NovelToon NovelToon
Terpaksa Menjadi Pemuas Badboy Kampus

Terpaksa Menjadi Pemuas Badboy Kampus

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Gymora Sasami seorang mahasiswa yang terkenal akan kepintarannya, dia juga putri tunggal keluarga kaya.
Dia selalu dipuji dan dieluh-eluhkan di kampus.
Namun, citra yang sebelumnya sudah dibangun olehnya terancam dihancurkan oleh seorang Badboy kampus yang tidak sengaja memergoki dirinya digudang saat sedang memuaskan dirinya sendiri.
Pagi itu digudang, Draka Nilon mengambil alat yang ada ditangan Gymora, hal itu membuat Gymora yang akan mencapai titik kepuasannya terkejut.
"Aku tidak menyangka, seorang wanita cantik yang terkenal pintar dan jual mahal di kampus melakukan hal yang tidak terpuji seperti ini," sindir Draka.
Gymora langsung menutup tubuh bagian bawahnya.
"Draka aku mohon, jangan sebarkan video itu!" pinta Gymora.
Melihat Draka yang diam, Gymora terus memohon.
"Karena kamu terus memohon dan berlutut, baiklah kita buat kesepakatan. Kalau kamu ingin aku tidak menyebarkan videomu itu. Kamu harus melayaniku!"
Kedua bola mata Gymora membelalak, mengingat dia belum pernah melaku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35.

Kania membeku, tubuhnya kaku, matanya membulat menahan air mata yang hampir jatuh.

Ia merasa seperti terperangkap dalam jebakan yang tak berujung.

Hatinya berteriak, menolak kenyataan pahit itu.

Kania merasa linglung, bahkan wajahnya pucat pasi kerena ketakutan, "Bukankah kau bilang percaya padaku?"

Doni menarik napas dalam, menatap Kania dengan lembut meski rasa kecewa masih membara.

“Meski kau melakukan semua itu, aku tetap mempercayai mu.” Kata-kata itu begitu kontradiktif, melahirkan kehangatan sekaligus sakit yang mendalam.

Kania tak mampu berkata apa-apa, air matanya akhirnya mengalir tanpa bisa ia tahan lagi, campuran antara penyesalan dan haru yang membebani dada. Doni mengulurkan tangan, menyeka air mata itu dengan lembut, seolah ingin menyembuhkan luka yang lebih dalam dari sekadar kulit tergores.

Sementara itu ruangan lain universitas Utara.

Draka menunggu Gymora selama 5 jam, sampai kelas Gymora selesai.

Saat Gymora keluar kelas, ingin menghubungi Draka untuk menanyakan kabar rapat pagi ini.

Langkahnya terhenti.

"Draka, apakah rapatnya sudah selesai?"

Draka mengangguk tanda bohong.

"Ayo kita pulang!" Ucap Draka dengan lembut, tatapannya tdiak pernah teralihkan menatap ke arah wajah Gymora.

Tangannya tanpa sadar menyingkirkan anak rambut di kedua pipi Gymora.

Gymora mengangguk.

Keduanya meninggal kan kampus dengan tangan yang bergandengan, dari kejauhan Wiliam menatap punggung keduanya dengan hati yang sangat pedih.

Rio berkata, "bukankah aku sudah pernah bilang padamu? Gymora sangat tulus mencintaimu, tapi selalu kamu sia-siakan. Jangan salahkan kalau dia sampai pergi ... "

"Aku akan minta maaf dan berjanji tidak mengganggunya lagi," kata Wiliam pasrah.

"Kamu sudah menyerah, begitu saja menyerah. Gymora saja kamu sakiti berkali-kali nggak pantang menyerah. Tapi baguslah, dia memang sudah nggak suka kamu, dan menurutku, Gymora lebih cocok bersanding dengan pria itu ... " Ucapan Rio terhenti, saat Draka menyela ucapannya.

"Nggak ... Aku nggak akan melepaskannya. Kamu tahu kan, selama ini aku sangat mencintai dia, aku ... Hanya tergoda dengan Kania. Sekarang aku akan mengajaknya untuk bermain tarik ulur."

***

Malam pun tiba, dari balik jendela.

Bulan nampak bersinar dengan sangat terang.

Gymora memasak didapur, saking sibuknya ia sampai tidak menyadari kedatangan Draka.

Draka melingkarkan tangannya diperut Gymora. "Sedang masak apa? Baunya harum banget."

Wajah Gymora memerah, sebenarnya ia merasa sedikit tidak nyaman dengan hal yang dilakukan oleh Draka.

Ia belum terbiasa dengan keintiman ini.

"Aku hanya masak sup iga, dan menggoreng pangsit." Jawab Gymora, lalu dengan gerakan perlahan dan lembut, ia berusaha melepaskan pelukan Draka.

Tapi Draka malah semakin memeluk Gymora, "memelukmu sungguh membuatku nyaman. Biarkan seperti ini dulu."

Gymora mengangguk.

Tak berselang lama, makanan yang dimasak Gymora pun matang.

Draka membawa nampan berisi sup iga dan pangsit goreng, melangkah pelan menuju meja makan yang sudah tertata rapi.

Gymora berdiri di dekat dapur, wajahnya masih menyisakan kelelahan setelah memasak, namun matanya berbinar menunggu hasil rapat hari itu.

Saat Draka meletakkan hidangan, ia menatap Gymora dengan senyum tipis.

"Gimana rapatnya hari ini? Bolehkah aku melihat dokumennya?" tanya Gymora, suaranya penuh harap.

Draka mengangguk, menyerahkan setumpuk kertas dengan gerakan tenang, tapi tiba-tiba tangannya meremas lembut tangan Gymora.

Kejutan membuat tubuh wanita itu sedikit kaku, pipinya memerah hangat.

Matanya segera beralih ke dokumen, membaca angka-angka di sana dengan perlahan.

1
Resthy Nur
gmn Thor di awal cerita William GK punya perasaan dgn gymora... tp kokd.icerita.punya perasaan
Mia Camelia
thor ini salah upload chapter ya 🤔🤔🤔😔😔😔😔
Mia Camelia
sachi licik banget sih bikin foto skandal ky bgtu, 😔😔😔😔
kasian gyomra harus patah hati n kecewa terusss...😔
Dedi Dahlia
kenapa sih gimora ketemu pria yang ngak tegas dan plin -plan masalah photo saja tak becus,bagaimana gimora bahagia kalo hal itu saja tidak bisa di bereskan secepatnya,andai terbongkar nanti sachi dapat hukuman karna berbohong,kalau gimora pergi jauh aja untuk mengenang kan pikiran.
Mia Camelia
lanjut thor🥳
Mia Camelia
cerita nya menarik dan tokoh2 bikin yg baca jdi makin penasaran
Mia Camelia
william minggir kau, sekarang draka yg pasang badan buat gymora🥰🥰🥰 huuss...husss
Mia Camelia
ayo gwen sadar lah kania dan bapak nya cuma benalu doang🤔
Mia Camelia
lanjut thor 😄
cerita nya seruuu👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!