertama masuk sekolah setelah masa liburan panjang Semester Ganjil di SMAN Tunas Siswa Bandung. Semua siswa berkumpul di lapangan untuk mengikuti upacara bendera. Suasana di SMAN
0
0
Kata Terakhir Suparto
Suparto adalah guruku Bahasa Indonesia. Sebulan lalu ia berganti tugas dari smp harapan jaya III ke Smp Sukakarya. Dia sering di ejek oleh teman-temanku dari belakang, Teman-temanku berbuat begitu lan
0
0
Mon(ster)day
“Heeeh! Apa lo bilang? Gue gendut? Awas lo yaaa! Gue jitak!” Terdengar suara teriakan yang disertai pekikan dari sudut belakang ditengah kesunyian suasana kelas X-A. “Monday! Kalau pengin ngomel-ngome
0
0
Perjuangan Tanpa Pandang Bulu
Memulai hari baru dengan sebuah senyum yang tersimpul dari bibir mungilnya. Tidak salah lagi senyuman yang ikhlas dari lubuk hatinya terpancarkan lagi setelah sepekan dia terbelenggu oleh perasaan ber
0
0
Semangat Merah Putih dan Garuda
Hay all, gue akan menceritakan semanagat juang anak perdesaan yang ngak pernah menyerah walaupun mereka diasingkan, sebagai anak tiri. Dan pemeritah mengukur pendidikan dengan UN apakah adil?, pasti t
0
0
Jangan Kau Sujudkan Hatimu Kepadaku
“Vinda !” “Ada apa?” Kata Vinda seraya menatap Ardi yang ada di depannya yang mengajak untuk mengobrol, Vinda menghadapi obrolan Ardi yang mengajak serius. Akhirnya Vinda berusaha mengerti apa yang ak
0
0
Perubah Hidup Pemulung Cilik
Pagi hari yang cerah, matahari terbit di ufuk timur, sinar merah mudanya menyinari alam yang liar. Kusman terbangun dari tidurnya, lalu bergegas mempersiapkan pekerjaan yang ia lakukan setiap harinya.
0
0
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah Lagi
Anto berlari menyelusuri jalan-jalan pintas di sebuah permukiman kumuh yang terletak di utara kota Jakarta. Walaupun napasnya terengah-engah dan keringat bercucuran di hampir seluruh tubuhnya karena s
0
0