Mimpi Secarik Kertas
Jam menunjukkan pukul 2 siang ketika aku tiba dirumah. Terlihat adikku yang sedang belajar dan yang satu lagi sedang bermain robot-robotan, mereka bernama Farras dan Naddif. Keduanya perempuan. Namun,
0
0
Guruku dan Bungaku
Namaku Putri Azizzah. Biasa dipanggil Putri. Akhirnya pengorbanan dan kerja keras ku terbayar sudah, kini aku telah menjadi seorang sarjana pendidikan. Kini aku sudah bisa melihat senyum indah mengemb
0
0
My Dream Comes True
Teeeeng!!! Bel berbunyi 3 kali, tanda istirahat kedua. Aku mulai menyiapkan buku peminjam, buku pengembalian dan bolpoin di mejaku. Ku hentikan sejenak koneksi internetku, agar pekerjaanku tidak terga
0
0
Lihat Semangat Kami
Cerita ini hanya fiksi. Terinspirasi dari film “LASKAR PELANGI” sapa tau bisa diangkat jadi film LASKAR PELANGI 2 ya, hahhahaha ( nghayal terus ). Cerita tentang sekelompok anak yang ingin mengenyam p
0
0
Nyanyian Jalanan Kota
Bising suara tak jua berhenti menemani hari kelamku. Aku seakan membisu dalam keramaian kota tersebut. 500 rupiah, 1000 rupiah.. ah, aku tidak bisa mengharap banyak hanya dengan memelas dan menyanyi t
0
0
Langit itu
Entah apa yang langit pikirkan sekarang. Langit itu redup, diselimuti oleh awan tebal yang membuat matahari mulai hilang. Aku hanya bisa terdiam saat air-air jernih itu mulai turun darinya. Mungkin ta
0
0
Gulali Chaca
“Eh… lihat!” terdengar di kanan telinga Chaca. “Apa…,” sahut Chaca menoleh yang di tunjuk Sinta. “Nyam… Gulali!” ucap Chaca dan Sinta serentak dan berlari ke arah yang ditunjuk Sinta. Wow… banyak bang
0
0
Perubahan
Hari itu adalah hari pertama masuk sekolah setelah masa liburan panjang Semester Ganjil di SMAN Tunas Siswa Bandung. Semua siswa berkumpul di lapangan untuk mengikuti upacara bendera. Suasana di SMAN
0
0
Kata Terakhir Suparto
Suparto adalah guruku Bahasa Indonesia. Sebulan lalu ia berganti tugas dari smp harapan jaya III ke Smp Sukakarya. Dia sering di ejek oleh teman-temanku dari belakang, Teman-temanku berbuat begitu lan
0
0
Rumah Buku Assyahla
Aku diam, duduk di kursi teras belakang. Hmm… Ademnya udara pagi ini. Sayangnya sih, Hari ini Abi nggak libur. Cuma Ummi libur praktek. Namaku Shafa Shabila Maulida Assyarah, panggil saja Shafa. Kakak
0
0
Mon(ster)day
“Heeeh! Apa lo bilang? Gue gendut? Awas lo yaaa! Gue jitak!” Terdengar suara teriakan yang disertai pekikan dari sudut belakang ditengah kesunyian suasana kelas X-A. “Monday! Kalau pengin ngomel-ngome
0
0
Perjuangan Tanpa Pandang Bulu
Memulai hari baru dengan sebuah senyum yang tersimpul dari bibir mungilnya. Tidak salah lagi senyuman yang ikhlas dari lubuk hatinya terpancarkan lagi setelah sepekan dia terbelenggu oleh perasaan ber
0
0
Jangan Kau Sujudkan Hatimu Kepadaku
“Vinda !” “Ada apa?” Kata Vinda seraya menatap Ardi yang ada di depannya yang mengajak untuk mengobrol, Vinda menghadapi obrolan Ardi yang mengajak serius. Akhirnya Vinda berusaha mengerti apa yang ak
0
0
Semangat Merah Putih dan Garuda
Hay all, gue akan menceritakan semanagat juang anak perdesaan yang ngak pernah menyerah walaupun mereka diasingkan, sebagai anak tiri. Dan pemeritah mengukur pendidikan dengan UN apakah adil?, pasti t
0
0
Disana Aku Berada
Ponorogo, 12 Juni 2000 Suara dentuman keras benda itu begitu menggelegar, alunan melodinya sangat dahsyat ternyata itu adalah suara lonceng alat peringatan di setiap melakukan aktifitas agar lebih ter
0
0
Perubah Hidup Pemulung Cilik
Pagi hari yang cerah, matahari terbit di ufuk timur, sinar merah mudanya menyinari alam yang liar. Kusman terbangun dari tidurnya, lalu bergegas mempersiapkan pekerjaan yang ia lakukan setiap harinya.
0
0
Berkat Lori Aku Bisa Sekolah Lagi
Anto berlari menyelusuri jalan-jalan pintas di sebuah permukiman kumuh yang terletak di utara kota Jakarta. Walaupun napasnya terengah-engah dan keringat bercucuran di hampir seluruh tubuhnya karena s
0
0
Anak Kerbau
“Kasian juga aku liatnya, Mak.” ujarku. Isteriku tak menyahut, ia asik mengaduk nasi dalam periuk. Aku menghisap rokokku dan mengepulkannya ke atas. Daguku terangkat tinggi, kepalaku bersandar ke daun
0
0
Si Buta Mencari Matahari
(1) DI PERMUKIMAN YANG TERPENCIL Berawal dari sebuah gubug tua yang sudah reot, Kala itu hiduplah sebuah keluarga yang terdiri dari sepasang suami istri dan dua orang anak laki-laki. Kepala keluarga i
0
0
Amanah
Waktu terus berjalan semakin larut. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 9 malam, namun wanita tua itu belum juga tidur. Beliau masih terjaga di depan pintu. Hatinya gelisah dan cemas. Tampaknya wanita i
0
0