NovelToon NovelToon
Kelas Abadi

Kelas Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:512
Nilai: 5
Nama Author: TEMOLLA

Reuni kelas yang seharusnya menjadi malam penuh tawa berubah menjadi titik balik kehidupan.
Di hadapan murid-muridnya, Mo Yuan mengungkapkan rahasia yang terdengar mustahil—ia berasal dari dunia kultivasi dan akan segera kembali ke sana. Tak seorang pun mempercayainya, hingga semuanya benar-benar terjadi.
Dalam sekejap, Qin Shang dan seluruh teman sekelasnya terlempar ke dunia yang dipenuhi para kultivator, iblis, dan berbagai bahaya yang belum pernah mereka bayangkan.
Di dunia tempat kekuatan menentukan segalanya, mereka harus memulai kehidupan baru dan menapaki jalan kultivasi dari titik nol. Namun, semakin jauh melangkah, semakin banyak rahasia yang tersembunyi di balik perpindahan mereka ke dunia ini.
Akankah Qin Shang mampu mengubah takdirnya, atau justru tenggelam di tengah kerasnya persaingan menuju keabadian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TEMOLLA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Setengah bulan berlalu begitu saja.

Selama rentang waktu itu, Lin Yan telah mengajarkan seluruh rangkaian Jurus Kuda-Kuda Giok Yang kepada Qin Shang dan teman-temannya.

Sementara itu, setiap hari sebelum fajar menyingsing, Qin Shang selalu berlatih di atas tiang bersama pemuda pribumi berwajah bersih itu.

Pada beberapa hari pertama, hampir semua teman sekelas yang berasal dari Bumi ikut bangun lebih awal untuk berlatih.

Ucapan Lin Yan sebelumnya membuat mereka merasa tertekan.

Namun, seiring berjalannya waktu, semakin sedikit yang mampu bertahan.

Lu Chen, misalnya. Dia hanya menemani Qin Shang berlatih pagi selama tiga hari. Setelah itu, dia kembali tidur sampai siang.

Menurutnya, “Besok saja mulai serius!”

Sementara itu, Qin Shang terus menghemat jatah Sup Peningkat Darah miliknya. Namun, persediaan itu tetap tidak cukup untuk menopangnya berlatih sepanjang hari. Selain tidur malam, setiap sore dia masih harus tertidur lelap selama tujuh hingga delapan jam.

Qin Shang sempat berpikir untuk keluar mencari buah liar atau makanan lainnya. Namun, gerbang desa dijaga ketat. Tak seorang pun diizinkan keluar, sehingga dia hanya bisa mengurungkan niatnya.

Pada suatu pagi, Qin Shang sedang berlatih Jurus Kuda-Kuda Giok Yang di atas tiang, sementara pemuda pribumi berwajah bersih itu juga berlatih tak jauh darinya.

Selama setengah bulan terakhir, Lin Yan telah mengajarkan mereka sejumlah huruf dan bahasa umum. Berkat itu, Qin Shang dan yang lainnya kini sudah mampu berkomunikasi secara sederhana dengan para penduduk asli.

Qin Shang juga pernah mengobrol sekali dengan pemuda itu dan mengetahui bahwa namanya adalah Ma Haoran. Namun, selain nama, sebagian besar penjelasan Ma Haoran masih belum benar-benar dipahaminya.

Pagi itu, ketika semua orang tengah berlatih di bawah hangatnya sinar matahari, Ma Haoran tiba-tiba menghentikan gerakannya di atas tiang.

Menghadap matahari yang baru terbit, ia mendadak mengeluarkan raungan panjang.

Suaranya menggema ke seluruh penjuru desa.

Urat-urat di kulitnya yang terbuka mulai menonjol satu per satu. Kulitnya memerah, sementara keringat mengucur deras tanpa henti.

"Ada apa?"

Semua orang tercengang.

"Jangan-jangan... dia berhasil Meningkatkan Darah?"

Qin Shang menahan napas.

Benar saja.

Lin Yan segera menghampiri dengan wajah dipenuhi kegembiraan. Setelah memeriksa kondisi Ma Haoran, dia langsung membenarkan dugaan semua orang.

“Ma Haoran telah berhasil Meningkatkan Darah! Ikut denganku ke Kantor Pengelola untuk menerima penugasan. Yang lain, lanjutkan latihan!”

Lin Yan pun membawa Ma Haoran pergi.

"Berhasil Meningkatkan Darah hanya dalam delapan belas hari..."

Qin Shang diam-diam terkejut.

Sebelumnya, dari percakapannya dengan Ma Haoran, dia mengetahui bahwa pemuda itu baru memasuki Gunung Tianyuan tiga hari lebih awal daripada mereka.

Delapan belas hari untuk berhasil Meningkatkan Darah.

Qin Shang tidak tahu apakah pencapaian itu tergolong cepat atau lambat.

Namun, delapan belas orang dari Bumi sudah berada di sini selama lima belas hari, dan belum satu pun yang berhasil.

Jelas, pencapaian Ma Haoran luar biasa.

Semua orang pun merasa tekanan mereka semakin besar.

Keesokan paginya, jumlah orang yang bangun lebih awal untuk berlatih memang bertambah.

Lima hari kembali berlalu.

Kini mereka telah berlatih di tempat itu selama dua puluh hari.

Banyak orang yang semula belum terbiasa kini mulai beradaptasi.

Perubahan yang paling mencolok adalah kondisi fisik mereka yang meningkat pesat dibanding sebelumnya.

“Sekarang tubuhku benar-benar berotot! Kalau nanti bisa kembali ke Bumi, dengan badan begini, jadi kreator video di Tiktok saja pasti gampang menarik para tante kaya.”

Di dalam gua, Lu Chen memamerkan otot lengannya dengan bangga di depan Qin Shang.

Sejak Ma Haoran berhasil Meningkatkan Darah, dia pun meninggalkan gua itu. Karena itulah Lu Chen pindah dan memilih tidur di dekat Qin Shang.

Qin Shang tersenyum tipis.

“Kalau begitu, wajahmu saja yang ditutup.”

Lu Chen langsung mendengus.

“Ditutup? Aku setampan ini, kenapa harus ditutup? Lagipula, tahu nggak kalau ada istilah jelek tapi keren? Banyak artis perempuan di negara kita malah suka menikah sama pria yang wajahnya biasa-biasa saja.”

Qin Shang baru saja hendak membalas ketika tiba-tiba terdengar teriakan dari luar.

“Berhasil! Ada yang berhasil Meningkatkan Darah!”

“Apa?”

“Siapa yang berhasil Meningkatkan Darah?”

Semua orang tersentak dan bergegas keluar dari gua.

Qin Shang juga ikut keluar bersama Lu Chen.

Saat itu langit telah benar-benar gelap, Wen Ren berdiri tegak di atas tiang bagaikan tombak yang menjulang. Matanya terpejam, seolah sedang merasakan perubahan yang terjadi di dalam tubuhnya.

Ketika semua orang mendekat, mereka melihat urat-urat di sekujur tubuh Wen Ren menonjol dan memerah, menyerupai monster yang dipenuhi energi darah.

Tak diragukan lagi, Wen Ren telah berhasil Meningkatkan Darah!

Qin Shang sama sekali tidak terkejut melihat keberhasilan Wen Ren. Sebelumnya, Lin Yan memang memberikan perhatian khusus kepada dirinya dan Wen Ren.

Itu berarti mereka berdua sama-sama memiliki bakat dalam bela diri.

"Wen Ren, selamat! Kau jadi orang pertama di kelas kita yang berhasil Meningkatkan Darah."

Gu Yang, sang ketua kelas, berdiri di bawah tiang sambil mengucapkan selamat. Meski begitu, nada suaranya tak mampu menyembunyikan rasa iri.

Wen Ren membuka mata. Pandangannya menyapu kerumunan, melewati Gu Yang begitu saja, lalu berhenti pada Qin Shang yang berdiri di barisan paling belakang.

Dengan wajah penuh kebanggaan, ia berkata, "Sebenarnya sejak hari ketujuh belas aku sudah merasakannya. Tinggal selangkah lagi untuk berhasil, tapi aku harus bertahan mati-matian selama tiga hari sebelum akhirnya benar-benar berhasil Meningkatkan Darah."

"Wen Ren, berarti kau benar-benar jenius! Bahkan lebih hebat daripada Ma Haoran, penduduk asli itu. Dia saja butuh delapan belas hari untuk berhasil Meningkatkan Darah!"

"Benar! Wen Ren, ceritakan bagaimana caramu menerobos batas itu. Biar kami juga bisa belajar."

Semua orang langsung membanjiri Wen Ren dengan pujian.

Wen Ren tersenyum tipis.

"Kita semua teman sekelas. Tentu saja aku bersedia membagikan pengalamanku. Tapi..." Tatapannya berubah dingin. "Di sini ada seseorang yang membuatku muak. Aku tidak ingin orang itu ikut mendengarnya."

Semua orang saling berpandangan, berusaha mengingat siapa yang pernah berselisih dengan Wen Ren.

Lagipula, bagi mereka yang tidak terlibat langsung, kejadian itu sudah berlalu cukup lama hingga nyaris terlupakan.

"Qin Shang!"

Dari atas tiang, Wen Ren menatap Qin Shang dengan sorot tajam.

"Katakan yang sebenarnya tentang kejadian tiga tahun lalu, lalu minta maaf kepadaku. Kalau begitu, aku akan menganggap semuanya selesai."

Seketika seluruh pandangan tertuju pada Qin Shang.

"Wen Ren, kita semua teman sekelas. Tidak perlu lagi mempermasalahkan urusan lama. Sekarang kita sudah sama-sama berada di Dunia Xuanwu. Kalau ingin bertahan hidup, kita harus saling membantu."

Gu Yang kembali mencoba menjadi penengah.

"Gu Yang, mungkin bagimu masalah itu sepele." Wen Ren sama sekali tidak memberi muka kepadanya. "Tapi bagiku, masalah ini harus diselesaikan!"

Tatapannya tetap tertuju pada Qin Shang.

"Qin Shang, hari ini kau harus membersihkan namaku! Katakan yang sebenarnya di depan semua orang!"

Kebenaran?

Qin Shang terkekeh pelan.

"Wen Ren, sudah dua tahun berlalu. Kita juga sama-sama sudah dewasa. Aku benar-benar tidak menyangka kau masih sekeras kepala ini. Kalau menurutmu itulah kebenarannya, ya anggap saja begitu."

Usai berkata demikian, Qin Shang langsung berbalik menuju gua tempat tinggalnya. Ia sama sekali tidak tertarik mendengarkan pengalaman Wen Ren.

"Keras kepala sampai mati!"

Wen Ren menggertakkan gigi karena kesal.

Ia telah berlatih siang dan malam hingga berhasil Meningkatkan Darah lebih dulu daripada Qin Shang. Semula ia mengira Qin Shang akhirnya akan menundukkan kepala, tetapi ternyata orang itu tetap keras kepala seperti dulu.

"Wen Ren, Qin Shang sudah pergi. Cepat ceritakan pengalamanmu kepada kami!"

"Benar, Kak Wen Ren. Qin Shang bahkan sudah berhenti sekolah dua tahun lalu. Sebenarnya dia juga bukan teman sekelas kita lagi. Sekarang sudah tidak ada orang luar."

Beberapa orang yang cukup akrab dengan Wen Ren segera mendesaknya.

Wen Ren berdeham pelan. Saat hendak mulai berbicara, tiba-tiba ia seperti teringat sesuatu dan mengalihkan pandangan kepada Lu Chen.

"Lu Chen, hubunganmu dengan Qin Shang cukup dekat, kan?"

"Ya, memang. Kenapa? Jangan bilang kau mau menyeret orang lain juga?"

Wen Ren mencibir.

"Aku khawatir setelah mendengarnya, kau langsung memberi tahu Qin Shang. Jadi kalau ingin mendengar pengalaman terobosanku, mulai sekarang putuskan hubunganmu dengannya!"

Mendengar itu, Lu Chen langsung mendengus.

"Cih! Wen Ren, baru saja kau lebih dulu berhasil mencapai Alam Peningkatan Darah, gayamu sudah seperti orang paling hebat di dunia. Orang yang tidak tahu mungkin mengira kau sudah jadi Kultivator! Soal pengalamanmu itu, sekalipun kau mau menceritakannya, aku juga tidak sudi mendengarnya!"

Setelah memakinya habis-habisan, Lu Chen langsung berbalik dan berjalan masuk ke dalam gua.

Wajah Wen Ren seketika memerah karena amarah. Kedua tangannya mengepal erat, sementara tatapannya yang tajam terus mengunci punggung Lu Chen.

"Lu Chen, berani-beraninya kau bersikap sok hebat di depanku. Memangnya kau ini siapa?!"

Duar!

Wen Ren tiba-tiba melompat turun dari atas tiang secepat macan tutul, lalu menerjang ke arah Lu Chen.

1
TEMOLLA
Mohon dukungannya🙏🏻😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!