Persahabatan yang sudah terjalin selama 20 tahun antara Moetia dan Manda diambang kehancuran karena kehadiran seorang pria bernama Bagas.
Manda yang sudah mencintai Bagas sejak kuliah tidak mengetahui jika Bagas adalah atasan Moetia di kantor nya.
Dan saat Moetia mulai jatuh hati pada Bagas, dia baru tahu bahwa sahabatnya juga mencintainya
Lalu siapakah yang dicintai Bagas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Begitu Istimewa
Moetia sampai di rumah nya sekitar jam sepuluh malam.
Dia langsung masuk ke dalam kamarnya lalu segera membersihkan diri.
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Moetia segera merebahkan dirinya diatas kasur empuk nya yang nyaman.
Tiba-tiba ponsel nya berdering, dengan malas Moetia mengambilnya dari atas meja.
Matanya sudah sangat lelah, hingga dia hanya menggeser icon menjawab panggilan tanpa melihat siapa pemanggil nya.
" Halo " jawab nya malas
" Halo sayang, kenapa suara mu serak begitu, kamu menggoda ku ya ? " kata Bagas
Moetia langsung bangun dan duduk, dia melihat ponselnya dan melihat nomor tak dikenal ternyata adalah Bagas.
" Kamu ! ngapain telpon malam-malam ? " tanya Moetia
" Apa kamu akan percaya kalau aku bilang aku kangen kamu ? " tanya Bagas
Tanpa Moetia sadari perkataan Bagas sudah membuat wajah nya merona
" Jangan bercanda ! " tegas Moetia
" Aku benar-benar merindukan mu, besok aku akan ceritakan kenapa aku bisa menyukai mu saat kita makan malam " terang Bagas
" Aku tidak akan datang " sahut Moetia
" Benarkah ? " tanya Bagas
" Sudahlah Bagas kamu begitu sempurna, jangan mempermainkan aku " protes Moetia
" Baiklah, aku tidak akan memaksamu Moetia, tapi ada hal penting yang harus aku sampaikan " ucap Bagas terdengar serius
" Ada apa ? " tanya Moetia singkat
" Mulai besok kamu akan bekerja di kantor ku, aku sudah siapkan ruangan khusus untuk mu " seru Bagas
" Apa maksud mu ? aku tidak bekerja di kantor mu, aku ini kepala departemen design mana aku tahu soal otomotif " bantah Moetia
Terdengar kekehan Bagas di ujung telepon.
" Aku sudah minta pada CEO perusahaan mu, agar kamu bekerja di kantor ku saat proyek ini berjalan hingga selesai, dan Austin sudah setuju, jadi mulai besok datang lah ke perusahaan Wiguna grup nyonya Bagas " tegas Bagas
Dan lagi-lagi perkataan Bagas sukses membuat wajah Moetia merona
" Hentikan itu Bagas, bukan kah yang harus pergi kesana Samsul ? " tanya Moetia
" Aku mau nya kamu, jadi kamu yang harus ada di kantor ku, aku akan menunggu mu besok " tegas Bagas
" Baiklah, apa kamu sudah selesai ? aku sangat mengantuk " ucap Moetia
" Baiklah, selamat malam Moetia, mimpi indah " ucap Bagas lalu memutuskan panggilan teleponnya
Moetia lalu meletakkan kembali ponselnya ke atas meja dan tidur.
Sementara itu di kamar Manda, sejak tadi dia berusaha menghubungi Bagas, tapi selalu sibuk.
" Kenapa sibuk terus sih, apa benar kata teman-teman ku yang lain, menikah dengan pengusaha akan sering kesepian ? " gumam Manda
Manda masih berusaha menghubungi Bagas tapi masih tidak bisa.
Manda membanting ponselnya ke atas kasur.
" Ada apa dengan mu Bagas? kenapa sulit sekali mendekati mu ? " keluh Manda
Keesokan harinya
Manda bersama Moetia dan keluarganya sedang sarapan bersama.
" Apa rencana mu hari ini Manda ? " tanya Aries
" Aku akan pergi ke rumah teman ibu, Om. Mumpung aku masih di kota ini, aku juga mau jalan-jalan, mungkin kulineran " jawab Manda bersemangat
" Maaf karena tak bisa menemani mu ya Manda " sesal Moetia
" Tidak apa-apa, aku mengerti jika itu masalah pekerjaan, aku juga begitu jika sudah tanda tangan kontrak, maka aku juga akan sibuk dan fokus hanya dengan pekerjaan itu " ucap Moetia
" Manda menang paling pengertian " puji Soraya
" Bukan nya kamu sudah minta cuti dari jauh-jauh hari nak ? " tanya Aries
" Iya pa, tapi klien nya sedikit konyol. Mereka sangat suka menyulitkan orang lain " keluh Moetia
Aries terkekeh pelan
" Benarkah ? kalau begitu ini akan jadi pengalaman berharga bagi kamu nak " seru Aries
" Iya pa " jawab Moetia sambil mengangguk
Selesai sarapan Moetia pergi ke kantor Wiguna grup.
Sampai di lobby kantor, ternyata sudah ada Reno yang menunggu nya.
Moetia pun menghampiri Reno
" Selamat pagi pak Reno " sapa Moetia sopan
" Selamat pagi Moetia, selamat datang di perusahaan kami, silahkan " Reno mempersilahkan Moetia untuk masuk ke dalam lift khusus yang hanya terbuka dengan kartu khusus.
Moetia sedikit takjub, karena di kantor nya semua lift biasa saja.
Moetia memperhatikan Reno yang terlihat berdiri lumayan jauh darinya, dan sikap nya terasa agak canggung.
Moetia jadi takut ada yang salah dengan penampilan nya.
Moetia memperhatikan penampilan dari pantulan dinding lift dari ujung kepala sampai ujung kaki.
" Maaf pak Reno, apa ada yang aneh dengan ku ? " tanya Moetia
Reno mengerenyitkan dahinya bingung
" Maksud nya ? " tanya Reno balik
" Maksud ku, kenapa kamu terlihat canggung dan menjauhi ku begitu, apa ada yang tidak beres dengan ku ? " tanya Moetia lagi dengan wajah yang terlihat sangat polos
Reno terkekeh hingga memegang perut nya
" Astaga Moetia, benar kata Bagas. Kamu ini memang terlalu perasa, kamu terlalu impulsif Moetia... " terang Reno
" Lalu kenapa kamu terlihat sangat menjaga jarak begitu ? " tanya Moetia kesal
Reno menunjuk sebuah CCTV di dalam lift
" Kamu lihat itu, atasan ku sedang mengawasi ku, jika aku dekat-dekat dengan calon pacar nya maka gaji ku akan di pangkas habis " ucap Reno yang sesekali melirik ke arah CCTV
Moetia tersenyum
" Benarkah ? maaf kalau begitu, aku kira ada yang salah dengan ku ! " jelas Moetia
Reno menggeleng dengan cepat
" Tidak ada yang salah dengan mu Moetia, kamu terlihat sempurna " puji Reno
" Jangan banyak bicara Reno " teriak seseorang dari speaker yang ada di dalam lift
Reno membulatkan matanya
" Maaf bos " ucap Reno sambil memberi hormat dan melihat ke arah CCTV
Moetia hanya tersenyum membelakangi CCTV.
Setelah pintu lift terbuka, Reno mengajak Moetia ke ruangan yang telah di persiapkan untuk nya.
Reno membukakan pintu untuk Moetia
" Terimakasih " ucap Moetia
Moetia melihat sekeliling, kantor ini sangat luas dan di tata dengan sangat elegan dan nyaman.
Moetia berjalan ke arah dinding kaca berwarna hitam, dia menyentuh nya dan memperhatikan nya dengan seksama.
" Ini kaca satu arah ? " tanya Moetia pada Reno
Reno terkejut Moetia mengetahui nya
" Kamu tahu ? " tanya nya balik
Moetia mengangguk perlahan
" Siapa di ruangan sebelah ? " tanya nya lagi
Reno menggaruk kepalanya yang tidak gatal
" Bagas " jawab nya singkat
Moetia berbalik menghadap ke dinding kaca itu dan tersenyum kecil.
Lalu tiba-tiba telpon di atas meja kerja Moetia berdering.
Moetia mendekat lalu mengangkat nya
" Selamat pagi " sapa Moetia
" Selamat pagi sayang, apa kamu menyukai ruangan mu ? " tanya Bagas
Moetia tersenyum
" Terimakasih untuk ruangan yang sangat nyaman ini, tapi apa ini tidak terlalu berlebihan ? karyawan mu yang lain mungkin akan iri " jelas Moetia
" Biarkan saja mereka iri " sahut Bagas
" Tapi... " bantah Moetia tapi di sela Bagas
" Kamu pantas mendapatkan ruangan itu, kamu bahkan pantas mendapatkan semua yang aku punya karena kamu begitu istimewa Moetia " ucap Bagas
Dan lagi-lagi sukses membuat wajah Moetia merona.
" Jangan membual, tapi terimakasih untuk ruangan nya, bisa kah aku mulai bekerja sekarang ? " tanya Moetia
" Baiklah, bekerja lah. Aku akan memandangi mu dari sini " ucap Bagas
Moetia merasa dirinya sudah mulai terbawa perasaan lagi.
Moetia tidak menjawab dan langsung menutup telepon nya.
Dia lalu memeriksa beberapa dokumen di atas meja, Moetia menoleh ke Reno yang masih berdiri di dekat pintu.
" Pak Reno bolehkah aku tahu nomer telepon ruangan mu ? " tanya Moetia
" 1 , itu nomer Bagas. Jika kamu ingin menelpon ku, minta dia yang menyambungkan " jawab Reno
Moetia menggeleng kan kepalanya berkali-kali tak percaya
" Yang benar saja ! " keluh nya
Smga jg bagus sprti ke 3 novel yg sdh ak baca 😊
♥️
⭐⭐⭐⭐⭐