NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kau Siakan

Wanita Yang Kau Siakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Hasna_Ramarta

Demi menepati janji masa lalu, Mahira memilih hidup sederhana dan menjadi istri yang berbakti bagi Ziko, seorang pengusaha sukses di Bandung.

Namun, ketulusan Hira justru dibalas dengan dinginnya sikap Ziko dan hinaan bertubi-tubi dari ibu mertuanya.

Hira kerap dianggap wanita tak berpendidikan yang hanya menjadi beban keluarga. Padahal, di balik layar, koneksi rahasia Hiralah yang membuat bisnis Ziko terus meroket.

​Penderitaan Hira mencapai puncaknya ketika sebuah kesalahpahaman sengaja diciptakan untuk menjebaknya. Saat Ziko terang-terangan melukai harga dirinya demi wanita lain, kesabaran Hira akhirnya habis. Ia memutuskan melangkah pergi dan menyetujui perceraian tanpa meminta harta sepeser pun.

​Kepergian Hira menjadi awal kehancuran dunia Ziko. Rumah yang tadinya hangat berubah menjadi asing, dan rahasia besar di balik sukses bisnisnya perlahan terbongkar. Di sisi lain, Hira bangkit menunjukkan identitas aslinya sebagai wanita berkelas dan berpengaruh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 Solusi Rahasia di Tengah Krisis

   ​"Kalian semua tidak punya otak! Bagaimana bisa salah menghitung risiko proyek lima puluh miliar?"

   ​Pintu jati berukir di ruang depan dihempas keras oleh Ziko saat ia melangkah masuk ke rumah malam itu. Suara dentumannya bergema melintasi lorong-lorong rumah megah berlantai marmer tersebut, memecah kesunyian malam yang dingin.

   Wajah Ziko pucat pasi, matanya merah memancarkan amarah sekaligus keputusasaan yang membuncah. Dasinya sudah melonggar tidak beraturan, kancing teratas kemejanya terbuka, dan rambut klimisnya kini acak-acakan akibat usapan frustrasi yang tak henti-hentinya ia lakukan sepanjang jalan.

   ​Rasa panik, tertekan, dan amarah menyelimuti seluruh tubuh Ziko. Perusahaan yang ia bangun dan ia bangga-banggakan di depan semua orang, perusahaan tempat ia bertaruh nama besar dan harga dirinya sebagai pria sukses, sedang berada di ujung tanduk. Kesalahan fatal analisis dari tim finansialnya mengancam akan menghancurkan segalanya dalam semalam.

   ​Bu Rani yang sedang duduk di ruang tamu sembari menikmati teh hangat langsung berdiri terkejut. Cangkir porselen di tangannya hampir saja terlepas. "Ziko! Ada apa, Nak? Kenapa pulang-pulang marah-marah begitu? Apa yang terjadi di kantor?"

   ​"Perusahaan Ziko terancam rugi lima puluh miliar besok pagi, Bu." bentak Ziko frustrasi. Ia menghempaskan tubuhnya ke sofa kulit impor, lalu memegangi kepalanya yang terasa seperti mau pecah. Denyut nyeri di pelipisnya kian menusuk. "Rapat direksi jam sembilan pagi besok adalah penentuannya. Kalau Ziko tidak bisa memberikan solusi finansial dan pemetaan risiko yang masuk akal, kontrak dibatalkan dan perusahaan Ziko gulung tikar! Ziko bisa hancur, Bu!"

   ​Bu Rani menutup mulutnya dengan telapak tangan, wajahnya seketika pucat membayangkan kemewahan hidupnya akan sirna. Namun, ketakutan itu dalam sekejap berubah menjadi kilatan amarah yang membara. Matanya yang tajam melirik ke arah lorong dapur, di mana Mahira baru saja keluar membawa nampan berisi segelas air hangat.

   ​"Ini semua pasti gara-gara pembawa sial di rumah ini!" tuduh Bu Rani tanpa ragu, jarinya melayang menunjuk lurus ke wajah Mahira. "Sejak Ziko menikah denganmu, nasib keluarga ini makin banyak masalah. Dasar wanita tidak berguna! Bukannya membantu suami memberi solusi, kamu cuma bisa berdiri planga-plongo seperti patung di situ!"

   ​Mahira tidak membalas tuduhan tak berdasar itu. Hatinya sudah terlalu tebal oleh tumpukan hinaan yang saban hari ia terima. Ia melangkah tenang mendekati sofa, meletakkan gelas air hangat di atas meja kopi dengan gerakan sehalus mungkin, mencoba memberikan sedikit ketenangan di tengah badai.

   ​"Mas Ziko, diminum dulu airnya... Tenangkan pikiran dulu, Mas," ucap Mahira dengan suara pelan dan lembut.

   ​"Diam, Hira! Aku tidak butuh air putihmu!" bentak Ziko keras dengan mata memelotot tajam. Emosinya yang membumbung tinggi dilampiaskan sepenuhnya pada wanita di hadapannya.

   ​Sebelum Mahira sempat menarik tangannya, Ziko menepis tangan istrinya dengan kasar.

   Brak!

   Gelas kaca itu terlempar ke lantai, pecah berkeping-keping dan menyiramkan air hangat yang mengotori celana panjang serta sepatu mahal milik Ziko.

   ​"Aku butuh solusi lima puluh miliar, bukan perhatian murahan dari wanita yang bahkan tidak tahu artinya laporan keuangan!" teriak Ziko lagi, napasnya memburu penuh keputusasaan. "Pergi kamu dari hadapanku! Jangan ganggu aku!"

   ​Mahira menatap suaminya yang dipenuhi emosi buta. Tidak ada rasa marah di mata Mahira, hanya ada kesedihan mendalam dan kekecewaan yang telah mencapai puncaknya. Tanpa mengucap sepatah kata pun untuk membela diri, Mahira berlutut di atas marmer dingin. Dengan jemarinya yang halus, ia memunguti pecahan kaca tajam satu per satu dan mengelap tumpahan air menggunakan sapu tangan kainnya, lalu melangkah kembali ke dalam kamar tanpa berpaling lagi.

   ​Malam makin larut, membawa hawa dingin menusuk yang menyelimuti seluruh sudut rumah. Dentang jam dinding berbunyi satu kali, menandakan waktu telah menunjukkan pukul satu dini hari. Rumah megah itu akhirnya benar-benar hening, menyisakan deru angin malam di luar.

   ​Di dalam ruang kerja berlantai kayu, Ziko akhirnya terkulai lelap di atas sofa kulit karena kelelahan fisik dan stres berat yang menguras energinya.

   Lampu meja masih menyala temaram, memancarkan cahaya kuning pada lembaran-lembaran kertas proyek yang berserakan di atas meja kerja kayu jati. Berkas-berkas itu dipenuhi angka-angka kerugian dan kalkulasi risiko yang salah, bukti kepanikan yang tak menemukan jalan keluar.

   ​Pintu ruang kerja berderit pelan. Mahira melangkah masuk tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Pakaian sederhananya bergesekan lembut dengan udara malam. Ia berdiri mematung di samping sofa, menatap wajah suaminya yang tertidur lelap dengan dahi yang masih berkerut rapat dan napas yang berat.

   ​Mahira menghela napas panjang. Seberapapun jahatnya perlakuan Ziko padanya, seberapapun pedasnya racun kalimat yang diucapkan Bu Rani setiap hari, nurani Mahira tidak tega melihat pria yang masih berstatus suaminya itu hancur secara mengenaskan. Bagaimanapun, ada kenangan masa lalu dan janji yang pernah ia patuhi.

   ​Mahira mengalihkan pandangannya ke meja kerja. Ia mendekati tumpukan dokumen tersebut. Jemarinya yang lentik meraih beberapa lembar kertas kosong bergaris dan sebuah pena tinta hitam dari dalam tempat pensil.

   ​Mahira menarik kursi kayu di balik meja. Ketika jemarinya menyentuh pena dan matanya meneliti deretan angka di lembar proyek Ziko, aura dalam diri Mahira seketika berubah. Langkahnya yang tadi lesu kini berganti dengan ketegasan seorang analis ulung.

Di balik statusnya yang selalu direndahkan sebagai "wanita kampung tak berpendidikan", Mahira adalah putri tunggal pemilik Grand Wijaya Group, lulusan terbaik manajemen finansial internasional yang kecerdasan analisanya pernah diperebutkan oleh perusahaan-perusahaan raksasa.

   ​Hanya butuh waktu empat puluh lima menit bagi Mahira. Jemarinya menari dengan cepat dan presisi di atas kertas bergaris. Tanpa ragu, ia mencoret seluruh kalkulasi salah yang dibuat oleh tim finansial Ziko yang tidak kompeten.

   ​Dengan pemikiran tingkat tinggi dan intuisi bisnisnya yang tajam, Mahira menyusun ulang seluruh pemetaan risiko. Ia menghitung kembali alokasi modal, memangkas pembengkakan anggaran yang tidak perlu, dan menyelipkan strategi alokasi investasi darurat yang sanggup mengamankan aset perusahaan.

 Kalkulasi yang dikerjakan Mahira bukan sekedar solusi sementara, melainkan sebuah formula bisnis sempurna yang berpotensi mengubah ancaman kerugian lima puluh miliar menjadi keuntungan berlipat ganda.

   ​Setelah menyelesaikan lembar ketiga, Mahira membubuhkan garis bawah di akhir rumusannya, sebuah ciri khas penulisan analisis yang selalu ia gunakan dulu. Ia mengeringkan tinta hitam itu sejenak, lalu merapikan kertas-kertas tersebut.

   ​Dengan perlahan dan penuh kehati-hatian, Mahira membuka tas kerja kulit milik Ziko yang tergeletak di atas meja. Ia menyelipkan tiga lembar kertas analisis berharga jutaan dolar itu ke dalam map kerja hitam utama, map yang dipastikan akan dibuka Ziko saat rapat krusial bersama para direksi besok pagi.

   ​Setelah semuanya rapi kembali seperti semula, Mahira melangkah mendekati sofa tempat Ziko tertidur. Ia berdiri menatap paras tampan suaminya dalam keheningan malam yang cengkeram. Senyum tipis yang amat dingin dan penuh kepahitan terukir di bibirnya yang pucat.

   ​"Ini bantuan terakhir dariku untuk kariermu, Mas," bisik Mahira pelan, suaranya nyaris tenggelam dalam desir angin malam. "Semoga lembaran ini cukup untuk membuktikan padamu dan ibumu, siapa sebenarnya wanita yang selama ini selalu kalian sebut tak berguna."

   ​Mahira berbalik, melangkah keluar dari ruang kerja itu dan menutup pintunya rapat-rapat. Malam itu, Mahira telah menuntaskan kewajibannya sebagai seorang istri untuk yang terakhir kalinya.

1
Sri Rahayu
Ziko...Ziko....ini buah dari keserakahan, keegoisan dan ketololan mu Ziko 🤪🤪🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Nasir: Oke....
total 1 replies
Sri Rahayu
suka dgn tokoh Mahira...tegas tdk ada ampun utk Ziko /Good//Good//Good/ lanjut Thorr😘😘😘
Nasir: Mksh byk Kak... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Sri Rahayu
Mahira sdh mulai mengeluarkan taringnya siap mengoyak Ziko, bu Rani dan Clarissa... lanjut Thorr😘😘😘😘😘
Sri Rahayu
berpestalah kalian bertiga Ziko, bu Rani dan Clarissa...merayakan kebangkrutan Ziko 😇😇😇🤪🤪🤪...lanjut Thorf😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘😘😘
Sri Rahayu
lope lope utk Mahira /Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/.... dan vote utk Authorr...ditunggu lanjutan nya😘😘😘😘😘
Nasir: Makasih Kak...
total 1 replies
Sri Rahayu
suka ceritanya Thorr, lanjutin donk kepo ma si Ziko, mama nya n Clarisa setelah proposalnya ditolak....tetap optimis Thorr dan semangat selalu 😘😘😘😘😘
Nasir: Besok ya...
total 1 replies
Ika
luar biasa
Sri Rahayu
kehancuran menunggu mu Ziko 🤪🤪🤪... lanjut Thorr😘😘😘
Nasir: Besok ya.. m
total 1 replies
EVA OKTASARI
padahal ceritanya bagus lho thor,semangat thor sampai cerita tamat
Nasir: Entahlah Kak... tapi kenyataannya tdk banyak yg tertarik. Sedih sih. Bisa saja saya tamatkan di sini, tapi gak kontrak. Sebab klo dikontrakpun gak dpt apa2 selain dr pembaca. Pdhl udah sy usahakan boom bab, tp msh blm tercapai retensi. Semoga di bab 40 retensi tercapai...
total 1 replies
ㅏㅁㄱㅐㅣㅑㅜ
Lanjut kak Author ceritanya bagus kok sat set juga penyelesaiannya cepat, Tetap Semangat Jangan Pindah ke Tempat lainnya 🙏
Nasir: Makasih ya Kak... 🙏🙏🙏
total 1 replies
ㅏㅁㄱㅐㅣㅑㅜ
Tetap Semangat Melanjutkan ceritanya bagus tidak bertele2 kakak AUTHOR , ditunggu kelanjutannya ya 🙏
Nasir: Makasih Kak... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Sri Rahayu
asyikkk...Mahira uda nyuruh Jessi menolak proposal prshn Ziko...kebangkrutan akan Ziko rasakan bgt jg dgn nenek lampir yg sombong 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Nasir: 😄😄😄😄😄😄😄
total 1 replies
Ma Em
lama Thor Mahira keluar dari rumah Ziko , entah maunya Mahira apa msh tinggal dirumah Ziko meskipun selalu dihina dan dijadikan babu tiap hari
Nasir: Sabar ya Bun....
total 1 replies
Ma Em
kenapa sih Mahira msh mau bertahan dirumah Ziko dan rela dihina dan diinjak harga dirinya .
Sri Rahayu
Mahira keren...uda dihina, direndahkan tp tetap tenang...nunggu bom waktu yg akan diledakkan nya 🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu: eh salah bukan Ardi tp Ziko...maaf salah sebut nama /Silent/
total 4 replies
Sri Rahayu
jgn tanda tangan proposal dr pershn Ardi...mereka bertiga jahat pd mu Mahira...biarkan saja prshn Ardi kolaps... lanjut Thorr😘😘😘
Ma Em
Mahira sdh terlalu lama kamu menyia nyiakan hdp mu msh juga mau bertahan dgn suami dan mertua yg selalu menghina dan merendahkan mu Mahira untuk apa Mahira bertahan tinggal bersama Ziko , lbh baik segera keluar dari rumah Ziko dan balas semua perbuatan Ziko , Bu Rani juga Clarisa .
Sri Rahayu
Ziko...Ziko dasar lk2 bodoh....bentar.lg kamu akan menikmati kebodohan mu 🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
jgn diem aja Mahira...lawan dan hancurkan mereka bertiga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!