NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Pesona Istri Galak

Transmigrasi: Pesona Istri Galak

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mengubah Takdir / Aliansi Pernikahan
Popularitas:66.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Yvaine, ratu es yang legendaris di pasukan khusus, mengalami pengkhianatan dalam misinya. Dua tembakan menghantam tubuhnya, dan dia jatuh tak bernyawa di tempat.

Namun, ketika Yvaine membuka matanya lagi, dunia telah berubah. Kini dia menjadi nyonya rumah dari keluarga besar yang menyepelekan dirinya, seorang istri yang marah tapi diabaikan suaminya, dan seorang ibu yang anaknya juga tak pernah memperhatikannya.

“Kalau aku tidak salah, kita sudah bercerai. Sekarang kamu malah masuk ke rumahku, mantanku tercinta,” suara dingin sang mantan terdengar.

Yvaine mengangkat dagu, duduk di ujung sofa dengan kaki terlipat, menebarkan aura sombong yang tak terbantahkan. “Kalau begitu… kita bisa menikah lagi,” ujarnya dengan tenang tapi penuh tantangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Dia mendongakkan kepala, berusaha mencari sumber tembakan. Di saat yang sama, Yvaine telah menunggu momen itu.

Begitu perhatian pria itu teralihkan, Yvaine dengan cepat menghantamkan siku kanannya ke arah pistol di tangan lawannya. Dalam satu gerakan mulus, ia berputar dan menendang dada pria itu dengan presisi, menjatuhkannya seketika. Pistol terlepas dan melayang—langsung ditangkap oleh Yvaine.

Dengan cekatan, ia memutar pergelangan tangannya. Kini, moncong pistol yang tadi mengarah padanya berbalik mengarah ke dahi pemiliknya, menghentikan perlawanan pria itu.

Tepat saat itu, pintu gudang didobrak dari luar. Sekelompok bala bantuan masuk dengan formasi rapi.

Melihat mereka, senyum tipis terukir di bibir Yvaine.

Ia menatap dingin pria di hadapannya, lalu berkata sinis,

“Apa salahnya jadi wanita? Baru saja seorang wanita menjatuhkanmu. Jangan pernah meremehkan wanita. Bawa dia pergi.”

Para anggota tim segera bergerak, membekuk pria itu dan menyeretnya keluar.

Begitu semuanya berakhir, Yvaine menghela napas panjang. Saat ia menurunkan pistolnya, terdengar teriakan penuh kelegaan.

“Kakak Yvaine!”

Ia menoleh dan melihat Morn berlari ke arahnya dengan wajah cerah. Sudut bibir Yvaine sedikit terangkat.

Namun, tepat ketika ia hendak melangkah maju—

Dor!

Suara tembakan kembali menggema dari belakang.

Rasa nyeri tajam langsung menghantam dadanya.

Yvaine membeku. Perlahan ia menunduk, menatap darah yang mulai merembes dari tubuhnya.

Kesadarannya seketika goyah. Ia samar-samar mendengar jeritan panik Morn dan yang lain, tetapi tubuhnya sudah kehilangan kendali, jatuh ke belakang.

Sebelum gelap menelannya, satu pikiran melintas—

'Satu peluru dari belakang… satu lagi dari arah jam dua…'

Sial.

Setelah bertahun-tahun menjadi polisi, pada akhirnya ia bukan mati di tangan penjahat—melainkan oleh rekan sendiri.

Dunia menjadi gelap.

Tubuhnya terasa begitu berat, seolah tertindih beban ribuan kilogram. Ia tak mampu bergerak. Hanya pendengarannya yang tersisa, itu pun samar.

Suara-suara asing terdengar di sekelilingnya.

“Hentikan pendarahannya!”

“Apa yang kalian lakukan? Tuan muda mungkin tidak menyukai istrinya, tapi kalau tahu nyonya mati karena bunuh diri di rumah ini, kita semua habis!”

“Sudah, hentikan omong kosong! Di mana dokternya? Kenapa belum datang?!”

“Dokter sedang dalam perjalanan, tapi kalau terlambat—nyonya bisa mati! Cepat hentikan pendarahannya! Ya Tuhan, darahnya banyak sekali!”

'Tuan muda? Nyonya? Bunuh diri?'

Pikiran Yvaine kacau.

'Bukankah aku sudah terkena dua tembakan di jantung..? Atau… pelurunya meleset?'

'Namun, jika aku selamat, seharusnya ini luka tembak—bukan pergelangan tangan yang disayat.'

Kesadarannya kembali tenggelam.

***

Saat ia membuka mata lagi, sesuatu menekan dadanya, membuatnya sulit bernapas—seperti tenggelam tanpa daya.

Naluri bertahan hidup memaksanya tersentak dan membuka mata.

Pemandangan asing langsung menyambutnya.

Tidak ada bau antiseptik. Tidak ada dinding putih rumah sakit.

Sebaliknya, ia berada di kamar luas dengan nuansa hangat dan elegan. Interiornya bergaya Eropa, dipenuhi furnitur mewah yang tampak mahal bahkan bagi orang awam.

'Di mana ini…?'

Yvaine mengerutkan kening, mencoba mengingat, namun pikirannya kosong.

Angin sepoi-sepoi meniup tirai di jendela berukir, membawa sinar matahari yang hangat ke wajahnya.

Ia sempat terlena… sampai..

Brak!

Seorang pelayan menjatuhkan baskom berisi air panas saat melihatnya terbangun.

“Nyonya sudah bangun! Cepat! Nyonya sudah bangun!”

“Nyonya…?”

Yvaine mengernyit, ia tanpa sadar meraba dadanya—tidak ada luka tembak.

Namun, tangan kirinya dibalut perban tebal, bercak darah samar terlihat di permukaannya.

Dan yang paling mengejutkan adalah itu bukan tangannya.

***

Tiga hari berlalu.

Yvaine akhirnya memahami kenyataan yang tak masuk akal ini.

Bahwa ia telah mati dan kini hidup kembali dalam tubuh orang lain, yakni seorang wanita dengan nama yang sama, lebih tepatnya hanya berbeda satu huruf.. tubuh ini bernama Vaine.

Pemilik tubuh ini telah bunuh diri dengan menggorok pergelangan tangannya. Seharusnya ia sudah mati, jika bukan karena jiwa Yvaine yang mengambil alih.

Dari ingatan yang tersisa, Yvaine mengetahui semuanya.

Wanita ini adalah istri dari Tobias Raguel—CEO berpengaruh di Kota S, sosok yang kerap muncul di majalah dan dikenal kejam serta tak tersentuh.

Pernikahan mereka bukan karena cinta.

Wanita ini menjebaknya, membuatnya mabuk, lalu hamil dan memaksa Tobias menikahinya.

Sejak itu, mereka hidup seperti orang asing.

Tobias tak pernah menyentuhnya lagi. Bahkan setelah anak mereka lahir, ia tetap mengabaikannya.

Lebih buruk lagi, ia berselingkuh secara terang-terangan dan bahkan meminta cerai.

Itulah yang mendorong wanita ini mengakhiri hidupnya.

Yvaine terdiam.

Jika itu dirinya dulu… mungkin dia juga akan marah.

Tapi dia bukan wanita lemah yang hanya bisa menangis dan mengakhiri hidup.

Wanita itu sudah mati.

Sekarang—yang hidup adalah Yvaine.

Dan dia tidak akan hidup sebagai korban.

***

Cahaya televisi memantul di wajahnya yang masih pucat.

Suaranya menarik perhatian Yvaine.

“Tiga hari lalu, terjadi penembakan di sebuah gudang di dermaga Kota S. Tim SWAT segera dikerahkan untuk mengamankan situasi… namun harus membayar harga yang tidak sedikit…”

1
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
Lanjut thor, dan semangat💪
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
Lanjut, dan semangat thor💪
ᴊᴜʏ -ᴋɪᴍ
Lanjut thor, dan semangat💪
Muft Smoker
rasa yg trlambat yx tobias😒😒😒😒
Muft Smoker
kasihan sang asisten tertekan🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
ad yx bpa model Gini ,, bisa di retur gx niih ,, tuker sama yg baru 😒😒😒😒
Muft Smoker
waah kulkas 1000 pintuu mulai terusik yx ,,
mulai merasa kehilangan yx ,,
🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
senjata makan tuan kn pak suu ,, 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,,
anda selalu meremehkan istri anda ,,
Muft Smoker
mork kmn yx????
Muft Smoker
waah bakl sering byk perang dingiin niih ,,
/Grin/
shabiru Al
waaahhh siapa tuuhhh,, saingan tobias kah...
shabiru Al
waaaah benar2 gila tuh ayahnya vaine
shabiru Al
benar2 ayah yang keji
shabiru Al
waahh fakta baru nih,, apa nantinya Yvaine akan mencari penyebab kematian ibunya
shabiru Al
kirain sitobias yang dtng gak tau keluarga toxicnya vaine
shabiru Al
udah pergi aja baru d cariin,, dasar siangkuh tobias
Muft Smoker: biasaa jual mahal kak merasa punya segalany ,,
pas di tinggal pergii langsung Banting hargaa dy 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
shabiru Al
keluarga toxic
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
aku makan manis hari ini 🧁🥭
🌻🇲🇾Lili Suriani Shahari
oh god!!!! makin ramai ni cowok lelaki nya
Uthie
kayanya si Yuna kali itu yg berkhianat 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!