NovelToon NovelToon
TEKNIK KULTIVASI NAGA KEGELAPAN

TEKNIK KULTIVASI NAGA KEGELAPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Ilmu Kanuragan / Kultivasi Modern / Perperangan / Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Budidaya dan Peningkatan / Fantasi Timur
Popularitas:159.5k
Nilai: 5
Nama Author: bingstars

Ji Fan, seorang pemuda dari clan ji yang memiliki mata misterius, namun akibat mata nya itu dia menjadi olok-olokan seluruh clan.
Didunia yang kejam ini, sejak kecil dia hidup sebatang kara tanpa kultivasi, melewati badai api sendirian. Sampai pada akhirnya dia tanpa sengaja menemukan sebuah buku tua yang usang. Buku itu adalah peninggalan ayahnya yang didapat dari seorang laki laki paruh baya dimasa lampau. Awalnya dia tidak mengerti buku apa itu, Tetapi setelah mempelajari bahasa dewa kuno, dia mulai mengerti, buku itu adalah buku Teknik Terlarang Kultivasi Naga Kegelapan. Dalam buku itu tertulis berbgai ilmu pengetahuan dan langkah-langkah jalan kultivasi, sejak saat itu Ji Fan berubah dari yang awalnya sampah menjadi kultivator puncak yang ditakuti di seluruh alam. Dan orang-orang memanggilnya dengan sebutan 'Orang Buta Dari Kegelapan Naga' .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bingstars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7. KEHILANGAN

****

Malam itu mereka tidak menyangka aksi yang mereka lakukan akan ketahuan oleh anggota klan, Ji Wen dan Ji Ran yang berlari dengan panik terus dikejar dengan gila gilaan oleh puluhan orang klan

"Berhenti Kalian pencuri! "

"Cepat kejar terus! Mereka tidak memiliki aura kultivasi pasti akan cepat kelelahan! "

Whushh...

Boom...

Boom...

Mereka terus melancarkan serangan jarak jauh ke arah Ji Wen dan Ji Ran, Pasangan suami istri itu sangat kesulitan menghindar, beberapa serangan mengenai mereka meskipun serangan itu tidak mematikan, namun dengan kondisi tubuh mereka berdua yang tanpa kultivasi dan terkena racun tentu nya sangat menyiksa mereka berdua.

Uhukk...

Hahh... Hahh...

"Bagaimana suami ku jika begini terus maka kita akan tertangkap"

Ucap Ji Ran dengan nafas tersengal sengal, Ji Wen yang melihat wajah istrinya semakin pucat dengan cepat menarik tangan nya untuk berlari lebih kencang

Boom...

Boom...

Ji Wen dan Ji Ran terus berlari sampai melewati rumah gubuk nya

"Semoga Fan'er tidak terbangun dan semoga Fan'er bisa menemukan guci ini"

Ucap Ji Wen dalam hati lalu melempar kan guci itu ke dalam semak semak yang berada di belakang rumah nya

Boom..

"Berhenti dasar sialan! "

Ji Han yang ikut mengejar mereka, Menyerang dengan emosi karena tidak kunjung berhasil menangkap nya juga

Ji Wen dan Ji Ran yang terkena serangan itu langsung terpental jauh sampai keluar klan

Boom...

Mereka terhenti karena menabrak pohon besar sampai tumbang

Uhukk...

Uhukk...

Ji Wen dan Ji Ran muntah darah seketika, tulang mereka terasa di timpa dengan batu hingga remuk

****

"Ingin kabur kemana lagi kau pencuri! "

"Kau sudah tertangkap! "

Ucap Ji Han yang berhenti di salah satu dahan pohon, lalu turun dengan tenang, dia ingin tahu sebenar nya siapa yang sudah berani mencuri di klan nya

"Kau! Kau! Kau Sampah yang mencuri harta di klan ku! "

Ucap Ji Han dengan berteriak kaget ketika melihat jelas kedua wajah dua orang itu

"Apa? Sampah itu ternyata yang mencuri? "

"Dasar Sampah tidak tahu diri! "

"Langsung bunuh saja mereka berdua! "

"Benar! kita gantung kepala nya di alun alun klan"

Ucap para anggota klan lainnya yang merasa kedua orang ini sudah tak pantas lagi hidup

Ji Han langsung datang mencekik leher Ji Wen dengan kuat sampai tubuh Ji Wen terangkat dari tanah

"Arghh... Lepas kan aku sialan! "

Ucap Ji Wen dengan terbata bata karena kesulitan bernafas, Ji Ran yang melihat suaminya bisa mati langsung berdiri dan menggigit lengan Ji Han dengan kuat.

Ji Han yang tak menyangka akan ada perlawan langsung mengibaskan lengan nya sampai Ji Wen dan Ji Ran terpental ke samping

"Jalang! Sialan berani sekali kau"

"Tangkap mereka dan bawa kehadapan kakek"

Ucap Ji Han dengan tatapan bengis

****

"Kau dari awal memang tidak berguna dasar sampah, Seharusnya kau sudah ku bunuh sejak awal"

"Arghh... Sampah sialan kau"

Ucap Ji Dan dengan frasa ketika melihat kedua orang itu

"Bunuh saja dia ayah, Dia hanya aib klan kita! Tidak berguna membiarkan nya hidup! "

Ucap Ji Han ketika datang ke dalam ruangan rapat itu

"Benar sekali leluhur, Bunuh saja dia! "

"Benar bunuh saja! "

Ucap para tetua klan yang menyetujui usulan Ji Han

Ji Wen dan Ji Ran yang mendengar itu hanya bisa pasrah karena mereka sudah lemas tak berdaya jangan kan untuk kabur dari ruangan rapat ini, untuk bicara saja mereka sudah tidak bisa

"Bawa mereka berdua ke alun akun sekarang juga dan penggal kepalanya! "

Ucap Ji Dan memberi perintah dengan marah lalu berkata kepada Ji Wen

"Kau tahu mengapa aku selalu membedakan mu dengan Ji Han, Karena kau adalah anak sampah tidak berguna! Kau adalah aib bagiku dan Klan Jiku! Aku tak langsung membunuh mu karena dulu ibu mu masih keras membela mu, sekarang ibumu sudah tiada dan aku memberikan kau sampah! Tapi kau begitu tidak tahu diri! Mencuri harta klan kami dan tidak bicara sedikit pun! "

Ji Wen yang mendengar ayah nya mengatakan seperti itu dia hanya bisa diam dengan mata berkaca kaca

"Cepat Bawa keluar dan penggal mereka berdua! "

"Baik leluhur! "

****

Ji Wen dan Ji Ran hanya saling menatap di alun alun itu seolah olah mengatakan

"Maafkan aku"

Mereka memejamkan mata lalu berkata dengan sisa sisa energi yang mereka miliki

"Maafkan kami Fan'er"

Ucap mereka berdua bersamaan

"Siapa yang akan mengeksekusi dua sampah ini aku tidak sudi mengotori tangan ku! "

"Aku juga sama! "

"Tetua Agung kau saja yang mengeksekusi nya"

"Cih! Aku juga tidak sudi"

Terjadi keributan kecil disitu mereka saling melempar untuk menyelesaikan tugas ini, Ji Han yang melihat ini dengan senang hati maju dan mengusulkan diri

"Biarkan aku yang membunuh nya"

Ucap Ji Han lalu mengeluarkan pedang nya

"Hei kau sampah! Sejak awal aku memang sudah ingin membunuh mu! Sekarang kesempatan telah datang, dulu aku bertanya tanya apa yang membuat ibu begitu menyayangi mu yang tidak berguna itu? "

"Sungguh aku tidak mengerti, Jelas jelas aku adalah jenius dan kau sampah! Namun ibu selalu dekat denganmu dan membela mu! "

"Hahaha... Sekarang aku bisa puas karena kau mati ditangan ku sendiri! "

Ucap Ji Han panjang lebar lalu menghunus pedangnya ke arah Ji Wen dan Ji Han

"Mati kalian sampah! "

"Jangan!! Tunggu!!

Tiba tiba Ji Fan berlari dan berteriak keras tapi sudah terlambat

Ji Wen dan Ji Ran yang melihat putra nya hany bisa melirik dengan buliran air mata

Crashh...

Crashh...

Celepuk...

"Hahahaha akhir nya! Sampah ini mati juga"

Ucap Ji Han dengan tertawa keras melihat Ji Fan yang terjatuh dengan menyeringai

"Tidak! Ayah! Ibu! "

Teriak Ji Fan menangis keras

"Aaaaaaa! Mengapa kalian tega membunuh ayah dan ibu ku? Mengapa? "

Tanya Ji Fan dengan menangis sejadi jadinya

"Itu karena ayah dan ibu mu adalah sampah aib klan! "

"Jika kau bocah! Tidak Ingin mati juga maka diam dan patuh lah! "

Ucap Ji Han melempar kan pedang nya ke arah ji Fan yang tertunduk lemas

Deg...

Ji Fan hanya bisa diam ketika pedang itu menggores lengan nya

"Arkhhh.... Kau Pembunuh kejam! Kau! Kau Aku akan membunuhmu! "

Teriak Ji Fan berlari memukul secara acak ke arah Ji Han, Ji Han yang melihat itu hanya mendengus menendang nya lalu pergi

Ji Dan yang melihat itu seolah tak peduli lagi dia hanya melirik lalu berbalik pergi

"Rasakan itu anak sampah! "

Teriak para tetua memaki Ji Fan bersama sama

****

Ji Fan yang terlempar ke arah mayat ayah dan Ibu nya hanya bisa memeluk mereka dan menangis dengan keras

"Huhu..Ayah..Ibu.. Mengapa kalian meninggalkan Fan'er sendirian"

"Hidup Fan'er tidak akan berarti jika kalian tidak ada"

Ji Fan hanya bisa berkata dengan isak tangis melihat mayak kedua orang yang paling berharga dalam hidupnya sudah tergeletak tanpa nyawa, tanpa kepala di hadapan nya

****

1
Nisfah Ungaran
baru kali ini dapat warisan naga kok masih lemah banyak musuh juga...hampir mati berkali kali tapi kultivasinya gak naek2..😁😁🙏
rosidi didi
top
Nggenk Topan
terlalu banyak halangan n kultivasi musuh sll 2 tingkat diatas mc tp sll menang.... terlalu monoton
Nggenk Topan
trs air suci dlm guci kecil dimana?
Roni Sakroni
ceritanya nda jelas bangett. tahu tahu terluka parah sekali dan mau daftar di akademi. gimn thor
Roni Sakroni
tekad yang kuat
Didi h Suawa
awal yg baik,,
azizan zizan
alur cerita tolol apa Nih nyesal aku baca harga tuihhh...
LIXX
Honestly, aku baca novel ini awalnya karena black dragon supremacy 😌
Entah itu naga hitam di TOS Fang Xie Yue atau yang di Soul Land, yang duo itu, I weak for black dragons heheh..
Tapi overall, pacing kultivasinya terasa too fast. Biasanya kultivasi bisa sampai ratusan chapter, sedangkan di sini naiknya brak–brak banget. Jadi ada bagian sepele yang malah kepanjangan, sementara bagian yang harusnya epic justru terasa singkat.
Even so, dari cara nulis, penyampaian cerita, humor, sampai flow-nya. it works. Tulisan kakak rapi banget dan tetap enjoyable to read.
Respect, kak. ⭐⭐⭐⭐⭐ well deserved!
LIXX
moal baleg /Facepalm/
Sarip Hidayat
waah
Ibad Moulay
Uraaa 🐎🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥🔥🔥
azizan zizan
konyol..,. udah tahu masih di kawasan Klang Ji tetap aja ambil tindakan bodoh....
Zamo: Kakak suka MC yang pinter, cerdik dan gak gegabah, baca BANRING : Siampa Puncak Harau kak. mari kita ramaikan cerita lokal 😅
total 1 replies
Susanto
keluarga tp kok ada kebencian, pasti karena wanita wkwkkwkwk
Susanto
gubuk jadi istana wkwkwkkwk
Susanto
kepala klan kok rumanya reot
Ibad Moulay
Uraaa 🐎🐎🐎
Ibad Moulay
Lanjutkan 🔥🔥
Ibad Moulay
Uraaa 🐎🐎🐎🐎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!