NovelToon NovelToon
Jangan Jatuh Cinta Lagi, Altair

Jangan Jatuh Cinta Lagi, Altair

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Romantis / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Mengubah Takdir / Pernikahan Kilat
Popularitas:84
Nilai: 5
Nama Author: Ladies_kocak

Altair seorang eksekutor miskin di rumah Andrea's. Motifnya untuk balas dendam kepada kepala keluarga itu karena sudah menghilangkan nyawa kedua orang tuanya. Tapi dia malah jatuh cinta kepada anak kesayangan keluarga itu membuatnya dijebak dan mati di tangan mereka.

Dia di beri kesempatan kedua untuk tidak menjadi bodoh dan jatuh cinta. Di kehidupan ini dia menuntaskan dendamnya. Dan siapa sangka dia malah berhubungan dengan anak angkat keluarga itu, Aquilla.

Akankah dendamnya terbalaskan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ladies_kocak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Angin sore berembus pelan di atas rooftop Fakultas Ekonomi. Langit jingga keemasan bikin suasana kampus yang mulai sepi terasa makin santai.

Altair membuka pintu besi rooftop. Suara engselnya berderit pelan.

Di dekat pagar pembatas, Steve lagi bersandaran santai pakai jaket denim pudarnya. Di sampingnya, Kinara sibuk ngebuka bungkus permen lolipop sambil ketawa-tawa. Kelihatan banget kayak sepasang kekasih yang bebas beban.

Langkah Altair mendadak terhenti. Matanya tertuju ke Steve.

Seketika ingatan masa lalunya berputar—ingatan dari *kehidupan pertamanya*. Gudang tua yang gelap, bau darah, dan tubuh Steve yang tergeletak setelah ditembak Evan atas arahan Ruby. Kematian yang dulu bikin Altair hancur.

Tapi di depannya sekarang... Steve berdiri. Masih hidup. Lagi tertawa.

*Ini kesempatan kedua gue. Gue bakal selamatin dia, dan selamatin diri gue sendiri.*

Altair tersenyum tipis. "Woy."

Steve sama Kinara refleks menoleh.

"Anjir, Al!" Steve melotot sambil tepuk dada. "Ngagetin aja lo! Nongol kayak setan."

Tanpa ngomong apa-apa, Altair langsung melangkah dan meluk Steve erat. Kangen banget rasanya sama sahabat yang dulu gugur di depan matanya.

Steve kebingungan, lalu dorong bahu Altair pelan. "Woy, kenapa lo? Kesambet?"

"Kangen aja," sahut Altair santai sambil lepasin pelukan.

Kinara yang merhatiin dari tadi langsung menaikkan alisnya. "Ngomong-ngomong... lo beneran udah nikah sama cewek manja itu?"

Altair mengangguk singkat.

"Gila lo!" Kinara heboh. "Cewek beban gitu lo nikahin? Beneran bakalan hilang ketenangan hidup lo, Al!"

"Udah terlanjur," balas Altair terkekeh tipis.

"Padahal kan bisa nolak, Al," Steve menimpali. "Demi apa coba?"

Altair cuma diam sambil nyalain sebatang rokok. Dia mengisapnya dalam-dalam, berusaha menenangkan badai di kepalanya.

Melihat suasana mulai serius, Kinara pamit duluan. "Gue ke kantin deh, biar kalian *bro time*. Cabut!" Katanya sambil melangkah pergi.

Sebelum Kinara terlalu jauh, Altair nyeletuk, "Lo bisa berteman sama Aquilla?"

Kinara mendadak berhenti, mukanya heran banget. "Hah? Gue? Cewek yang paling gue benci suruh disamperin? Lo waras?"

"Cuma lo teman cewek yang dekat sama gue. Lagian dia nggak bakal punya teman setelah berita itu keluar," kata Altair datar. "Dia kan udah jadi istri gue, ya gue perhatianlah."

Kinara memutar bola matanya. "Ya udah, kalau dia mau. Gue nggak bakal maksa. Bye!" Kinara benar-benar menghilang di balik pintu.

Kini tinggal Altair dan Steve berdua.

"Jangan bilang lo mulai suka sama Aquilla?" tebak Steve curiga. "Lo kan bucin mati sama Ruby."

Mendengar nama Ruby, rahang Altair langsung mengeras. "Jangan sebut dia lagi. Gue benci dia."

Steve kaget. "Lho? Tiba-tiba banget? Bukannya kalian nempel terus kayak perangko?"

Altair mengembuskan asap rokoknya. Dia menatap Steve lekat-lekat. "Gue mau cerita, tapi lo harus percaya. Gue dapat kesempatan kedua, Steve. Gue ngulang waktu."

Steve tertawa kecil, tapi berhenti begitu melihat raut wajah Altair yang serius.

"Di kehidupan sebelum ini, lo mati nembus tiga peluru demi selamatin gue," kata Altair pelan. " Ruby yang khianatin kita. Dan cuma Aquilla... cewek yang sering gue ajak adu mulut, yang nangisin gue saat gue mati."

Steve tertegun. Ceritanya absurd, tapi Altair bukan tipe orang yang suka mengarang cerita aneh.

"Jadi... itu alasan lo berubah ke Aquilla?" tanya Steve pelan.

"Iya. Dia nggak ninggalin gue pas semua orang berpaling," jawab Altair. "Sekarang gue cuma mau balas dendam ke keluarga Andrea's, keluar dari geng motor, fokus kuliah, dan benerin hidup gue."

"Terus pernikahan lo gimana?" tanya Steve lagi.

Altair terdiam sebentar, menatap langit sore yang makin gelap. "Lihat nanti pas lulus. Kalau cocok lanjut, kalau enggak ya cerai baik-baik pas dia udah bisa mandiri."

Steve senyum-senyum sendiri. "Gue tebak sih... pernikahan kalian bakal bertahan. Salah satu dari kalian bakal jatuh cinta duluan."

Altair cuma tersenyum tipis, mematikan puntung rokoknya di pembatas rooftop.

"Kalau sampai gue udah pakai hati..." bisik Altair pelan, "...gue nggak bakal pernah lepasin dia."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!