Seorang gadis berusia menjelang 16 tahun, tinggal dan tumbuh di gunung sejak usianya 3 tahun. Tinggal bersama sng kakek, setelah kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan.
Qaisara Aulia Syahrizky, gadis yang memiliki 2 sahabat makhluk tak kasat mata. Memiliki banyak keahlian, menyembunyikan identitasnya.
Happy Reading All🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masih tentang Dhira
"Apa yang kamu dapatkan?" tanya Aulia, tanpa menoleh
'Hal yang sangat menarik, bahkan kamu takkan menduganya.' jawab Kia, yang kini duduk di kursi sebrang Aulia.
TAK
Aulia menghentikan gerakan tangannya, bersamaan dengan garis layar di tengah. Maju perlahan, sedikit demi sedikit untuk mengunduh. Mengunduh file, yang bisa menghancurkan keluarga Dhira. Hanya dalam satu detik, hal yang tak bisa di bayangkan sama sekali oleh ayahnya Dhira.
"Apa?" tanya Aulia, seraya menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi.
'Wanita yang kamu bilang IBU DARI SEPUPUNYA DHIRA, atau MANTAN KEKASIH AYAHNYA DHIRA. Dia... tidaklah mati...' jawab Kia, salah satu ujung bibir Aulia terangkat.
"Menarik, sangat menarik." Aulia memajukan tubuhnya, kedua sikutnya ia tumpu pada meja. Dengan kedua punggung tangan saling bertumpuk, ia meletakkan dagu di atasnya.
'Dan hal yang menariknya, saat aku ke sana. Mereka baru selesai berhubungan, haishhh... terlambat' ucap Kia, Aulia mengerutkan dahi
"Terlambat? Untuk apa?" tanya nya
'Terlambat menyaksikan adegan dewasa tentunya, kamu terlambat menyuruhku datang ke sana.' keluh Kia, membuat Aulia menatapnya kesal.
'Aku mendengar semua rahasia, yang mereka sembunyikan selama ini. Sepertinya, membicarakan masa lalu setelah berhubungan adalah rutinitas mereka.' lanjut Kia
"Apa... sepupunya Dhira, anak kandung ayah Dhira dan wanita itu?" tanya Aulia lagi, Kia menggelengkan kepalanya
'Kalo jalang itu, memang anak wanita ular itu dan suaminya terdahulu. Hanya saja.... saat wanita itu hamil anak ularnya, mereka sering bertemu dan melakukan hubungan intim. Sehingga ayahnya Dhira menyayangi anak itu, seperti anak kandungnya sendiri.' Aulia langsung memasang wajah jijik
'Ibaratnya ya Li, suaminya yang nanem bibit. Selingkuhannya yang nyiram, eaaaa. HAHAHAHA... ini lucu Li, suaminya terdahulu mati tanpa tau kebenaran. Bila sang istri, menyelingkuhinya dari sebelum mereka menikah.' Kia tertawa terbahak
"Aku sangat ingin melihat kehancuran ibunya Dhira, saat ia mengetahui kebenaran ini. Entah apa yang akan ia lakukan, pada pasangan sejoli itu? Apa kamu bisa memanggil arwah mantan suaminya?" ucap Aulia, seraya bertanya
'Untuk apa?' tanya Kia, Aulia tersenyum
"Biarkan dia tau kebenarannya, biarkan dia datangi wanita itu. Buat dia gila, sampai mengakui kejahatannya sendiri. Karena rasa takut, yang terus menyerangnya." jawab Aulia dengan kilatan amarah di kedua matanya.
'Seru seru... itu mudah bagiku, kalo gitu aku pergi dulu ya. Kamu akan melihat pertunjukan, esok pagi.' balas Kia
PLOP
TING
Pengunduhan selesai, Aulia membuka file yang di kunci dengan berlapis-lapis. Dan hal itu, tanpa sepengetahuan peretas yang di bayar mahal oleh ayahnya Dhira. Setiap jejak kejahatannya, tercatat rapih di dalam sana. Pemalsuan pajak selama puluhan tahun, penggelapan dana perusahaan setiap bulan, dengan jumlah cukup fantastis. Aset miliknya, yang ada di dalam dan luar negeri. Harta yang ia simpan di bank Swiss, baik dalam bentuk uang atau pun mas batangan.
"Luar biasa, harta yang ia miliki. Mungkin.... ada separuh dari harta milik kakek. Tapi tidak sampai seperempat, dari harta milikku. Ini sangat menarik, bahkan dia sudah menyiapkan kambing hitamnya. Yaitu... putra kandungnya sendiri, kakak dari Dhira. Ooowwhhh... so sweet, anak berbakti yang selalu mendukung sang ayah. Ternyata tak lebih, hanya di jadikan pion jalan menuju kebahagiaan sang ayah dengan selingkuhannya." ucap Aulia, setelah membaca semua informasi
"Hahaha... rupanya, tak ada ikatan darah sama sekali antara ayahnya Dhira dan wanita itu. Wanita itu hanyalah anak adopsi, yang membuat ayahnya Dhira tergila-gila padanya. Sehingga ia akan melakukan apapun untuknya, termasuk menikah dengan ibunya Dhira. Dengan tujuan, untuk memperkuat pijakan perusahaannya. Hebat... hebat..."
PLOK PLOK
Aulia bertepuk tangan, saat ia melihat campur tangan keluarga ayahnya Dhira. Mereka bahkan tau putranya mencintai anak adopsinya, bahkan membiarkan perselingkuhan itu.
"Apa keluarga ibunya Dhira sebodoh itu? Mereka keluarga idiot, padahal perusahaan mereka lebih sukses di banding keluarga Malik. Ada rekaman?" Aulia membuka rekaman tersebut
'Dengan cara ini, anak keluarga Sinclair akan tergila-gila padamu. Dia tidak akan tau, bila kamu yang sudah memperkosanya. Tapi saat kamu datang, seolah menjadi pahlawan yang mau bertanggung jawab padanya. Ayah pastikan, Emily dan keluarga Sinclair akan terharu dan mengagumi tindakan mu.' ucap pria paruh baya, kakek Dhira dari pihak ayah.
'Tapi ayah, bagaimana hubunganku dengan Ratih? Aku sangat mencintainya, ayah juga tau itu bukan?' ucap Januar, ayahnya Dhira
'Ck... Aku akan menikahkan Ratih, dengan salah satu anak rekan ku. Kamu bisa lanjut berhubungan dengannya diam-diam, tanpa membuat curiga Emily dan Satria. Karena yang mereka tau, kalian adalah adik kakak.' jawab sang ayah, senyuman terbit di bibir Januar
'Yang ayah mau, kamu bisa mendapatkan dukungan dari keluarga Sincalir. Dan memerankan seorang suami, yang mencintai istri dan anak-anaknya.' Januar mengangguk setuju, dengan rencana sang ayah.
BRAKK
KRETEK
BRUAGH
Aulia memukul meja sekuat tenaga, menyebabkan meja itu retak dan berakhir hancur. Meja kerja, yang di buat dari marmer hancur dengan mudah.
CEKLEK
"Aulia" panggil Rahman terkejut, karena melihat ada darah di kepalan tangan Aulia.
"Adik, tangan mu mengeluarkan darah." ucap Rayan, yang tak kalah terkejut. Mereka gegas menaruh nampan di meja lain, yang ada di ruangan tersebut. Serentak berjalan cepat, mendekati adik angkat mereka.
"Abang Rahman, bang Rayan" panggil Aulia tersadar, dari rasa marahnya.
"Adik, tanganmu berdarah" Rayan mengulang ucapannya, Aulia melihat le punggung tangannya. Barulah ia tersadar, terkejut melihat ke arah meja yang sudah hancur dan barang yang berantakan.
"WAAIIISSSS.... HANCUR BANG!!!" teriak Aulia kaget, tanpa peduli dengan luka di punggung tangannya.
"Nanti kamu ganti saja, uang mu banyak." ucap Rahman santai
"Benar juga" balas Aulia, seraya menghembuskan nafas panjang.
"Apa yang membuatmu sekesal ini?" tanya Rahman, ia meminta sang adik untuk meminjam kotak P3K dan air hangat pada baskom kecil.
"Masalah Dhira... sungguh di luar nurul, berantakan bukan hanya keluarga inti. Namun sudah berantakan, dari keluarga ayahnya lebih dulu. Ada rasa kasihan pada ibunya Dhira, karena dia juga terhasut oleh suaminya. Tetapi rasa kesal padanya tetap ada, karena mengabaikan Dhira dengan kesadarannya." jawab Aulia
"Seharusnya, sebagai seorang ibu... bukankah seharusnya, dia tetap memiliki rasa sayang dan cinta untuk anak yang ia lahirkan? Kalau seperti ini, apa bedanya dengan tak memiliki orang tua. Kakak nya juga, kenapa dia lebih menyayangi sepupunya? Apa jangan-jangan dia juga seperti ayahnya? Mencintai wanita, yang tidak seharusnya?" lanjut Aulia, ia menceritakan apa yang sudah di dapatkan.
Tanpa sadar, Aulia kembali mengepalkan tangannya. Membuat darah di kepalan tangannya, kembali merembes.
"Aulia" panggil Rahman pelan, yang menarik kembali kesadaran Aulia
"Apa yang akan kamu lakukan sekarang?" tanya Rahman serius
"Menurut abang?" tanya Aulia balik
"Hancurkan perusahaan ayahnya Dhira terlebih dahulu, itu akan membuat runtuhnya kesombongan keluarganya. Berikan bukti penjebakan yang keluarga ayahnya Dhira lakukan, pada keluarga ibunya Dhira. Buat mereka saling benci, sehingga keluarga ibunya Dhira. Akan menarik bantuan finansial, pada keluarga ayahnya Dhira." jawab Rahman, Aulia tersenyum menyeringai.
"Kita satu pemikiran bang...
...****************...
Jangan lupa jadiin favorit, kasih like, komen, gift dan vote nya yaaaaa....
lanjuttttt yg bykkkk🤭😄💪