Hanya karena jatuh miskin, pertunangannya dibatalkan dan nama baik orang tuanya dihina di depan mata. Zhao Gou tidak lagi sudi menunduk. Di malam yang gelap, ia lenyap meninggalkan desa pengasingan, melangkah masuk ke Lembah Kematian yang ditakuti para kultivator. Tempat di mana warisan kuno dan ilmu terlarang menunggunya.
Ketika ia kembali dengan topeng misterius dan pedang berdarah, dunia persilatan terperanjat—siapakah sosok mengerikan yang siap meratakan klan-klan besar ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perangkap di Balik Tirai Sekte
Uap hangat membumbung tinggi dari permukaan Mata Air Qi Murni, memenuhi ruangan batu berukuran luas itu dengan pendaran keemasan yang tampak amat sangat menawan. Namun, di balik keindahan yang tampak bagaikan surga bagi para kultivator itu, puluhan jarum hitam mikroskopis di dasar kolam terus mengalirkan racun beracun tak berwarna yang siap merogoh fondasi hidup siapa pun yang menyentuhnya.
Zhao Gou duduk bersila di tengah-tengah kolam. Air keemasan bercampur Racun Penghancur Sumsum merendam hingga batas dadanya.
Ssssh
Begitu racun itu bersentuhan dengan pori-pori kulitnya, cairan beracun tersebut meluncur deras ke dalam pembuluh darah Zhao Gou bagaikan ribuan cacing es yang kelaparan, berniat merobek dan mengunci sumsum tulangnya secara permanen.
Namun, sebelum racun jahat itu sempat menginfeksi meridian utamanya, energi Qi Naga Kuno di dalam Dantian Zhao Gou mendadak bergelora dahsyat!
ROAAR
Raungan naga tak kasat mata bergema halus di dalam rongga dadanya. Tulang Naga Kuno milik Zhao Gou memancarkan pendaran cahaya ungu keemasan yang amat sangat pekat. Alih-alih merusak jaringan tubuhnya, racun yang terbuat dari puluhan ekstrak rumput obat langka dan zat beracun murni itu justru dilahap secara serakah oleh sel-sel tulangnya!
Kitab Pembakar Jiwa Naga bekerja dengan prinsip ekstrem: menyerap segala bentuk energi liar, termasuk racun beracun terkuat, lalu membakarnya menjadi padatan energi murni untuk memperkokoh struktur tubuhnya.
Krek Krek Krek
Derakan halus bergema dari seluruh persendian Zhao Gou. Setiap tetes racun yang masuk ke dalam tubuhnya dengan cepat dimurnikan, diubah menjadi benang-benang cahaya emas yang menyatu ke dalam sumsum tulangnya. Kulitnya yang mulus kini memancarkan kilau giok hitam yang kian tebal dan tak terhancurkan.
Zhao Gou membuka matanya perlahan. Pupil berwarna ungu keemasan miliknya berkilat makin tajam di dalam kegelapan gua.
"Tetua Zhao Cang dan Faksi Utama Klan Zhao benar-benar menggunakan cara yang sangat licik," bisik Zhao Gou pelan, bibirnya mengukir senyuman sinis. "Mereka meracuni seluruh murid berbakat di sekte ini agar tidak ada satu pun orang luar yang bisa menembus tingkat Core Formation tanpa bantuan pil penawar dari klan mereka."
Dengan metode kotor ini, Sekte Awan Langit secara tak sadar telah diikat lehernya, menjadi anjing suruhan seumur hidup bagi Faksi Utama Klan Zhao di Kota Megah.
Zhao Gou menarik napas dalam-dalam, menyerap sisa-sisa energi di dalam kolam hingga warna keemasan air tersebut memudar menjadi jernih kembali. Seluruh Racun Penghancur Sumsum di dasar kolam telah tersapu bersih, masuk ke dalam tubuhnya dan menjadi bahan bakar yang memadatkan fondasi kultivasi Foundation Establishment Tahap Awal miliknya hingga ke tingkat kesempurnaan puncak!
Ia melangkah keluar dari dalam kolam, meraih jubah hitamnya, dan mengikat kembali topeng kain yang menutupi separuh wajah atasnya.
Brak
Pintu batu raksasa Gua Mata Air Qi Murni perlahan bergeser terbuka, menyingkapkan pemandangan malam yang bertabur bintang di Puncak Utama.
Zhao Gou melangkah tenang menuruni tangga batu menuju Puncak Awan Hitam. Namun, saat kakinya baru saja menginjak pelataran Istana Awan Hitam yang sepi, matanya menyempit tajam.
Di balik bayang-bayang pohon pinus kuno di pinggir tebing, seorang gadis bergaun putih salju berdiri kaku. Rintik embun malam membasahi ujung gaunnya, menandakan bahwa ia telah menunggu di tempat dingin itu selama berjam-jam.
Xie Yanfeng.
Gadis itu membalikkan badannya perlahan saat mendengar langkah kaki Zhao Gou. Wajah cantiknya yang biasa dipuja-puja bagaikan dewi tanpa cela kini tampak pucat dan tirus. Matanya dipenuhi oleh rasa tegang dan kegelisahan yang amat sangat mendalam.
"Mengapa kau belum pergi dari puncaknya?" suara Zhao Gou meluncur dingin dari balik topeng hitamnya, memotong keheningan malam.
Xie Yanfeng melangkah maju dua tindak, menundukkan kepalanya sedikit—sebuah gestur penghormatan yang tidak pernah ia lakukan pada siapa pun seumur hidupnya.
"Aku datang... bukan untuk memohon ampunan atas nama klanku, Zhao Gou," ujar Xie Yanfeng dengan suara merdu yang bergetar pelan. "Aku datang untuk menyerahkan informasi ini kepadamu."
Gadis itu mengulurkan tangannya yang halus, menyodorkan sebuah gulungan kulit domba berwarna merah darah yang disegel oleh lambang khusus.
Zhao Gou menghentikan langkahnya, menatap gulungan itu dengan pandangan datar. "Informasi apa?"
"Informasi rahasia mengenai pergerakan Tetua Zhao Cang dan Faksi Utama Klan Zhao," jawab Xie Yanfeng, matanya berkilat oleh ketetapan hati yang ganjil. "Aku menggunakan jaringan pengawal rahasia pribadi milikku untuk meretas pesan terenkripsi milik klan utama kemarin sore. Mereka... mereka tidak hanya menargetkanmu, Zhao Gou."
Zhao Gou mengibaskan lengannya, mengendalikan angin tipis untuk menarik gulungan kulit domba itu ke dalam genggaman tangannya. Dengan sedikit sentakan Qi Naga Kuno, segel pembatas pada gulungan itu hancur seketika.
Ia membuka gulungan tersebut dan membaca baris demi baris tulisan tangan di dalamnya.
Mata berwarna ungu keemasan milik Zhao Gou menyempit dingin. Hawa membunuh yang sangat pekat mendadak menguar halus dari balik jubah hitamnya.
Di dalam gulungan itu, terukir rencana besar dari Faksi Utama Klan Zhao. Pada Pesta Hari Jadi Sekte Awan Langit yang akan digelar dua pekan mendatang, para Utusan Agung dan Tetua Utama Faksi Zhao dari Kota Megah akan hadir secara langsung ke sekte ini.
Mereka tidak sekadar datang untuk merayakan hari jadi, melainkan untuk mengeksekusi rencana kudeta penuh—memaksa Ketua Sekte Feng Wuji menyerahkan kendali penuh atas Mata Air Qi Murni dan membantai seluruh murid inti yang tidak tunduk pada Faksi Utama Klan Zhao!
Dan nama Xiao Long berada di urutan teratas dalam daftar target pembantaian utama mereka pada malam pesta tersebut.
"Mereka ingin membersihkan sekte ini dan menjadikan malam pesta sebagai panggung pamer kekuatan Faksi Utama..." bisik Zhao Gou pelan, suaranya sarat dengan nada ejekan yang sangat mematikan.
Xie Yanfeng menatap pemuda bertopeng di hadapannya dengan napas tersengal. "Tetua Utama Kota Megah yang akan hadir adalah pakar tingkat Core Formation tahap pertengahan, Zhao Gou! Dia adalah sosok yang sama yang tiga tahun lalu mendalangi serangan terhadap ayahmu! Kau harus pergi meninggalkan sekte ini sebelum pesta itu dimulai!"
Ada kecemasan murni di dalam suara Xie Yanfeng—sebuah kepedulian ganjil yang lahir dari rasa bersalah dan kekaguman yang tak terjelaskan pada pemuda yang dulu dihinanya.
Zhao Gou perlahan meremas gulungan kulit domba itu di dalam genggaman tangannya. Krek Gulungan itu hancur berkeping-keping menjadi abu halus yang diterbangkan oleh angin malam.
Ia tidak melarikan diri saat rumahnya dihancurkan tiga tahun lalu, dan ia tentu tidak akan melarikan diri saat para pengkhianat itu menyerahkan leher mereka secara sukarela ke hadapannya.
Zhao Gou melangkah mendekati tepi tebing Puncak Awan Hitam, menatap jauh ke arah lautan awan yang membentang di bawah pendaran cahaya rembulan. Bibirnya di balik topeng kain hitam mengukir sebuah senyuman yang amat sangat dingin, buas, dan sarat akan penantian gila.
"Pergi?" suara Zhao Gou bergema pelan di udara malam, begitu jernih dan sarat akan tekanan hukum alam yang tak terelakkan. "Mengapa aku harus pergi saat seluruh pengkhianat keluargaku berkumpul di satu tempat yang sama?"
Xie Yanfeng terperanjat kaku mendengarnya. "Zhao Gou... kau ingin bertarung melawan seluruh Faksi Utama sendirian?!"
Zhao Gou tidak membalas pertanyaan itu. Ia mengangkat tangan kanannya, menatap pendaran aura keemasan dari Tulang Naga Kuno yang menyala liar di sela-sela jarinya.
Tiga tahun lalu, mereka meracuni ayahnya, merampas kehormatan keluarganya, dan memaksa ibunya menangis dalam penderitaan di Desa Hutan Kabut. Dan kini, para dalang utama dari penderitaan itu akan melangkah masuk ke dalam jebakan mereka sendiri dengan mengenakan jubah kebesaran.
"Xie Yanfeng," bisik Zhao Gou pelan tanpa membalikkan badan. "Kembalilah ke kediamanmu dan bersiaplah."
"Bersiap untuk apa?" tanya gadis itu dengan suara gemetaran.
Zhao Gou mendongak menatap rembulan merah yang mengintip dari balik awan hitam di langit malam.
"Bersiaplah menyaksikan Pesta Hari Jadi Sekte Awan Langit..." ujar Zhao Gou, suaranya bergetar oleh raungan naga yang menakutkan, "...berubah menjadi sungai darah bagi para pengkhianat klan utama."
jgn ada campuran kata sombong...
"jika aq menjadi penerus sekte, kdepannya musuh²ku akan menargetkan kalian, dan aq tidak ingin hal itu'terjadi"... gitu aja udh ngeh....
klo g mati... cerita ini akan terus berulang² layaknya sinetron...
sedang othor perbaiki bab ini
selamat membaca 🥳🥳
ini wajib djelaskan...
apakah darah naganya bisa mendeteksi racun skecil apapun...??
ttp semangt...💪💪💪
dikotori oleh keserakahan klan...
pada ahirnya, yg terjadi KORBAN PERASAAN.🤣🤣🤣
disaat seseorg kesusahan, terjepit...
jgn pojokkan dia.
krna ktika dia bangkit .. semua sdh terlambat.
adu taktik...bikan tiktok...