NovelToon NovelToon
Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Identitas Tersembunyi / Konglomerat berpura-pura miskin / Bullying dan Balas Dendam / Teen School/College / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Suci Ans

PERHATIAN! Ini Karya pertama saya yang banyak banget kekurangannya, jika cerita ini tidak sesuai selera kalian silahkan kalian tinggalkan. Oke!
.. ..

.. ..

.. ..


Tania adalah wanita cantik yang penuh dengan misteri hidup, mulai dari pengalaman masa kecilnya, masa lalu yang kelam, hingga ke kehidupannya yang sekarang pun Tania tidak pernah membongkar siapa dirinya yang sebenarnya.

Tania tidak suka di pandang sebagai orang kaya yang sombong akan harta, Tania juga tidak suka jika ada yang berteman dengannya karena penampilan dan juga derajat kekayaan.

Wajah cantik Tania yang blaster itu, ia ubah menjadi jelek dan kumuh di mata umum.

Pada dasarnya Tania hanya ingin bersenang-senang sekaligus mengawasi sekolahan papanya itu namun siapa sangka Tania malah di hadapkan dengan masalah-masalah pembullyan, pertengkaran dan percintaan yang mengganggu kehidupannya sampai di mulailah pilihan Tania yang membuat dirinya di permainankan oleh takdir.

Bagaimana pilihan hidup dan takdir hidup seorang Tania?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suci Ans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part_7

Di tengah perjalanan Tania menuju pulang ke rumahnya, tiba-tiba saja Tania di suruh Aldy untuk datang ke jalanan yang biasa mereka buat untuk taruhan.

"Yeah! Enggak jadi rebahan dong," desis Tania terpaksa pergi ke tempat kakaknya dan ketika Tania sudah sampai, Aldy langsung masuk ke dalam mobil dan memberikan helm kepada Tania.

"Pakai helm lo!" titah Aldy membuat Tania mengerutkan dahinya bingung.

"Lo nyuruh gue balapan? Males ah," ucap Tania tidak berminat untuk balapan motor karena dirinya ingin rebahan di kasur bukan malah balapan.

"Lawan gue, musuh lo juga Tania," sahut Aldy.

"Musuh gue, siapa?" tanya Tania.

Aldy menunjuk ke arah lawan Tania, sungguh dunia yang sempit Tania harus berhadapan dengan laki-laki yang amat sangat mengganggu hidupnya lagi dan lagi.

"Fine, gue bakal kalahin dia," ucap Tania lalu mereka berdua turun dari mobil dan saling berbincang bersama teman-teman mereka yang lain.

Sementara itu di sebrang, Leo terus menatap ke arah Aldy yang sedang mengobrol dengan seseorang berseragam ECHS dan dia sedang memakai helm.

"Dia adik kandungnya Aldy yang jago balapan katanya," Diky datang dan menepuk punggung Leo membuat Leo menoleh ke arahnya.

Sekali Leo pernah balapan dengan wanita yang Diky sebut adalah adik dari musuhnya, ini adalah kedua kalinya. Bagaimanapun caranya Leo harus menang!

"Adiknya Aldy sekolah di ECHS juga?" tanya Leo membuat Diky mengerutkan dahinya kemudian Diky menatap ke arah Tania, pria itu sedikit melebarkan matanya.

"Anji*g! Kok gue baru sadar," kaget Diky.

"Katanya sih cantik tapi orangnya yang mana ya," bingung Diky dan Leo tidak perduli akan ucapan Diky, terserah secantik apapun dia toh tidak bisa menarik perhatian Leo.

...........

Aldy dan Tania pulang telat sampai malam hari karena mereka merayakan kemenangan Tania yang balapan motor dengan Leo.

Ya, Tania menang dari Leo pasalnya Tania mengibuli Leo yang memelankan motornya sehingga Leo sangat santai tanpa mengebut tapi sampai akhir menuju finish Tania menancapkan gasnya yang memang sudah menjadi trik jitu Tania dan seketika Tania di depan Leo dan menginjak finish duluan.

Sungguh teledor sejak awal Leo benar-benar meremehkan Tania sampai dia melihat keahlian Tania yang ternyata benar-benar hebat, dua kali pria itu di kalahkan oleh wanita yang sama, dia adalah Tania.

Kini Aldy dan Tania sedang masuk ke dalam rumah dengan berjalan mengendap-endap hingga. Klik! Papa Sanjaya menghidupkan lampu ruang tengah. Glukk! Kedua adik-kakak itu menelan saliva kaget kala melihat raut wajah menyeramkan Sanjaya.

"Dari mana kalian?" tegur Sanjaya begitu keras.

"Em tadi dari ... dari ... itu dari ...."

"Dari mana," sentak Sanjaya membuat Aldy menyenggol sang adik agar ikut menolongnya mencari alasan.

"D-dari taruhan ... enggak! b-balapan motor, Pah." jawab Tania ikut tergagap namun wanita itu langsung berkata jujur pada papanya hingga Aldy membulatkan matanya lebar-lebar karena kejujuran sang adik yang di mana bisa jadi masalah besar bagi mereka berdua.

"Balapan sampai malam," sentak Sanjaya.

"M-masih jam delapan kok Pah," sahut Aldy cengengesan.

"Jangan lupa kalian adalah putra dan putri keluarga Sinaja, kalo media sampai melihat kalian, Papa enggak akan segan-segan ngehukum kalian." sengit papa Sanjaya membuat Aldy dan Tania sekali lagi menelan saliva dengan kasar.

"E-enggak akan kok Pah, lagian siapa sih yang tahu tentang kita berdua yang notabenenya anak Papa sama Mama." ucap Aldy dan di balas anggukkan kepala oleh Tania.

"Masuk kamar kalian sekarang," titah Sanjaya memelotot hingga Aldy dan Tania cepat-cepat menaiki tangga.

.........

Untuk beberapa saat Leo memperhatikan Tania yang tengah berjalan di koridor sekolah, kemudian ia menghampiri Tania dan menepuk punggung Tania sampai Tania berbalik kebelakang.

"Hai," sapa Leo tersenyum.

"Lo lagi lo lagi," ucap Tania memutar bola mata jengah.

"Bisa ga sih lo jauh-jauh dari gue," pinta Tania marah.

"Sstt! Kok gue heran ya, penampilan lo kok kayak yang enggak cocok gitu sama sikap yang lo tunjukkin kayak sekarang ini." ucap Leo menampilkan raut wajah serius.

Sepertinya Tania memang belum terbiasa berbicara lembut, buktinya setiap kali berhadapan dengan Leo, dirinya selalu kelabakan menunjukkan sikap aslinya.

"M-maksud lo?" tanya Tania pura-pura tidak paham.

"Lo kayak lagi nyamar," persingkat Leo.

"Mulai curiga nih orang, ergh! Kayaknya beneran deh penampilan cupu gue enggak sesuai kayak orang cupu asli, secara 'kan gue orangnya kasar apalagi sama si cowok pengganggu ini." batin Tania membenarkan perkataan Leo.

"Em ...." Tania berusaha melancarkan otaknya untuk berfikir jawaban apa yang harus ia berikan pada Leo agar si pengganggu hidupnya itu tidak mencurigainya.

"Iya emang! M-maksud gue, emang bener gue kadang bersikap kasar i-itu karena biar gue keliatan berani di depan kalian semua," ucap Tania akhirnya mendapatkan jawaban juga walau agak susah juga berbohong.

"Menarik," ucap Leo tiba-tiba tersenyum lebar, wow! Tania akui Leo memang sangat tampan namun kenapa dirinya tidak terpesona dan malah merasa merinding.

"Gue kagum," tambah Leo lagi.

Dan ya, mereka baru saja kenal semingguan lebih, masa iya Leo sudah kagum dengan Tania. Terdengar konyol bukan!

"Oh," sahut Tania cuek.

"Gue serius bahkan perasaan gue lebih dari kata kagum deh kayaknya," ucap Leo dengan tatapan yang tidak luput dari wajah Tania.

"Lo tunggu bentar di sini," ucap Leo berlari menuju parkiran sekolah dan mengambil rumput hijau lalu ia kembali ke koridor, pria itu sibuk menganyam rumput yang baru saja ia ambil sedangkan Tania hanya diam memerhatikan saja.

"Selesai," ucap Leo membuat Tania mengerutkan dahinya, apanya yang selesai! Fikir wanita itu.

"Tan, gue belum bisa kasih lo cincin beneran tapi setelah gue dapatin cinta lo, gue bakal berusaha beliin lo cincin berlian yang bagus buat pernikahan kita nanti," ucap Leo dengan frontal.

"Hah! Nikah? Siapa? Gue sama lo? Sehat lo?" tanya Tania merasa aneh dan risih plus jijik karena ia tidak pernah menemukan pria semacam Leo.

"Gue suka sama lo." ucap Leo kemudian.

"Lo sakit atau gimana sih? Baru juga kenal udah ngomong suka suka aja," ucap Tania tanpa ekspresi.

"Kalo lo gak beda dari cewek-cewek lain mungkin gue juga gak bakalan tertarik ataupun suka sama lo." ucap Leo namun Tania memutar bola mata malas.

"Maaf tapi gue gak mau sama lo," sahut Tania langsung menolak Leo, pria itu membulatkan matanya sejenak karena Tania langsung menolaknya begitu saja.

"Gue bener-bener udah jatuh cinta sama lo bahkan setiap kali gue bertatapan sama lo, jantung gue selalu berdebar." ucap Leo dengan suara lembut membuat Tania semakin risih namun wanita itu bergeming.

"Ini! Gue enggak bakal pasang cincin rumput ini di jari lo sekarang tapi sampai lo mau jadi pacar gue nanti lo harus pake ini cincin tanda lo udah terima gue nantinya. Oke!!!" ucap Leo meletakan cincin itu di telapak tangan Tania.

"Aku sayang kamu Tania." bisik Leo lalu pria itu pergi meninggalkan Tania.

"Woahh gila sih ni cowok," umpat Tania kesal karena dirinya sudah menolak Leo secara terang-terangan namun pria itu masih memberikan cincin rumput aneh itu.

.......

.......

...+_+Bersambung+_+...

1
ayu nuraini maulina
jgn sampai HT Ara udah d obati si Leo malah balik lg
ayu nuraini maulina
g ngerti am jalan pikiran si Leo,terlalu memberi harepan karamel, giliran udah d kasih kesempstan k dua malah ninggalin tanpa kbr,g punya pendirian si Leo jd laki2
ayu nuraini maulina
😁😁😁😁
ayu nuraini maulina
🤣🤣🤣
ayu nuraini maulina
happy famiily🤗🤗
ayu nuraini maulina
udah tau d dpn pintu knp g langsung pencet bel
ayu nuraini maulina
tidak menjamin itu semua yg ada makin d tindas iya
ayu nuraini maulina
cantik aj d bui aplg d buat jelek yg ada makin menjadi d bui nya
Gw Fira
Luar biasa
Oky Cerry
astaga ketipu w Ama jalan ceritanya
Oky Cerry
telat u leo
Oky Cerry
ACH bener kan salaha paham
Sigit Wtnpsr
qu menunggu cerita greydon
El
Huwaa Thor jahat amatt lanhut aja please lahhh
Alit Safitri
lanjut thor
Melisa Nisrina
lucu yaaa
393n🥂
thornya baik banget membuat qta semua penasaran...
😍😍😍😍
🍀ʀaʀa
emng sp sebenarnya cahya thor?? kan jd penasaran.. next thor...
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN & FIRST LOVE " dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
Nayla Putri
Cahaya km dimana??
Yorina
cahya, ada apa denganmu..?
dimana kamu?
kasihan greeydon.. cepatlah 15 tahun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!