Selama enam tahun, Kinara hidup sebagai istri dari Zergan Airlangga, seorang direktur sekaligus CEO muda yang dikenal dingin, tegas, dan sulit didekati. Pernikahan mereka bukanlah kisah cinta yang indah, melainkan hasil perjodohan dua keluarga besar.
Sejak awal, Kinara mencintai Zergan seorang diri. Ia bertahan dengan harapan bahwa suatu hari hati suaminya akan luluh. Namun, harapan itu tak pernah menjadi kenyataan. Bagi Zergan, hatinya telah terkubur bersama wanita yang pernah ia cintai dan telah meninggal dunia. Kehilangan itu mengubahnya menjadi pria yang dingin, acuh, dan tak pernah benar-benar melihat keberadaan Kinara sebagai istrinya.
Hingga sebuah kejadian tak terduga mengakhiri segalanya.
Saat membuka mata, Kinara mendapati dirinya kembali ke masa lalu saat usianya baru dua puluh tahun dan masih duduk di bangku kuliah. Ia kembali ke waktu sebelum perjodohan itu terjadi, sebelum enam tahun penuh luka dan penantian.
Kali ini, Kinara bertekad mengubah takdirnya. Ia tidak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
Pagi itu, langit Jakarta tampak mendung, selaras dengan suasana hati Kinara yang masih diselimuti sisa-sisa sesak semalam. Untuk menjernihkan pikirannya, ia memutuskan berjalan kaki menyusuri trotoar di sekitar kawasan perumahan dekat kampus. Namun, langkah kaki Kinara mendadak melambat saat matanya menangkap sosok yang sangat ia kenali di seberang jalan.
Itu Haura. Gadis itu sedang berjalan sendirian menelusuri jalanan yang cukup sepi, tampak tersenyum lebar sambil menatap layar ponselnya—mungkin sedang bertukar pesan manis dengan Zergan.
Sreeeeeet!
Keheningan pagi itu pecah berantakan ketika sebuah mobil van hitam tanpa pelat nomor melaju kencang dan berhenti mendadak, memotong jalur jalan Haura. Pintu geser van tersebut terbuka kasar, dan tiga orang pria berbadan kekar dengan masker hitam langsung menghambur keluar.
"Heit! Siapa kalian?! Lepasin!" teriak Haura histeris saat pergelangan tangannya dicengkeram paksa. Ponselnya jatuh terhempas ke aspal hingga layarnya retak.
Kinara yang menyaksikan kejadian itu dari kejauhan seketika menegang. Jantungnya berdegup maraton, memicu kepanikan luar biasa di dalam dadanya.
'Sial! Apa ini plot di kehidupan lalu yang membuat Haura celaka?!' pikir Kinara panik.
Perubahan garis takdir yang ia lakukan ternyata mempercepat pergerakan musuh.
"Lepasin aku! Zergaaan!! Tolooong!!" jeritan Haura menggema, melengking tinggi memecah kesunyian jalanan sepi itu. Tubuh mungilnya diseret paksa menuju pintu van yang terbuka.
"Haura! Bertahan!" teriak Kinara tanpa pikir panjang.
Mengesampingkan ego dan rasa sakit hatinya, Kinara berlari sekuat tenaga menyeberangi jalan. Instingnya hanya satu: ia harus menyelamatkan Haura agar takdir kebahagiaan Zergan tidak hancur berantakan.
Begitu sampai di lokasi, suasana langsung berubah menjadi kekacauan total (chaos). Kinara menerjang salah satu penculik yang sedang memegangi kaki Haura. Dengan gerakan cepat, Kinara melayangkan tendangan akurat ke arah vital pria itu hingga ia mengaduh kesakitan dan melepaskan cengkeramannya.
"Kak Nara?!" pekik Haura syok di sela tangisannya, tidak menyangka gadis yang baru ia kenal akan datang bertaruh nyawa demi dirinya.
"Masuk ke belakangku, Haura! Cepat!" perintah Kinara tegas, memasang posisi kuda-kuda defensif.
Namun, melawan tiga pria dewasa bertubuh kekar dan terlatih jelas bukan hal mudah bagi Kinara. Salah satu penculik maju, melayangkan pukulan mentah yang berhasil ditangkis Kinara, namun pria lainnya langsung menendang perut Kinara hingga gadis itu terhuyung mundur dan mengerang kesakitan.
"Urus perempuan yang satu ini juga! Dia melihat wajah kita!" bentak salah satu penculik dengan suara parau.
Ciiiaaaattt! Sreeeeet!
Di tengah pergulatan yang kian genting, suara decitan ban mobil sport hitam terdengar memekakkan telinga. Mobil itu berhenti tepat di belakang van. Pintu terbuka, dan Zergan keluar dengan wajah yang memerah padam akibat amarah yang membara. Tampaknya pria itu memang sedang dalam perjalanan menjemput Haura dan mendeteksi bahaya melalui GPS ponsel Haura yang tiba-tiba mati.
"Bajingan! Lepaskan mereka!" teriak Zergan murka.
Zergan langsung menerjang maju dengan pukulan-pukulan brutal. Sebagai penerus Airlangga, ia dibekali kemampuan bela diri yang mumpuni. Dua penculik berhasil ia tumbangkan dalam hitungan detik. Keadaan sempat berbalik unggul. Zergan berhasil meraih lengan Haura yang gemetaran.
Namun, dalam hitungan sepersekian detik yang fatal, Kinara menangkap sebuah pergerakan dari balik kemudi van hitam. Seorang pria lain keluar secara mengendap-endap dari pintu supir, membawa sebuah balok besi tebal di tangannya, bergerak tepat di buta arah belakang Zergan.
"Zergan, di belakangmu! Awa—"
Bhaakkk!
Belum sempat Kinara menyelesaikan kalimatnya, balok besi itu menghantam telak bagian belakang kepala Zergan dengan kekuatan penuh. Suara hantaman tumpul itu terdengar begitu mengerikan. Tubuh jangkung Zergan seketika limbung, matanya membelalak sesaat sebelum akhirnya tumbang tak sadarkan diri di atas aspal dengan darah yang mulai mengalir di pelipisnya.
"ZERGAN!!!" jerit Haura histeris, langsung lemas berlutut memeluk tubuh kekasihnya yang tak bergerak.
Kinara yang hendak maju menolong mendadak merasakan sebuah cengkeraman kasar di rambutnya dari arah belakang. Kepalanya ditarik paksa ke atas, dan sebelum ia bisa membalas, sebuah pukulan keras mendarat tepat di rahang kirinya, disusul dengan hantaman benda tumpul di tengkuk lehernya.
Pandangan Kinara seketika mengabur drastis. Rasa pening yang teramat sangat menyerang kesadarannya. Hal terakhir yang ia dengar sebelum semuanya menjadi gelap gulita adalah jeritan Haura yang perlahan membungkam karena dibekap sapu tangan berisi obat bius.
"Bawa mereka bertiga! Cepat, sebelum ada orang lain yang lewat!"
Dalam kondisi tidak berdaya dan pingsan sepenuhnya, tubuh Zergan, Kinara, dan Haura diangkat kasar lalu dilempar ke dalam kabin belakang van hitam tersebut. Pintu digeser menutup dengan dentuman keras, dan van itu langsung melesat pergi meninggalkan jalanan sepi, membawa ketiganya masuk ke dalam lingkaran bahaya penculikan yang mencekam.
Zergan udh ktmu pawangnya dogggg.....
udh tau msuhnya deket,tp mlah ceroboh....mau aja d kibulin sm tu siluman,akhrnya kna jebak....
kira2 nara bkln mau nolongin ga y??
Pntsn klkuannya ky gt,trnyta emng trunan dr sononya.....bpknya slingkuh,ga tau diri....emaknya jd pnghncur hdp wnita lain....ga heran kl anknya pun sma....🤮🤮🤮