NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kaisar Abadi

Kebangkitan Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Misteri
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bagus Dwi

Tahun 2042.
Manusia hidup seperti biasa dengan teknologi modern. Tidak ada yang tahu bahwa energi spiritual di Bumi mulai bangkit kembali setelah menghilang selama ribuan tahun.
Arkana Wijaya, mahasiswa berusia 20 tahun, menjalani hidup biasa hingga menemukan cincin kuno peninggalan kakeknya. Saat darahnya menyentuh cincin itu, jiwa seorang kultivator legendaris dari ribuan tahun lalu terbangun.
Namun, alih-alih mengambil alih tubuh Arkana, jiwa itu justru menghilang setelah mewariskan seluruh ingatan dan teknik kultivasinya.
Arkana menjadi satu-satunya orang yang mengetahui cara kultivasi sejati.
Sementara dunia mulai berubah, organisasi rahasia, keluarga kuno, dan makhluk yang selama ini bersembunyi juga mulai bergerak.
Bumi ternyata hanyalah dunia tingkat terendah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagus Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Terowongan Kolonial Kuno

​Malam kedua setelah kebangkitan Qi jatuh menyelimuti Jakarta dengan kepekatan yang tidak wajar. Kabut spiritual berwarna hijau keunguan di kawasan pelabuhan tua bergolak semakin tebal, menelan jarak pandang hingga menyisakan kurang dari tiga meter saja. Bagi manusia fana, atmosfer ini terasa menyesakkan, namun bagi Arkana Wijaya, ini adalah tabir pelindung yang sempurna.

​"Pakai ini," bisik Arkana, menyerahkan dua potong kain penutup wajah yang sudah dilapisi dengan sedikit sisa tetesan energi murni kepada Dani dan Lisa. "Begitu kita masuk ke air, fokus pada ritme pernapasan yang sudah gua ajarkan tadi siang. Jangan panik, energinya bakal bantu paru-paru kalian buat mengekstrak oksigen secara pasif."

​Dani mengangguk tegang. Wajahnya yang sempat dibersihkan dari impuritas kini tampak lebih tegas, meskipun sisa-sisa kegugupan tidak bisa disembunyikan dari matanya. Di sampingnya, Lisa berdiri dengan postur yang jauh lebih tenang. Sebagai pemilik bakat elemen kayu murni, adaptasinya terhadap perubahan lingkungan jauh lebih cepat dibandingkan sepupunya.

​Arkana melangkah memimpin di depan, mendekati ujung dermaga yang hancur. Di bawah sana, air laut pelabuhan yang hitam legam tampak tenang, namun indra batin ranah Spirit Gathering Tingkat Dua milik Arkana bisa merasakan adanya pergerakan arus spiritual yang sangat masif di kedalaman air. Simpul spiritual pelabuhan ini benar-benar telah membuka celah energi purba yang tersembunyi.

​Byur.

​Arkana melompat ke dalam air tanpa menimbulkan cipratan yang berarti. Begitu tubuhnya tenggelam, sepasang matanya berkilat perak, menembus kegelapan air laut dengan kejelasan mutlak. Ia mengangkat tangan kanannya, membiarkan Cincin Kaisar Abadi memancarkan pendaran pelindung tipis yang menyelimuti tubuh Dani dan Lisa begitu kedua orang itu ikut melompat ke dalam air.

​Mengikuti koordinat dari memori kuno yang terpatri di kepalanya, Arkana berenang memimpin melewati pilar-pilar beton dermaga yang runtuh. Di dasar laut, tersembunyi di balik tumpukan lumpur abad ke-21, sebuah struktur lengkungan batu granit kuno berdiri dengan kokoh. Ini adalah pintu masuk saluran pembuangan air kolonial abad ke-19—sebuah proyek bawah tanah rahasia yang pernah dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda, yang ternyata fondasinya didirikan di atas reruntuhan formasi kultivasi kuno.

​Begitu mereka berenang menembus gerbang batu tersebut, tekanan air laut mendadak berkurang drastis. Jalur terowongan ini dilapisi oleh udara kuno yang terjebak, memungkinkan mereka untuk menyembul ke permukaan dan bernapas secara normal di dalam kegelapan labirin bawah tanah.

​"Uhuk... gila, udaranya bau banget, Ka," bisik Dani sambil menyeka wajahnya, suaranya bergema samar di dinding terowongan batu yang sempit.

​"Ini udara yang terjebak selama ratusan tahun, bercampur dengan energi spiritual yang baru bangkit," jawab Arkana rendah. "Tetap waspada. Tempat-tempat gelap dan lembap seperti ini adalah sarang favorit bagi makhluk-makhluk yang bermutasi secara ekstrem akibat lonjakan Qi."

​Baru saja kata-kata Arkana selesai diucapkan, indra batinnya menangkap getaran frekuensi tinggi dari arah depan terowongan yang gelap gulita. Jantung Arkana berdegup sedikit lebih cepat saat merasakan densitas energi yang bergerak mendekati mereka.

​Syuuuut!

​Sebuah bayangan panjang melesat menembus permukaan air yang menggenangi lantai terowongan. Makhluk itu berbentuk seperti ular sanca raksasa, namun kulitnya dilapisi oleh sisik-sisik keras berwarna hitam legam dengan sepasang mata merah menyala yang memancarkan aura kegilaan. Ini adalah seekor belut rawa yang telah bermutasi menjadi Monster Spiritual Tingkat Rendah akibat menyerap bocoran energi dari simpul spiritual pelabuhan.

​"Mundur!" perintah Arkana, mendorong Dani dan Lisa ke belakang dinding batu.

​Monster belut raksasa itu membuka rahangnya yang dipenuhi deretan gigi tajam seukuran belati siber, siap merobek dada Arkana. Kecepatannya di dalam air sangat mengerikan, menciptakan gelombang kejut kecil yang mengikis dinding-dinding terowongan tua.

​Namun, Arkana yang sekarang bukan lagi kultivator amatir kemarin malam. Dengan basis kekuatan Spirit Gathering Tingkat Dua, persepsi waktunya melambat drastis. Ia bisa melihat setiap pergerakan otot otot monster tersebut dengan sangat detail.

​Arkana tidak mundur selangkah pun. Ia memantapkan pijakan kakinya di atas lantai batu, menarik tangan kanannya ke belakang sembari mengumpulkan cairan Qi Primordial perak keemasan langsung menuju kepalan tinjunya. Udara di sekitar tinjunya mendadak mendengung keras akibat tekanan spiritual yang memadat.

​"Pukulan Roda Langit: Penghancur Inti!"

​BOOM!

​Tinju Arkana menghantam telak bagian dahi monster belut raksasa tersebut. Ledakan energi murni yang dihasilkan tidak hanya menghancurkan tengkorak keras makhluk itu, melainkan mengirimkan gelombang kejut linear yang menghancurkan seluruh organ dalam dan jalur energi kotor di sepanjang tubuh sepanjang sepuluh meter tersebut dalam sekejap.

​Makhluk raksasa itu bahkan tidak sempat mengeluarkan suara raungan sebelum akhirnya ambruk menjadi tumpukan daging mati yang mengambang di atas air terowongan. Darah hitamnya mulai mengalir, namun Arkana dengan cepat mengulurkan tangan kirinya, merobek bagian dahi monster tersebut untuk mengambil sebuah batu kristal kecil berwarna biru tua yang berkilau—Beast Core elemen air.

​Dani yang menyaksikan pertarungan kilat tersebut dari balik dinding hanya bisa menelan ludah dengan susah payah. "Satu pukulan... lo bener-bener jadi monster, Ka."

​"Ini bukan saatnya buat kagum, Dan. Bau darah makhluk ini bakal mengundang bahaya lain kalau kita gak cepat pindah," ucap Arkana dingin, menyimpan inti monster itu ke dalam saku jaketnya.

​Mereka kembali melanjutkan perjalanan, bergerak lebih cepat menyusuri labirin terowongan bawah tanah yang terus menanjak naik, mengikuti arah geografis menuju distrik Kota Tua Jakarta. Setelah hampir dua jam berjalan menembus kegelapan dan melewati beberapa percabangan rumit, Arkana akhirnya menghentikan langkahnya di depan sebuah pintu besi kuno yang tertutup rapat oleh lumut dan karat tebal.

​Pintu besi ini dipenuhi oleh ukiran-ukiran simbol geometris kuno yang sangat rumit—sebuah formasi penyegelan spiritual tingkat dasar yang mustahil dibuka oleh kekuatan fisik fana.

​Arkana melangkah mendekat, mengamati simbol-simbol tersebut dengan jeli. Ketika matanya tertuju pada bagian tengah pintu, jantungnya mendadak bergetar hebat. Di sana, di antara barisan aksara kuno yang memudar, terukir sebuah lambang berbentuk kepakan sayap burung garuda dengan garis vertikal di tengahnya.

​Lambang yang persis sama dengan ukiran tersembunyi yang ada di balik Cincin Kaisar Abadi milik Arkana, dan lambang yang sering ia lihat di stempel kayu kuno milik mendiang kakeknya.

​"Kakek... tempat ini bukan sekadar catatan yang ditinggalkannya," batin Arkana, tangannya bergetar samar saat menyentuh permukaan besi yang dingin. "Dia bener-bener pernah ada di sini. Formasi segel ini... dibuat menggunakan aliran Qi yang sejenis dengan yang gua miliki sekarang."

​Begitu jari tengah Arkana yang mengenakan Cincin Kaisar Abadi menyentuh simbol tersebut, cincin kuno itu mendadak bersinar terang dengan cahaya perak keemasan yang sangat menyilaukan. Simbol-simbol di atas pintu besi ikut merespon, menyala satu demi satu seperti sirkuit komputer kuno yang dialiri daya listrik tinggi setelah tidur selama ribuan tahun.

​KLIK... KRAAAK...

​Suara mekanisme roda gigi batu yang sangat berat bergaung dari dalam dinding, dan pintu besi kuno yang menutup akses menuju bawah tanah Kota Tua itu perlahan-lahan mulai terbuka, menyingkap sebuah rahasia besar yang telah terkubur rapi di bawah fondasi kota modern Jakarta. 

1
Jujun Adnin
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!