NovelToon NovelToon
Rugi 2 Darah Pengantin Pendekar

Rugi 2 Darah Pengantin Pendekar

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Dendam Kesumat / Pusaka Ajaib
Popularitas:64.1k
Nilai: 5
Nama Author: Rudi Hendrik

Rugi Sabuntel yang dijuluki Pendekar Gendut Budiman melaksanakan pernikahannya dengan Rambati yang populer dikenal sebagai Pengantin Tanpa Suami. Pernikahan mereka dibiayai oleh Demang Segara Gara.
Saat pernikahan berlangsung, muncul sekelompok pendekar yang membunuh Demang Segara Gara dan menculik pengantin perempuan.

Serangan pada hari pernikahan itu membuat marah Rugi Sabuntel. Dia bertekad membalas kematian Demang Segara Gara dan menyelamatkan istrinya.

Sanggupkah Rugi menyelamatkan istrinya? Siapakah kelompok pendekar yang sengaja membunuh Demang Segara Gara? Jawabannya hanya di novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DPP 9: Identitas Nyi Unyu

*Darah Pengantin Pendekar (DPP)*

“Buatkan aku jubah yang pantas dan tebal, agar kedua kerisku bisa tertutupi,” ujar Rugi Sabuntel kepada Nyi Unyu.

Nyi Unyu menunjuk lembaran bahan kain yang digantung ramai di sebatang bambu seperti jemuran. Maksudnya “pilih kain warna apa”.

“Buatkan aku warna ungu. Aku suka melihat warna ungu pada bibirmu,” kata Rugi Sabuntel, tanpa bermaksud menggombali, tetapi sebagai alasan pemilihan warnanya.

Meski tidak bermaksud menggombal, tetapi pujian pada bibir itu membuat hati Nyi Unyu berbahagia, meski wajahnya tetap dingin dan datar.

“Tapi yang lebih gelap,” kata Rugi lagi.

Nyi Unyu mengangguk tanda mengerti.

Sreet!

Nyi Unyu lalu menarik kain lebar berwarna ungu gelap dengan tangan kanannya, sementara tangan kirinya memegang selembar bilah bambu dan mata memandangi tulisan yang tertera. Tulisan itu adalah data ukuran tubuh Rugi. Sebelumnya Rugi sudah pernah buat baju dan celana di tempat itu.

Blet!

Kain ungu gelap yang lebar digelar di atas meja. Cukup sekali bentang, kain tergelar rapi. Nyi Unyu bergerak cepat, tangannya begitu cekatan melakukan penggambaran pola dengan hanya mengandalkan batu kapur dan tali untuk mengukur.

“Kau tidak mengukurku, Nyi?” tanya Rugi Sabuntel yang teringat di kala dia diukur-ukur lebar bahunya, panjang tangannya, lingkaran pinggangnya, hingga lingkaran paha besarnya saat pertama kali membuat baju pada wanita cantik itu, membuat hati bahagia dan berdebar indah.

Nyi Unyu hanya menjawab dengan gelengan wajah. Lalu kembali melanjutkan pembuatan polanya. Dia menggambar sangat cepat seperti sedang menulis saja.

“Waktu aku bertarung dalam pertandingan, aku melihatmu ada menonton.”

Deg!

Menghentak jantung Nyi Unyu mendengar kalimat awal itu. Dia sudah tahu arah perkataan pendekar gendut yang sudah beberapa kali membuat perasaannya berbunga-bunga, walau hanya sebentar.

“Namun, setelah aku menang, tiba-tiba kau sudah menghilang. Aku lalu mencarimu ke sekeliling desa. Ketika aku menemukanmu, kau sudah jauh. Kenapa kau pergi?” tanya Rugi.

Nyi Unyu tidak menjawab, meski dia mendengar pertanyaan itu. Dia tetap fokus menggunting hasil gambaran polanya.

“Nyi, apakah kau tahu kenapa aku membawa keris?” tanya Rugi lagi setelah Nyi Unyu tidak menjawab pertanyaannya.

Nyi Unyu menengok sejenak kepada Rugi, lalu menggeleng.

“Istriku diculik di hari kami menikah, kemarin,” kata Rugi mulai curhat.

Tsuk!

Mendengar itu, seolah-olah ada sesuatu yang menusuk hati Nyi Unyu sehingga rasa sakit yang muncul tiba-tiba dia rasakan. Namun, ketika dia berpikir, dia merasa tidak memiliki alasan untuk sakit mendengar kabar pernikahan Rugi.

Meski perasaan dan pikirannya sedang bergejolak, tetapi tetap saja wajah cantik berbibir warna ungu itu datar, seolah-olah tidak bereaksi atas kabar yang menyakitkan perasaan itu.

Nyi Unyu memang tidak tahu kabar pernikahan Rugi Sabuntel selain menduga-duga bahwa Rugi akan menikahi Pengantin Tanpa Suami. Itu jika Rugi Sabuntel menjuarai turnamen Duel Pendekar Butogilo. Namun, Nyi Unyu belum tahu bahwa Rugi adalah pemenangnya. Dengan adanya kabar itu, otomatis memberi tahu kepada Nyi Unyu bahwa Rugi Sabuntel adalah juara Duel Pendekar Butogilo semester ini.

“Kelompok itu membawa istriku dari depan mataku, di saat aku sedang bahagia. Jika saja penjahat itu tidak memiliki Pedang Petir Naga....”

Mendengar nama pedang itu disebut, Nyi Unyu mendadak berhenti menggunting. Kening wanita cantik itu mendadak mengeras.

“Pasti aku sudah membuatnya berkalang tanah dan cacing. Karena itulah aku dibekali dua keris pusaka untuk menangkal Pedang Petir Naga dan membebaskan kembali istriku,” lanjut Rugi.

Tiba-tiba Nyi Unyu bergerak mengambil sebilah kulit bambu yang biasa dia pakai untuk menulis. Pergerakannya itu membuat Rugi Sabuntel berhenti berkisah. Dia memerhatikan apa yang dilakukan oleh Nyi Unyu.

Nyi Unyu menulis cepat dengan ujung pisau di kulit bambu yang dipegangnya. Tidak berapa lama, dia memberikan kulit bambu kering itu kepada Rugi Sabuntel.

Rugi hanya terbeliak diberi itu. Dia menerimanya dan langsung membaca tulisan yang tertera di kulit bambu.

“Aku mencari Pedang Petir Naga. Itu pedang guruku.”

Terkejut Rugi Sabuntel membaca tulisan tersebut.

“Kau murid Dang Dangga dari Jurang Naga Angin?” terka Rugi terkejut.

Nyi Unyu mengangguk. Dia kembali mengambil bilah kulit bambu lain dan kembali menulis dengan ujung pisaunya. Kemudian memberikannya kepada Rugi Sabuntel.

“Aku ikut. Pedang itu harus kembali,” bunyi tulisan pada bilah kulit bambu kedua.

“Ya, kita pergi bersama,” jawab Rugi Sabuntel cepat, sangat bersemangat, seolah-olah dia tidak mau berpikir dua kali untuk menimbang.

Jawaban cepat Rugi Sabuntel memberi serbuan rasa bahagia di hati Nyi Unyu. Sampai-sampai ada senyum yang sangat samar di bibirnya.

Rugi Sabuntel melihat itu, tetapi dia ragu, apakah itu senyuman atau bukan. Karena itu, dia tidak mengomentari senyuman halus tersebut.

“Aku selesaikan dulu jubah pesananmu. Tidak usah bayar,” tulis Nyi Unyu di bilah kulit bambu ketiga.

“Terima kasih, Nyi. Kau memang wanita yang pengertian,” ucap Rugi Sabuntel plus pujian.

Lagi-lagi hati Nyi Unyu merasa senang mendengar pujian lelaki gendut itu. Sakit hatinya karena mendengar kabar pernikahan Rugi Sabuntel, sedikit terobati.

Nyi Unyu lalu melanjutkan kerja pembuatan baju jubahnya.

“Buatkan aku juga sabuk yang kuat untuk kedua kerisku, Nyi,” kata Rugi Sabuntel.

Nyi Unyu menjawab dengan anggukan.

Melihat wanita cantik itu bekerja cepat dan serius, Rugi Sabuntel memiliih diam. Dia tidak mau lagi mengganggu Nyi Unyu dengan celotehannya agar jubahnya cepat selesai.

Kerja Nyi Unyu memang cepat, karena sudah masuk ke tahap penjahitan.

Nyi Unyu menjahit dengan tiga jarum sekaligus. Jangan ditanya bagaimana tekhniknya menjahit dengan tiga jarum menggunakan tangan!

Namanya juga pendekar, keahliannya terkadang di luar nalar dan akal sehat. Namun, Nyi Unyu adalah talenta langka yang dimiliki oleh dunia industri fashion saat itu.

Rugi Sabuntel hanya berdiri menyaksikan kerja Nyi Unyu. Dia memerhatikan gerakan-gerakan jari tangan Nyi Unyu dengan seksama. Sesekali Nyi Unyu melesatkan satu jarum yang membawa benang di ekornya ke titik kain yang ingin dijahit. Meski jaraknya pendek, tetapi pelesatan jarum itu jelas mengandalkan tenaga dalam.

Jika Nyi Unyu adalah murid dari pendekar Dang Dangga, tidak heran jika dia memiliki ilmu kependekaran yang tidak sembarangan, meski selama ini dia hanya bekerja sebagai seorang pembuat dan penjahit pakaian.

Tidak berapa lama, jubah tebal warna ungu gelap untuk Rugi Sabuntel pun selesai. Rugi bahkan diberikan ikat kepala berwarna ungu pula.

Di saat Rugi Sabuntel menjajal jubahnya, Nyi Unyu membuatkan Rugi sebuah sabuk kain berwarna putih.

Jubah Rugi Sabuntel panjang. Ujung bawahnya hingga ke betis. Bagian krahnya tebal dan berdiri setengah kepala. Memiliki lengan panjang yang pas dengan lengan besar Rugi. Jubah itu tidak berkancing.

Tidak berapa lama, sabuk kain putih untuk Rugi telah selesai. Setelah menerima sabuk itu, Rugi segera mencopot sabuk lamanya yang usang dan menggantinya dengan sabutk putih yang lebih tebal dan baru. Sabuk itu bagus dan kuat bagi kedua keris pusaka Rugi.

Setelah pakaiannya jadi, maka Rugi kini dalam tampilan berbaju kuning gading dengan sabuk putih dan dilapisi jubah ungu gelap. Ditambah ikat kepala warna ungu yang pada bagian dahinya ada bordiran benang kuning berpola keris kecil. Pola itu dibuat sendiri oleh Nyi Unyu dengan tangannya.

Warna Rugi sangat serasi dengan warna Nyi Unyu.

“Kau sudah siap, Nyi?” tanya Rugi Sabuntel.

Nyi Unyu hanya mengangguk. Dia lalu pergi mengambil kudanya setelah menutup lapaknya terlebih dahulu.

Maka, mereka berdua pun berangkat menuju ke Kademangan Butoloro. (RH)

1
Idrus Salam
Padahal lebih seru dengan deskripsi kata-kata
Idrus Salam: Siap...

G
r
a
a
a
k

Hee
total 4 replies
Idrus Salam
Apakah Jukini masih saudaranya Mak June (Jumini)

Suratnya semoga sampai ke tangan yang tepat
Umar Muhdhar
.
Idrus Salam
Benar, benar-benar tak terduga...
Idrus Salam
Hebat ternyata Nyi Unyu, Rugi Sabuntel harus belajar menyimpan benda pusaka seperti Nyi Unyu supaya lebih simpel perjalanannya.
Idrus Salam
Rugi Sabuntel mulai menemukan jalan kependekarannya, dengan berbagai kejutan alur ceritanya menambah asyik para pembaca. Akankah jodoh Rugi Sabuntel lebih dari satu dan bisa akur... Bisa lebih seru kedepannya
Idrus Salam
Malapetaka ketika melanggar aturan, tetapi kejahatan memang akhirnya akan kalah oleh kebajikan.
Idrus Salam
Akhirnya... setelah dapat piandel, Rugi juga dapat teman seperjalanan yang dapat diandalkan sepertinya...
Idrus Salam
Ketika dihadapkan dengan pertarungan yang bersenjatakan pusaka, Rugi Sabuntel nampak keteteran. Rugi harus punya "piandel" senjata yang dapat melindungi dan menambah kesaktiannya.
❀∂я 𝙆𝙄𝙉𝙂𝘾𝙝𝙖𝙣♕⃟ᶜᶻⱽѕ⍣⃝✰
seorang pembunuh tapi masih mempunyai jiwa sosial🤧
𝓐𝔂⃝❥𝐊𝒀◡̈⃝︎𝑨ˢ⍣⃟ₛѕ⍣⃝✰🏡⃟ªʸ
waduhh, ternyata nikahh
𝓐𝔂⃝❥𝐊𝒀◡̈⃝︎𝑨ˢ⍣⃟ₛѕ⍣⃝✰🏡⃟ªʸ
gembading y om🤣🤣
𝓐𝔂⃝❥𝐊𝒀◡̈⃝︎𝑨ˢ⍣⃟ₛѕ⍣⃝✰🏡⃟ªʸ
pemukimann wlittt
𝓐𝔂⃝❥𝐊𝒀◡̈⃝︎𝑨ˢ⍣⃟ₛѕ⍣⃝✰🏡⃟ªʸ
ada minusna pula ,soal umurpum🙈🙈
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
patah hati dongg
💜⃞⃟𝓛🇩ᵉʷᶦbunga🌀🖌
aku kira urut plus"🤔 ternyata emang bidang nya wkwkwk
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
apanya yng ingin dimasuki lilis hhh selingkuh ya ma anak tirinya
❀∂я🤎Anita🅟M⃟3💋𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
🙈waduh Lilis Angir bermain api dengan Adipati Bawel Semara
serapat rapatnya bangkai pasti tercium juga Lilis & Adipati Bawel😏
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈: bener" hhhh
total 5 replies
🥀⃟ʙʟᴀᴄᴋʀᴏsᴇ
kaya wiro sableng
❤️⃟WᵃfMita◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ℘ℯ𝓃𝓪
wah ketahuan dia pasti orang nya gampang move on, karena bisa belajar dari pengalaman, sedangkan yang lain susah move on orang2 nya🤣😅😂🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!