NovelToon NovelToon
Penguasa Para Dewa

Penguasa Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Angin malam berhembus dingin, membawa aroma pinus yang tajam menyapu halaman belakang sekte pinggiran. Lin Chen duduk bersila di atas batu basal yang dingin, menarik napas panjang. Malam ini terasa berbeda. Setelah bertahun-tahun menderita dan dihina oleh sesama murid, ia akhirnya bangkit dan menyadari satu kebenaran mutlak yang selama ini tertidur di dalam darahnya: tubuhnya sama sekali bukanlah sampah. Meridian yang selama ini tersumbat perlahan mulai beresonansi, menandakan ia telah melangkah mantap di tahap awal kultivasi, yakni ranah Penempaan Tubuh.

Ia membuka mata perlahan. Tepat pada saat itu, dari kejauhan di bawah cahaya bulan purnama yang pucat, pandangannya tertuju pada sesosok gadis yang sedang berdiri di anjungan tebing.

Gadis itu adalah Su Qingyue. Untuk pertama kalinya, Lin Chen melihatnya dari jarak sejauh ini, tampak sangat dingin dan cantik tiada tara, seolah-olah ia bukanlah makhluk yang berasal dari dunia yang fana ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10: Keributan di Pasar Sekte

Kabar tentang seorang murid pelataran dalam di ranah Pengumpulan Qi yang dihancurkan hanya dengan satu pukulan fisik murni oleh Lin Chen menyebar bagai kebakaran hutan. Sepanjang sisa pagi itu, tidak ada satu pun murid asrama luar yang berani mendekati gubuk kayunya, apalagi mencari masalah. Pandangan mereka terhadap pemuda itu telah berubah total; ia bukan lagi si "sampah", melainkan sosok buas yang baru terbangun.

Di dalam gubuk, Lin Chen sedang merapikan beberapa barang. Ia tahu bahwa waktu satu bulan menuju seleksi Akademi Bintang Tujuh adalah tenggat waktunya. Jika ia ingin memperdalam Teknik Penempaan Tubuh Gajah Purba, ia membutuhkan lebih banyak sumber daya berupa tanaman obat untuk menahan daya hancur energi spiritual di dalam ototnya.

"Zhu Da, bersiaplah. Kita pergi ke pasar sekte di kaki gunung," ajak Lin Chen.

Pemuda gempal yang sangat memikirkan urusan perutnya itu langsung melompat bersemangat. "Pasar sekte? Kudengar di sana ada kedai daging panggang utuh! Ayo, Chen-ge!"

Di dalam benaknya, Tua Hitam mendengus. Roh kuno yang bersemayam di dalam cincin hitam itu memang selalu sibuk mengomel dan menyombongkan masa lalunya.

"Pasar? Bah! Paling-paling hanya kumpulan semut yang menjual rumput liar," cibir Tua Hitam pongah. "Tapi baiklah, Bocah. Cari beberapa bahan ini untuk merendam tubuhmu nanti malam."

Lin Chen mengambil secarik perkamen dan mencatat instruksi dari Tua Hitam.

Daftar Belanjaan Obat Penempaan Tubuh

Nama Bahan: Akar Darah Merah Memperkuat ketahanan pembuluh darah

"Dulu ini cuma makanan kuda-kudaku!"

Daun Besi Dingin Menetralkan hawa panas di Dantian

"Hanya berguna kalau direbus seratus hari."

Tulang Harimau Batu Memadatkan sumsum tulang belakang

"Beli yang banyak, tulangmu masih serapuh ranting!"

Pasar sekte pinggiran sangat ramai menjelang siang. Para murid dari pelataran luar maupun dalam berbaur menjajakan hasil buruan, tanaman obat, hingga artefak tingkat rendah.

Saat Lin Chen sedang sibuk menawar harga Akar Darah Merah di salah satu kios, ia tiba-tiba mendengar suara jeritan panik dari arah belakangnya.

"Tidaaak! Apa yang kau telan, Babi Gemuk?! Itu Pil Pengumpul Roh tingkat menengah yang baru saja selesai kubakar selama tiga hari tiga malam!"

Lin Chen menoleh dan mendapati Zhu Da sedang mengunyah sesuatu dengan wajah polos tak berdosa. Di hadapannya, seorang pemuda kurus berbaju abu-abu dengan wajah cemong akibat jelaga tungku tampak menjambak rambutnya sendiri dengan frustrasi.

Pemuda itu adalah Li Huo, seorang murid magang alkemis yang terkenal sangat pelit namun kelak sering diam-diam memberi obat gratis ke orang susah. Namun hari ini, wajah pelitnya sedang diuji dalam batas maksimal.

"Unyam... unyam... Maaf, aku kira ini manisan kacang madu, rasanya lumayan manis," ucap Zhu Da sambil menjilat bibirnya.

Seketika itu juga, Li Huo menangis tersedu-sedu karena pil berharganya dimakan oleh Zhu Da. "Manisan kacang nenekmu! Itu pil seharga sepuluh batu spiritual! Ganti rugi sekarang, atau aku akan melaporkanmu ke Balai Hukum!" teriak Li Huo sambil mengusap air matanya yang bercampur jelaga.

Lin Chen menghela napas panjang, memijat pangkal hidungnya. Ia melangkah maju, lalu meletakkan sebuah kantong kecil berisi sisa pil spiritual berkualitas rendah hasil rampasannya dari Wang Hao di atas meja Li Huo.

"Ambil ini sebagai ganti ruginya. Awasi barang jualanmu lebih baik lain kali," ucap Lin Chen tenang sambil menarik kerah baju Zhu Da menjauh dari kios tersebut, meninggalkan Li Huo yang masih terisak sambil menghitung pil ganti ruginya satu per satu.

Setelah menyuruh Zhu Da menunggu di ujung jalan agar tidak memakan barang jualan orang lain lagi, Lin Chen berjalan sendirian menuju sebuah gang yang agak sepi untuk mencari Daun Besi Dingin.

Namun, langkahnya terhenti secara tiba-tiba di depan sebuah kios kecil yang menjual aneka penganan ringan peninggalan dunia fana.

Di sana, berdiri sosok yang sangat ia kenal. Siluetnya ramping, jubah putihnya berkibar pelan, memancarkan aura sedingin es. Itu adalah Su Qingyue, gadis yang selalu menganggap semua orang sama saja.

Namun, pemandangan saat ini benar-benar menghancurkan citra dinginnya.

Su Qingyue sedang berdiri di depan penjual kue. Gadis yang tampak seolah-olah bukan makhluk dari dunia fana itu tengah diam-diam memborong semua kue manis yang ada di gerobak tersebut. Tangannya yang lentik dan biasanya hanya memegang pedang, kini dengan cekatan memeluk tiga kantong besar berisi kue bulan, manisan tanghulu, dan bakpao madu. Matanya berbinar-binar penuh kepuasan, sebuah ekspresi yang tidak pernah ia tunjukkan kepada siapa pun.

Tiba-tiba, mata jernih itu menangkap pantulan sosok Lin Chen yang berdiri mematung tak jauh dari sana.

Waktu seolah membeku.

Mata mereka beradu. Su Qingyue perlahan menurunkan bungkusan kuenya. Menyadari bahwa ia telah ketahuan oleh Lin Chen, wajah gadis itu memerah hebat sampai ke lehernya, tapi ia tetap berusaha keras memasang ekspresi dingin yang anggun.

"Ini... bukan untukku," ucap Su Qingyue terbata-bata, suaranya sedikit bergetar, sangat bertolak belakang dengan wajahnya yang merah merona. "Klan Es-ku... membutuhkan banyak asupan untuk... menjaga suhu tubuh."

Itu adalah kebohongan terburuk yang pernah didengar Lin Chen seumur hidupnya.

Alih-alih menertawakannya, Lin Chen hanya tersenyum tipis dan hangat, sangat menyadari bahwa gadis es ini memiliki sisi manusiawi yang begitu rapuh dan manis.

"Aku mengerti, Kakak Senior Su," jawab Lin Chen dengan nada santai seolah ia benar-benar percaya pada alasan konyol tersebut. "Kue manis di kedai Paman Cao ini memang yang terbaik di seluruh sekte. Pastikan kau mencicipi yang rasa teratai; itu sangat bagus untuk memulihkan energi spiritual."

Su Qingyue tertegun. Ia memeluk kantong kuenya lebih erat. Untuk pertama kalinya, ia menatap punggung Lin Chen yang mulai berbalik pergi tanpa niat menggodanya lebih jauh. Wajahnya perlahan kembali normal, namun detak jantungnya entah mengapa sedikit lebih cepat dari biasanya.

1
Bernard
Mantap sekali Thor👍👍
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍💪💪💪👍👍👍
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
GEDE JAYANEGARA
bintang Toedjoe, obt sakit kepla
mbono keling
💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
mbono keling
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪
Bernard
Pleaseee.., tolong di lanjut
Sang_Imajinasi: lanjut terus kok kak tiap hari jam 3 sore
total 1 replies
Arinto Ario Triharyanto
yoi
Bernard: Sangat bagus.., tolong lanjutkan 🙏
total 1 replies
saniscara_Patriawuha
gasss pollll manggg minnnn..
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
MyOne
Ⓜ️🙎🏻🙎🏻🙎🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤨🤨🤨Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🔜🔜🔜Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!