NovelToon NovelToon
Cinderella Ubi Rebus

Cinderella Ubi Rebus

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Diam-Diam Cinta / Komedi
Popularitas:435
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Alin, gadis yatim piatu yang dekil dan jerawatan, mendadak punya kekuatan magis: bisa berubah jadi bidadari glowing setiap kali makan ubi rebus! Sialnya, sihir ini punya kedaluwarsa dan luntur tepat tengah malam.

Masalah makin rumit saat Alin tidak sengaja merusak hoodie mahal seharga 8 juta milik Rakha Pratama Bagaskara—kakak kelas arogan yang ternyata tetangga kamar kosnya! Karena tidak bisa ganti rugi, Alin dipaksa menjadi budak pembersih kamar kos Rakha setiap hari.

Tensi makin memanas ketika Rayi Arjuna Bagaskara—kembaran Rakha yang super ramah—mulai gencar mendekati Alin. Sementara Rayi tulus menyukai Alin yang apa adanya, Rakha justru gila-gilaan mengejar sosok "Bidadari Glowing" malam hari, tanpa sadar kalau cewek itu adalah pembantu kosan yang setiap hari ia tindas!

Bagaimana jadinya jika sihir ubi rebus Alin habis tepat tengah malam di dalam kamar kos Rakha?

"Nggak usah panggil gue Kakak. Ntar kalau udah sah, baru lo panggil gue Sayang!" — Rakha.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Burung Hilang

"Buset dah! Lo kenapa, Ren? Muka lo udah kayak zombi kekurangan asupan sembako!" seru Adit dengan wajah ngeri sekaligus jijik menatap Reno yang terkulai lemas di atas closet. "Plis ya, jangan mati di sini! Gue takut arwah lo gentayangan di mansion Oma gue terus gangguin gue pas tidur. Kalau bisa, jadwal matinya ditunda dulu aja minggu depan!"

Reno yang sedang memegangi perutnya yang melilit langsung mendongak, menatap Adit dengan sisa-sisa tenaga di matanya. "Lo bener-bener teman gue yang paling brngsk ya, Dit! Lo nyumpahin gue mati, hah?! Jelas-jelas gue lagi sekarat di atas singgasana putih ini, lo malah ngelantur! Lebih baik sekarang lo angkat gue, papah gue ke mobil terus anterin ke rumah sakit terdekat!" maki Reno berapi-api namun dengan volume suara yang megap-megap.

"Masalahnya, gue juga udah kebelet parah, Ren! Kayaknya si 'kuning' udah di ujung tanduk, siap meluncur bebas tanpa rem! Mendingan lo sama Rahsya aja ke rumah sakit pakai mobil gue!" jawab Adit sambil menyilangkan kedua kakinya dengan sangat rapat, menahan badai tornado yang siap meledak di perutnya.

"Tapi gue nggak kuat jalan, Adit! Kaki gue udah kayak jeli basah, lemas semua!" rengek Reno pasrah.

"Bentar, gue telpon dulu si Rahsya biar ke sini!" Adit dengan gerakan panik merogoh ponsel dari saku celananya.

Drrtt! Drrtt!

"Kenapa, Dit? Tumben lo nelpon, padahal cuma beda ruangan," suara Rahsya terdengar heran di seberang telepon.

"Cepetan lo ke kamar mandi dekat ruang makan sekarang juga! Jangan banyak tanya, jangan pakai nanya ada menu apa! Si Reno hampir lewat gara-gara mencret seblak, cepettt!"

Tut!

Adit mematikan sambungan telepon secara sepihak.

Tak lama kemudian, Rahsya datang berlari dengan wajah tegang. Namun langkahnya seketika terhenti di ambang pintu lorong ruang makan. Ia tertegun, melongo lebar melihat Adit yang sedang melakukan gerakan aneh bin konyol di depan pintu toilet.

"Dit, lo kenapa kayak cacing kepanasan gitu?"

Rahsya memperhatikan Adit dengan saksama. Adit merapatkan kedua paha dan lututnya dengan sangat ketat, wajahnya memerah padam menahan sesuatu yang sangat mendesak. "Gaya lo udah kayak model pakaian dalam kurang bahan."

"Gue udah kebelet banget, monyet! Perut gue rasanya kayak mau meledak kena bom atom!" rintih Adit dengan mata berkaca-kaca menahan mules akibat ubi rebus Linzy.

"Lho? Yang beneran mencret itu lo apa si Reno sih? Terus sekarang si Renonya mana?" tanya Rahsya bingung tujuh keliling melihat dua temannya kompak menderita urusan perut.

"Banyak bacot lo! Mendingan sekarang bawa tuh si Reno ke rumah sakit pakai mobil gue, kuncinya ada di kantong dia! Gue mau boker dulu di toilet lantai bawah, udah nggak tahan!" bentak Adit.

"Terus lo ngapain dari tadi diri di situ? Bukannya cepetan cari kamar mandi lain dari tadi, bego?!"

"Gue tadi nggak tega ninggalin Reno sendirian, dia udah hampir 'lewat' tuh di dalam!" ucap Adit sambil langsung balik kanan dan lari terbirit-birit menuju kamar mandi tamu di area kolam renang.

Gaya lari Adit sangat ikonik: sangat kaku, lutut menempel, dan tangan memegangi bokong agar "aset berharganya" tidak tumpah di jalanan mansion.

Rahsya menggelengkan kepala, langsung masuk ke kamar mandi, menggendong Reno yang sudah lemas menyerupai kasur lipat, lalu membawanya keluar menuju mobil sport Adit dan melesat membelah jalanan menuju rumah sakit terdekat.

Sementara itu, Adit akhirnya berhasil mencapai "singgasana" di kamar mandi luar yang sepi. Ia langsung menghempaskan bokongnya dan menuntaskan hajat besarnya yang sempat tertunda.

Brott!! Brott!! Prott!! Psssshh...

"Ahh... lega banget... dunia berasa milik sendiri kalau udah keluar semua," desah Adit puas sambil menyandarkan kepalanya ke dinding toilet.

Namun, beberapa detik setelah kelegaan itu tiba, Adit mendadak mengendus sesuatu yang tidak biasa. "Eh.. kok bau bunga mawar segar ya kentut gue? Wanginya estetik banget kayak parfum ruangan kelas atas?" gumamnya heran.

Adit benar-benar tidak menyadari bahwa di detik itu juga, struktur anatomi tubuhnya sedang mengalami perombakan besar-besaran akibat efek magis ubi rebus Linzy yang ia makan tadi.

Secara ajaib dan tanpa rasa sakit, dadanya perlahan membusung, tumbuh, dan membesar membentuk lekukan yang sangat proporsional.

Wajahnya yang tadinya maskulin dengan rahang tegas dan kulit agak kasar, perlahan meluruh, berubah menjadi sangat cantik, halus, mulus tanpa pori, dan feminin. Rambut pendeknya yang semula jabrik mendadak tumbuh memanjang dengan kecepatan tidak masuk akal layaknya iklan sampo komersial, hingga menjuntai indah melewati punggungnya.

Saat Adit selesai dan hendak cebok untuk membersihkan diri, ia mendadak mematung. Matanya melotot tajam seukuran mangkok bakso saat melirik ke arah bawah tubuhnya sendiri.

"Lah... burung gue ke mana?! Kok nggak ada?! Ilang ditelan bumi?!" teriak Adit histeris di dalam bilik toilet.

Ia meraba dadanya dengan tangan gemetar, "Ini juga... kenapa dada gue empuk-empuk dan menonjol begini?! Terus rambut gue kenapa jadi panjang banget kayak kuntilanak siang bolong?!"

Panik setengah mati, Adit langsung mengenakan celananya dengan asal-asalan dan berlari kencang menuju cermin besar di atas wastafel kamar mandi.

Deggg!

Adit menatap pantulan di cermin dengan tubuh gemetar hebat. Di dalam cermin, tidak ada lagi sosok Raditama Abraham yang ganteng dan gagah. Yang ada di sana adalah seorang wanita muda yang luar biasa cantik jelita, bermata bulat indah, berwajah glowing merona, dan sangat seksi.

"Akhhhhh setannn kelaminnn! Kembalikan burung gueee! Siapa yang maling benda pusaka gue?!"

Adit berteriak histeris pada bayangannya sendiri di cermin. Suaranya yang semula nge-bass kini berubah menjadi sangat merdu, cempreng khas wanita, dan bernada sopran.

Saking paniknya dan otaknya yang korslet total, Adit berlari terpontang-panting keluar dari kamar mandi luar sampai lupa menaikkan dan mengancingkan celana jeans-nya dengan benar. Celananya melorot di batas pinggul.

Brukk!

Karena berlari tanpa melihat jalan, Adit sukses menabrak seorang pelayan wanita (maid) mansion yang sedang berjalan membawa tumpukan kain seprai bersih. Mereka berdua jatuh tersungkur di atas lantai marmer, dengan posisi Adit tengkurap menindih tubuh pelayan tersebut dengan sangat tidak elit.

"Awss... shhh... maaf, Nona. Bisakah Anda bangun? Nona sungguh berat," ucap pelayan itu sambil meringis kesakitan di bawah tubuh Adit.

Adit yang tersadar langsung melompat bangkit dan buru-buru menaikkan celananya dengan tangan yang gemetar hebat karena malu.

"Apa... apa tadi gue nggak salah denger? Bibi manggil gue 'Nona'?" tanya Adit dengan suara merdunya.

"Iya, Anda tidak salah dengar. Nona cantik ini siapa ya? Apakah temannya Nona Muda Linzy yang sedang berkunjung?" tanya si pelayan sambil berdiri dan merapikan bajunya yang kusut.

"Cantik gimana maksudnya, Bi?! Saya ini laki-laki tulen, Radit! Cucu pemilik rumah ini! Saya bukan perempuan!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!