NovelToon NovelToon
The CEO'S Private Doctor

The CEO'S Private Doctor

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Penyelamat
Popularitas:21k
Nilai: 5
Nama Author: neyrfly

​"Saya bayar Anda mahal bukan cuma untuk mengobati fisik saya, Dok. Tapi juga untuk tanggung jawab karena sudah membuat jantung saya berdegup tidak karuan."

​Menjadi dokter pribadi seorang Arkananta Pradipta—CEO arogan yang hobi mengatur—adalah bencana terbesar dalam hidup Ayana. Alih-alih fokus menyembuhkan trauma masa lalu Arka, Ayana malah terjebak dalam pusaran kontrak profesional yang fana, komedi situasi di luar nalar, dan perasaan terlarang yang perlahan mengoyak hatinya.

​Saat rahasia kelam masa lalu Arka mulai terkuak, sanggupkah jas putih Ayana bertahan menghadapi dosis cinta yang terlalu mematikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon neyrfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Sisa Hujan di Balkon

Riuh rendah jurnalis dan lampu kilat kamera di aula lantai dasar akhirnya tertinggal jauh di bawah. Ketika lift eksekutif berdenting lembut di lantai lima puluh, atmosfer dunia korporat yang bising langsung tergantikan oleh keheningan penthouse yang familier. Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak subuh kini telah menyusut menjadi rintik tipis, meninggalkan aroma tanah basah dan sisa uap dingin yang menempel pada dinding kaca raksasa.

Ayana melangkah masuk ke dalam ruang tengah, langsung melepaskan sepatu hak tingginya dengan helaan napas lega yang teramat panjang. Ia berjalan bertelanjang kaki di atas karpet bulu tebal, menjatuhkan tubuhnya ke sofa dengan posisi bersandar yang sangat santai. Blazer biru dongker yang membuatnya tampak begitu garang di depan dewan komisaris tadi kini tersampir begitu saja di lengan sofa.

"Lelah, Dokter?"

Arka berjalan masuk dari arah koridor kamar, sudah menanggalkan kemeja formal dan dasi merah marunnya. Pria itu kini hanya mengenakan kaus v-neck hitam polos dan celana kain abu-abu santai. Penampilan yang selalu berhasil membuat Ayana tersadar bahwa di balik status sang bilioner yang ditakuti, Arkananta tetaplah seorang pria biasa yang membutuhkan ruang untuk bernapas.

"Lelah sekali, Pak Bos," keluh Ayana tanpa menyembunyikan artikulasinya. Ia menutupi matanya dengan punggung tangan kanan. "Menghadapi tante Anda yang histeris itu ternyata membutuhkan energi setara dengan melakukan operasi bedah syaraf selama empat jam. Ditambah lagi harus berhadapan dengan tatapan tajam kakek Anda. Jantung saya rasanya mau copot."

Arka berjalan menuju dapur bersih, menuangkan air putih hangat ke dalam gelas kaca, lalu membawanya ke arah Ayana. Ia mendudukkan dirinya di ujung sofa yang sama, memberikan jarak yang cukup namun tetap terasa dekat.

"Minum ini," ujar Arka, menyodorkan gelas tersebut.

Ayana membuka tangannya, mendudukkan diri dengan benar, lalu menerima gelas itu. "Terima kasih." Ia meminumnya hingga tandas, merasakan kehangatan air mengalir meredakan ketegangan di tenggorokannya. "Bagaimana dengan pergerakan saham? Karina sudah memberikan laporan terbaru?"

"Saham kita tidak hanya pulih, Ayana. Begitu konferensi pers selesai dan dokumen keterlibatan Elena diserahkan ke kepolisian, pasar merespons dengan sangat positif. Saham Pradipta Group ditutup naik sebelas persen pada penutupan sesi pertama sore ini. Itu rekor tertinggi dalam dua kuartal terakhir," jelas Arka. Nada suaranya terdengar datar, namun ada binar kepuasan yang tidak bisa disembunyikan dari sepasang mata elangnya.

Ayana tersenyum lebar, menopang dagunya dengan kedua tangan sembari menatap Arka. "Sudah saya katakan, kan? Selama kita memegang kendali atas narasi medisnya, mereka tidak akan bisa menjatuhkan Anda. Sekarang, semua orang tahu bahwa CEO Pradipta Group bukan seorang yang 'cacat', melainkan seorang penyintas yang berani."

Arka tidak langsung menjawab. Pria itu memajukan tubuhnya, menatap lekat-lekat ke dalam manik mata bulat Ayana. Keheningan mendadak kembali merayap di antara mereka, diiringi suara rintik hujan yang mengetuk kaca di luar.

"Kamu terlalu banyak bertaruh untuk saya hari ini, Ayana," ucap Arka lirih. Suara beratnya terdengar sangat rendah, bergetar dengan emosi yang dalam. "Elena hampir saja menghancurkan reputasimu di depan komite etik. Jika Profesor Vance dari Singapura tidak tepat waktu memberikan verifikasi... kamu bisa kehilangan izin praktikmu secara nasional."

Ayana menurunkan tangannya dari dagu. Ekspresi jenakanya perlahan memudar, digantikan oleh keseriusan yang tulus. "Pak Arka... Arkananta. Dengar saya. Seorang dokter tidak akan pernah meninggalkan pasiennya di tengah medan pertempuran. Anda sudah memercayakan sistem syaraf Anda kepada saya, Anda membiarkan saya melihat titik terlemah dalam hidup Anda yang bahkan tidak diketahui oleh dunia luar. Jadi, taruhan itu... adalah bentuk tanggung jawab mutlak saya."

Ayana membalas tatapan Arka tanpa ada keraguan sedikit pun. "Lagipula, saya kan sudah bilang. Saya tidak akan membiarkan siapa pun meruntuhkan batu karang saya sebelum kontrak tiga bulan ini selesai."

Mendengar kata 'batu karang saya', sudut bibir Arka berkedut halus, membentuk seulas senyuman tipis yang teramat tampan dan hangat. Pria itu mengulurkan tangan kanannya, bergerak sangat perlahan melintasi jarak di antara mereka di atas sofa. Ibu jarinya yang besar dan hangat menyentuh punggung tangan Ayana yang berada di atas lutut, memberikan usapan lembut yang konisten.

"Kontrak itu hanya selembar kertas yang dibuat oleh Kakek, Ayana," bisik Arka, matanya beralih menatap jemari mereka yang kini saling bersentuhan. "Tapi apa yang terjadi di antara kita di dalam ruangan ini... di bawah pengaruh sirine lima belas persen... itu jauh melampaui batas kontrak mana pun."

Jantung Ayana kembali berdegup kencang, sebuah ritme yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan gejala PTSD atau stres korporat. Ini adalah efek klinis dari kehadiran Arkananta yang mulai mengikis batas profesionalitas yang selama ini ia agungkan di rumah sakit. Sentuhan tangan Arka terasa begitu protektif, seolah-olah pria itu sedang menyatakan kepemilikan mutlak atas dirinya.

Ayana berdeham pelan, mencoba menyelamatkan sisa-sisa kewarasannya sebagai seorang dokter pribadi. Ia menarik tangannya perlahan dengan gerakan yang sopan, lalu berdiri dari sofa.

"Ehem... kalau begitu, karena pertempuran hari ini sudah selesai dengan kemenangan mutlak, bagaimana kalau kita memeriksa jadwal terapi besok?" ujar Ayana, berjalan menuju jendela kaca besar yang mengarah ke balkon luar, mencoba mengalihkan fokusnya dari pesona sang CEO.

Arka berdiri, mengikuti langkah kaki Ayana dari belakang. Postur tubuhnya yang jangkung berdiri tepat di belakang bahu kecil Ayana, membuat wanita itu bisa merasakan hembusan napas hangat Arka di puncak kepalanya.

"Besok adalah hari Rabu sore, Ayana. Apa rencana siksaanmu selanjutnya?" tanya Arka dengan nada bergurau yang sangat jarang ia gunakan.

Ayana menoleh sedikit ke belakang, menatap wajah Arka dari samping. "Besok kita akan mengulangi volume lima belas persen, tapi kali ini... kita tidak akan melakukannya di dalam ruangan kedap suara ini. Kita akan melakukannya dengan jendela balkon yang terbuka setengah. Saya ingin syaraf Anda mulai terbiasa berinteraksi dengan suara bising asli dari luar gedung."

Arka menatap ke luar jendela, ke arah hamparan lampu-lampu kota Jakarta yang mulai menyala di balik sisa kabut hujan. "Tantangan yang menarik, Dokter. Tapi sebelum itu... ada satu hal yang harus diselesaikan malam ini."

"Apa itu?" tanya Ayana bingung.

Arka melirik ke arah meja makan besar yang terletak di sudut ruang tengah. Di sana, seorang pelayan pribadi baru saja meletakkan beberapa wadah makanan hangat yang memancarkan aroma bumbu tradisional yang teramat lezat.

"Hari ini kita menang besar, dan saya tahu kamu belum makan siang dengan benar karena sibuk menyiapkan berkas medis," ujar Arka, berjalan menuju meja makan dan menarik salah satu kursi berlapis beludru untuk Ayana. "Jadi, lupakan dulu diet sayuran hijau penenang syaraf itu untuk malam ini. Saya sudah menyuruh koki pribadi untuk memasak menu favoritmu... sup buntut bakar rempah."

Ayana membelalakkan matanya terkejut, mendadak merasa perutnya berbunyi setuju. "Bagaimana Anda bisa tahu kalau saya suka sup buntut bakar?"

Arka tersenyum misterius, mendudukkan dirinya di kursi seberang. "Seorang CEO Pradipta Group selalu memiliki cara untuk mengetahui detail terkecil dari orang yang paling berharga di dalam hidupnya, Dokter Ayana. Sekarang... silakan duduk dan nikmati kemenangan kita."

Ayana melangkah menuju meja makan dengan hati yang menghangat, menyadari bahwa di balik dinding beton korporat yang dingin ini, ia telah menemukan sebuah tempat di mana perisai medisnya dihargai, dan di mana sang batu karang perlahan mulai belajar untuk percaya pada kehangatan tangan seorang manusia. Skenario kehidupan mereka menuju babak kini tidak lagi terasa seperti beban kontrak, melainkan sebuah perjalanan emosional yang tak sabar untuk dijalani bersama.

Bersambung.

1
yeyen Hondro
Ceritanya bagus banget.....👍👍👍
neyrfly: makasi ya kakk😍
total 1 replies
Alissia
awas lo arka nanti kamu jatuh cinta sama doktet aya🤭🤭🤣🤣
Wardah Wilda
wuuiihh..Thor..kata2 nya bagus banget ..sangat presisi .akurat..tanpa membuat bingung...alur nya jelas..👍👍
good job Thor..up yg banyak LG ya Thor...👍👍🙂🙂👏👏
Hennyy exo
wah makin banyak musuhnya ayana
Hennyy exo
wow arka aku padamu😍
Hennyy exo
ingin sekali ku tampar bibi elena 🤣
Hennyy exo
wow alurnya makin menarik

btw terima kasih thor upnya🤭
Susilawati Susilawati
up lagi thor
neyrfly: syiapp🫡
total 1 replies
Wardah Wilda
up nya yg banyak dong thor..biar semangat baca nya... please...🙏🙏
neyrfly: siap kakk🫡
total 1 replies
Hennyy exo
thor pliss up yg banyak ya🤭
💪💪
neyrfly: siap kakk🫡
total 1 replies
Hennyy exo
suka banget sama alur ceritanya😍
neyrfly: makasih kakk😍🙏
total 1 replies
Hennyy exo
ahh suka banget sama alurnya thor
Hennyy exo
awas ya Arka nanti kamu jatuh cinta loh sama dokter aya🤣🤣
Hennyy exo
awal yg bagus thor
Wardah Wilda
awas ya Thor..klau up nya lama..🤭🤭🤭
neyrfly: siap kakk😍🤭
total 1 replies
Sri Rahayu
baru baca seru cerita na
neyrfly: makasi kakk🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!