NovelToon NovelToon
Tumbal Tujuh Perawan

Tumbal Tujuh Perawan

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Tumbal
Popularitas:50.9k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Setiap tahun selalu saja para pembantu yang masih perawan akan meninggal dunia, namun mereka tidak ada yang sadar dengan hal itu

Hingga akhir nya Dila datang ke rumah itu untuk mencari tahu tentang keberadaan sang adik yang hilang entah ke mana, dan tempat terakhir dia kerja adalah rumah keluarga Susanto.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Bertemu Nolan

Dengan percaya diri Susanto hari ini berjalan-jalan di desa sebelah karena dia ingin mencari info tentang apa saja yang telah dilakukan oleh Purnama itu, bahkan karena saking penasarannya dengan Purnama dia sampai melupakan tujuan dirinya datang ke desa ini hanya karena ingin mencari tumbal dan setelah mendapatkan tumbal maka dia bisa pulang ke kota.

Tapi karena orang terus saja sibuk mengatakan bahwa Purnama adalah wanita yang begitu perkasa dan bisa melakukan apa saja, maka Susanto menjadi tertarik dan dia penasaran dengan bentuk Purnama ini sehingga dia nekat untuk meninggalkan Desa hanya karena ingin mendatangi Desa Purnama yang berjarak agak lumayan jauh.

Tak lupa juga sebelumnya dia sempat mampir ke desa yang lain hanya karena ingin bertanya apakah mereka memang mengenal siapa wanita itu, jawaban yang Susanto dapat hanyalah bahwa mereka sangat mengenal siapa purnama dan mereka dengan jelas mengatakan bahwa Purnama itu adalah wanita hebat dengan berbagai macam kebaikan yang dia miliki.

Rasa penasaran di dalam hati pria itu semakin membara saja dan dia ingin bertemu secara langsung, jadi tanpa memikirkan konsekuensi yang telah Dina katakan maka dirinya terus saja nekat dan berharap hari ini juga bisa bertemu dengan Purnama karena dia ingin berteman dengan wanita itu lebih dekat lagi.

Padahal apa yang telah dikatakan oleh Dina itu adalah kebenaran bila ternyata nanti Susanto memang mendekati Purnama, tapi apa mau dikata karena suami dia sendiri yang tetap mendekati maut, Purnama memang sebuah maut ketika dia berhadapan dengan orang yang telah memiliki pesugihan seperti Susanto dan juga Dina itu.

Dina bisa mengatakan demikian karena dia telah memiliki pengalaman tentang pesugihan buaya yang telah dianut oleh ayah mereka saat itu, sampai sekarang dia sangat menyesali karena terlibat dalam pergaulan purnama dan membuat ayah mereka bertiga meninggal dunia, oleh sebab itu sampai sekarang dia tidak ingin berhadapan dengan Purnama secara langsung karena dirinya merasa muak.

''Hah sejak tadi jawaban mereka selalu saja mengatakan bahwa Purnama adalah wanita luar biasa.'' Susanto bergumam sendirian di atas motor.

''Kalau Dina saja mengatakan Purnama mampu mengurus masalah ayah dia. berarti Purnama ini memiliki usia yang cukup lanjut ya.'' gumam Susanto lagi.

''Ah aku jadi semakin penasaran dengan wujud Purnama itu.'' Susanto terus melaju kencang.

Hingga motor dia telah mencapai gerbang bertuliskan Desa Pandan Arum, desa yang paling menonjol dari semua desa karena di dalam ini tersimpan orang yang sangat dihormati dan kerap membantu tetangga serta warga desa yang ada di sebelah, meski bukan tentang hal gaib namun Purnama tidak pernah lelah untuk bersedekah.

''Ini Desa Pandan Arum itu, aku tanya dulu lah dengan warga yang sedang kumpul di sana.'' Susanto melihat orang-orang sedang duduk di warung.

''Hahaaaaa itu karena memang Arya yang tidak mau mencari istri lagi.'' Ridwan tertawa kencang karena mereka memang sedang.

''Aku pernah melihat ada gadis cantik di dalam rumah Purnama, tapi tidak tahu dia siapa.'' Amir menjawab ucapan Ridwan.

''Permisi, saya warga pendatang dan ingin berkenalan.'' Susanto tersenyum ramah dan duduk di sebelah mereka yang sedang ngobrol.

''Oh ada warga pindahan ternyata, rumah yang sebelah mana ya?'' Bambang segera mendekati karena dia belum mendapat laporan.

''Saya bukan dari Desa ini pak.'' Susanto tersenyum agar semua orang ini tidak merasa curiga kepada dia.

''Oh Saya kira tadi dari Desa ini, pantas saja tidak ada laporan masuk kalau ada warga baru.'' Bambang tersenyum kembali.

''Saya dari desa Ujung Pandang, kebetulan baru saja pindah jadi belum kenal dengan para warga.'' jelas Susanto.

Para warga yang kebetulan memang sedang duduk berkumpul menjadi tersenyum dan mereka saling mengenalkan diri satu sama lain kepada Susanto ini, mereka sama sekali tidak tahu bahwa kedatangan Susanto ke sini hanya karena dia ingin mencari info tentang purnama dan itu semua jelas menjadi rahasia untuk Susanto sendiri.

''Pindahan dari kota ya?'' tanya Ridwan berusaha untuk akrab.

''Benar, tapi saya tinggal di sini hanya sebentar saja untuk ikut istri dan mengurus rumah mertua.'' jelas Susanto.

''Oh begitu ternyata, ini adalah Desa Pandan Arum dan kami di sini saling bertetangga satu sama lain tanpa ada rasa sungkan.'' Pak RT menjelaskan dengan seksama.

''Saya tidak tahu nama desa satu persatu tapi tadi sempat mampir ke beberapa desa dan mereka menyebut nama Purnama.'' Susanto langsung memancing ke arah sana.

''Benar, nama Purnama itu memang sudah tidak asing bagi seluruh desa yang ada di sini karena dia adalah wanita yang begitu baik.'' Amir langsung memuji Purnama.

''Em, pantas saja tadi saya setiap mampir ke desa maka mereka mengatakan kalau Purnama adalah wanita yang baik.'' Susanto berkata dengan senyum malu.

''Nanti pas ada kesempatan kenalan saja sama dia karena Purnama memang baik.'' Bambang mengenalkan siapa Purnama itu kepada Susanto.

Susanto mengangguk karena yang dia harapkan datang ke sini adalah mendapat kenalan seperti Purnama itu, dia sudah tidak sanggup menahan rasa penasaran di dalam diri karena ingin sekali melihat Bagaimana rupa dari Purnama tersebut dan apa saja yang telah dia lakukan sehingga seluruh warga desa ini begitu memuja tentang wanita itu.

''Nah ini adalah adik dari Purnama.'' Bambang mengenalkan Nolan yang baru saja datang.

''Apa?'' Nolan menatap Pak RT karena dia baru datang tapi sudah dikenalkan seperti itu.

''Ini ada warga baru yang pindah dan dia belum tahu siapa Purnama sehingga kami mengenalkan siapa dia.'' jelas Pak RT secara singkat saja.

Nolan mengangguk cuek dan dia tidak ada niat untuk berbasa-basi atau kenalan dengan Susanto karena menurutnya itu tidak penting sama sekali, sifat Nolan memang sama seperti Purnama yang tidak memiliki basa-basi dan terkadang dia enggan untuk berbicara dengan orang baru karena menurut dia itu sama sekali tidak penting.

''Adik dia saja masih semuda ini, jadi Purnama itu umuran berapa ya?'' batin Susanto di dalam hati.

''Mas Nolan gimana, apa sudah sembuh?'' Amir bertanya keadaan Nolan karena pria itu sempat sakit.

''Sudah, hanya tinggal sedikit saja yang masih terasa.'' Nolan menjawab cuek dan terkesan tidak peduli dengan pertanyaan tersebut.

Warga sini terlihat biasa saja dengan jawaban itu dan seolah tidak mempermasalahkan, namun Susanto sendiri yang merasa Jengah dan merasa pria ini sangat angkuh sehingga ketika diajak berbicara terus saja tidak menoleh dan tetap fokus dengan apa yang sedang dia kerjakan itu, ini baru Nolan saja yang bersikap demikian lalu bagaimana bila nanti Susanto bertemu dengan Purnama.

Selamat siang, jangan lupa like dan komentar nya ya.

1
Yeyet Rohaeti
kok Vita hilang, masa jadi tumbal kan susanto di kampung .
Nindiana Anasya
siang KK
putri wahyu
siang jg Bess...
FiaNasa
mulut Bu Yuni minta digampar peke parutan kelapa tuh muncungnya..ntar klau dah terbukti Rudy tak salah ngesot² minta maaf
Ayuk Witanto
mantab....bikin emosi juga Bu yuni
Ayuk Witanto
ih gemes banget sama Susanto...pingin tak bakar tuh mulut
Eli Rahma
lanjuut
Nengsih Irawati
Semangat 🥰 lanjut
Raffaza Direzky87
itu kenapa congornya susanto ikut² an ngebacot, nglempar keslahan pada orang lain, panggil mba pur aja... biar ada titik terang nya
putri wahyu
pagi menjelang siang Bess..
knp Bu Yuni asal tuduh aja padahal ga ada bukti😒 jln satu2nya datangkan purnama sang ratu ular👍
putri wahyu
segitu banyaknya orang ga ada yg kepikiran buat cari di hutan😒
Raffaza Direzky87
jadi kasian sama rudi, gak tau apa² malah kena tuduh, Sania juga ngapain ikut² an ngomong ikut campur sama perdebatan orangtua
Raffaza Direzky87
eehh takutnya malah rudi yg di jadikan tersangka sama bu yuni nanti
Apriyanti
andai saja mayat nya ana purnamayg menemukan pasti purnama tau tangan siapa yg telah membunuh ana
Sri Devi
kasihan Ana baru muncul langsung jadi tumbal
Ayuk Witanto
jadi saling tuduh
FiaNasa
malah gak karuan
Heni Mulyani
lanjut
Eli Rahma
ihhh malah pada saling tuduh..ruwettt...
Heni Mulyani
lanjut author
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!