NovelToon NovelToon
The CEO'S Second Chance

The CEO'S Second Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: simnuna

Tidak semua cinta pertama berakhir dengan kebahagiaan. Bagi aruna, gadis yatim piatu yang hidup dari beasiswa dan kerja keras, jatuh cinta pada siswa paling populer di sekolah adalahawal dari mimpi buruk yang selama ini tak ingin dia miliki..dia bahagia, namun kebahagaan itu ternyata di bangun diatas sebuah taruhan konyol para anak orang kaya itu. Saat kebenaran terungkap, aruna kehilangan lebih dari sekedar cinta..penghianatan, perundungan, dan kehilangan yang tak tergantikan menghancurkan hidupnya hingga dia memilih menghilang dari masa lalu. Bertahun-tahun kemudia, takdir mempertemukan mereka kembali. Kini, pria yang dulu menghancurkan dunianya telah menjadi seorang pria yang rela melakukan apapun untuk mendapatkan kesempatan kedua. Sayangnya, tidak semua luka dapat di sembuhkan dengan kata maaf… Penasaran?…yuk kepoin ceritanya….

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon simnuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

“Bukan keras kepala..Dia hanya tidak ingin berutang budi..”ucap aiden.

Untuk pertama kalinya sejak taruhan itu dimulai..Liam merasa ada sesuatu yang berbeda..Aruna bukan gadis yang mudah terpesona oleh uang, ketampanan, ataupun status..dan justru karena itulah, Mendekatinya ternyata jauh lebih sulit daripada yang ia bayangkan.

_____________________________

Ting…

Bel istirahat akhirnya berbunyi..seluruh siswa di kelas aruna berbondong keluar..tapi semua murid itu terkejut saat mendapati liam yang berdiri dengan punggung yang bersandar ke dinding di depan kelas mereka.

“Liam?..”

“Kenapa dia kemari..”

“Apa mau bertemu gue?..”

“Mimpi aja lo..”

Bisik-bisik para murid mulai terdengar..beberapa siswi mulai merapikan pakaian dan rambut mereka untuk menarik perhatian liam..tapi liam tak perduli..dia terus menatap jam tangannya mengacuhkan semua orang yang menatapnya.

Sedangkan aruna merasa heran dengan teman sekelasnya yang tak kunjung meninggalkan kelas..meraka semua sibuk berkumpul di depan pintu.

“Kenapa belum pada pergi?..”gumam aruna.

Tak lama sebuah kepala menyembul dari balik pintu kelas..pria pemilik kepala itu melambai padanya dengan wajah yang masih datar.

“Aruna..”panggil liam.

Aruna meringis pelas..apalagi melihat tatapan sinis dari semua orang..liam terus melambaikan tangannya pada aruna memanggil gadis itu untuk keluar..tapi tatapan buas semua orang membuat aruna merasa terintimidasi.

Liam yang melihat aruna hanya terdiam takut, mengheka nafas pelan.

“Bodoh..”gumam liam.

Liam akhirnya berjalan menghampiri aruna ke dalam kelas..aruna terkejut melihat kelakuan pria itu..liam mendekati aruna dan langsung menarik tangan gadis itu keluar dari kelas..kelakuan liam membuat semua orang terdiam syok, terlebih lagi aruna..otak gadis itu blank saat mendapatkan sentuhan dari tangan hangat liam, dia bahkan tak sadar di tarik keluar oleh liam.

“Apa-apaan itu..”

“Sialan..kenapa liam memegang tangan gadis cupu itu..”

“Tolong..liam ku sudah tak suci lagi..”

“Udik sialan..berntung sekali dia..”

Begitulah bisikan dan umpatan para siswa yang menyaksikan kejadian itu.

Aruna di bawa oleh liam ke kantin..sepanjang jalan semua orang memperhatikan mereka dengan syok..sedangkah aruna masih terdiam mencerna semua yang terjadi padanya..sampai sebuah teriakan menarik aruna kembali ke kenyataan.

“Sialan..”teriak olla kencang.

gadis itu tadi sedang asyik makan dengan dua temanya sampai aruna dan liam memasuki kantin..pemandangan liam yang memegang tanganya aruna membuat darahnya mendidih..tanganya saja belum pernah di sentuh oleh liam..apa hak gadis udik itu pikirnya.

Olla berjalan cepat dan langsung menarik tangan aruna kencang..dia bahkan menepis tangan itu kencang yang membuat aruna meringis sambil memegang pundaknya..kejadian itu begitu cepat sampai liam tak bisa mencernanya sepenuhnya.

“Apa yang—“ belum sempat liam berkata, sebuah tamparan membuat pria itu marah.

Plak….

Aruna yang baru saja meringis kesakitan memegang pundaknya, tiba-tiba saja mendapatkan tamparan keras dari olla..aruna terkejut, wajahnya tertoleh kesamping dan terasa sangat perih.

“Apa yang lo lakukan hah!..”ucap liam datar..matanya manatap tajam olla..olla tak menghiraukan tatapan pria itu, dia malah manatap penuh kebencian pada aruna.

“Kamu yang apa-apaan!..kenapa kamu memegang tangan gadis miskin ini hah!..”olla balik marah pada liam.

“Apa yang gue lakuin bukan urusan lo..”ucap liam datar..dia menarik aruna mendekat dan menatap pipi gadis itu yang memerah..liam menatap kedua mata aruna yang berkaca-kaca, gadis itu tak menangis, hanya terdiam mamagang pipinya..tapi liam tau gadis di depanya itu berusaha menahan tangis terbukti dari deru nafas aruna yang sedikit memburu..entah kenapa liam merasa kasihan.

“Liam!!..”teriak olla saat perhatian liam malah tertuju pada aruna dari pada meredakan kemarahanya.

“Lo gapapa?..”tanya liam tak menghiraukan teriakan olla..sedangkan aruna sedikit terhibur melihat liam yang mananyakan keadaanya dengan wajah yang sedatar itu.

“Aku baik-baik saja..”jawab aruna sambil tersenyum tipis.

“Ayo..”liam kembali manarik tangan aruna pelan menuju sebuah meja yang tak jauh dari mereka..sedangkan olla yang di tinggalkan begitu saja manatap benci aruna dan kemudian gadis itu berlalu dari sana dengan perasaan marah yang membuncah.

Aruna duduk di maja itu dengan perasaan yang campur aduk..ada perasaan haru dan cemas bersamaan..terharu karna masih ada orang yang mau membelanya, dan cemas akan pembalasan olla padanya setelah ini.

Semua orang di kantin masih terdiam..mereka manatap aruna dan kepergian olla bergantian.

“Gilaa..”

“Apa yang baru saja terjadi..kejadianya begitu cepat..”

“Apa mereka dekat?..”

“Kenapa liam membela si cupu segitunya..”

“Olla pasti tak akan melepaskan si cupu begitu saja..”

Bisikan para murid berdengung di setiap sudut kantin..membuat aruna merasa tidak nyaman menjadi pusat perhatian mereka..apalagi dia hanya seeorang diri di meja itu..liam sedang pergi meminta es batu pada penjaga kantin sekalian memesan makanan untuk mereka.

Bisikan terus menjalar kesana kemari, pembahasan yang awalnya hanya seputar pertengkaran mulai merambah ke hal-hal liar.

“Apa mungkin dia menggoda liam dengan tubuhnya?..”

“Bisa jadi..”

“Tak mungkin seorang liam sudi membela seseorang bila tak ada apa-apa..”

“Cukup masuk akal..”

“Murahan juga..” begitulah kira-kira bisikan mereka.

Aruna hanya diam tak berani bicara..tak lama kemudian datanglah liam dengan membawa baskom kecil dan kain.

“Sini, kompres dulu wajah lo..”ucap liam hendak meraih wajah aruna..aruna dengan cepat menghindar.

“Biar aku saja..”ucap aruna mengambil alih kain yang berisi es di tangan liam..liam hanya diam tak mencegah.

Aruna mulai mengompres pipinya yang terlihat mulai membengkak..sedangkan liam memainkan ponselnya sambil sesekali melirik aruna.

“Shh..”aruna sesekali meringis pelan setiap kali bongkahan es itu menyentuh pipinya..sedangkan liam menatap jengah aruna.

“Singkirkan dulu kacamatanya..”liam akhirnya membuka mulutnya setelah lama terdiam…dia risih melihat poni dan kacamata aruna yang menganggu pengompresan.

Aruna menurut..dia mambuka kacamata baca berwarna biru itu..dia juga sedikit menyibakkan poninya..membuat mata bulat tu terlihat sepenuhnya..liam sedikit tertegun melihat mata bulat indah itu.

“Mata yang cantik..”batin liam..liam manatap mata itu sedikit lama sebelum kembali mengalihkan pandangannya pada ponsel pintarnya.

Tak lama kemudian pesanan mereka sampai..aruna menghentikan kegiatan mengompress nya dan mulai mengisi perutnya.

.

.

.

TO BE CONTINUE………

1
Yensi Juniarti
kapan puncaknya tor gak sabar ..🫣🫣
Yensi Juniarti
lanjuuut ya say 😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!